Di sisi benua Asia bagian barat, seorang pria bangkit dari duduknya dan menatap sekretarisnya dengan cepat.
"Adza meneleponku! Apakah benar hubungannya tidak sebahagia itu dengan Azka? Dia meneleponku artinya dia meminta bantuan, bukan?" tanyanya antusias dan cemas pada sekretarisnya yang sudah terdiam.
"Tuan percaya pada apa yang dikatakan oleh pria yang mengaku sebagai kakak iparnya itu?" tanya sekretarisnya sopan.
"Bisa jadi semua itu tidak benar karena saya memperhatikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau kehancuran di dalam rumah tangga yang mereka bina. Tidak ada kabar buruk yang tersebar di antara anak buah padahal saya sudah meletakkan satu mata-mata di dekat mereka. Lagi pula apa yang dikatakan oleh Nona Adzadina tadi? Apakah dia ada mengatakan kalau dia meminta bantuan?"
Ibrahim Al-Qarim seorang pria yang berusia sama seperti Azka itu terdiam.
Dia menatap ponselnya yang terlihat bekas panggilan dari nomor yang ada di negara Asia tenggara itu. Itu adalah nomor telepon dari negara adza yang menghubunginya dari nomor yang Ibrahim gunakan untuk mengirimkan photo.
Hanya adza orang luar negeri yang punya nomor itu dan dia sengaja menggunakannya karena itu adalah nomor khusus yang dia punya dan dia gunakan untuk melakukan sesuatu terhadap misi yang dia jalankan.
"Sudah beberapa tahun aku tidak bertemu dengannya dan aku tidak tahu bagaimana sifat adza sekarang. Hanya saja tadi suaranya terdengar tegas seperti ingin melakukan sesuatu yang serius. Aku bodoh sekali, karena aku mematikan panggilannya."
"Aku sempat kaget makanya tidak sengaja melakukan semua itu dan aku takut dia tahu aku mau provokasi hubungan antara dia dan Azka. Selain itu, aku tidak mau terlihat buru-buru. Kalau hubungannya benar-benar tidak dilanjutkan lagi dengan Azka, aku siap membantunya untuk bercerai dari pria itu!" ujarnya seraya menghela napas dan kembali duduk.
Saat ini dia sedang berada di salah satu gedung di kawasan Riyadh dan di sekitarnya dia bisa melihat pemandangan gedung-gedung itu karena dia berada di lantai tertinggi.
Pria yang asli keturunan Arab itu terlihat mengotak-atik ponselnya, lalu menatap sekretarisnya yang terlihat berpikir sebentar.
"Anda yakin Nona Adzadina mau menghubungi Anda untuk itu? yang dia tahu kalau sudah sangat lama Anda dan dia berhubungan dan bahkan tidak pernah ada hubungan lebih daripada saling menyapa sebagai anak pengusaha dulunya. Dulu usia kalian masih sangat muda, Tuan. Anda masih kurang lebih enam belas tahun sementara Nona Adzadina dua b…
Adzadina Maisyaroh
TEKAD GILA GUS FAIZ
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 113 Episodes
Comments
sum mia
kira-kira azab apa ya yang cocok buat si sableng Faiz 🤔🤔
2025-11-03
2
Fatimah Az Zahra
kenapa selalu ada orang kaya yg bodoh karna cinta wkwk. dia tuh kaya loh, kenapa ga selidiki sendiri sih. kan bisa masukkan mata mata. kenapa harus langsung percaya sama si pengadu domba. gregetan bgt dah. tapi yasidahlah ini cuma cerita.
sampai sini aku masih suka ceritanya..
2026-06-22
0
Nurlaila Elahsb
dasar Faiz kk lucnat gk tau aturan KL dh gila ya Gilak aja kalee
2025-11-04
1