Chapter 2

Tujuh tahun telah berlalu sejak Elise meninggalkan rumah besar keluarganya.

Dari seorang putri bangsawan yang bergelimang harta, kini Elise hanyalah seorang wanita sederhana yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah perusahaan di Italia.

Elise memilih menghapus nama belakangnya. Semua demi satu alasan, Alexander, putranya.

Alexander, bocah berusia enam tahun itu tumbuh menjadi anak laki-laki yang tampan, dengan garis wajah tegas dan tatapan yang sering kali membuat orang dewasa merasa seolah pikiran mereka ditelanjangi.

Meskipun masih muda, Alex memiliki kecerdasan yang luar biasa.

Elise tahu, itu bukan semata-mata hasil didikan biasa, melainkan warisan darah. Darah pria misterius yang benihnya tertanam dalam rahimnya tujuh tahun silam.

*

*

Pagi itu, ketenangan Elise terusik ketika ponsel murahnya bergetar.

Satu panggilan dari sekolah Alex.

"Nyonya Elise? Mohon segera datang ke sekolah. Ada masalah dengan putra anda."

Tanpa berpikir panjang, Elise menanggalkan sarung tangan karetnya. Lalu menitipkan ember pel pada rekannya dan bergegas menuju halte bus terdekat.

Sesampainya di sekolah elite itu, suasana tampak riuh. Beberapa anak berkerumun, guru-guru terlihat sibuk menenangkan.

Elise menerobos masuk hingga tiba di ruang guru. Di sana, Alexander duduk dengan wajah tenang.

Tidak ada tangisan, tidak ada penyesalan sama sekali yang nampak di wajahnya.

Sementara di hadapannya, seorang bocah lelaki sebaya sedang menangis tersedu-sedu, darah mengalir dari hidungnya. Wajahnya juga lebam.

"Dasar bocah tidak tahu sopan santun! Bisa-bisanya dia memukul putraku hingga berdarah. Anak kampungan seperti ini tidak pantas bersekolah di sini!" maki seorang wanita paruh baya yang berdandan mewah. Ia berdiri sambil menunjuk wajah Alex.

"Alex, katakan pada Mama. Apa kau yang melakukan ini?" tanya Elise dengan lembut, mencoba mencari penjelasan.

Alex membisu. Tatapannya tetap dingin, lurus ke depan, seolah menantang siapa pun yang berani meremehkannya.

Karena frustrasi, Elise menepuk pundak Alex cukup keras. "Jawab, Alexander!"

Bocah itu mengangkat wajahnya. Matanya memerah, bukan karena tangis, melainkan karena menahan gejolak emosi.

"Jika mereka memanggilku anak haram, aku tidak peduli. Tapi mereka menyebut Mama jala-ng. Aku tidak akan tinggal diam!" tegas Alex.

Elise tertegun. Ia ingin marah, ingin menegur putranya. Namun di sisi lain, ada rasa haru dan sakit yang beradu di dadanya.

"Lihatlah! Anak ini benar-benar tidak beretika!" Wanita paruh baya itu kembali menjerit, "Pantas saja tidak punya ayah, ibunya pasti—"

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Elise berdiri. Matanya menyala tajam. Tanpa ragu, ia menjambak rambut wanita itu.

"Sekali lagi kau berani membuka mulutmu, aku pastikan kau akan keluar dari ruangan ini dengan wajah hancur!" desis Elise.

Semua orang terpana. Guru-guru berusaha melerai, sementara wanita itu semakin berteriak histeris sambil meminta tolong.

Alex hanya bisa membelalakkan mata. Ia tak menyangka ibunya yang selalu menekannya agar bersikap manis bisa melakukan tindakan se brutal itu di sekolah dan dihadapan teman-temannya.

"Ternyata mama lebih gila daripada aku," gumam Alex.

Setelah suasana mereda, Elise menarik Alex keluar dari ruangan itu dengan wajah masih memerah dan napasnya tersengal.

"Nyonya Elise!" seorang guru mencoba menghentikan, "tindakan anda ini akan kami laporkan—"

"Laporkan saja. Aku tidak peduli," potong Elise cepat, lalu menyeret putranya.

Mereka tidak tahu saja siapa Elise sebenarnya. Jika mereka tahu, mereka tidak akan berani berkata buruk dan menghinanya seperti ini.

*

*

Sesampainya di area parkir, Elise berjongkok di hadapan Alex.

"Kau tidak boleh bersikap seperti itu lagi, Alex. Mama tidak ingin kau jadi berandalan," ucap Elise, memasang wajah sendu.

Alex menatap ibunya, tatapan dingin yang sangat mirip dengan seseorang yang bahkan tak berani Elise bayangkan.

"Anak bodoh mana yang diam saja dan membiarkan orang lain menginjak harga diri ibunya? Kalau untuk itu aku harus disebut liar, biarlah," sahut Alex.

Elise terdiam. Ia ingin membantah, namun lidahnya terasa kelu.

"Dan Mama, kalau memang Mama tidak suka aku bertindak kasar, mengapa Mama menjambak wanita itu? Ironis sekali!" cibir Alex.

Elise tersentak. Ia tak mampu memberikan jawaban untuk sindiran pedas putranya ini.

Alex menyilangkan tangan di dada, kembali dengan ekspresi datarnya yang dewasa sebelum waktunya.

"Lain kali, Mama jangan menyalahkan aku. Karena kita sama saja. Sama-sama berandalan." Alex menyunggingkan senyuman tipis, lalu masuk ke mobil.

Kata-kata itu menghantam Elise Lebih keras daripada hardikan siapapun.

"Sebenarnya benih siapa yang tertanam di rahimku tujuh tahun silam?" batin Elise sambil bergidik ngeri.

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

ooo Alex yang dimaksud ini kah... disebutkan di salah satu episode membawa benih pria mandul

2026-08-07

0

Yusyak Yusyak

Yusyak Yusyak

sangaaaattttt suka dg cerita yg tidak bertele-tele dan yg pasti karakter WANITA HEBAT... KUAT.... dan MANDIRI ♥️♥️♥️

2026-06-10

1

Ida Lailamajenun

Ida Lailamajenun

seorg ibu akan jd singa betina jika anak nya diganggu

2026-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Promo Novel Baru “Ayo Lari Dari Ayahmu, Nak!” (Benih Rahasia Sang Mafia)
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Promo Novel Baru “Ayo Lari Dari Ayahmu, Nak!” (Benih Rahasia Sang Mafia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!