8

Sudah tiga malam Nathan mengirim pesan yang tak pernah dibalas. Ini adalah pertama kalinya ia diabaikan dalam hidup.

Malam pertama, ia hanya mengetik, [Sayang, kita bisa ngobrol?] Lalu menunggu. Tak ada centang dua. Ia meyakinkan diri mungkin Kayla sibuk, mungkin sinyalnya jelek.

Malam kedua, ia mencoba lagi. [Sayang, angkat teleponnya.] Masih tidak dibalas.

Malam ketiga, ia menatap layar ponsel lebih lama. Jari-jarinya mengetik, menghapus, mengetik lagi. Ujungnya hanya ada satu pesan yang dikirim.

[Aku kangen, Kayla.]

Akhirnya pesan itu terbaca setelah beberapa jam terkirim.

Namun tetap, tak ada balasan.

Nathan terbaring di sofa, lampu ruang tamu menyala redup. Televisi menyala tanpa suara. Saluran berita berganti menjadi iklan, lalu film lama, lalu tayangan masak. Tapi tak satu pun menarik perhatiannya. Ia menatap kosong ke langit-langit, memeluk bantal kecil seolah itu bisa menenangkan dadanya yang kosong.

Setelah kepergian orang tuanya, malam menjadi bagian paling sunyi dalam hidupnya. Dulu, suara ibunya di dapur, atau denting gelas dari ruang makan, selalu memberi tanda bahwa ia tidak benar-benar sendirian. Sekarang, yang ada hanya suara pendingin ruangan dan detak jam dinding yang terasa terlalu nyaring.

Ponselnya bergetar. Ia langsung mengangkatnya, tapi hanya email. Dari Alea.

Subjek: Laporan Harian.

Laporan detail. Rapi seperti biasa. Disusun dengan ringkas, tapi lengkap. Ia membaca setengah hati, lalu meletakkan ponsel di meja. Wajahnya tertunduk. "Kenapa hidup gue sekarang kayak gini?"

Ia bangkit pelan, berjalan ke dapur. Membuat kopi instan. Airnya terlalu panas, bubuknya terlalu banyak. Tapi ia tetap meneguknya perlahan. Mungkin pahitnya bisa menutupi pahit yang lain.

Ia membuka pintu geser menuju balkon kecil di dekat dapur. Angin malam menyambut pelan, membawa aroma samar asap kendaraan dan tanah lembap. Ia duduk di kursi rotan usang, meletakkan cangkir kopi panas di atas meja kaca kecil yang sudah retak di sudutnya.

Jakarta malam itu tidak terlalu…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!