Chapter 4

Dara berusaha berjalan dengan seluruh kekuatan nya yang tersisa, sungguh hidup nya begitu menyedihkan.

"Ma?? Bawa aku Ma.!" lirih Dara dengan jalan gontai dan lemah nya.

Dara terus melangkah tanpa tujuan mengikuti kemana kaki nya berjalan tak ada berhenti nya walau hanya sejenak. Dara duduk di bawah pohon besar seperti tak punya gairah untuk hidup sama sekali padahal tadi amarahnya meledak-ledak ingin balas dendam tapi mengingat kondisi nya sekarang bagaimana Dara mau balas dendam?

"Bagaimana nasib ku setelah ini?" gumam Dara dengan tatapan kosong nya.

Dara pun kembali termenung cukup lama beberapa Orang lalu lalang mengabaikan Dara seperti Orang tak waras di jalanan, padahal Dara sangat waras walau ekspresi nya terlihat seperti Orang tak waras.

Dara kembali menangis pilu meratapi nasib nya, Ia juga tak bisa pulang karna Ibu tiri nya telah berkata tak akan menerima nya kalau dibuang oleh Keluarga Adipati.

"Ba--bagaimana cara nya aku bisa balas dendam? Bagaimana?" lirih Dara terisak-isak. Dara tersentak lalu mengeluarkan ponsel nya yang la matikan, Dara menghidupkan ponsel nya dan melihat jumlah uang akun Novel Online nya.

Dara merogoh dompet usang nya, berisi kartu identitas nya yang di campakkan oleh Salma tadi, Salma terlalu enggan menyusun barang-barang Dara sehingga Salma membuang dan membakar semua pakaian Dara.

"Apa yang harus aku lakukan? membuat kartu Bank?" gumam Dara dengan lirih.

Sebenarnya Dara tak punya keinginan lagi untuk hidup,akan tetapi mengingat bagaimana kejam nya keluarga Adipati mengusir dan hinaan Abian terhadap nya.

Dara pernah bertanya pada Dokter kalau Ia tak akan bisa hamil jika bekerja keras siang-malam tanpa istirahat, tidak menjaga pola makan sehat, stres akut. Selagi Dara masih rutin haid setiap bulan nya maka Ia kemungkinan tidak mandul sama sekali.

Dara tidak tahu kalau Abian lah yang mandul tapi menyalahkan Dara yang mandul.

"Aku harus bangkit...! Bangkit Dara..! Bangkit.!" gumam Dara berdiri dengan kaki sempoyongan.

Dara mencari gubuk kosong yang telah hampir ambruk dekat pembuangan sampah untuk di jadikan tempat tinggal sementara waktu sampai Dara mencairkan uang nya, Ia harus mencari cara untuk bertahan hidup demi membalas penderitaan nya pada Keluarga Adipati.

        ***

Beberapa hari kemudian,

Dara telah berhasil mendapatkan uang dari hasil Novel Online nya, Ia menerima banyak uang tapi tetap saja hati nya begitu sakit mengenang kehidupan nya.

Dara membeli ponsel baru biar lebih semangat lagi untuk mencari sumber mata uang nya yaitu seorang Penulis Novel Online.

Setiap waktu Dara mengamati berita keluarga Adipati yang kini sedang ramai di perbincangkan karna baru saja undangan pertunangan Abian Adipati dengan Anya seorang Tuan Putri dari Keluarga Pramana yang cukup terpandang.

"Me--mereka akan bertunangan dan beberapa hari lagi menikah?" ucap Dara sambil memperbesar foto undangan yang beredar.

Dara menggelengkan kepala nya, "Aku harus temui mereka terlebih dahulu." gumam Dara yang hendak pergi namun teringat hidup nya sangatlah rumit apalagi di keluarga itu tak ada yang berpihak pada nya.

Sungguh Dara ingin membalas dendam, tapi Ia sama sekali tak punya kekuasaan untuk membalas keluarga Adipati sebagai keluarga terpandang nomor 7 di antara 10 Keluarga ternama di negara itu.

Sekarang Dara tinggal di sebuah kos, Dara termenung di tepi jalan tak jauh dari kosan nya dan tak lama kemudian tiba-tiba hujan deras turun tanpa aba-aba, membuat semua orang yang tengah jalan kalang kabut mencari tempat untuk berteduh.

"Hujan?" Dara tersadar langsung buru-buru mencari tempat perlindungan dibawah pohon beringin.

Dara tak lagi memperhatikan orang di sekitar nya, pikiran Dara benar-benar kacau. Ditengah pikiran gila menguasai nya tiba-tiba Ia tertawa terbahak-bahak seperti orang gila di tengah deras nya hujan.

"Anak kecil.! Mandul...? Jelek..! Upik abu..! Gembel...! Tak menarik."Kata-kata yang seperti belati tajam bermunculan di benak nya dengan bertubi-tubi.

"Aku nggak mandul..! Aku nggak mandul." gumam Dara tak terima.

Dara menatap langit malam yang masih menurunkan rintik-rintik hujan, Ia segera pergi dari tempat berteduh nya menuju Bar dengan pikiran yang penuh berbagai hinaan dari Keluarga Adipati.

Hidup Dara sudah hancur untuk apa di pertahankan lagi?. Ia juga disebut jalang padahal Ia bukanlah seorang Jalang, Dara bosan menjadi orang baik karna selalu diinjak-injak dan sekarang tujuan nya hanya 1 yaitu dia ingin merasakan mabuk-mabukan untuk menghilangkan pikiran serta ingatan menyakitkan yang sedang dia hadapi saat ini.

\*\*\*

Di depan Bar,

"Maaf Nona?, Anda tidak boleh masuk." salah satu penjaga menahan Dara yang hendak masuk ke dalam Bar.

Dara menatap kedua penjaga itu dengan serius, "Kenapa?." tanya nya lirih.

"Anak kecil tidak boleh masuk kesini." kata Penjaga lain nya.

Dara yang mendengar kata-kata yang ingin ia lupakan membuat nya marah, "Siapa yang kalian bilang anak kecil ha?, Umurku udah 19 tahun dan boleh memasuki tempat ini." teriak Dara.

Kedua Penjaga Bar kebingungan lalu Dara mengeluarkan kartu identitas nya sehingga kedua penjaga itu terpaksa mengizinkan Dara, awal nya mereka tak percaya Dara sudah berumur 19 tahun dilihat penampilan nya yang lebih mirip anak-anak sungguh tubuh Dara kecil, datar dan tak menarik sama sekali.

"Minggir kalian...! Aku sedang menderita, jangan membuatku tambah menderita kalau aku mati bunuh diri maka akan aku buat kalian yang menjadi penyebab kematian ku di surat terakhir ku atau rekaman Vidio dari ponsel ku nanti." kata Dara dengan nada penuh ancaman.

Dengan terpaksa kedua pengawal itu minggir karna Dara memang terlihat begitu kacau, tempat itu memang khusus untuk orang-orang yang sedang menderita supaya bisa bersenang-senang melupakan beban hidup.

Dara memasuki Bar dengan mata mengedar seolah mencari tempat sunyi yang tak terlalu berisik, Ia membeli berbagai minuman murah namun bisa memabukkan jika di teguk 1-2 botol penuh apalagi bagi orang yang tak pernah meminum nya.

"Aku berharap, aku bisa melupakan semua nya." lirih Dara penuh harap, lalu Dara meneguk Wine memabukkan dari botol nya langsung bukan memakai gelas lagi.

Baru setengah Botol saja Dara sudah teler, meracau kemana-mana, bernyanyi, bahkan Dara juga tampak menyedihkan sampai air mata nya tumpah, dengan botol Wine dijadikan Mic nya.

"Kaliann??? Aku akan balas kalian semua..! kalian biadab?!! Kalian bukan manusia, kalian itu binatang...!!! Tidakkk! Binatang lebih mulia dari Kalian, aku membenci kalian... .! Apa salahku?? Apa salahkuu?? Katakan salahku dimana?" pekik Dara terbatuk-batuk.

Ceklek...!!

Seorang Pria dengan memakai pakaian mewah dari kamar sebelah memasuki ruangan yang sama dengan Dara, tempat ini paling terpojok tapi tak membayar sama sekali sedangkan di sebelah nya adalah kamar VVIP yang senyap memang dibuat khusus untuk Pria itu. Pria Misterius itu melipat kedua tangan nya dengan angkuh.

"Bisakah kau diam?" Dara seketika menoleh namun tak bisa melihat wajah pria itu dan Dara berjalan sempoyongan ke arah pria Misterius tersebut dengan mata menyipit, Dara mendekatkan wajah nya ke wajah Pria Misterius itu.

"Siapa kau?" tanya Dara dengan wajah semerah tomat matang akibat efek mabuk nya. Pria itu berotasi jengah menganggap Dara hanya memainkan trik untuk mencuri perhatian nya.

Nicoles Maverick, pria itu adalah pengusaha terkaya nomor 1 di Indonesia dan pemilik berbagai pertambangan Legal maupun Ilegal di Negara nya.

\*

Bersambung..................................

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

ke Bar???
gila ya...
ini cerita dari negara mana sih thor?
ke Bar itu bukan spy bisa tenang dan melupakan masslah!! tapi biar bisa diperkosa ha... ha... ha...
sehaus itu Dara ingin digagahi laki- laki???
gila!!! gilaaaaaaa...

2026-01-30

0

Nabila

Nabila

wkwkwk 🤣🤣🤣🤣 ... Dasar kau dara 19 th mah masih anak2 dara . tumben galak kau dara biasanya menagis 😁

2026-05-29

1

Lisa Halik

Lisa Halik

nicoles ...wah makin seru ni thor

2025-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 BAB 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 PROMOSI KARYA BARU
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 Chapter 167
168 Chapter 168
169 Chapter 169
170 Chapter 170
171 Chapter 171
172 Chapter 172
173 Chapter 173
174 Chapter 174
175 Chapter 175
176 Chapter 176
177 Chapter 177
178 Chapter 178
179 Chapter 179
180 Chapter 180
181 Chapter 181
182 Chapter 182
183 Chapter 183
184 Chapter 184
185 Chapter 185
186 Chapter 186
187 PROMOSI KARYA BARU
Episodes

Updated 187 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
BAB 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
PROMOSI KARYA BARU
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
Chapter 167
168
Chapter 168
169
Chapter 169
170
Chapter 170
171
Chapter 171
172
Chapter 172
173
Chapter 173
174
Chapter 174
175
Chapter 175
176
Chapter 176
177
Chapter 177
178
Chapter 178
179
Chapter 179
180
Chapter 180
181
Chapter 181
182
Chapter 182
183
Chapter 183
184
Chapter 184
185
Chapter 185
186
Chapter 186
187
PROMOSI KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!