Dihukum Ustadz Menyebalkan

Bel masuk kelas telah berbunyi, Ning Anin segera membawa Arsyila masuk ke kelasnya. "Assalamu'alaikum." Ucap Ning Anin ketika masuk ke kelas Arsyila dan sudah ada Ustadz Athar disana.

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semua santri yang berada di kelas.

"Silahkan masuk!" Titah Ustadz Athar.

"Selamat pagi semuanya!" Sapa Ning Anin yang di sampingnya juga ada Arsyila.

"Pagi juga Ning!" Jawab santri serentak.

"Oke, saya kesini hanya ingin memperkenalkan kepada kalian, kalian punya teman baru. Saya harap kalian bisa berteman dengan baik ya."

"Siap Ning."

"Arsyila, saya pamit dulu ya. Kamu perkenalkan diri kamu nanti di depan Ustadz Athar." Arsyila mengangguk. "Saya titip ya Ustadz."

"Ya Ning." Jawab Ustadz Athar.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Ning Anin keluar kelas lalu Ustadz Athar mempersilahkan Arsyila memperkenalkan dirinya.

"Silahkan perkenalkan nama kamu, jangan membuang waktu saya." Ucap Ustadz Athar dengan nada dingin dan datar.

"Assalamu'alaikum semuanya."

"Wa'alaikumussalam." Jawab semua santri dan Ustadz Athar.

"Perkenalkan nama saya Arsyila. Sudah terimakasih."

"Gitu doang?" Tanya salah satu santri.

"Mau apalagi? Tadi Ustadz Athar mengatakan perkenalkan nama aja dan jangan membuang waktunya." Setelah menjawab itu sontak membuat Ustadz Athar menganga tidak percaya.

"Dia santri baru tapi berani ngomong gitu depan Ustadz Athar, tuh lihat wajah Ustadz Athar langsung tajem gitu."

"Sstt udah, nanti kita kena ta'zir."

"Silahkan duduk!"

Arsyila merasa menang, ia kesal dengan Ustadz Athar, ga ada ramah-ramahnya. Arsyila mencari bangku kosong dan ada di barisan belakang. Arsyila pun duduk, baru juga duduk beberapa menit ia sudah mengantuk apalagi ini pelajaran bahasa Arab yang dirinya tidak begitu paham.

Arsyila terus menggambar, ia memang suka sekali menggambar dan kali ini ia tertantang untuk membuat kaligrafi. Untuk menghilangkan rasa kantuknya, ia begitu semangat membuat kaligrafi bahkan Ustadz Athar menerangi mata pelajaran, ia sama sekali tidak peduli dan mendengarkan..

"Arsyila! Apa yang sedang kamu lakukan?"

Deg

Arsyila buru-buru menyimpan kertas yang ia gambar tadi. Ustadz Athar mendekat ke meja Arsyila. "Apa yang kamu sembunyikan? Kenapa kamu tidak mendengarkan materi yang saya jelaskan?"

"Saya dengarkan kok Ustadz."

"Kalau kamu dengar, silahkan kerjain soal di papan tulis!"

"S-saya Ustadz?"

"Ya siapa lagi kalau bukan kamu!"

"S-saya tidak bisa."

"Yaudah kemarikan kertas apa yang kamu sembunyikan itu!"

Terpaksa Arsyila menyerahkan kertas yang ia buat tadi. Ustadz Athar mengambilnya lalu melihatnya, "kamu suka menggambar kaligrafi?"

"B-baru ini Ustadz."

"Bagus." Ucap Ustadz Athar dalam hati ketika melihat kertas Arsyila.

"Kamu duduk di depan! Saya tidak ingin siapapun para santri yang tidak mendengarkan materi yang saya jelaskan."

Arsyila pun pindah duduknya di depan, bergantian dengan Hafiza yang duduk dibelakang.

"Kamu akan mendapatkan hukuman karena kamu tidak mendengarkan saya!"

"Tapi kan saya sudah kasih kertas saya tadi, dan saya juga sudah duduk di depan ustadz."

"Saya tidak suka santri yang tidak disiplin."

"Saya itu ngantuk ustadz makanya saya alihkan dengan menggambar agar saya juga ga tidur di kelas ustadz. Ustadz sih ngajarinnya terlalu kaku jadi saya yang awalnya ngantuk jadi makin ngantuk hehe." Arsyila membela dirinya sendiri.

Ustadz Athar geleng-geleng kepala melihat santrinya ini, selama ia mengajar hanya Arsyila yang berani bicara seperti itu.

"Kamu membantah saya terus jadi kamu harus menghafal 2 surat! Al-kahfi dan surat Yasin. 2 surat yang amalannya besar jika di baca saat malam jum'at."

"Ha?" Arsyila menganga.

Arsyila benci hafalan, otaknya tidak bisa menghafal dengan cepat. Lebih baik dia dihukum yang lain saja.

"Ga ada hukuman lain Ustadz?"

"Oh kamu mau nambah? Selain hafalan maka kamu juga harus menulis 2 surat yang saya sebutkan tadi!"

Baru Arsyila mau bicara lagi, Ustadz Athar sudah menskakmat Arsyila. "Kerjakan yang saya suruh atau saya akan menambah ta'ziranmu!"

"Jangan Ustadz."

"Saya tidak peduli kamu santri baru atau bukan, saya tunggu tugas kamu sampai siang nanti!

Arsyila mengerucutkan bibirnya, baru juga masuk hari pertama tapi moodnya sudah jelek ditambah ia harus kena ta'zir!

Ustadz Athar menjelaskan materinya kembali namun sesekali ia melihat ke arah Arsyila yang berusaha menahan kantuknya. "ehem." Mendengar deheman Ustadz Athar, Arsyila langsung membulatkan matanya kembali.

"Jangan ada yang tidur di kelas saya!" Sindir Ustadz Athar.

"Dasar Ustadz nyebelin!" cerutu Arsyila dalam hati.

"Baiklah karena waktu pelajaran saya sudah habis, saya permisi dulu. Jangan lupa yang dapet hukuman dari saya nanti siang temui saya! Assalamu'alaikum." Ucap Ustadz memperingati Arsyila tanpa menoleh ke arahnya.

"Arsyi!" Panggil Hafiza

"hm."

"Kamu kenapa? ngantuk banget ya?"

"Iya Hafiza, semalam aku gak bisa tidur karena aku kegerahan."

"Yang sabar ya, atau kamu mau gak tidurnya dibawah biar aku yang di atas?"

"Aku lebih suka di atas tapi yasudah deh aku dibawah nanti. Terimakasih ya Hafiza."

"Sama-sama."

"Ayo sekarang kita ke kelas, sekarang pelajaran akidah dan fiqih yang ngajar itu Ustadzah Dewi. Kamu jangan kaya tadi lagi ya, nanti hukumanmu bertambah."

"Tapi aku belum hafalan surat yang Ustadz nyebelin itu kasih. Aku paling gak bisa menghafal Hafiza."

"Sudah gapapa, habis dari kelas Ustadzah Dewi nanti kamu hafalin karena sebelum jam istirahat masih ada waktu 1 jam untuk kamu menghafal."

"Ya mau gimana lagi."

***

Setelah pelajaran Ustadzah Dewi, masih ada waktu kurang dari 1 jam untuk Arsyila menghafal. Namun memang dari dulu otaknya tidak bisa menghafal dengan cepat ia jadi bingung sendiri. Bagaimana jika hukumannya akan bertambah?

"Akhirnya selesai juga tulisanku! Tinggal hafalan aja. Tapi dimana ya tempat sepi untuk aku menghafal semuanya? Mana waktunya tinggal 30 menit lagi dan aku juga belum makan."

Arsyila berjalan tanpa arah, ia hanya mengikuti kemana arah kakinya berjalan. Ia terus berjalan sambil menghafalkan 2 surat tadi. Sampai ia menemukan sebuah tempat yang lumayan sepi dan ada pohon rindang jadi ia duduk disana.

"Aku disini aja deh."

Ia terus menghafal namun pikirannya terganggu karena rasa lapar di perutnya. "Aku gak betah disini, baru sehari masuk kelas malah kena hukuman. Gimana mau betah? aku lapar bundaaaa.. Bukankah bunda paling gak suka melihat aku manahan lapar?" Arsyila menangis, ia tidak sanggup menjalani harinya lagi di pesantren ini. Ingin kabur juga ia tidak bisa.

Di ruang kantor Ustadz Athar...

Ustadz Athar sedang menikmati jam makan siangnya, ia selalu membawa bekal buatannya sendiri. Hingga suara dering di ponselnya berbunyi. "Opa?"

Ustadz Athar pun mengangkat panggilan dari opanya.

"Assalamu'alaikum Opa?"

"Wa'alaikumsalam. Apa kabar nak?"

"Alhamdulillah Athar baik Opa, Opa gimana?"

"Opa juga baik alhamdulillah. Weekend ini kamu kesini gak? Ada yang mau Opa omongin nak."

"Baiklah nanti Athar kesana."

"Yaudah kalau gitu, Opa tunggu ya. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumussalam."

Ustadz Athar membuka jendela kantornya untuk melihat taman yang berada di belakang kantornya sambil menikmati makan siangnya. Namun pandangannya berhenti pada sosok seorang gadis yang sedang menangis di bawah pohon rindang. "Kenapa gadis itu menangis? bukankah dia santri yang aku beri ta'ziran tadi?"

Ustadz Athar mengedikkan bahunya acuh, buat apa ia peduli? Tapi entah mengapa ia merasakan di hatinya sedikit sesak melihat santri itu menangis.

Ada rasa ingin menghampirinya. Akhirnya Ustadz Athar memutuskan untuk menghampiri santri itu.

Saat ia berjalan ke arah sana, santri itu sudah pergi. "Kemana dia?"

***

Arsyila sudah tidak bisa menahan laparnya lagi. Ia bahkan tidak peduli dengan hafalannya, ia menuju kantin untuk membeli sesuatu untuk mengganjal perutnya.

Setelah membeli roti, susu dan juga jajanan ia duduk di kantin, menghabiskan makanan yang ia beli.

Hafiza dan Dania menghampiri Arsyila yang tengah menikmati makanan di kantin.

"Arsyi kamu kemana aja tadi? aku nyariin kamu tau."

"Aku ke belakang tadi untuk menghafal tapi karena aku lapar aku kesini deh."

"Kata Hafiza, kamu dihukum ya sama Ustadz Athar?"

"Dania tolong... Jangan sebut nama Ustadz menyebalkan itu! Aku gak mood dan gak mau ketemu dia lagi."

"Maaf Arsyi. Hem tapi kan nanti kita ada kelas bahasa Inggris dan itu Ustadz Athar yang ngajar."

"APA!!!!" Arsyila menunduk lemas, ia baru menghafal surat yasin saja dan itu masih terbata.

Hafiza, Dania, dan Arsyila berjalan masuk ke kelas Bahasa Inggris. Dania dan Hafiza menarik tangan Arsyila agar ia tidak kabur.

"Ayo Arsyi, kalau kamu gak masuk kelas nanti kamu kena hukuman lagi."

"Aku lelah Hafiza."

"Semangat Arsyi. Aku yakin kamu bisa."

"Bukankah kamu menyukai pelajaran bahasa Inggris Arsyi?"

"Iya Dania aku suka tapi gurunya yang gak aku suka!"

"Jangan gitu Arsyi, bagaimanapun Ustadz Athar adalah guru kita dan kita harus menghormatinya."

Terpaksa Arsyila masuk ke dalam kelas, ia sengaja duduk di belakang agar Ustadz Athar tidak menyadari dirinya di dalam kelas. Hafalannya belum selesai ia takut kena hukuman lagi.

Ustadz Athar pun masuk ke kelas. "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Para santri.

Tanpa basa basi, Ustadz Athar langsung menjelaskan materinya. Ustadz Athar menulis sebuah soal untuk para muridnya. "Siapa yang bisa mengerjakan soal ini di papan tulis?"

Arsyila langsung mengangkat tangannya karena memang dia pandai bahasa Inggris. "Kamu?" Ustadz Athar heran mengapa bertemu Arsyila lagi.

"Saya bisa Ustadz."

"Silahkan maju dan kerjakan soal di papan tulis."

Arsyila pun dengan percaya dirinya langsung menjawab soal tersebut. "Sudah selesai!"

Ustadz Athar memeriksanya dan jawabannya semuanya benar. "Kamu pandai bahasa Inggris?"

"Saya jagonya ustadz!" Jawabnya dengan bangga.

"Lalu bagaimana dengan hafalan kamu dan tulisan kamu?"

Glek

"Saya tidak mau tau, setelah pelajaran ini selesai kamu harus ke kantor saya untuk setor hafalan kamu!"

"Dan untuk kalian semua, saya kasih PR halaman 35. Saya permisi, Assalamu'alaikum."

"wa'alaikumussalam."

"Arsyila kamu jago banget!" Seru Dania.

"Iya Arsyila, ternyata kamu pintar ya." Ucap salah satu santri.

mendengar hal itu Arsyila yang tadinya memejamkan matanya langsung melotot ke arah santri tadi. "Jadi maksud lo, gue bodoh gitu?"

"Eh anu, hem.. maksud aku gak gitu. Di bahasa Arab tadi kamu gak bisa, sekarang bahasa Inggris kamu jago." Arsyila masih menatap tajam santri tersebut. Ia tidak suka dengan perkataan santri tadi seolah bilang bahwa Arsyila itu bodoh.

"Sudah sudah, lebih baik kita kembali ke asrama." Ajak Hafiza.

Terpopuler

Comments

Tamirah Spd

Tamirah Spd

Ya setiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan, untuk mengejar kekurangan kita tentu belajar yg tekun . Setiap manusia tidak ada yg sempurna.Kesempurnaan adalah milik Allah.

2025-12-22

0

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

Cila pintar bahas Inggris tp bahasa belum bisa harus rajin belajar cila semangat2....

2025-12-14

0

SENJA

SENJA

belajar lagi yaa Cila🤭

2025-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Keputusan Ayah
2 Ke Pesantren
3 Kamar Asrama
4 Hari Pertama
5 Dihukum Ustadz Menyebalkan
6 Mencoba kabur
7 Dikasih coklat
8 "saya akan menikahi kamu."
9 Kehilangan Sandal
10 Ancaman nikah lagi
11 Bicara dengan Opa
12 Bertemu Opa
13 Flashback
14 Mental Cemen Ina dan Riska
15 Di jemput Angga
16 Memutar rekaman video bunda
17 Memikirkan perjodohan
18 Menerima Perjodohan
19 Turun Cila!
20 Undangan pernikahan
21 Sah!!
22 Penjelasan
23 Pipiku ternodai
24 Ganteng banget
25 Kamu harus terbiasa
26 Perhatian Ustadz Athar
27 Makan coklat berdua
28 Mulai cemburu
29 Ngambeknya Cila
30 Perdebatan Arsyila dan Ning Fara
31 Ning Fara cari gara-gara
32 Sedihnya Arsyila
33 Pembelaan Ustadz Athar
34 Abang?
35 Ana Uhibbuka Fillah ya Zawjati
36 Ke Kota
37 Roti sobek
38 Kepolosan Arsyila
39 Akhirnya jujur
40 Menjemput paksa Ning Fara
41 Jujur pada Hafiza
42 Izin pergi
43 Menjawab pertanyaan
44 "Saya tunggu kamu lulus"
45 Manjanya Ustadz Athar
46 Ustadz Athar cemburu
47 Ribut di kantin
48 Di sidang
49 Perasaan Ning Anin
50 Lamaran untuk Ning Anin
51 Terimakasih sudah menerima
52 Teraktir teman
53 Ular piton
54 Persiapan sampai Lomba Debat
55 The winner is.... Tim A!
56 Tim Santriwati menang!!
57 Rencana Ning Fara
58 Forum Tabayyun
59 Mencari jalan keluar dari masalah
60 Barakallah fii umrik, istriku
61 Menemukan Titik Terang
62 Arsyila mengetahui semuanya
63 Rasa sakit Arsyila
64 Arsyila mulai tenang
65 Kembali bersama
66 Terbongkar semuanya
67 Pengungkapan Ustadz Athar - Keputusan Kyai Anshor
68 Menerima syarat - Ular pitonnya bangun lagi!
69 Liburan
70 Randomnya Arsyila dan Ustadz Athar
71 Jadi istri sepenuhnya
72 Macan tutul
73 Rencana pernikahan Ustadz Luthfi
74 Perjalanan pulang
75 Hadiah dari Opa - Ustadz Lutfi dan Ning Fara sah
76 Penjelasan Arsyila kepada teman-temannya
77 Beban Arsyila
78 Undangan Perlombaan
79 Pengumuman Lomba
80 Arsyila mode cemburu
81 Latihan Lomba
82 Masalahnya Angga
83 Rencana Jahat Rena
84 Perbincangan Hangat berujung Cemburu
85 Angga dan Ning Anin SAH!
86 Nasihat dan Pesan dari Kyai Abdul Hamid
87 Dendam Rizal
88 Pertemuan pertama Rizal dan Arsyila
89 Malam Spesial Ustadz Athar
90 Hafiza dan Gus Alif
91 Seleksi Lomba
92 Keputusan Ustadz Athar
93 Perdebatan Arsyila dan Om Angga
94 Penjelasan Athar
95 Paket Misterius
96 Siapa penelepon itu?
97 Athar dan pekerjaannya
98 Gus Faiz dan Perasaannya
99 Kesalahpahaman
100 Hukuman Untuk Ustadz Athar
101 Gara-gara Hukuman
102 Pelaksanaan Lomba
103 Patah hatinya Daffa
104 Pertikaian di Kantin Kampus
105 Diculik
106 Melacak lokasi
107 Arsyila Terluka? Darah?
108 Berhasil Menyelamatkan
109 Arsyila Keguguran?
110 Arsyila pernah trauma?
111 Cerita masa lalu Arsyila
112 Interogasi
113 Arsyila Siuman
114 Mulai mengenal
115 Terapi
116 Mengingat semuanya
117 Menemukan Jejak Rizal
118 Rizal Ditangkap
119 Pulang
120 Persidangan
121 Kedatangan Daffa
122 Masih Cemburu
123 Mendadak menikah
124 Masih berduka
125 Ning Anin hamil.
126 Double date
127 Menjenguk Ning Anin
128 Bukan rapuh, hanya ingin utuh
129 Bahagia bersama
130 Athar Mengelola Perusahaan
131 Resepsi Gus Alif dan Hafiza
132 Malam yang melelahkan
133 Ngidam bertemu Arsyila
134 Iman yang menolong
135 Masuk Rumah Sakit
136 Idenya Arsyila
137 Misi Dimulai!!
138 Misi di jalankan
139 Lamaran Diterima
140 Bahagia bersama
141 SAH!!
142 Tidur Bersama Bunda
143 Hafiza Hamil
144 Saling Menguatkan
145 Belajar Bahasa Arab
146 Hari Tenang
147 Makan Mangga Muda
148 Arsyila hamil
149 Es Bidadari
150 Ujian
151 ujian day 2
152 Ujian selesai
153 Hampir Saja
154 Dijaga Bara
155 Ngidam Aneh
156 Remedial
157 Perubahan Angga
158 Jebakan Untuk Angga
159 Diam-diam Mengikuti
160 Kembar? - Anin masuk rumah sakit
161 Mulai Terungkap
162 Bukan dengan Janji Tapi Buktikan
163 Terungkap
164 Diana Tertangkap
165 Wisuda
166 Hadiah untuk Arsyila
167 Posesif ketika Perjalanan ke Kota
168 Istri CEO
169 Ke Mall
170 Bertemu Laura
171 Seseorang di Masa Lalu Arsyila
172 Athar Digoda Cila
173 Mulai Kuliah - Ospek
174 Aku akan Ikhlas
175 Khitbah untuk Arfa
176 Keputusan Arfa
177 Anin Melahirkan
178 Arsyila dan Ning Fara
179 Hafiza Melahirkan
180 Bukan Ibu Sempurna
181 Gus Alif Kalah Telak
182 Ustadzah Najwa Melahirkan
183 Aariz Zayyan Wijaya
184 Saran Dokter
185 "kenapa dia sudah keluar, bang?"
186 Menyusui Bayi Kembar
187 Perasaan Seorang Ayah
188 Aqiqah
189 Kembali Kuliah
190 Liburan Singkat
191 Jawaban Arfa Setelah Satu Tahun
192 Satu Tahun Azzam dan Azzura
193 Ustadz Hanan dan Arfa
194 Peresmian Yayasan
195 Trauma Arsyila Kambuh
196 Masalah Selesai
197 Arfa Hamil
198 Azzam, Azzura dan Abidzar
199 Bimbingan
200 Arfa Melahirkan
201 Lulus
202 Undangan dari Gus Faiz
203 Taaruf untuk Dania
204 Khitbah
205 Ke Rumah Opa dan Ke Makam
206 Ta'aruf untuk Iffah
207 Dania dan Bayu Sah
208 Proses Lanjutan Taaruf
209 Mendapatkan Kebahagiannya Masing-masing
210 Wafat
211 Ayzara Lathifatu Mardiyah
212 Pesan Abidzar untuk Azzura
213 Pindah Ke Kota
214 Kesibukan Athar
215 Kembali Pulang
216 Kedatangan Tamu
217 Best Student
218 TAMAT
Episodes

