"Pak tua sialan itu....?!" geram Arya kesal sambil terus berlari pada gang-gang Underground Paradise dengan Lexa yang mengekor dibelakangnya.
Lexa bersiul pelan setelah melihat pemandangan yang ada dibelakangnya.
"Aru? Ini hanya perasaanku saja atau....mereka memang bertambah banyak?"
"Aku harap itu hanya perasaanmu saja, ayo! Kita harus cepat keluar dari sini, kalau tidak kita bisa semakin terperangkap"
Mereka berdua lalu menambah kecepatan lajunya, suasana hati Arya saat ini begitu buruk. Dia tidak menyangka beberapa saat setelah dirinya dan Lexa keluar dari kastil Vermaand, salah seorang istrinya keluar dan meneriaki mereka pencuri sambil menunjuk ke arah Arya dan Lexa.
Segera saja tanpa pikir panjang para penjaga langsung memburu mereka berdua, hal itulah yang membuat mereka berada disituasi sulit begini.
"Harusnya kalau dia memang tidak mau memberikannya ya bilang saja!" Arya mendengus dengan tatapan waspada kesekitarnya.
Para penjaga dengan perlahan tapi pasti sudah mulai mengepung mereka dari kedua sisi gang yang berbeda.
"Eh...??? Tapi jika dia tidak memberikannya aku tidak bisa menemukan hamster milikku" Lexa mengembungkan pipinya pertanda agak kurang setuju dengan kata-kata Arya barusan.
"Ya....maksudku adalah dia tidak perlu bertingkah seolah-olah menjadi seorang nice guy seperti itu, dia hanya perlu mengatakan tidak. Maka kita akan mencari cara lain untuk mendapatkan apa yang kita cari, tidak perlu menjadi buronan seperti ini"
"Ahh....aku sepertinya mengerti maksudmu"
Suara teriakan para pengejar mereka semakin terdengar jelas memenuhi udara.
"Persimpangan jalan didepan kita belok kanan" peringat Arya.
"Hah....? Apa?"
"Kanan! Karena arah satunya lagi jalan buntu!"
"Oke! Jangan belok ke kanan karena itu jalan buntu, berarti ke kiri"
"Hah....akhirnya—Eh?! Tunggu dulu, aku bilang—"
Belum sempat Arya menghentikannya, Lexa sudah berlari ke arah kiri. Mereka kedua berbelok ke arah yang berbeda. Seketika wajah Arya seperti orang yang baru saja tersambar petir, ia lalu dengan sekuat tenaga mengerem dan langsung berbalik arah untuk menyusul Lexa.
"LEXA....?!!!"
-----------------------------<<>>-----------------------------
"Astaga....dosa apa yang telah kuperbuat....kenapa bisa jadi seperti ini sih?" gumam Arya lelah.
"Hmm Aru? Bukankah kau yang menyuruh untuk belok kiri? Kenapa terlihat kecewa seperti itu?" tanya Lexa dengan tampang tidak berdosa.
"Aku bilang belok ke kanan karena arah satunya lagi jalan buntuuu....." jawab Arya menahan amarah sambil mengacak-ngacak rambutnya.
Dikejauhan mereka sudah bisa melihat ujung dari gang tersebut, sebuah dinding tinggi yang berdiri dengan kokoh menghalangi jalan mereka.
"Apa kau ada ide agar kita bisa keluar dari situasi buruk ini?!" lirik Arya hampa kepada Lexa.
"Mmm....bagaimana kalau kita menggunakan peta itu" saran Lexa.
"Bingo!" seru Arya sambil menepuk kedua tanganya.
Mereka masih memiliki harapan untuk terbebas dari keadaan genting ini, dengan terburu-buru Arya mengeluarkan peta yang mereka dapat dari Vermaand. Harapan untuk lolos dari situasi buruk itu segera menguap kembali setelah Arya melihat sekilas isi dari perta tersebut.
"Apa-apaan ini?!" Arya menggeleng tidak percaya.
"Hm? Ada apa?" balas Lexa sambil melirik isi peta.
Isi dari peta tersebut dipenuhi oleh jalan-jalan rumit yang bahkan tidak pernah keduanya lihat di Underground Paradise. Pada titik-titik tertentu pada peta tersebut ada angka-angka yang mungkin dimaksudkan sebagai penanda.
"Bagaimana mungkin kita bisa membaca peta ini kalau kita bahkan tidak tau dimana kita berada?!" omel Arya gusar.
"Apa menurutmu Raja menipu kita?"
"Seharusnya itu mustahil, karena dengan jelas isi kotak itu hanya ada peta ini. Dan kalaupun memang benar-benar palsu, dia tidak akan repot-repot membuat penjaga memburu kita seperti sekarang"
"Lalu....apa yang harus kita lakukan?"
"Pertama-tama kita harus mengurus yang ada dibelakang kita" jawab Arya tegas sambil berbalik dan meraih gagang Mandalika.
Gerombolan penjaga sedang berlari ke arah mereka dengan senjata terangkat, tepat ketika jarak mereka semakin dekat. Sebuah benda yang terlihat dan seukuran bola kasti jatuh dari atas, semua orang menatap benda itu dengan heran.
Tiba-tiba benda itu terbuka sambil mengeluarkan suara nyaring, asap tebal langung memenuhi gang tersebut. Membuat jarak pandang semua orang terganggu, dengan tanggap Arya dan Lexa langsung menutup hidung mereka dengan jubah.
"Bom asap?" ujar Arya bingung.
Beberapa saat kemudian muncul enam sosok yang memunggungi mereka berdua, Arya dan Lexa saling melirik satu sama lain dengan tidak percaya.
"Kalian? Apa yang kalian lakukan disini?!"
Gill, Rose, Lam, Lim, Karam, dan Zakam secara mengejutkan berdiri disana seolah-olah melindungi Arya dan Lexa.
"Awalnya kami berkeliaran disekitar sini karena berharap kalian akan mentraktir kami setelah mendapatkan hadiah dari Raja" Gill menjelaskan.
"Tapi sepertinya situasinya tidak memungkinkan" tambah Karam.
"Bagaimana menurut kalian dengan bom buatan kami?" tanya Lam dan Lim bersemangat.
"Pergilah, kami akan menahan mereka disini" bisik Rose santai.
"Apa kalian nanti tidak apa-apa? Kami tidak ingin membuat kalian semua dalam masalah" Arya masih terlihat ragu.
"Tenang saja, tapi sebe…
Elementalist
Chapter 49 - Mole Pathway
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 303 Episodes
Comments
John Singgih
sudah dekat tujuan malah terkena perangkap
2021-07-28
1
[>Easy.®.Ray]
Arya ada jh ayt romantic dy
2020-12-30
2
Dani Sam
hiyaaaa
2020-11-19
0