Episode 4 Kasar.

Arini kembali pulang ke rumahnya menghampiri Irena yang duduk di ruang tamu.

"Kamu sudah pulang?" tanya Mona melihat kehadiran Irena dan kembali melihat ponselnya.

"Arini ingin membicarakan hal yang penting dengan Mama," ucapnya.

"Mengapa tergesa-gesa seperti itu, katakan saja apa yang ingin kamu katakan," ucap Irene dengan melihat kearah Arini.

Arini kemudian duduk di sebelah Irena.

"Mama harus bicara pada Mona untuk menjauhi Dellon. Arini akan menikah dengan Dello dan sementara Mona keterlaluan di depan mata hari ini mereka romantis," ucap Arini mengadukan semua apa yang dia lihat.

Irena melihat ke arah Arini dengan tatapan datar.

"Arini tidak bohong dan bahkan Kak Meisya melihat semua itu. Mona merasa bersalah sama sekali dan seperti sengaja melakukannya," ucapnya meyakinkan Irene.

"Baiklah! Nanti mama kan bicarakan dengannya," jawab Irene menanggapi dengan santai.

Arini menganggukan kepala percaya kepada ibu tirinya itu. Baru saja mereka membicarakan Mona dan akhirnya wanita itu kembali.

"Aku sudah pulang!" ucapnya seperti biasa membawa belanjaan begitu sangat banyak.

"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa aku memakai uangmu untuk belanja?" tanya Mona melihat tatapan Arini masih sangat marah padanya.

"Memang itu adalah uangku," jawab Arini.

"Apa katamu!" Mona tidak terima dengan perkataan itu dan langsung menjatuhkan semua belanjaannya.

"Kau barusan mengatakan apa hah!" ucapnya berdiri di hadapan Arini.

"Aku mengatakan hal yang benar jika apa yang kau pakai dan kau gunakan untuk belanja adalah uangku," jawab Arini dengan tegas.

"Kau...."

"Sudah cukup!" bentak Irena menghentikan Mona.

"Mama dengar sendiri apa yang dikatakan wanita ini dan sama saja menghina kita. Dia pikir selama ini aku makan uangnya hah!" sahut Mona kesal.

"Arini lain kali berbicaralah dengan baik dan jangan sembarangan seperti itu!" tegas Irena.

"Maaf. Ma, Arini tidak bermaksud menyinggung Mama. Arini masih kesel kepadanya," ucap Arini.

"Mona apa benar yang dikatakan Arini jika kamu makan bersama Dellon?" tanya Irena.

"Kalau memang benar kenapa," jawabnya menantang tanpa merasa bersalah sama sekali yang membuat Arini mengepal tangannya.

"Apa aku harus jelaskan kepadamu kenapa aku harus menenangkan hatimu melihat keromantisan kami. Heh jika aku makan bersamanya berarti itu bukan hanya aku saja yang menginginkannya tetapi juga Dellon. Jangan menyalahkanku begitu saja," jawabnya.

"Kau benar-benar keterlaluan Mona. Kau tahu sendiri aku akan menikah dengannya dan kau melakukan semua ini," ucap Arini sudah berdiri dari tempat duduknya dengan mata berkaca-kaca.

"Kenapa? Aku berhak melakukan apapun yang aku inginkan dan termasuk bersenang-senang dengan Dellon," jawabnya.

"Mama dengar sendiri apa yang dia katakan, dia sengaja melakukan semua ini dan ingin merebut Dellon dariku!" Arini berusaha mengharapkan pembelaan dari Irena agar tegas.

Irena menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan dan kemudian berdiri dari tempat duduknya menghadap Arini.

"Mama mendengarkan pengaduan kamu dan juga penjelasan Mona dan sekarang pilihannya ada pada kamu, melanjutkan hubungan kamu dengan Dellon atau menghentikan pernikahan kalian," ucap Mona dengan santai.

"Apa maksud Mama? Jadi Mama tidak bertindak tegas dan justru menyuruhku untuk mengakhiri hubungan kami karena dia menginginkan calon suamiku?" tanya Arini dengan jari telunjuknya menunjuk pada Mona.

"Semua pilihan ada pada kamu. Mama tidak bisa berbuat apa-apa dan sangat tidak suka ada pertengkaran hanya karena seorang pria," jawab Irena dengan santai dan kemudian berlalu dari hadapan Arini dan Mona.

"Ma tunggu! Mama tidak bisa melakukan semua ini kepadaku. Mama harus tegas. Mona salah!" teriak Arini.

"Mona salah," Mona menirukan suara Arini dengan mengejeknya membuat Arini menoleh ke arahnya dengan penuh kebencian.

"Kasian banget, kamu mengadu kepada Mama dan kamu pikir Mama akan membela kamu. Hey kalian berdua tidak ada aliran darah sama sekali dan mana mungkin Mama akan berpihak kepadamu," ucap Mona tersenyum penuh kemenangan.

"Kamu jangan senang dulu dan kamu lihat saja aku tidak akan membiarkan kamu merebut Dellon dariku!" tegas Arini.

"Dasar wanita bodoh yang dibutakan oleh cinta dan sudah melihat apa di depan matamu, masih saja ingin bersama laki-laki itu. Kau hanya melihat kami makan berdua dan kau tidak tahu jika kami sudah melakukan hal yang lebih jauh lagi," ucapnya dengan mengedipkan sebelah matanya.

Mona benar-benar ingin menunjukkan kepada Arini bahwa dia dan Dellon memiliki hubungan spesial.

"Kasihan!" ucap Mona tertawa penuh ejekan dan kemudian mengambil seluruh belanjaannya berlalu dari hadapan Arini.

"Kamu selalu mencari masalah denganku sejak kecil, kita bukan anak kecil lagi yang harus merebut seorang pria. Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan semua ini padaku," ucap Arini mencoba untuk menenangkan dirinya.

***

"Stop Arini!" Dellon memukul meja kerjanya membuat Arini berdiri di depannya kaget.

"Kamu terus saja membahas masalahku dengan Mona. Kita akan menikah sebentar lagi dan kamu jangan curiga terus kepadaku!" tegas Dellon.

"Bagaimana aku tidak curiga jika Mona menjelaskan kepadaku bahwa kalian memang memiliki hubungan!" tegas Arini.

"Kamu jangan mudah percaya padanya. Bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa dia dan kamu terus bertengkar sejak kecil, Mona sengaja berbicara seperti itu untuk mengelabui kamu dan mengecoh hati kamu!" tegas Dellon.

"Baiklah! Aku percaya padamu dan ketika semua itu terjadi di depan mataku. Maka aku akan menarik semua posisi yang sudah diberikan kepada kamu!" tegas Arini memberi ancaman.

Dellon tampak begitu kesal mendengar ancaman itu dan tiba-tiba saja menarik tangan Arini mencengkeramnya begitu kuat.

"Kamu bilang apa barusan?" tanya Dellon dengan menekan suaranya.

"Dellon apa yang kamu lakukan sakit!" Arini mencoba untuk melepaskan tangan tersebut, tapi bukan dilepaskan dan Dellon malah menarik rambutnya sehingga kepalanya mendongak ke atas.

"Dellon!"

"Kamu pikir bisa mengancam hah! Kamu jangan main-main padaku!" tegas Dellon.

"Kamu kenapa kasar seperti ini kepadaku! Lepaskan aku!" Arini mendapatkan perlakuan kasar itu mengeluarkan air matanya.

Dellon melepaskan dengan kasar dan hampir saja tubuh itu terjatuh. Arini benar-benar schok atas perbuatan calon suaminya itu.

"Jika sekali lagi kau berani mengungkit tentang Perusahaan. Maka aku akan melakukan hal yang lebih parah kepadamu!" tegas Dellon dan langsung berlalu dari hadapan Arini bahkan menyenggol bahu Arini membuat Arini hampir saja jatuh.

"Ada apa dengan kamu Dellon, kenapa begitu kasar kepadaku," ucap Arini dengan air mata yang jatuh.

Dellon dengan penuh amarah keluar dari ruangan itu.

"Sial! wanita itu berani-beraninya mengancamku ingin menarik kembali posisi yang sudah aku dapatkan bersusah payah. Aku tidak akan membiarkan semua ini hilang dari ku!"

"Aku harus meyakinkan semua pemegang saham di Perusahaan ini agar menyetujui posisiku dan wanita itu tidak akan bisa menarik posisiku lagi!"

"Aku harus menyusun rencana agar semua orang di Perusahaan ini tidak membutuhkannya," umpat Dellon dengan tangan terkepal penuh amarah.

