Sejak subuh tadi, Siti terus memanggil Nayna di depan pintu kamarnya. Dia merasa khawatir, karena tak seperti biasa, pintu itu tetap tertutup meski dia memanggilnya berulang.
"Ada apa, Bu? Pagi-pagi udah cek vokal aja."
Rahmat yang baru pulang dari masjid, tertegun menatap istrinya dengan wajah cemas di depan pintu kamar.
"Dari tadi dipanggil nggak keluar juga, ni anak nggak biasanya tidur ngebo, Yah. Mana dikunci pintunya," jawab Siti sambil menggerak-gerakkan gagang pintu. Mulutnya tak henti memanggil Nayna hingga suara nyaring itu, kini bergetar.
"Sini, biar Ayah yang buka. Ibu minggir dulu ya," bisik Rahmat sembari menuntun istrinya duduk. Dia mengambil ancang-ancang, bersiap untuk mendobrak pintu kayu di hadapannya.
BRAK!
"Lho, Ayah ngapain?"
Nayna tertegun melihat ayahnya terjerembab di lantai dengan sarung yang tersingkap, memperlihatkan celana kolor dengan warna merah yang memudar. Sementara Rahmat mengusap bibir dan pipinya yang sukses 'mencium' lantai. Dia juga memijit kepala yang tak lagi dilindungi peci, karena benda itu terlempar saat dia menabrak lemari.
Nayna cepat membantu ayahnya, sedangkan Siti menatap keduanya dengan wajah heran.
"Nay, kamu kenapa? Ibu panggil dari tadi nggak keluar juga. Ini Ayah juga ngapain sujud di sini? Bukannya udah shalat?"
Rahmat berusaha bangkit dibantu anaknya, dia duduk di lantai dengan sarung tersampir di pundak, bak bapak-bapak yang siap berangkat ronda.
"Ayah mau dobrak, eh pintunya malah dibuka. Ya udah, jatoh. Lagian kamu ngapain naro lemari di sini si, Nay?"
Rahmat masih mengusap kepalanya yang terasa berdenyut.
"Lho, kan Ayah yang rapiin kamar ini, bukan aku," balas Nayna. Tangannya terlihat bergetar dengan wajah pucat.
"Kamu sakit, Nak?" ucap Rahmat dan Siti hampir bersamaan. Keduanya cepat meraih tubuh gadis itu yang kini terasa panas, namun tangan dan kakinya sedingin es.
Mereka membawa Nayna ke tempat tidur, membaringkan di sana, lalu Siti dengan cepat keluar rumah untuk memanggil seorang tetangga yang berpro…
First Love
Penyesalan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments
Alyanceyoumee
ini mama ku banget... barang kW baru boleh di makan 🤧
2025-09-04
1
CumaHalu
omelin terus Sandy, sampe dia nangis-nangis. kalau perlu sampe dia trauma kaya Nayna.🤣
2025-09-26
1
Drezzlle
Bu Siti, dulu nemuin Pak Rahmat dimana? /Facepalm/
2025-08-31
1