Emi melirik ke arah Elira yang duduk termenung di sofa ruang tengah. Tangannya sibuk menata hidangan di meja makan. Tidak ada sekat antara dapur dan ruang tengah, jadi setiap gerak Elira bisa ia perhatikan dengan mudah.
Arkan sedang di luar—mengurus urusan kantor dan sekalian menjenguk ibu Salva bersama Ayana. Elira menolak ikut dengan alasan tidak enak badan, jadi Arkan meminta Emi datang untuk memantau keadaannya sekaligus menyiapkan makan malam.
Awalnya Emi sempat ragu. Tapi setelah dengar alasan Arkan, hatinya luluh juga. Ia jadi kasihan pada Elira.
“Lira, makanannya sudah siap. Ayo makan sebelum dingin,” panggil Emi lembut.
Tidak ada jawaban. Elira tetap diam, pandangannya kosong.
Emi melepas apron, menggantungkannya di kursi, lalu berjalan mendekat.
“Elira?”
Masih hening. Gadis itu tampak larut dalam pikirannya sendiri.
Emi akhirnya menepuk pundaknya pelan.
“Elira?”
Tubuh Elira tersentak kecil. Ia mendongak cepat, mata terbelalak.
“A-ah, Kak Emi... maaf. Ada apa?”
Emi tersenyum hangat. “Makan malam sudah siap. Ayo, makan dulu.” Ia menggenggam tangan Elira dan tanpa sadar tangan satunya mengusap perutnya sendiri.
Elira memperhatikan gerakan itu, lalu menatap meja makan yang penuh lauk.
“Maaf, aku tidak bantu apa-apa, Kak. Padahal Kakak lagi hamil.”
“Tidak apa-apa. Aku dengar kau tidak cocok di dapur. Lebih baik aku yang masak daripada dapurnya hancur, kan?” goda Emi sambil terkekeh.
Elira tersipu.
“Ayo, makan. Aku harap masakanku cocok di lidahmu.”
“Aku bukan pemilih kok,” jawab Elira sambil mencoba satu suapan ikan. Matanya langsung berbinar.
“Hmm... enak.”
Emi tertawa kecil, pipinya merona. Ia tak menyangka akan dapat pujian seperti itu.
“Ngomong-ngomong, Kak, udah berapa bulan?” tanya Elira.
“Baru mau masuk empat bulan,” jawab Emi tenang.
“Anak pertama?”
“Iya.”
Elira menatap wajah Emi yang tampak bahagia.
“Sebahagia itu, Kak?”
Emi terkekeh. “Kau tahu, Arfan sampai nangis waktu tahu aku hamil.”
Senyum kecil muncul di wajah Elira. Hangat. Tapi hanya sebentar.
…
Ayo, Menikah!
Dua Puluh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments