Episode 6 Pengkhianatan.

Setelah satpam dan beberapa karyawan berhasil meredakan demo. Arini duduk dengan pakaiannya kotor dan dibantu Siska untuk membersihkannya.

"Seharusnya tidak memperlakukan Ibu seperti ini dan hanya karena kesalahan yang belum tentu kebenarannya dibandingkan semua kebaikan Bu Arini kepada mereka," ucap Siska terlihat begitu kesal.

"Sudahlah masyarakat tidak salah dan wajar memperlakukan saya seperti itu, saya sebagai pemimpin seharusnya lebih bijak dan tidak mengecewakan banyak orang," jawab Arini.

"Lalu bagaimana dengan seterusnya dan pemegang saham di Perusahaan ini tidak menginginkan ibu untuk menduduki posisi Direktur lagi. Mereka akan mengambil saham mereka?" tanya Siska.

"Mungkin ini resiko yang harus saya dapatkan dari kecerobohan saya," jawab Arini.

"Maksudnya, Ibu akan mundur dari kepemimpinan dan tidak berurusan dengan Perusahaan ini lagi?" tanya Siska memastikan.

"Apa ada pilihan selain tidak melakukan hal itu?" Arini menimpali kembali pertanyaan itu.

"Siska saya melakukan kecerobohan yang besar, merugikan banyak orang dan membuat orang-orang kecewa, kesalahan saya tidak mudah untuk dimanfaatkan dan saya hanya bisa menebus kesalahan saya untuk tidak berada di sini lagi," jawab Arini.

"Tetapi ini perusahaan milik keluarga Ibu dan bagaimana mungkin meninggalkannya tanpa berusaha sedikitpun?" tanya Siska terlihat khawatir dan menyayangkan keputusan Arini.

"Saya pasti akan berusaha tetapi tidak untuk saat ini, kamu jangan khawatir dan bekerjalah dengan baik. Saya pasti akan kembali," ucap Arini tersenyum memegang tangan Siska.

"Makasih kamu sudah membantu saya membersihkan pakaian saya dan membantu saya dari kerumunan orang-orang," ucap Arini.

Siska tidak berkata apapun dari wajahnya masih terlihat tidak setuju dengan keputusan Arini.

****

Jika Arini mendapatkan masalah dilempar telur dan tomat dicaci maki dan bahkan tidak diinginkan di Perusahaan dipaksa mengundurkan diri, semua kepercayaan orang-orang telah hilang dan seolah membuangnya dari Perusahaan.

Dellon malah bersenang-senang dengan Mona dengan keduanya berada di dalam kamar dan Mona berada di atas tubuh Dellon dengan menggunakan piyama 1 jari terlihat seksi.

"Sayang kamu benar-benar sangat pintar, aku tidak percaya jika dalam waktu sekejap kamu bisa mengubah situasi dan membuat semua orang menyalahkan Arini dan membencinya," ucap Mona tertawa di atas tubuh pria tersebut dengan mencolek hidungnya.

"Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu, jika aku bisa menghancurkan wanita itu karena sudah berani mengancam. Tidak akan ada lagi orang yang menginginkan dia menjadi pemimpin dan dia tidak akan diterima di Perusahaan lagi meski itu milik keluarganya," jawab Dellon.

"Wanita itu benar-benar sangat bodoh, kamu sangat pintar," Mona terus memberi pujian kepada kekasihnya itu dan mengecup bibirnya.

Keduanya merayakan dengan berciuman mesra di dalam kamar Mona. Mereka tidak peduli dengan penderitaan yang dialami Arini yang terus berderai air mata dan bahkan pulang ke rumah dengan ojek.

Langkahnya memasuki rumah dengan pakaiannya masih sangat kotor.

"Sayang!" langkah Arini terhenti ketika menaiki anak tangga, suara Mona terdengar begitu sangat menjijikan.

"Auhhhh geli sayang!"

Perasaan Arini semakin tidak karuan dan melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga dengan jantungnya berdebar kencang.

"Kita akan merayakan keberhasilan kita, Wanita itu benar-benar sangat bodoh, dia menyerahkan kekuasaan kepadaku dan sekarang dia terima akibatnya," ucap Dellon merasa tidak berdosa sama sekali.

"Ahhhh!"

"Sayang terus!"

"Kamu terus saja memberi kepuasan kepadaku!"

"Karena kamu sangat nikmat dan tidak seperti wanita bodoh yang berpura-pura polos itu,"

"Dia tidak bisa memuaskan ku!"

Arini ternyata sudah berada di depan pintu kamar dengan pintu yang terbuka, air matanya jatuh ketika melihat pengkhianatan dari calon suaminya dan juga saudara tirinya.

"Kalian berdua benar-benar keterlaluan!" suara bergetar itu terdengar membuat Dellon dan Mona melihat ke arah pintu dan mereka terkejut ketika melihat Arini.

"Dellon!" teriak Arini dengan suara menggeletar penuh dengan kebencian.

Mona hanya menghela nafas seperti biasa tidak ada rasa bersalah di wajahnya dan justru merasa sangat terganggu dengan kehadiran Arini yang mengganggu percintaan panas mereka.

Rumah mewah itu dipenuhi dengan amarah Arini dengan semua yang sudah berada di ruang tamu. Emosi Arini meledak-ledak yang menyeret kedua orang itu dan sudah ada di ruang tamu dan mengatakan semua kepada Irena apa yang terjadi.

Di sana juga ada Meisya mendengarkan semua pengakuan Arini dengan menangis terisak-isak atas pengkhianatan yang sangat sakit didapatkan.

"Kamu benar-benar jahat Dellon. Kamu selama ini hanya memanfaatkanku demi tujuanmu!" tegas Arini mendorong dada Dellon.

"Apaan sih Arini, kamu nggak usah teriak-teriak lebay seperti itu, kampungan tau," ucap Dellon.

"Kamu bilang apa?" tanya Arini.

"Kamu tidak merasa bersalah sama sekali dengan apa yang kamu lakukan?" tanya Arini.

"Eh kamu nggak usah nunjuk-nunjuk kayak gitu. Semua itu karena kebodohan kamu dan kamu tidak bisa memaksaku untuk benar-benar mencintaimu dengan penuh ketulusan. Arini aku harus jujur padamu, aku tidak mencintaimu!" tegas Dellon berterus terang membuat Arini kaget dengan mata melotot sementara Mona tersenyum mendengarnya.

Plakkk

Arini melayangkan tamparan panas pada wajah Delon membuat semua orang yang ada di ruang tamu itu kaget.

"Kau menamparku!" sahut Dellon tidak terima.

"Kau memang pantas mendapatkannya, kau laki-laki tidak tahu diri!" teriak Arini.

"Kurang ajar kau!" Dellon tidak terima menjambak rambut Arini membuat kepala itu mendongak ke atas dan lihatlah tidak ada yang membelanya sama sekali baik Irena ataupun Meisya yang sejak tadi hanya duduk.

"Sayang, biar aku yang memberi pelajaran pada wanita ini!" Mona mengambil alih dan membalas tamparan yang dilakukan Arini kepada Dellon.

Wajah Arini miring ke samping dengan pipinya tertutup oleh rambutnya.

"Kau berani sekali seperti itu kepada Dellon, kau seharusnya sadar diri jika kau tidak dibutuhkan dan dia hanya mencintaiku dan bukan kau!" tegas Mona menunjuk tepat di wajah Arini.

Arini kembali menegakkan wajahnya dan melihat ke arah Irena.

"Mama hanya diam saja dan tidak bertindak apapun? Mama bisa melihat sendiri bahwa mereka tidur bersama dan mereka juga mengakui hubungan mereka!" tegas Arini masih berusaha mencari pembelaan dari ibu tirinya.

"Arini sudahlah kamu jangan berlebihan, Mama sudah mengatakan kepada kamu keputusan ada di tangan kamu. Dellon sudah berterus terang bahwa dia tidak menyukai kamu dan hanya mencintai Mona. Lalu kamu ingin memaksakan semua ini," ucap Irena menanggapi begitu santai membuat Arini sampai tidak bisa berkata apa-apa.

"Aku benar-benar kasihan kepadamu, berusaha untuk mencari orang membelamu dan ternyata kau tidak dibela sama sekali, makanya jadi perempuan itu jangan bodoh!" sinis Mona.

Arini mengepal tangan mendengar kata-kata Mona.