Updated 218 Episodes

1
Keputusan Ayah
2
Ke Pesantren
3
Kamar Asrama
4
Hari Pertama
5
Dihukum Ustadz Menyebalkan
6
Mencoba kabur
7
Dikasih coklat
8
"saya akan menikahi kamu."
9
Kehilangan Sandal
10
Ancaman nikah lagi
11
Bicara dengan Opa
12
Bertemu Opa
13
Flashback
14
Mental Cemen Ina dan Riska
15
Di jemput Angga
16
Memutar rekaman video bunda
17
Memikirkan perjodohan
18
Menerima Perjodohan
19
Turun Cila!
20
Undangan pernikahan
21
Sah!!
22
Penjelasan
23
Pipiku ternodai
24
Ganteng banget
25
Kamu harus terbiasa
26
Perhatian Ustadz Athar
27
Makan coklat berdua
28
Mulai cemburu
29
Ngambeknya Cila
30
Perdebatan Arsyila dan Ning Fara
31
Ning Fara cari gara-gara
32
Sedihnya Arsyila
33
Pembelaan Ustadz Athar
34
Abang?
35
Ana Uhibbuka Fillah ya Zawjati
36
Ke Kota
37
Roti sobek
38
Kepolosan Arsyila
39
Akhirnya jujur
40
Menjemput paksa Ning Fara
41
Jujur pada Hafiza
42
Izin pergi
43
Menjawab pertanyaan
44
"Saya tunggu kamu lulus"
45
Manjanya Ustadz Athar
46
Ustadz Athar cemburu
47
Ribut di kantin
48
Di sidang
49
Perasaan Ning Anin
50
Lamaran untuk Ning Anin
51
Terimakasih sudah menerima
52
Teraktir teman
53
Ular piton
54
Persiapan sampai Lomba Debat
55
The winner is.... Tim A!
56
Tim Santriwati menang!!
57
Rencana Ning Fara
58
Forum Tabayyun
59
Mencari jalan keluar dari masalah
60
Barakallah fii umrik, istriku
61
Menemukan Titik Terang
62
Arsyila mengetahui semuanya
63
Rasa sakit Arsyila
64
Arsyila mulai tenang
65
Kembali bersama
66
Terbongkar semuanya
67
Pengungkapan Ustadz Athar - Keputusan Kyai Anshor
68
Menerima syarat - Ular pitonnya bangun lagi!
69
Liburan
70
Randomnya Arsyila dan Ustadz Athar
71
Jadi istri sepenuhnya
72
Macan tutul
73
Rencana pernikahan Ustadz Luthfi
74
Perjalanan pulang
75
Hadiah dari Opa - Ustadz Lutfi dan Ning Fara sah
76
Penjelasan Arsyila kepada teman-temannya
77
Beban Arsyila
78
Undangan Perlombaan
79
Pengumuman Lomba
80
Arsyila mode cemburu
81
Latihan Lomba
82
Masalahnya Angga
83
Rencana Jahat Rena
84
Perbincangan Hangat berujung Cemburu
85
Angga dan Ning Anin SAH!
86
Nasihat dan Pesan dari Kyai Abdul Hamid
87
Dendam Rizal
88
Pertemuan pertama Rizal dan Arsyila
89
Malam Spesial Ustadz Athar
90
Hafiza dan Gus Alif
91
Seleksi Lomba
92
Keputusan Ustadz Athar
93
Perdebatan Arsyila dan Om Angga
94
Penjelasan Athar
95
Paket Misterius
96
Siapa penelepon itu?
97
Athar dan pekerjaannya
98
Gus Faiz dan Perasaannya
99
Kesalahpahaman
100
Hukuman Untuk Ustadz Athar
101
Gara-gara Hukuman
102
Pelaksanaan Lomba
103
Patah hatinya Daffa
104
Pertikaian di Kantin Kampus
105
Diculik
106
Melacak lokasi
107
Arsyila Terluka? Darah?
108
Berhasil Menyelamatkan
109
Arsyila Keguguran?
110
Arsyila pernah trauma?
111
Cerita masa lalu Arsyila
112
Interogasi
113
Arsyila Siuman
114
Mulai mengenal
115
Terapi
116
Mengingat semuanya
117
Menemukan Jejak Rizal
118
Rizal Ditangkap
119
Pulang
120
Persidangan
121
Kedatangan Daffa
122
Masih Cemburu
123
Mendadak menikah
124
Masih berduka
125
Ning Anin hamil.
126
Double date
127
Menjenguk Ning Anin
128
Bukan rapuh, hanya ingin utuh
129
Bahagia bersama
130
Athar Mengelola Perusahaan
131
Resepsi Gus Alif dan Hafiza
132
Malam yang melelahkan
133
Ngidam bertemu Arsyila
134
Iman yang menolong
135
Masuk Rumah Sakit
136
Idenya Arsyila
137
Misi Dimulai!!
138
Misi di jalankan
139
Lamaran Diterima
140
Bahagia bersama
141
SAH!!
142
Tidur Bersama Bunda
143
Hafiza Hamil
144
Saling Menguatkan
145
Belajar Bahasa Arab
146
Hari Tenang
147
Makan Mangga Muda
148
Arsyila hamil
149
Es Bidadari
150
Ujian
151
ujian day 2
152
Ujian selesai
153
Hampir Saja
154
Dijaga Bara
155
Ngidam Aneh
156
Remedial
157
Perubahan Angga
158
Jebakan Untuk Angga
159
Diam-diam Mengikuti
160
Kembar? - Anin masuk rumah sakit
161
Mulai Terungkap
162
Bukan dengan Janji Tapi Buktikan
163
Terungkap
164
Diana Tertangkap
165
Wisuda
166
Hadiah untuk Arsyila
167
Posesif ketika Perjalanan ke Kota
168
Istri CEO
169
Ke Mall
170
Bertemu Laura
171
Seseorang di Masa Lalu Arsyila
172
Athar Digoda Cila
173
Mulai Kuliah - Ospek
174
Aku akan Ikhlas
175
Khitbah untuk Arfa
176
Keputusan Arfa
177
Anin Melahirkan
178
Arsyila dan Ning Fara
179
Hafiza Melahirkan
180
Bukan Ibu Sempurna
181
Gus Alif Kalah Telak
182
Ustadzah Najwa Melahirkan
183
Aariz Zayyan Wijaya
184
Saran Dokter
185
"kenapa dia sudah keluar, bang?"
186
Menyusui Bayi Kembar
187
Perasaan Seorang Ayah
188
Aqiqah
189
Kembali Kuliah
190
Liburan Singkat
191
Jawaban Arfa Setelah Satu Tahun
192
Satu Tahun Azzam dan Azzura
193
Ustadz Hanan dan Arfa
194
Peresmian Yayasan
195
Trauma Arsyila Kambuh
196
Masalah Selesai
197
Arfa Hamil
198
Azzam, Azzura dan Abidzar
199
Bimbingan
200
Arfa Melahirkan
201
Lulus
202
Undangan dari Gus Faiz
203
Taaruf untuk Dania
204
Khitbah
205
Ke Rumah Opa dan Ke Makam
206
Ta'aruf untuk Iffah
207
Dania dan Bayu Sah
208
Proses Lanjutan Taaruf
209
Mendapatkan Kebahagiannya Masing-masing
210
Wafat
211
Ayzara Lathifatu Mardiyah
212
Pesan Abidzar untuk Azzura
213
Pindah Ke Kota
214
Kesibukan Athar
215
Kembali Pulang
216
Kedatangan Tamu
217
Best Student
218
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!