Sementara Arini tampak terduduk dengan menangis yang tidak percaya jika pria yang selama ini dikenalnya sangat baik dan memperlakukannya seperti ratu dan ternyata mulai kasar kepadanya.

"Bu Arini!" Siska memasuki ruangan itu dan langsung menghampiri Arini.

"Apa yang terjadi? kenapa Ibu menangis seperti ini?" tanyanya panik.

"Tidak apa-apa Siska. Perasaan saya hanya tidak enak," jawab Arini tidak mungkin menceritakan semua kepada karyawan yang cukup dekat dengannya selama ini.

Siska tidak tahu apa-apa tetapi ikut prihatin yang membantu Arini berdiri.

Bersambung.....

Episodes
1 Episode 2 Melihat Jelas
2 Episode 3 Malah Di Salahkan.
3 Episode 4 Kasar.
4 Episode 5 Mulai Hancur
5 Episode 6 Pengkhianatan.
6 Episode 7 Di Campakkan.
7 Episode 8 Kembali Untuk Pembalasan.
8 Episode 9 Tahap Awal
9 Episode 10 Mulai Panik
10 Episode 11 Saling Serang
11 Episode 12 Masuk Jebakan.
12 Episode 13 Pendekatan Yang Mulus
13 Episode 14 Ketakutan.
14 Episode 15 Satu Langkah Berhasil
15 Episode 16 Pintarnya Arini
16 Episode 17 Kerja Sama Yang Menarik
17 Episode 18 Rencana Yang Mulus
18 Episode 19 Penuh Ketakutan.
19 Episode 20 Penegasan.
20 Episode 21 Suami Istri Sama Bodohnya
21 Episode 22 Rencana Semakin Lancar
22 Episode 23 Lagi dan Lagi
23 Episode 24 Benar-benar Murka.
24 Episode 25 Lebih Membela Arini
25 Episode 26 Kejutan Arini
26 Episode 27 Benar-benar Setimpal.
27 Episode 28 Saling Menyalahkan.
28 Episode 29 Benar-benar Hancur
29 Episode 30 Mendapatkan Kembali
30 Episode 31 Terus Menyalahkan
31 Episode 32 Marah-marah
32 Episode 33 Hubungan Mulai kacau
33 Episode 34 Makan Bersama.
34 Episode 35 Kebersamaan.
35 Episode 36 Hal Tidak Terduga
36 Episode 37 Kebersamaan
37 Episode 38 Meisya Frustasi
38 Episode 39 Hancur
39 Episode 40 Tidak Merasa Bersalah.
40 Episode 41 Selalu Panik.
41 Episode 42 Tidak Pernah Tenang.
42 Episode 43 Pemerasan.
43 Episode 44 Hal Aneh
44 Episode 45 Pertengkaran
45 Episode 46 Berita Hot
46 Episode 47 Arini Kembali Berulah
47 Episode 48 Seperti Tidak Di sukai
48 Episode 49 Ada Yang Kepanasan.
49 Episode 50 Karir Mulai Hancur.
50 Episode 51 Hal Tidak Terduga.
51 Episode 52 Akhirnya Mengetahui Juga
52 Episode 53 Semakin Dekat
53 Episode 54 Mulai Kasar.
54 Episode 55 Mengancam Untuk Menyelamatkan Diri.
55 Episode 56 Rencana Jahat.
56 Episode 57 Penculikan
57 Episode 58 Pasrah
58 Episode 59 Memutuskan Hubungan.
59 Episode 60 Hal Tidak Terduga.
60 Episode 61 Lebih Berani Lagi
61 Episode 62 Menegaskan Perasaan
62 Episode 62 Mulai Bertindak
63 Episode 64 Kecurigaan.
64 Episode 65 Pembahasan.
65 Episode 66 Semakin Bucin.
66 Episode 67 Malam Bersama.
67 Episode 68 Kecurigaan Semakin Jelas.
68 Episode 82 Mulai Bertindak.
69 Episode 70 Perselingkuhan Terbongkar.
70 Episode 71 Saling Menyalahkan.
71 Episode 72 Kemenangan.
72 Episode 73 Masih Mengemis
73 Episode 74 Sidang Pertama
74 Episode 75 Vidio Tersebar.
75 Episode 76 Saling Menyalahkan
76 Episode 77 Untung Saja
77 Episode 78 Dendam
78 Episode 79 Mengetahui Yang Sebenarnya
79 Episode 80 Luka Sebenarnya
80 Episode 81 Perpisahan.
81 Episode 82 Pengadilan
82 Episode 83 Dendam
83 Episode 83
84 Episode 85 Tammat
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Episode 2 Melihat Jelas
2
Episode 3 Malah Di Salahkan.
3
Episode 4 Kasar.
4
Episode 5 Mulai Hancur
5
Episode 6 Pengkhianatan.
6
Episode 7 Di Campakkan.
7
Episode 8 Kembali Untuk Pembalasan.
8
Episode 9 Tahap Awal
9
Episode 10 Mulai Panik
10
Episode 11 Saling Serang
11
Episode 12 Masuk Jebakan.
12
Episode 13 Pendekatan Yang Mulus
13
Episode 14 Ketakutan.
14
Episode 15 Satu Langkah Berhasil
15
Episode 16 Pintarnya Arini
16
Episode 17 Kerja Sama Yang Menarik
17
Episode 18 Rencana Yang Mulus
18
Episode 19 Penuh Ketakutan.
19
Episode 20 Penegasan.
20
Episode 21 Suami Istri Sama Bodohnya
21
Episode 22 Rencana Semakin Lancar
22
Episode 23 Lagi dan Lagi
23
Episode 24 Benar-benar Murka.
24
Episode 25 Lebih Membela Arini
25
Episode 26 Kejutan Arini
26
Episode 27 Benar-benar Setimpal.
27
Episode 28 Saling Menyalahkan.
28
Episode 29 Benar-benar Hancur
29
Episode 30 Mendapatkan Kembali
30
Episode 31 Terus Menyalahkan
31
Episode 32 Marah-marah
32
Episode 33 Hubungan Mulai kacau
33
Episode 34 Makan Bersama.
34
Episode 35 Kebersamaan.
35
Episode 36 Hal Tidak Terduga
36
Episode 37 Kebersamaan
37
Episode 38 Meisya Frustasi
38
Episode 39 Hancur
39
Episode 40 Tidak Merasa Bersalah.
40
Episode 41 Selalu Panik.
41
Episode 42 Tidak Pernah Tenang.
42
Episode 43 Pemerasan.
43
Episode 44 Hal Aneh
44
Episode 45 Pertengkaran
45
Episode 46 Berita Hot
46
Episode 47 Arini Kembali Berulah
47
Episode 48 Seperti Tidak Di sukai
48
Episode 49 Ada Yang Kepanasan.
49
Episode 50 Karir Mulai Hancur.
50
Episode 51 Hal Tidak Terduga.
51
Episode 52 Akhirnya Mengetahui Juga
52
Episode 53 Semakin Dekat
53
Episode 54 Mulai Kasar.
54
Episode 55 Mengancam Untuk Menyelamatkan Diri.
55
Episode 56 Rencana Jahat.
56
Episode 57 Penculikan
57
Episode 58 Pasrah
58
Episode 59 Memutuskan Hubungan.
59
Episode 60 Hal Tidak Terduga.
60
Episode 61 Lebih Berani Lagi
61
Episode 62 Menegaskan Perasaan
62
Episode 62 Mulai Bertindak
63
Episode 64 Kecurigaan.
64
Episode 65 Pembahasan.
65
Episode 66 Semakin Bucin.
66
Episode 67 Malam Bersama.
67
Episode 68 Kecurigaan Semakin Jelas.
68
Episode 82 Mulai Bertindak.
69
Episode 70 Perselingkuhan Terbongkar.
70
Episode 71 Saling Menyalahkan.
71
Episode 72 Kemenangan.
72
Episode 73 Masih Mengemis
73
Episode 74 Sidang Pertama
74
Episode 75 Vidio Tersebar.
75
Episode 76 Saling Menyalahkan
76
Episode 77 Untung Saja
77
Episode 78 Dendam
78
Episode 79 Mengetahui Yang Sebenarnya
79
Episode 80 Luka Sebenarnya
80
Episode 81 Perpisahan.
81
Episode 82 Pengadilan
82
Episode 83 Dendam
83
Episode 83
84
Episode 85 Tammat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!