Dena melihat kembali status adiknya. Dia membalas stories nya tapi kali ini dengan tenang tanpa emosi.
“Baiklah aku ikhlaskan lelaki mokondo untukmu. Dia jelas hanya berguna bagi perempuan yang punya duit toh fungsinya hanya sebagai pemuas nafsu dan penutup aibmu. Aku pegang kata-katamu yang bersedia membiayai kuliahku ditambah dengan uang sakuku. Satu lagi aku minta serahkan mobil ibumu.” Tulis Dena dipesan hijau Dewi.
Dewi membalas pesan Dena “aku tegaskan sekali lagi mobil ibuku tidak akan pernah aku ijinkan dinaiki oleh siapapun kecuali aku dan suamiku. Kalau tidak terima ya sudah biaya kuliah dan uang saku hangus. Dikasih hati minta jantung lagi.” Ketusnya.
“Dasar adik bangsat mentang-mentang nasibmu lagi diatas angin. Awas kau kalau nanti aku lebih sukses daripada kamu aku tidak sudi mengenalmu lagi walaupun kamu yang membiayai kuliahku.” Geramnya.
Dewi merasa puas akhirnya kakak gilanya mau mengalah.
“Paling tidak ini bisa mengurangi rasa bersalahku padanya.” Batinnya.
Pasangan pengantin baru itu melanjutkan acara shopping. Dewi membeli baju hamil dengan motif bunga-bunga warna cerah. Beberapa pakaian dalam untuknya dan suaminya.
“Mas kita beli sayuran menjelang pulang saja ya biar tetap segar” katanya.
“Terserah kau saja dek. Sekarang kita mau kemana? Kau capek tidak?” tanya suaminya sambil mengelus perut Dewi yang sudah kelihatan mulai membuncit.
“Aku lapar mas, aku ingin makan nasi campur di depot itu.” Tunjuk Dewi.
“Baiklah kita kesana,” jawab suaminya sambil merengkuh pinggang istrinya.
“Ternyata enak ya dek pacaran setelah menikah itu. Kita bebas berpegangan tangan, merangkul, mencubit pipi istri dan kalau sudah dikamar lebih bebas lagi menyentuh istri.” Kata Fahri.
Dewi tersenyum dia telah melihat tubuh suaminya yang lebih kekar daripada mantannya walaupun permainan ranjangnya masih harus dituntun tapi dia lembut dan care kepadanya. Wajahnya tidak tampan tapi dia tahu bagaimana memperlakukan wanita dan itu membuatnya bahagia.
Warteg itu cukup ramai Dewi memesan tumis sayuran dengan empal dan sambal. Suaminya memilih makan dengan kare ayam.
“Mas kita pesan nasi empal di bungkus untuk makan nanti malam supaya kita tidak perlu membeli makanan hotel yang mahal. Empalnya enak sekali.” Kata Dewi.
“Terserah kau saja dek. Ini kare ayamnya juga enak.” Kata…
Bukan Menantu Biasa
bab 35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments