Chapter 3

Tahun demi tahun telah berlalu, namun jejak wanita yang mengandung benihnya masih menjadi misteri yang menyesakkan dada Diego. Setiap kali ingatan itu menyeruak, amarahnya membara tak terkendali.

Di ruang kerjanya yang bernuansa dingin, Diego berdiri mematung di hadapan jendela kaca raksasa, memandang hujan yang mengguyur kota Milan. Jemarinya terkepal erat, rahangnya mengeras, mencerminkan gejolak batin yang tak tertahankan.

"Sudah tujuh tahun," gumamnya. "Benihku raib selama itu dan tak seorang pun mampu mengungkap keberadaannya?"

Alana, sepupunya yang kini berprofesi sebagai dokter ternama, hanya bisa menatap Diego dengan raut pasrah dari kursi di seberang meja.

"Diego, sudah berulang kali kukatakan. Data lama di laboratorium itu telah terhapus. Kau tak bisa terus menerus menyalahkan dunia atas satu kesalahan sistem," ujar Alana dengan nada lembut.

"Kesalahan sistem?" Diego berbalik dengan tatapan setajam elang. "Ini bukan sekadar kesalahan sistem, Alana. Ini adalah sebuah kejahatan. Seseorang telah mencuri benihku, dan jika wanita itu berhasil melahirkan... anak itu kini telah berusia enam tahun."

Sorot mata dingin Diego mampu membuat Alana menghela napas panjang.

"Lantas, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Alana, menyerah pada keras kepala sepupunya. "Kau telah mengerahkan semua orang untuk mencarinya. Kau bahkan mengintimidasi direktur laboratorium hingga nyaris membunuhnya. Namun, hasilnya nihil."

Diego melangkah mondar-mandir dengan gelisah, kemudian berhenti di depan meja kerjanya.

"Aku tak akan menyerah. Aku ingin kau menelusuri kembali data tujuh tahun lalu. Siapa pun yang memiliki akses ke ruang penyimpanan saat itu, aku ingin mengetahui identitasnya," perintah Diego dengan nada tak terbantahkan.

Alana memijat pelipisnya, mencoba meredakan denyutan yang mulai terasa. "Kau tahu, akan lebih mudah jika kau mengeluarkan benih baru dan menyimpannya kembali. Setidaknya, ada jaminan untuk masa depanmu."

"Kau pikir aku sama dengan pria biasa lainnya?!" seru Diego.

Alana menatap Diego dengan rasa prihatin yang mendalam. Ia tahu betul, sepupunya itu menyimpan trauma yang mengakar kuat.

Di usianya yang telah menginjak kepala tiga, Diego tak mampu bersentuhan dengan wanita mana pun. Luka batin akibat masa lalunya terlalu dalam, membuatnya menjauhi segala bentuk kedekatan fisik.

"Aku tak akan melakukannya lagi," ucap Diego datar. "Satu kali sudah cukup. Benih itu adalah satu-satunya milikku. Dan aku akan menemukannya. Kecuali jika aku menemukan wanita yang bisa kusentuh dan kunikmati sepuas hati."

"Baiklah. Tapi, jangan biarkan obsesi ini menghancurkanmu, Diego." Alana mengangkat kedua tangannya, tanda ia menyerah.

Pria itu tak menjawab. Ia hanya kembali menatap ke luar jendela dengan mata menyipit tajam.

*

*

Sementara itu, di sebuah rumah kontrakan sederhana di pinggiran kota sedang terjadi keributan ringan. Tentu saja itu rutinitas setiap pagi mereka.

"Alex! Tolong, jangan gunakan panci mama untuk memasak air lagi!" teriak Elise dari ruang tamu.

Suara dentingan sendok dan aroma bawang goreng menyeruak dari dapur sempit. Bocah berusia enam tahun itu berdiri di atas kursi kecil, mengaduk nasi di wajan dengan ekspresi serius layaknya seorang koki profesional.

"Jika Mama bisa memasak, aku tak perlu melakukan ini," balas Alex tanpa menoleh.

Elise mendengus. "Mama sibuk bekerja. Lagipula, mie instan juga makanan, kan?"

Alex menghentikan aktivitasnya, lalu menatap ibunya yang berdiri di ambang pintu dapur dengan tangan bersedekap.

"Makanan cepat saji tidak mengandung nutrisi, Mama. Kau tahu itu. Kau bahkan tak mengonsumsi sayuran selama tiga hari terakhir. Itu sebabnya kulit Mama terlihat pucat," ujar Alex dengan nada prihatin.

Elise memutar bola matanya. "Apa kau seorang dokter? Cerewet sekali!"

"Anak dari seseorang yang tampaknya sangat cerdas," balas Alex santai, membuat Elise terdiam sesaat.

Hatinya bergetar, bercampur antara rasa bangga dan takut. Terkadang, ucapan Alex terlalu tajam untuk ukuran anak seusianya.

"Sudah, Mama duduk saja. Aku hampir selesai," ucap Alex kemudian, kembali sibuk menyalakan api kecil.

Beberapa menit kemudian, aroma nasi goreng yang menggugah selera memenuhi seisi dapur. Elise menatapnya dengan takjub.

"Kau belajar memasak seperti ini dari mana?"

"Dari internet. Aku menggunakan resep paling sederhana, tapi aku memodifikasinya sedikit agar rasanya lebih kompleks."

Elise mendengus pelan. "Dengar itu... kompleks. Bocah enam tahun berbicara seperti seorang chef."

Alex menatap ibunya tanpa ekspresi. "Aku tak ingin Mama terus makan sembarangan. Jika Mama sakit, siapa yang akan menjagaku?"

Elise terdiam. Kalimat sederhana itu menusuk relung hatinya. Ia menatap anaknya yang kini meletakkan piring di meja makan, wajahnya dingin namun matanya menyimpan kasih sayang yang mendalam.

"Alex..." panggil Elise lirih.

Anak itu menatapnya sekilas, lalu tersenyum tipis, senyum langka yang hanya Elise yang tahu maknanya.

"Makanlah sebelum dingin, Mama. Rasanya tak seburuk mie instan, aku janji."

Elise tersenyum, mencoba menahan air mata yang tiba-tiba menyesak di dada.

"Jangan menangis. Mama jelek kalau menangis," ucap Alex seraya menghapus air mata ibunya.

"Siapa yang menangis! Mama kelilipan, tahu!" elak Elise, membuat Alex memutar bola matanya dengan malas.

"Ck ck ck! Lihatlah, wanita memang pandai berbohong," maki bocah itu dalam hati.

Terpopuler

Comments

Eva Wahyuni

Eva Wahyuni

lanjut Thor..
semangat menulis nya Thor 💪💪💪

2025-10-05

2

🇦 🇵 🇷 🇾👎

🇦 🇵 🇷 🇾👎

kpn mrk di tmkn... gk sbr mu💪🤣

2025-10-05

1

C2nunik987

C2nunik987

alex sayang bgt ma mama nya smoga kelak bisa temukan Daddy nya dan Diego bisa jatuh cinta ma mama Alex bisa melahirkan lagi adik Alex yg byk 😍😍

2026-02-13

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Promo Novel Baru “Ayo Lari Dari Ayahmu, Nak!” (Benih Rahasia Sang Mafia)
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Promo Novel Baru “Ayo Lari Dari Ayahmu, Nak!” (Benih Rahasia Sang Mafia)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!