Hari Pertama

Arsyila baru bisa memejamkan matanya jam 1 malam karena ia tidak biasa tidur tanpa AC, Arsyila yang memang alergi jadi sekarang kulitnya di penuhi bintik bintik merah.

Sampai akhirnya jam 3 pagi, kegiatan rutin para Ustadzah yaitu membangunkan santri untuk shalat malam.

Keempat teman Arsyila sudah bangun, beda halnya dengan Arsyila yang masih tertidur pulas.

"Arsyi, ayo bangun." Hafiza menggoyangkan tubuh Arsyila.

Tapi Arsyila tidak kunjung bangun juga, tidurnya sunggu sangat pulas.

"Kita tinggal aja deh daripada kena hukuman Ustadzah Dewi nanti." Ucap Arfa.

"Yaudah deh, semoga aja Arsyi bangun saat aku pasang alarm 10 menit lagi." Hafiza mengiyakan ajakan ketiga temannya itu.

Ke empat temannya kembali lagi ke kamar tapi Arsyila belum juga bangun. "Kayanya dia kegerahan deh, lihat aja tangannya ada bintik-bintik merah pasti dia alergi."

"Iya kamu benar Iffah, kasian kamu Arsyi. Semoga kamu betah ya." Ucap Hafiza sambil mengelus punggung Arsyila.

"Yaudah ayo kita ke masjid, nanti kita kena ta'zir."

"Arsyila gimana, dia juga belum bangun?"

"Gapapa, dia kan santri baru jadi pasti di kasih keringanan."

"Iya kamu benar Dania."

Arsyila terbangun saat adzan subuh berkumandang. "Loh teman-teman aku dimana?"

Arsyila langsung bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya apalagi saat ini kulitnya penuh dengan bintik merah. Baru melangkah masuk ke kamar mandi, Arsyila dibuat tercengang oleh kamar mandinya. Ukurannya sangat kecil bahkan kamar mandi pembantu dirumahnya saja lebih besar dari ini. "Huwaaa kapan ini berakhir, ayah dan bunda tega banget sama aku!!"

***

"Kenapa kamu tidak solat Subuh berjama'ah di masjid hah?" Tanya Ustadzah Dewi yang biasa menta'zir para santriwati.

"Maaf ustadzah, saya kesiangan."

"Kamu santri baru ya?" Tanya Ustadzah Dewi karena penampilan Arsyila yang begitu mencolok dengan bajunya yang terlihat simpel tapi mahal apalagi terlihat branded.

"Iya Ustadzah."

"Baik saya maklumi untuk saat ini, mulai sekarang kalau kamu melanggar aturan maka akan ada koslnsekuensinya. Ini beberapa aturan yang harus kamu ikuti." Ustadzah Dewi memberikan kertas peraturan yang ada di asrama putri.

"Terimakasih."

"Sama-sama. Sekarang kamu boleh bersiap untuk sekolah."

Hari ini adalah hari pertama Arsyila sekolah di pesantren formal. Jadi karena ini hari pertamanya, ia di maafkan atas kesalahannya namun besok tidak ada lagi kesalahan yang ia langgar. Arsyila membaca semua peraturan di pesantren ini. "Banyak banget, mana bisa aku hafalin semua."

Arsyila masuk ke kamarnya untuk mengganti seragamnya, "wah cantik banget aku pakai seragam ini, siapa dulu dong bunda Anggi gituloh hihihi." Bundanya mempunyai keturunan darah dari Arab dan Pakistan makanya Arsyila sangat bangga mempunyai bunda yang begitu cantik seperti bunda Anggita.

"Arsyi, ayo kita ke kelas bareng. Kamu sekelas sama aku hari ini." Ajak Hafiza.

"Loh aku gak tau jadwal hari ini."

"Ini jadwalnya, cepat ya kamu rapikan buku-bukunya."

Arsyila membaca jadwal pelajaran yang diberikan Hafiza, Ia terkejut dengan banyaknya pelajaran hari ini.

"Gak salah nih? Ada bahasa Arab, aqidah, akhlak, fiqih dan bahasa Inggris? Ah bahasa Inggris mah gampil! Aku jagonya." Arsyila dulu di sekolahnya memang ada mata pelajaran bahasa asing salah satunya bahasa Inggris dan ia sangat menyukai pelajaran itu.