"Kau memang selalu ingin memiliki apa yang aku miliki. Kau tidak pernah sadar diri Mona, kau sudah diberikan kehidupan yang mewah oleh ayahku dan kau bisa memakai pakaian mahal seperti ini karena uang dari keluargaku dan kau masih menginginkan semua yang aku miliki, kau benar-benar serakah dan tidak tahu diri!" tegas Arini tidak bisa mengendalikan dirinya

"Kau mengatakan apa hah!" sahut Mona pasti tidak terima dengan kata-kata itu.

"Aku hanya ingin mengingatkan kepadamu tentang siapa dirimu sebelum menginjakkan kaki di rumah ini, dan juga sama seperti laki-laki yang kau anggap mencintai dirimu yang juga hanya gembel yang bisa merasakan kehidupan yang layak setelah bersamaku. Kalian adalah orang-orang yang tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih!" tegas Arini

Plakkkk

Bersambung......

Episodes
1 Episode 2 Melihat Jelas
2 Episode 3 Malah Di Salahkan.
3 Episode 4 Kasar.
4 Episode 5 Mulai Hancur
5 Episode 6 Pengkhianatan.
6 Episode 7 Di Campakkan.
7 Episode 8 Kembali Untuk Pembalasan.
8 Episode 9 Tahap Awal
9 Episode 10 Mulai Panik
10 Episode 11 Saling Serang
11 Episode 12 Masuk Jebakan.
12 Episode 13 Pendekatan Yang Mulus
13 Episode 14 Ketakutan.
14 Episode 15 Satu Langkah Berhasil
15 Episode 16 Pintarnya Arini
16 Episode 17 Kerja Sama Yang Menarik
17 Episode 18 Rencana Yang Mulus
18 Episode 19 Penuh Ketakutan.
19 Episode 20 Penegasan.
20 Episode 21 Suami Istri Sama Bodohnya
21 Episode 22 Rencana Semakin Lancar
22 Episode 23 Lagi dan Lagi
23 Episode 24 Benar-benar Murka.
24 Episode 25 Lebih Membela Arini
25 Episode 26 Kejutan Arini
26 Episode 27 Benar-benar Setimpal.
27 Episode 28 Saling Menyalahkan.
28 Episode 29 Benar-benar Hancur
29 Episode 30 Mendapatkan Kembali
30 Episode 31 Terus Menyalahkan
31 Episode 32 Marah-marah
32 Episode 33 Hubungan Mulai kacau
33 Episode 34 Makan Bersama.
34 Episode 35 Kebersamaan.
35 Episode 36 Hal Tidak Terduga
36 Episode 37 Kebersamaan
37 Episode 38 Meisya Frustasi
38 Episode 39 Hancur
39 Episode 40 Tidak Merasa Bersalah.
40 Episode 41 Selalu Panik.
41 Episode 42 Tidak Pernah Tenang.
42 Episode 43 Pemerasan.
43 Episode 44 Hal Aneh
44 Episode 45 Pertengkaran
45 Episode 46 Berita Hot
46 Episode 47 Arini Kembali Berulah
47 Episode 48 Seperti Tidak Di sukai
48 Episode 49 Ada Yang Kepanasan.
49 Episode 50 Karir Mulai Hancur.
50 Episode 51 Hal Tidak Terduga.
51 Episode 52 Akhirnya Mengetahui Juga
52 Episode 53 Semakin Dekat
53 Episode 54 Mulai Kasar.
54 Episode 55 Mengancam Untuk Menyelamatkan Diri.
55 Episode 56 Rencana Jahat.
56 Episode 57 Penculikan
57 Episode 58 Pasrah
58 Episode 59 Memutuskan Hubungan.
59 Episode 60 Hal Tidak Terduga.
60 Episode 61 Lebih Berani Lagi
61 Episode 62 Menegaskan Perasaan
62 Episode 62 Mulai Bertindak
63 Episode 64 Kecurigaan.
64 Episode 65 Pembahasan.
65 Episode 66 Semakin Bucin.
66 Episode 67 Malam Bersama.
67 Episode 68 Kecurigaan Semakin Jelas.
68 Episode 82 Mulai Bertindak.
69 Episode 70 Perselingkuhan Terbongkar.
70 Episode 71 Saling Menyalahkan.
71 Episode 72 Kemenangan.
72 Episode 73 Masih Mengemis
73 Episode 74 Sidang Pertama
74 Episode 75 Vidio Tersebar.
75 Episode 76 Saling Menyalahkan
76 Episode 77 Untung Saja
77 Episode 78 Dendam
78 Episode 79 Mengetahui Yang Sebenarnya
79 Episode 80 Luka Sebenarnya
80 Episode 81 Perpisahan.
81 Episode 82 Pengadilan
82 Episode 83 Dendam
83 Episode 83
84 Episode 85 Tammat
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Episode 2 Melihat Jelas
2
Episode 3 Malah Di Salahkan.
3
Episode 4 Kasar.
4
Episode 5 Mulai Hancur
5
Episode 6 Pengkhianatan.
6
Episode 7 Di Campakkan.
7
Episode 8 Kembali Untuk Pembalasan.
8
Episode 9 Tahap Awal
9
Episode 10 Mulai Panik
10
Episode 11 Saling Serang
11
Episode 12 Masuk Jebakan.
12
Episode 13 Pendekatan Yang Mulus
13
Episode 14 Ketakutan.
14
Episode 15 Satu Langkah Berhasil
15
Episode 16 Pintarnya Arini
16
Episode 17 Kerja Sama Yang Menarik
17
Episode 18 Rencana Yang Mulus
18
Episode 19 Penuh Ketakutan.
19
Episode 20 Penegasan.
20
Episode 21 Suami Istri Sama Bodohnya
21
Episode 22 Rencana Semakin Lancar
22
Episode 23 Lagi dan Lagi
23
Episode 24 Benar-benar Murka.
24
Episode 25 Lebih Membela Arini
25
Episode 26 Kejutan Arini
26
Episode 27 Benar-benar Setimpal.
27
Episode 28 Saling Menyalahkan.
28
Episode 29 Benar-benar Hancur
29
Episode 30 Mendapatkan Kembali
30
Episode 31 Terus Menyalahkan
31
Episode 32 Marah-marah
32
Episode 33 Hubungan Mulai kacau
33
Episode 34 Makan Bersama.
34
Episode 35 Kebersamaan.
35
Episode 36 Hal Tidak Terduga
36
Episode 37 Kebersamaan
37
Episode 38 Meisya Frustasi
38
Episode 39 Hancur
39
Episode 40 Tidak Merasa Bersalah.
40
Episode 41 Selalu Panik.
41
Episode 42 Tidak Pernah Tenang.
42
Episode 43 Pemerasan.
43
Episode 44 Hal Aneh
44
Episode 45 Pertengkaran
45
Episode 46 Berita Hot
46
Episode 47 Arini Kembali Berulah
47
Episode 48 Seperti Tidak Di sukai
48
Episode 49 Ada Yang Kepanasan.
49
Episode 50 Karir Mulai Hancur.
50
Episode 51 Hal Tidak Terduga.
51
Episode 52 Akhirnya Mengetahui Juga
52
Episode 53 Semakin Dekat
53
Episode 54 Mulai Kasar.
54
Episode 55 Mengancam Untuk Menyelamatkan Diri.
55
Episode 56 Rencana Jahat.
56
Episode 57 Penculikan
57
Episode 58 Pasrah
58
Episode 59 Memutuskan Hubungan.
59
Episode 60 Hal Tidak Terduga.
60
Episode 61 Lebih Berani Lagi
61
Episode 62 Menegaskan Perasaan
62
Episode 62 Mulai Bertindak
63
Episode 64 Kecurigaan.
64
Episode 65 Pembahasan.
65
Episode 66 Semakin Bucin.
66
Episode 67 Malam Bersama.
67
Episode 68 Kecurigaan Semakin Jelas.
68
Episode 82 Mulai Bertindak.
69
Episode 70 Perselingkuhan Terbongkar.
70
Episode 71 Saling Menyalahkan.
71
Episode 72 Kemenangan.
72
Episode 73 Masih Mengemis
73
Episode 74 Sidang Pertama
74
Episode 75 Vidio Tersebar.
75
Episode 76 Saling Menyalahkan
76
Episode 77 Untung Saja
77
Episode 78 Dendam
78
Episode 79 Mengetahui Yang Sebenarnya
79
Episode 80 Luka Sebenarnya
80
Episode 81 Perpisahan.
81
Episode 82 Pengadilan
82
Episode 83 Dendam
83
Episode 83
84
Episode 85 Tammat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!