Ruang Bawah Tanah

Semua orang terkejut mendengar pengakuan Arabella

Terutama ayah nya sendiri Julian Edward, mereka tidak menyangka akan mendapatkan berita yang memalukan seperti ini, vania yang mendapati kakak nya hamil, hatinya berlonjak gembira, memang kehancuran Arabella lah yang di inginkan nya, terlihat senyuman tanda kemenangan di dirinya, sedangkan Arabella hanya menunduk dengan tubuh yang gemetar karena rasa takut

Ayah nya mendekati Arabella dan menampar nya dengan keras, sontak saja semua orang semakin terkejut dengan perlakuan nya itu, sudut bibir Arabella mengeluarkan sedikit cairan merah, pipinya menjadi panas dan telinga nya mendengung, matanya berkaca-kaca menahan tangis

"Kau benar-benar membuat keluarga ini malu,

Kau hamil sebelum menikah, lalu katakan padaku, siapa ayah biologis dari anak harammu itu"

Arabella diam seribu bahasa, dirinya pun bingung harus menjawab apa,bahkan dirinya sendiri pun tidak tahu siapa ayah dari anak yang ada di dalam kandungan nya, dengan lirih Arabella hanya dapat menggeleng sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan ayah nya

"Kau tidak perlu melindungi nya Arabella, katakan pada ayah,siapa laki-laki itu?

Atau kau tidur dengan banyak laki-laki, sehingga siapa ayah dari anak haram mu itu kau sendiri tidak tahu"

"Aku tidak melakukan hal itu ayah,aku tidak melakukan hal serendah itu,tanyakan pada vania,semua ini terjadi saat aku pergi ke pesta ulang tahun teman nya"

Vania yang mendengar namanya di Sebut-sebut pun tidak terima, dia memasang wajah polos dan merasa tidak bersalah

"Aku tidak melakukan apapun kak, kenapa kakak bisa menuduh ku seperti itu"

"Kamu yang hamil kenapa anakku yang di salahkan,aku menyuruh putri ku mengajak serta dirimu dalam sebuah pesta agar mendapatkan banyak teman, bukan merayu laki-laki agar tidur dengan mu" Christine tentu saja membela putrinya

"Yang aku katakan benar ayah,vania memberiku minuman setelah itu aku tidak ingat apapun"

"Aku memang memberikan mu minuman kak,tapi itu es jeruk, bukan kah setelah itu kau minum anggur terlalu banyak,sampai kau mabuk

Kemudian aku juga melihat kau berdansa dengan banyak pria,saat aku mengajak kau pulang pun, kau tidak mau

Lalu bagaimana bisa kau menyalahkan diriku atas kesalahan mu"

"Tidak ayah, itu tidak benar

Aku tidak melakukannya, vania berbohong

Ayah percayalah padaku"

Julian murka melihat Arabella, dirinya menarik Arabella dari kursi sampai terjerembab kelantai

"Aku malu mengakui dirimu sebagai putriku,kau benar-benar murahan sama seperti ibumu, gugurkan kandunganmu Arabella, aku tidak ingin anak haram mu lahir membawa malapetaka dalam keluarga ini"

"Aku akan membesarkan anak ini, dia sama sekali tidak bersalah"

"Kau fikir membesarkan seorang anak tanpa suami itu mudah,semua orang akan mencemooh dirimu,dengarkan ayahmu ini Arabella, Kau tidak punya pilihan lain,anak ini hanya anak haram yang tidak jelas siapa ayah  kandung nya,bagaimana kalau ayah nya seorang kriminal, atau dia sudah menikah dan punya keluarga, apa kau pernah berfikir kesitu"?

Arabella membenarkan ucapan ayah nya, bagaimana jika ayah anak itu adalah berandalan,apa jadinya jika suatu hari anak nya bertanya siapa ayah nya?

Hati Arabella semakin teriris, mata sembab nya menatap ayah dan juga nenek nya secara bergantian, dapat di lihat rasa kecewa dari mata nenek yang begitu menyayangi nya,dari wajah keriput nya terlihat jelas rasa sedih yang mendalam

Arabella menundukkan kepala nya, tubuh nya terguncang karena menahan isak tangis nya

" biarkan aku membesarkan anak ini ayah, aku mohon"??

Julian Edward kehabisa cara membujuk anak sulung nya, dengan sigap dia memanggil dua satpam yang menjaga rumah mewah miliknya, dan dengan kasar menarik lengan Arabella menuju ruang bawah tanah Ruang yang gelap dan lembab,

Sesampainya di sana Arabella langsung di kurung di dalam nya

"Ayah tolong jangan lakukan ini padaku, aku takut sendirian di sini ayah,aku mohon tolong lepaskan"

"Renungi kesalahan mu,lagipula tempat ini sangat cocok dengan keputusan mu yang ingin membesarkan anak sialan itu bukan?

Besarkan di sini, agar tidak ada orang di luar yang mengetahui kehamilan mu"

Arabella terus memohon pada ayah nya, walupun tempat yang gelap itu sudah di tinggalkan nya, sementara itu di dalam kamar vania dan ibunya melonjak gembira, kehancuran Arabella yang sangat di Tunggu-tunggu akhirnya tiba juga

Saat keluar dari ruang bawah tanah, julian. Berpesan kepada para maid yang ada di rumah untuk tidak memberikan makanan dan minuman pada Arabella, sebagai bentuk hukuman karena sudah berani membangkang, semua maid patuh dan menuruti perkataan majikan mereka,setelah nya julian pun pergi kekamar ibunya, dia yakin pasti ibunya syock dan itu sangat memungkinkan kesehatan nya menurun

Saat dokter memeriksa keadaan nya, tensi darah nya benar-benar tinggi, di tambah lagi nyonya ema juga mengidap penyakit diabetes,Julian takut ibunya drop dan sakit nya bertambah parah

"Ibu harus banyak istirahat, jangan banyak fikiran bu"

"Aku sudah tua, tapi masih bisa berfikir secara rasional, kau terlalu kejam pada anakmu,

Kau hanya bisa menyalahkan dirinya, tanpa melihat dirimu dahulu,yang terjadi pada Arabella adalah sebuah kesalahan mu juga, vania lahir sebelum kau menikahi ibu-Nya, kau berkhianat pada istrimu, dan melemparkan semua kesalahan padanya, apakah menurutmu kau benar?

" aku hanya memberinya sedikit pelajaran bu, bukan ingin membunuh nya"

"Kau tidak membunuh Arabella secara langsung, tapi kau membunuh mental nya perlahan-lahan, setidaknya biarkan dia menjelaskan semuanya,tapi sedikit pun kau tidak memberi nya kesempatan"

Julian menggela nafas panjang,tidak ada gunanya berdebat dengan ibunya,kesehatan ibunya lebih penting dari apapun,

Diapun melangkah keluar menuju ruang kerja milik nya,entah apa yang di lakukan di dalam sana

Tiga hari sudah berlalu semenjak kejadian pada malam itu, di dalam ruang gelap yang pengab itu Arabella menahan haus dan lapar, semenjak dirinya di kurung tak seorang pun yang datang menjenguk nya, jangan kan untuk menyapa bahkan untuk mengantarkan makanan pun tak seorang pun yang peduli termasuk para maid di rumah itu

Arabella duduk dengan lemas di dekat pintu,tangan kurus nya mengusap perut nya yang masih rata,perasaan nya bercampur aduk menjadi satu,ingin rasanya dia menyerah tapi ada nyawa lain yang harus di jaga dan selamatkan, dalam keputus-asaan tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekati ruang gelap di mana dirinya di kurung, tak lama pintu itupun terbuka, samar-samat bayangan yang masuk ke ruangan itu pun terlihat jelas, ternyata itu vania yang datang seorang diri dengan membawa sesuatu dalam sebuah kantong plastik

Arabella merangkak dengan tubuh gemetar mendekati vania, tangan nya ter ulur ingin menyentuh vania, tapi dengan angkuh vania menepis tangan Arabella dengan rasa jijik

"Vania, aku sangat lapar van, aku juga haus,tolong aku van, tolong kasih aku air van aku haus!