Setelah merapikan semua buku-bukunya, Arsyila langsung menemui teman-temannya. "Maaf ya aku lama."

"Iya gapapa Arsyi." Hafiza memang sangat sabar dan setia kawan.

"Arsyi, bintik merah kamu sudah hilang ya?"

"Iya Iffah soalnya tadi pas selesai mandi aku langsung olesin krim."

Mereka manggut-manggut dan merasa lega kalau bintik merah di kulit Arsyi sudah baikan.

"Kita ke kantin dulu untuk sarapan." Ajak Dania.

Sesampainya di kantin, semua santri sedang antri dan bergantian untuk mengambil menu sarapan pagi ini.

"Kok antriannya panjang banget sih Hafiza."

"Sabar ya Arsyi, nanti kamu juga terbiasa kok."

"Aku gak tau bisa terbiasa atau engga. Aku ingin pulang aja rasanya. Aku ingin kabur aja."

"Jangan Arsyi, kamu sabar ya. Disini kita diajarkan untuk belajar sabar. Dan menahan ego kita masing-masing."

"Tapi di rumah aku gak biasa begini Hafiza, disini serba ngantri, mau mandi antri, mau makan apalagi. Aku kalau di rumah semua serba ada dan disiapin bibi, bahkan kalau aku gak mau makan aja aku disuapin." Arsyila terus saja mengeluh namun Hafiza dengan sabar membujuk dan menasehatinya.

"Yaudah nanti biar aku yang suapin kamu ya Arsyi." Ucapnya dengan lembut.

Akhirnya giliran Arsyila dan Hafiza yang mendapatkan giliran. Arsyila terkejut kala melihat lauknya, hanya ada sayur, telur, dan tempe. "Apa tidak ada ayam goreng?"

"Gak ada, gapapa nanti aku suapin kamu ya. Ayo kita duduk disana."

Seperti ucapan Hafiza tadi, ia menyuapi Arsyi dengan begitu telaten. Arsyi tidak peduli dengan pandangan orang lain yang penting bagi Arsyi ia kenyang dan juga bahagia bisa mendapatkan teman sebaik Hafiza.

"Terimakasih ya Hafiza, kamu baik sekali sama aku. Aku suka sekali berteman sama kamu."

"Sama-sama Arsyi cantik, aku hanya ingin kamu betah di pesantren ini."

"Kamu cocok banget deh kalau jadi kakak aku! Kamu lembut banget tapi sayangnya aku udah ga punya kakak cowo."

Hafiza terkekeh, "kamu ada ada aja Arsyi."

"Hafiza kamu ambil aja ya sayurnya. Aku gak suka sayur bayam."

"Loh kenapa? kamu harus makan ini biar ada tenaga, sayur itu baik untuk kesehatan apalagi bayam mengandung zat besi kan. Kamu gak boleh buang-buang makanan itu namanya mubazir."

"Iya deh iya tapi kamu suapin aku lagi ya Hafiza."

"Iya boleh."

"kamu umur berapa sih?"

"Aku baru mau 19 tahun. Kalau kamu?"

"Kamu memang cocok jadi kakak aku Hafiza! 6 bukan lagi aku 18 tahun."

Iffah, Dania dan Arfa duduk di tempat terpisah karena mereka tidak kedapatan bangku dekat Arsyila dan juga Hafiza.

Setelah selesai sarapan mereka langsung mencuci piringnya, karena Arsyila tidak terbiasa mengerjakan itu semua jadi dengan senang hati Hafiza membantu Arsyila sembari mengajarinya.

"Guys lihat! Itu Ustadz Athar. Dia masuk kelas kamu ya Hafiza?"

"Iya, jadwal aku hari ini ada Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Dan semua berturut-turut Ustadz Athar yang mengajarnya."

Ustadz Athar adalah Ustadz muda dan juga pewaris tunggal keluarga Malik yang sangat terkenal di pesantren ini. Ustadz Athar termasuk Ustadz galak, dingin, cuek dan beri nilai seadanya saja. Tapi tetap saja pesonanya mampu membuat para santri terpikat termasuk Arfa. Ustadz Athar memang pandai beberapa bahasa makanya ia dijadikan guru bahasa Arab, Bahasa Inggris dan juga Bahasa Jepang oleh Kyai Abdul Hamid.

"Hei Arsyi, itu loh Ustadz Athar!"

"Aku gak mau liat Arfa, aku ngantuk banget."

"Assalamu'alaikum." Ning Anin menghampiri 5 kawan tersebut..

"Wa'alaikumussalam." Jawab 5 kawan tersbeut.

"Saya pinjam Arsyila dulu ya, biar nanti ketika masuk kelas Arsyila bisa memperkenalkan namanya dulu di depan kelas."

"Baik Ning."

Arsyila mengikuti Ning Anin. "hem Ning. Boleh pinjam ponsel?"

"Saya tidak membawa ponsel dan para santri disini tidak diperbolehkan menggunakan ponsel."

"Aku ingin telpon ayah Ning. Aku mau bilang kalau krim kulit aku sudah mau habis, aku juga mau bilang kalau disini aku kepanasan, aku gak betah, aku mau pulang."

"Kamu harus tahan disini ya, kan juga belum ada sehari kamu disini. Sabar ya, kamu harus dipaksakan untuk betah nanti juga lama kelamaan terbiasa."

"Tapi Ning?"

"Sudah ayo masuk ke kelas, nanti kamu terlambat. Ustadz Athar tidak suka ada santri yang telat masuk kelasnya."

Terpopuler

Comments

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

Cila belum bertemu ustad galak dan dingin😀

2025-12-14

0

SENJA

SENJA

baru sehari aja udh ngak betah/Facepalm/

2025-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Keputusan Ayah
2 Ke Pesantren
3 Kamar Asrama
4 Hari Pertama
5 Dihukum Ustadz Menyebalkan
6 Mencoba kabur
7 Dikasih coklat
8 "saya akan menikahi kamu."
9 Kehilangan Sandal
10 Ancaman nikah lagi
11 Bicara dengan Opa
12 Bertemu Opa
13 Flashback
14 Mental Cemen Ina dan Riska
15 Di jemput Angga
16 Memutar rekaman video bunda
17 Memikirkan perjodohan
18 Menerima Perjodohan
19 Turun Cila!
20 Undangan pernikahan
21 Sah!!
22 Penjelasan
23 Pipiku ternodai
24 Ganteng banget
25 Kamu harus terbiasa
26 Perhatian Ustadz Athar
27 Makan coklat berdua
28 Mulai cemburu
29 Ngambeknya Cila
30 Perdebatan Arsyila dan Ning Fara
31 Ning Fara cari gara-gara
32 Sedihnya Arsyila
33 Pembelaan Ustadz Athar
34 Abang?
35 Ana Uhibbuka Fillah ya Zawjati
36 Ke Kota
37 Roti sobek
38 Kepolosan Arsyila
39 Akhirnya jujur
40 Menjemput paksa Ning Fara
41 Jujur pada Hafiza
42 Izin pergi
43 Menjawab pertanyaan
44 "Saya tunggu kamu lulus"
45 Manjanya Ustadz Athar
46 Ustadz Athar cemburu
47 Ribut di kantin
48 Di sidang
49 Perasaan Ning Anin
50 Lamaran untuk Ning Anin
51 Terimakasih sudah menerima
52 Teraktir teman
53 Ular piton
54 Persiapan sampai Lomba Debat
55 The winner is.... Tim A!
56 Tim Santriwati menang!!
57 Rencana Ning Fara
58 Forum Tabayyun
59 Mencari jalan keluar dari masalah
60 Barakallah fii umrik, istriku
61 Menemukan Titik Terang
62 Arsyila mengetahui semuanya
63 Rasa sakit Arsyila
64 Arsyila mulai tenang
65 Kembali bersama
66 Terbongkar semuanya
67 Pengungkapan Ustadz Athar - Keputusan Kyai Anshor
68 Menerima syarat - Ular pitonnya bangun lagi!
69 Liburan
70 Randomnya Arsyila dan Ustadz Athar
71 Jadi istri sepenuhnya
72 Macan tutul
73 Rencana pernikahan Ustadz Luthfi
74 Perjalanan pulang
75 Hadiah dari Opa - Ustadz Lutfi dan Ning Fara sah
76 Penjelasan Arsyila kepada teman-temannya
77 Beban Arsyila
78 Undangan Perlombaan
79 Pengumuman Lomba
80 Arsyila mode cemburu
81 Latihan Lomba
82 Masalahnya Angga
83 Rencana Jahat Rena
84 Perbincangan Hangat berujung Cemburu
85 Angga dan Ning Anin SAH!
86 Nasihat dan Pesan dari Kyai Abdul Hamid
87 Dendam Rizal
88 Pertemuan pertama Rizal dan Arsyila
89 Malam Spesial Ustadz Athar
90 Hafiza dan Gus Alif
91 Seleksi Lomba
92 Keputusan Ustadz Athar
93 Perdebatan Arsyila dan Om Angga
94 Penjelasan Athar
95 Paket Misterius
96 Siapa penelepon itu?
97 Athar dan pekerjaannya
98 Gus Faiz dan Perasaannya
99 Kesalahpahaman
100 Hukuman Untuk Ustadz Athar
101 Gara-gara Hukuman
102 Pelaksanaan Lomba
103 Patah hatinya Daffa
104 Pertikaian di Kantin Kampus
105 Diculik
106 Melacak lokasi
107 Arsyila Terluka? Darah?
108 Berhasil Menyelamatkan
109 Arsyila Keguguran?
110 Arsyila pernah trauma?
111 Cerita masa lalu Arsyila
112 Interogasi
113 Arsyila Siuman
114 Mulai mengenal
115 Terapi
116 Mengingat semuanya
117 Menemukan Jejak Rizal
118 Rizal Ditangkap
119 Pulang
120 Persidangan
121 Kedatangan Daffa
122 Masih Cemburu
123 Mendadak menikah
124 Masih berduka
125 Ning Anin hamil.
126 Double date
127 Menjenguk Ning Anin
128 Bukan rapuh, hanya ingin utuh
129 Bahagia bersama
130 Athar Mengelola Perusahaan
131 Resepsi Gus Alif dan Hafiza
132 Malam yang melelahkan
133 Ngidam bertemu Arsyila
134 Iman yang menolong
135 Masuk Rumah Sakit
136 Idenya Arsyila
137 Misi Dimulai!!
138 Misi di jalankan
139 Lamaran Diterima
140 Bahagia bersama
141 SAH!!
142 Tidur Bersama Bunda
143 Hafiza Hamil
144 Saling Menguatkan
145 Belajar Bahasa Arab
146 Hari Tenang
147 Makan Mangga Muda
148 Arsyila hamil
149 Es Bidadari
150 Ujian
151 ujian day 2
152 Ujian selesai
153 Hampir Saja
154 Dijaga Bara
155 Ngidam Aneh
156 Remedial
157 Perubahan Angga
158 Jebakan Untuk Angga
159 Diam-diam Mengikuti
160 Kembar? - Anin masuk rumah sakit
161 Mulai Terungkap
162 Bukan dengan Janji Tapi Buktikan
163 Terungkap
164 Diana Tertangkap
165 Wisuda
166 Hadiah untuk Arsyila
167 Posesif ketika Perjalanan ke Kota
168 Istri CEO
169 Ke Mall
170 Bertemu Laura
171 Seseorang di Masa Lalu Arsyila
172 Athar Digoda Cila
173 Mulai Kuliah - Ospek
174 Aku akan Ikhlas
175 Khitbah untuk Arfa
176 Keputusan Arfa
177 Anin Melahirkan
178 Arsyila dan Ning Fara
179 Hafiza Melahirkan
180 Bukan Ibu Sempurna
181 Gus Alif Kalah Telak
182 Ustadzah Najwa Melahirkan
183 Aariz Zayyan Wijaya
184 Saran Dokter
185 "kenapa dia sudah keluar, bang?"
186 Menyusui Bayi Kembar
187 Perasaan Seorang Ayah
188 Aqiqah
189 Kembali Kuliah
190 Liburan Singkat
191 Jawaban Arfa Setelah Satu Tahun
192 Satu Tahun Azzam dan Azzura
193 Ustadz Hanan dan Arfa
194 Peresmian Yayasan
195 Trauma Arsyila Kambuh
196 Masalah Selesai
197 Arfa Hamil
198 Azzam, Azzura dan Abidzar
199 Bimbingan
200 Arfa Melahirkan
201 Lulus
202 Undangan dari Gus Faiz
203 Taaruf untuk Dania
204 Khitbah
205 Ke Rumah Opa dan Ke Makam
206 Ta'aruf untuk Iffah
207 Dania dan Bayu Sah
208 Proses Lanjutan Taaruf
209 Mendapatkan Kebahagiannya Masing-masing
210 Wafat
211 Ayzara Lathifatu Mardiyah
212 Pesan Abidzar untuk Azzura
213 Pindah Ke Kota
214 Kesibukan Athar
215 Kembali Pulang
216 Kedatangan Tamu
217 Best Student
218 TAMAT
Episodes

Updated 218 Episodes

1
Keputusan Ayah
2
Ke Pesantren
3
Kamar Asrama
4
Hari Pertama
5
Dihukum Ustadz Menyebalkan
6
Mencoba kabur
7
Dikasih coklat
8
"saya akan menikahi kamu."
9
Kehilangan Sandal
10
Ancaman nikah lagi
11
Bicara dengan Opa
12
Bertemu Opa
13
Flashback
14
Mental Cemen Ina dan Riska
15
Di jemput Angga
16
Memutar rekaman video bunda
17
Memikirkan perjodohan
18
Menerima Perjodohan
19
Turun Cila!
20
Undangan pernikahan
21
Sah!!
22
Penjelasan
23
Pipiku ternodai
24
Ganteng banget
25
Kamu harus terbiasa
26
Perhatian Ustadz Athar
27
Makan coklat berdua
28
Mulai cemburu
29
Ngambeknya Cila
30
Perdebatan Arsyila dan Ning Fara
31
Ning Fara cari gara-gara
32
Sedihnya Arsyila
33
Pembelaan Ustadz Athar
34
Abang?
35
Ana Uhibbuka Fillah ya Zawjati
36
Ke Kota
37
Roti sobek
38
Kepolosan Arsyila
39
Akhirnya jujur
40
Menjemput paksa Ning Fara
41
Jujur pada Hafiza
42
Izin pergi
43
Menjawab pertanyaan
44
"Saya tunggu kamu lulus"
45
Manjanya Ustadz Athar
46
Ustadz Athar cemburu
47
Ribut di kantin
48
Di sidang
49
Perasaan Ning Anin
50
Lamaran untuk Ning Anin
51
Terimakasih sudah menerima
52
Teraktir teman
53
Ular piton
54
Persiapan sampai Lomba Debat
55
The winner is.... Tim A!
56
Tim Santriwati menang!!
57
Rencana Ning Fara
58
Forum Tabayyun
59
Mencari jalan keluar dari masalah
60
Barakallah fii umrik, istriku
61
Menemukan Titik Terang
62
Arsyila mengetahui semuanya
63
Rasa sakit Arsyila
64
Arsyila mulai tenang
65
Kembali bersama
66
Terbongkar semuanya
67
Pengungkapan Ustadz Athar - Keputusan Kyai Anshor
68
Menerima syarat - Ular pitonnya bangun lagi!
69
Liburan
70
Randomnya Arsyila dan Ustadz Athar
71
Jadi istri sepenuhnya
72
Macan tutul
73
Rencana pernikahan Ustadz Luthfi
74
Perjalanan pulang
75
Hadiah dari Opa - Ustadz Lutfi dan Ning Fara sah
76
Penjelasan Arsyila kepada teman-temannya
77
Beban Arsyila
78
Undangan Perlombaan
79
Pengumuman Lomba
80
Arsyila mode cemburu
81
Latihan Lomba
82
Masalahnya Angga
83
Rencana Jahat Rena
84
Perbincangan Hangat berujung Cemburu
85
Angga dan Ning Anin SAH!
86
Nasihat dan Pesan dari Kyai Abdul Hamid
87
Dendam Rizal
88
Pertemuan pertama Rizal dan Arsyila
89
Malam Spesial Ustadz Athar
90
Hafiza dan Gus Alif
91
Seleksi Lomba
92
Keputusan Ustadz Athar
93
Perdebatan Arsyila dan Om Angga
94
Penjelasan Athar
95
Paket Misterius
96
Siapa penelepon itu?
97
Athar dan pekerjaannya
98
Gus Faiz dan Perasaannya
99
Kesalahpahaman
100
Hukuman Untuk Ustadz Athar
101
Gara-gara Hukuman
102
Pelaksanaan Lomba
103
Patah hatinya Daffa
104
Pertikaian di Kantin Kampus
105
Diculik
106
Melacak lokasi
107
Arsyila Terluka? Darah?
108
Berhasil Menyelamatkan
109
Arsyila Keguguran?
110
Arsyila pernah trauma?
111
Cerita masa lalu Arsyila
112
Interogasi
113
Arsyila Siuman
114
Mulai mengenal
115
Terapi
116
Mengingat semuanya
117
Menemukan Jejak Rizal
118
Rizal Ditangkap
119
Pulang
120
Persidangan
121
Kedatangan Daffa
122
Masih Cemburu
123
Mendadak menikah
124
Masih berduka
125
Ning Anin hamil.
126
Double date
127
Menjenguk Ning Anin
128
Bukan rapuh, hanya ingin utuh
129
Bahagia bersama
130
Athar Mengelola Perusahaan
131
Resepsi Gus Alif dan Hafiza
132
Malam yang melelahkan
133
Ngidam bertemu Arsyila
134
Iman yang menolong
135
Masuk Rumah Sakit
136
Idenya Arsyila
137
Misi Dimulai!!
138
Misi di jalankan
139
Lamaran Diterima
140
Bahagia bersama
141
SAH!!
142
Tidur Bersama Bunda
143
Hafiza Hamil
144
Saling Menguatkan
145
Belajar Bahasa Arab
146
Hari Tenang
147
Makan Mangga Muda
148
Arsyila hamil
149
Es Bidadari
150
Ujian
151
ujian day 2
152
Ujian selesai
153
Hampir Saja
154
Dijaga Bara
155
Ngidam Aneh
156
Remedial
157
Perubahan Angga
158
Jebakan Untuk Angga
159
Diam-diam Mengikuti
160
Kembar? - Anin masuk rumah sakit
161
Mulai Terungkap
162
Bukan dengan Janji Tapi Buktikan
163
Terungkap
164
Diana Tertangkap
165
Wisuda
166
Hadiah untuk Arsyila
167
Posesif ketika Perjalanan ke Kota
168
Istri CEO
169
Ke Mall
170
Bertemu Laura
171
Seseorang di Masa Lalu Arsyila
172
Athar Digoda Cila
173
Mulai Kuliah - Ospek
174
Aku akan Ikhlas
175
Khitbah untuk Arfa
176
Keputusan Arfa
177
Anin Melahirkan
178
Arsyila dan Ning Fara
179
Hafiza Melahirkan
180
Bukan Ibu Sempurna
181
Gus Alif Kalah Telak
182
Ustadzah Najwa Melahirkan
183
Aariz Zayyan Wijaya
184
Saran Dokter
185
"kenapa dia sudah keluar, bang?"
186
Menyusui Bayi Kembar
187
Perasaan Seorang Ayah
188
Aqiqah
189
Kembali Kuliah
190
Liburan Singkat
191
Jawaban Arfa Setelah Satu Tahun
192
Satu Tahun Azzam dan Azzura
193
Ustadz Hanan dan Arfa
194
Peresmian Yayasan
195
Trauma Arsyila Kambuh
196
Masalah Selesai
197
Arfa Hamil
198
Azzam, Azzura dan Abidzar
199
Bimbingan
200
Arfa Melahirkan
201
Lulus
202
Undangan dari Gus Faiz
203
Taaruf untuk Dania
204
Khitbah
205
Ke Rumah Opa dan Ke Makam
206
Ta'aruf untuk Iffah
207
Dania dan Bayu Sah
208
Proses Lanjutan Taaruf
209
Mendapatkan Kebahagiannya Masing-masing
210
Wafat
211
Ayzara Lathifatu Mardiyah
212
Pesan Abidzar untuk Azzura
213
Pindah Ke Kota
214
Kesibukan Athar
215
Kembali Pulang
216
Kedatangan Tamu
217
Best Student
218
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!