Satu setengah tahun pernikahan. Proyek Nusantara berjalan stabil. Arga dan Laila telah pindah dari penthouse ke sebuah rumah kaca modern dengan pemandangan kota, yang tentu saja, mereka rancang sendiri dengan sistem smart home yang super-canggih.
Tapi seiring berjalannya waktu, teknologi super-canggih itu justru menjadi sumber konflik domestik mereka.
Pagi itu, Laila sedang video conference dengan Dewan Proyek di ruang kerja. Tiba-tiba, resolusi video Laila nge-lag parah, membuat gambarnya pecah-pecah seperti mosaik.
Laila (dengan suara robotik putus-putus): "Selamat... pagi... Dewan... ini pasti masalah... provider..."
Di ruangan sebelah, Arga sedang memainkan game online kompetitif dengan headset gamingnya. Dia sedang berada di momen boss fight paling krusial.
Arga (berteriak ke headset): "Ya ampun! Jangan lag sekarang! Heal aku! HEAL AKU!"
Laila segera menyadari: Arga sedang menyedot semua bandwidth fiber optic rumah untuk gamenya.
Laila mengakhiri video conference dengan alasan teknis, lalu bergegas ke ruang gaming Arga.
"Arga Satya Wardhana!" seru Laila, melepas headset Arga.
Arga, yang baru saja mati dalam gamenya, menatap Laila dengan wajah cemberut. "Sayang! Aku baru saja kehilangan level! Aku baru saja kehilangan loot box legendaris!"
"Aku baru saja terlihat seperti AI rusak di depan Ketua Dewan, hanya karena loot box legendarismu!" balas Laila, berkacak pinggang. "Aku ini CEO Proyek Nusantara! Aku butuh bandwidth untuk server negara, bukan untuk mengalahkan monster digital!"
"Aku hanya mengambil 0.0001% dari total bandwidth kita! Itu adalah bandwidth hiburan! Lagipula, bukankah kau sendiri yang merancang Sistem Prioritas Bandwidth Darurat untuk smart home ini?" Arga membela diri.
"Ya, dan aku menetapkan Rapat Dewan sebagai Prioritas A! Dan Kompetisi Game Online sebagai Prioritas Z, tepat di bawah pembaruan firmware mesin cuci!" Laila mengomel.
Arga tersenyum licik. "Aku mungkin ditangguhkan dari Nusantara, Sayang, tapi aku tidak ditangguhkan…
Tuan Alpha, Sang Bayangan
Bab 32 Perang Wi-Fi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments