Malam di Icelandia terasa tenang, tetapi ketenangan itu menyimpan bahaya. Jalanan di sekitar istana kepresidenan dipenuhi dengan para penjaga, kendaraan patroli, dan menara pengawas. Lampu sorot menyapu gerbang-gerbang, membuat siapa pun sulit bergerak tanpa terdeteksi.
Mason, Harper, dan Giselle berjongkok di balik bayangan toko terbengkalai tak jauh dari tembok istana.
“Tempat ini penuh dengan para penjaga,” bisik Harper, matanya menatap cahaya yang terus bergerak.
Mason mengangguk. “Kita masuk dengan tenang dulu. Jika rencana gagal, kita cari jalan keluar. Tidak ada jalan untuk mundur.”
Giselle mengencangkan sarung tangannya. “Kalau begitu, mari kita selesaikan.”
Mereka bergerak melalui gang-gang, menunduk serendah mungkin. Setiap pos penjaga dijaga ketat, tetapi Mason sudah mempelajari pola patroli dari jauh. Dia tahu waktu mereka. Ketika sepasang penjaga berbelok ke arah kanan, ketiganya berlari cepat melintasi area terbuka dan menempel di dinding luar istana.
“Harper,” bisik Mason.
Dia mengeluarkan sebuah alat kecil dari tasnya, sesuatu yang telah dia kerjakan selama berminggu-minggu. Alat itu berdengung pelan. Harper menempelkannya ke dinding, dan dalam hitungan detik, sebagian sistem keamanan berkedip dan mati.
Pagar listrik kehilangan daya hanya untuk waktu yang singkat. Mason memanjat terlebih dahulu, diikuti Giselle, lalu Harper terakhir. Mereka berguling masuk ke area istana dan bersembunyi di balik truk yang diparkir di dekat sana.
Namun keberuntungan tak bertahan lama. Sepasang penjaga berbelok di sudut, senter mereka menyapu area.
“Hei! Siapa di sana?” salah satu berteriak.
Mason langsung bergerak sebelum pria itu sempat mengangkat senjatanya. Satu pukulan cepat ke tenggorokan, lalu hantaman ke perut menjatuhkannya. Harper menghantamkan sikunya ke penjaga kedua, memelintir lengannya hingga dia tumbang tanpa suara.
Mereka menyeret tubuh-tubuh itu ke bayangan.
“Hampir saja,” gumam Giselle.
“Terlalu hampir,” sahut Mason. “Ayo kita lanjutkan.”
Mereka berg…
SISTEM PILIHAN UTAMA: KEKAYAAN TAK TERBATAS
MENEMUI LIAM
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 199 Episodes
Comments
Syahrudin Denilo
selamat dong
2025-11-02
0