Arabella berkata dengan wajah yang pucat dan tangan yang gemetaran

Vania dengan sombongnya membuang bungkusan berisi makanan ke hadapan Arabella, serta memberikan air minum yang sangat sedikit

" aku sudah berbaik hati padamu kak, dengan membawakan semua ini atas perintah ayah, kau nikmati saja"

"Tidak bisakah aku keluar dari sini vania, katakan pada ayah, aku tidak ingin terkurung di sini terlalu lama, aku harus bekerja di kantor"

"Urusan kantor sudah di berikan padaku,kau tidak perlu lagi memikirkan itu kak,bukankah ini yang kakak inginkan?

Sudahlah kak, jalani saja hukuman dari ayah, kakak jangan bermimpi bisa keluar dari sini,aku tidak ingin pertunangan ku dengan Nicholas gagal karena berita kehamilan kakak menyebar luas di luar sana"

"Kau tidak ingin jujur van, kalau sebenarnya kau lah yang telah menjebak diriku"

"Ha ha ha ha kau sangat lucu kak,kalaupun aku benar-benar menjebak dirimu, lalu kau mau apa?

Mau membalas nya?

Dengan cara apa?

Kau tidak memiliki kuasa apapun lagi,ayah bahkan tidak pernah percaya padamu"

"Kau jahat van, apa salahku sampai kau ingin menghancurkan diriku van?

" salahmu adalah lahir kedunia ini dan menjadi anak dari ayahku, seharusnya hanya aku anak nya, tidak ada dirimu

Aku juga benci saat semua orang memuji dirimu dan hanya memandangmu,sementara aku harus bekerja keras untuk mendapatkan semua pujian itu"

Sekarang kau sudah tahu kan

Aku benar-benar benci dirimu

Terpopuler

Comments

Dinatha

Dinatha

tiga hari tanpa makan dan minum..
masih sadar?
yakin Thor? walaupun cuma cerita halu 🤔🤔🤔

2026-04-15

1

Dibalik Senja

Dibalik Senja

Padahal Bpkny lebih bejat kelakuanya ,yg sabar bell muda2hn bisa pergi dr rmh itu

2025-11-16

0

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

dasar anak pelakor dia yg merebut dia yg menyalahkan kan orang...

2025-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Malam Pesta
2 Mimpi Buruk Arabella
3 Garis dua
4 Ruang Bawah Tanah
5 Bayi Kembar
6 Selamat kan Anakku
7 Jejak Yang Hilang
8 Tempat Baru Dan Hidup Baru
9 Aku Kembali
10 Aku Kembali 2
11 Pertemuan Tidak Terduga
12 Membasmi Tikus
13 Wanita Dari Masa Lalu
14 Sekolah Baru
15 Luka Lama Yang Terkoyak
16 Luka Lama Yang Terkoyak 2
17 Masa Lalu Yang Mulai Terungkap
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Malam Pesta
2
Mimpi Buruk Arabella
3
Garis dua
4
Ruang Bawah Tanah
5
Bayi Kembar
6
Selamat kan Anakku
7
Jejak Yang Hilang
8
Tempat Baru Dan Hidup Baru
9
Aku Kembali
10
Aku Kembali 2
11
Pertemuan Tidak Terduga
12
Membasmi Tikus
13
Wanita Dari Masa Lalu
14
Sekolah Baru
15
Luka Lama Yang Terkoyak
16
Luka Lama Yang Terkoyak 2
17
Masa Lalu Yang Mulai Terungkap
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!