Tiga pria bertopeng itu masuk dengan langkah berat. Rantai dan pisau di tangan mereka berayun, menimbulkan suara logam yang beradu dengan lantai. Udara di ruangan itu mendadak tegang, seolah waktu berhenti sesaat. Zidan memegang batang besi di tangan kanannya, tubuhnya sedikit menunduk dalam posisi bertahan.
“Serang aja langsung!” salah satu preman berteriak. Dua orang lainnya menyergap dari arah kanan dan kiri.
Zidan bergerak cepat. Ia melompat ke samping, menangkis serangan pisau pertama dengan batang besi, lalu memutar tubuh dan menendang perut penyerang satunya. Tubuh pria itu terhempas ke belakang, membentur meja kayu tua hingga patah.
Yang memegang rantai berteriak marah dan menghantamkan rantainya ke arah kepala Zidan. Tapi Zidan menunduk cepat, memutar besinya dan menghantam pergelangan tangan si penyerang. Suara “krek” terdengar, rantai jatuh ke lantai, diikuti teriakan kesakitan.
Gerakan Zidan tidak seimbang, tapi efisien. Ia bertarung bukan dengan kekuatan, melainkan dengan pengalaman. Sejak SD, ia sudah dipaksa menghadapi anak-anak yang mengejeknya karena tangan kirinya. Kakek angkatnya, seorang mantan pelatih bela diri, selalu berkata, “Jangan biarkan kelemahanmu jadi alasan untuk kalah. Ubah jadi senjata.”
Pesan itu melekat di pikirannya. Setiap kali diserang, Zidan mengandalkan kecepatan dan presisi. Ia tahu kapan harus menangkis, kapan harus menghindar, dan kapan harus menyerang balik.
Pria bertopeng ketiga mendekat dari belakang, mencoba menebas dengan pisau. Zidan mendengar desiran angin, berbalik cepat, lalu menendang pisau itu hingga terlepas. Ia langsung memutar tubuh dan menghantam dagu lawan dengan lutut. Suara “duk” keras terdengar, membuat pria itu roboh tak sadarkan diri.
Namun dua preman lain sudah bangkit lagi. Salah satunya menubruk Zidan dari samping. Mereka jatuh ke lantai, berguling. Rantai kembali melilit lengan Zidan, menariknya keras. Zidan menahan sakit, urat di lehernya menegang. Ia memutar tubuh, memanfaatkan kekuatan kaki untuk…
Pewaris Kembar
Chapter 41 - Perlawanan Zidan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments
Tiara Bella
ya Allah gk ada yg bantuin Zidan kah anak buahnya ppahnya gitu....
2025-11-02
0
Rommy Wasini Khumaidi
tegang banget aku bacanya thor,kaya nonton film action
2025-11-02
0
vania larasati
lanjut
2025-11-02
0