“Kita sudah berada di tempat yang benarkan?” Arya memastikan.
“Kuharap” jawab Ryan sedikit ragu.
Keduanya sedang beristirahat pada tepian danau luas bernama Dozmary, lokasi janji pertemuan mereka dengan anggota Pax dari Magihavoc. Bingung mau melakukan apa, Arya mengambil sebuah ranting kayu kemudian membuat pancing sederhana.
Ia menangkap beberapa cacing tanah dalam waktu singkat lalu mulai memancing, Ryan yang juga merasa bosan menemaninya. Jarak antara Elemental City dan tempat ini sebenarnya tak terlalu jauh sehingga dua pemuda itu telah tiba tadi subuh.
“Hei? Aku pernah dengar kabar kalau ada beberapa sihir kuno hebat bersemayam di dasar danau Dozmary”
“Hah? Kenapa bisa begitu? Wah aku dapat ikan!” teriak Arya senang.
“Orang bilang dulunya lokasi ini merupakan arena duel, banyak hal dipertaruhkan. Termasuk sihir – sihir langka”
“Heeh....tapi kenapa tak ada yang berusaha mencari?”
“Lihat saja sendiri” Ryan menunjuk ke dalam air.
Sewaktu Arya memasukan kepala, hanya terdapat warna biru gelap sepanjang mata memandang. Cahaya makin minim serta suasana mencekam akan mengelilingi tubuhmu jika memaksa menyleam ke sana.
“Phwah! Dalam sekali, apa tempat ini benar – benar danau?”
“Legenda mengatakan alasan airnya tidak pernah mengering adalah dasarnya terhubung dengan ujung bumi bagian satunya”
“Tembus?”
“Humm, akibat ledakan sihir di masa lalu”
“Kok terdengar seperti dongeng bagi—Ugh!?”
Raut wajah Arya berubah terkejut, tangannya menegang seketika saat tubuhnya mulai terseret ke pinggiran danau. Pancing miliknya melengkung tajam ke bawah, saking kuat tarikan tersebut. Arya sengaja membekukan pergelangan kaki agar tak terbawa.
“Ada apa?” tanya Ryan bingung.
“Matamu buta?! Ada sesuatu menggigit kailnya tetapi jelas sekali bukan ikan!”
“Bisa kau tarik?”
“Mung....kin!!!”
BYUR!
Seekor buaya besar menyeramkan mendesis marah ke arah mereka, tanpa basa – basi hewan itu menerjang Ryan. Namun sayang harus menabrak penghalang sihir cukup keras, ketika dia masih pusing Arya menaiki punggungnya.
“Gnir’ek!” Ryan membisikkan mantra.
Tiba – tiba tubuh makhluk tersebut menjadi kaku seakan cairan tubuhnya menghilang, Arya langsung menghantam kepalanya menggunakan siku tangan kanan sampai tewas.
“Kenapa buaya mau memakan cacing?”
“Dasar bodoh, tentu dia ini memangsa ikan yang terjerat dipancingku dong! Masa kau tak berpikiran kesana sih?” gumam Arya memutar kedua bola matanya.
Bertepatan dengan keberhasilan mereka melumpuhkan si buaya, suara membelah udara mengalihkan perhatian keduanya. Muncul dua sosok berjubah yang bisa dipastikan penyihir menghampiri.
Satu mengendarai kereta bertarikkan Griffon, sedangkan kawannya membawa…
Elementalist
Chapter 147 - Dozemary Lake
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 303 Episodes
Comments
Hanny Clarista
kek klo scane ini ingat Harry Potter pas cari tongkat sih meski susah tapi dia dapat yang bener bener cocok dan ya bedanya dengan Arya dia diterima semua tongkat
2022-07-21
0
imah umaraya
iya lah.. jangan kan tongkat sihir,para perempuan juga berebut Arya..😂😂
2021-12-05
0
Dr. strange
serasa kembali ke jaman Harry potter
2021-08-30
1