Parkiran kampus sudah mulai ramai ketika Jagat sampai. Udara siang itu bercampur bau knalpot motor tua dan aroma gorengan dari kantin belakang. Jagat mendorong motor tuanya pelan, memasang kunci pengaman, lalu meraih tas ransel. Dari jauh terdengar suara khas yang sudah familiar.
“Gat! Sini dulu, Gat!”
Bimo, sahabatnya yang badannya agak tambun, melambai lebar sambil menenteng plastik kresek. Senyumnya lebar, matanya berbinar.
Jagat mengangkat alis. “Bawa apa, Mo? Kok kayak habis belanja sebulan.”
Bimo mendekat, membuka kresek dengan bangga. “Harta karun dari ibuku, bro. Jengkol goreng! Spesial buat kita makan bareng.”
Jagat menahan tawa. “Jengkol? Serius kamu? Ini kampus, bukan warung pecel lele.”
“Ah, kamu nggak tahu nikmatnya. Nih, coba dulu. Ibuku goreng kering, rasanya kayak keripik. Dijamin nggak bau.” Bimo nyodorin sebungkus kecil.
Jagat akhirnya menerima, menggigit sedikit. Renyah, asin gurih, dengan aroma khas yang langsung menusuk hidung. Ia terbatuk kecil. “Edan, Mo. Kalau bau satu kelas tahu.”
“Biarin! Yang penting enak.” Bimo ngakak puas.
Mereka berjalan bareng menuju gedung fakultas. Di tikungan, seorang sosok jangkung menyusul. Ardi, yang terkenal santai dan sering pakai jaket lusuh, menepuk bahu Jagat.
“Eh, rombongan jengkol lewat! Woi, kasih gue juga.”
Bimo langsung nyodorin. “Nih, tapi jangan banyak-banyak. Ini buat acara sakral di kantin nanti.”
Ardi tertawa. “Acara sakral apaan? Kayak mau pengajian aja.”
Mereka bertiga melangkah sambil ngobrol ngalor-ngidul, bahas dosen killer yang hobi kasih tugas mendadak, sampai rencana praktikum minggu depan. Jagat, meski ikut tertawa, pikirannya sesekali melayang ke hal lain—Nova yang diam di telinga, dan Celine yang terus melaporkan analisa situasi sekitar. Tapi ia berusaha menampilkan wajah biasa.
Kantin kampus riuh seperti biasa. Suara sendok garpu, obrolan mahasiswa, musik dari speaker tua. Jagat, Bimo, dan Ardi duduk di meja kosong, memesan es teh.
Tak lama, Satria datang. Rambutnya rapi, gaya sedikit n…
JAGAT ROBOHERO INDONESIA
rutinitas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 47 Episodes
Comments