Suara hujan sudah tidak terdengar lagi, ketika mereka akhirnya berdiri di depan pintu menuju ruang bawah tanah. Cahaya lampu lorong kos temaram, hanya senter-senter mereka yang memberi cahaya. Udara dingin menusuk sampai ke tulang.
Doni memegang kunci kuno erat-erat. “Ini dia. Kita mulai dari sini.”
Bu Ratna berdiri di sampingnya, wajahnya serius. “Kunci itu dulunya dipakai kepala administrasi. Ibu juga baru pertama kali akan melihat langsung ruang ini.”
Bowo mengangkat termosnya sejenak seperti bersulang kecil. “Oke Mafia Mie, saatnya main level baru.”
Salsa menarik napas panjang, tangan gemetar memegang kamera. “Aku rekam mulai dari sini.”
Rian menyesuaikan helm proyeknya, lampu kepala menyala terang. “Aku di belakang Doni, aku akan cek struktur jalannya.”
Mbak Ningsih menggendong tas laptop berisi peta digital. “Aku paling belakang ya, mencatat jalurnya.”
Doni menunduk pada kucing gembul yang sudah siap di bawah tangga. “Cong, kamu yakin mau ikut?”
Pocong mengeong pendek lalu menuruni anak tangga lebih dulu seolah jadi penunjuk jalan. Bulu putihnya tampak seperti menyala di cahaya senter.
Doni memutar kunci di lubang tua itu. Suara klik logam yang lama tidak terbuka terdengar nyaring di antara suara hujan. Pintu besi berat itu bergeser, udara lembap bercampur debu keluar seperti napas yang lama terpendam.
Salsa menelan ludah. “Baunya… kayak ruang bawah rumah sakit.”
Bu Ratna menutup hidungnya dengan masker. “Itu bau obat dan jamur lama. Pakai masker kalian sekarang.”
Mereka semua segera mengenakan masker dan sarung tangan.
Tangga beton menurun curam, remang-remang dengan bercak lumut di dinding. Rian menyinari setiap langkah dengan lampu kepala, matanya tajam mencari retakan. “Hati-hati di anak tangga ketiga, agak licin.”
Bowo menahan napas, menggenggam tali pita penanda yang tadi ia bawa. “Aku ikat pita di sini ya, supaya jalan pulangnya jelas.”
Salsa merekam sambil berbisik, “Ini kayak film found footage.”
Mbak Ningsih melirik layar tablet, peta digitalnya be…
Kos-kosan 99 % Waras
Turun ke Ruang Bawah Tanah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments