DIUSIR DARI RUMAH

"Iiiiihhhh jelek banget muka gue!"

Cermin yang ia tatap membuat wajahnya sepenuhnya meringis. Felisha meraba wajahnya yang bergerindil dan terasa begitu rentan. Rambutnya mengembang dan berantakan. Felisha memegangi kepalanya sambil geleng-geleng

"Nggak bisa. Gue nggak bisa hidup dengan penampilan kayak gini. Gue harus rubah segalanya tentang tokoh bernama Felya ini. Bodo amat sama penulisnya yang kasih karakter buruk rupa gini. Cukup hati karakternya aja busuk, mukanya bagusan dikit dong."

"Gue harus tenang ... gue harus bisa menerima semuanya. Ini kesempatan hidup gue yang kedua. Gue bakal ubah alur ceritanya. Gue bakal bikin diri gue menjadi antagonis idaman. Bukan antagonis busuk yang dikucilkan. Nggak. Gue nggak bakal biarin itu. Felisha, lo sekarang udah tinggal nama. Sekarang nama lo Felya, okay?" monolog Felisha pada dirinya sendiri.

Mulai sekarang tak ada lagi yang namanya Felisha Rumi yang ada hanyalah Felya Arumi, sebab Felisha sudah mati. Memasuki kehidupannya yang baru sebagai Felya, Felisha mulai bersemangat untuk fokus mengubah penampilannya jauh lebih baik dulu dengan mengandalkan hadiah yang diberikan sistem untuknya. Hadiah pertamanya adapah sebuah cream wajah ajaib yang ada di atas meja rias.

"Ini kali ya hadiah dari sistem. Emang bisa bikin jerawat gue ilang?" terka Felya meragu. "Coba ah. Kali aja beneran ajaib nih krim muka."

Felya membuka penutup kemasan refil cream wajah itu. Ia usapkan gel berwarna putih susu pada wajahnya. Seketika jerawat merah itu memudar dengan sendirian. Benar-benar seperti melihat sebuah keajaiban, Felya tersenyum lebar menatap dirinya di cermin.

"Ahaaaaa! Muka gue beneran mulus pakai ini cream muka. Mantap banget dah," serunya heboh. Felya menoleh ke atas sambil mencari tempat fokus yang tepat untuk berbicara pada sistem.

"Eh, Mbak Sistem! Kasih gue misi lagi dong. Masa gue cuma dapat krim muka doang buat jerawat. Gue mau lemak badan gue hilang. Nggak ada yang namanya lipatan lemak lagi. Gue mau langsing kayak badannya Felisha dulu. Gue mau gitu. Ya?"

Tak ada sahutan dari sistem, membuat Felya berdecak kesal. Ia segera menjauh dari sana menuju kopernya yang ada di atas kasur.

"Oke. Gue bakal buktiin kalau gue nggak bakal menyerah. Kalau biasanya protagonis selalu menguasai ending cerita, maka sekarang gue yang akan menguasainya. Gue nggak akan biarin ending gue seburik endingnya Felya di novel yang gue baca. Eh, tapi kan gue nggak sempat baca sampe ending?"

Di tengah kebingungannya, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Felya menunggu siapa yang akan masuk. Ternyata yang masuk adalah Citra. Melihat wajah polos sang protagonis, membuat Felya merotasikan matanya.

"Felya, aku boleh masuk?" tanya Citra dengan suara yang lembut.

"Masuk aja. Ini kan rumah lo juga."

Citra melebarkan matanya tak percaya. "Aku boleh masuk? Beneran?"

"Gue nggak suka becanda, Cit. Idup gue lagi apes. Nggak ada waktu buat ngelucuin lo," sahut Felya sambil menutup kopernya dari berbagai sisi.

Citra mendekati Felya. Felya sama sekali tak melihatnya. Masih sibuk dengan kegiatannya yang kini memasukkan beberapa pernak-pernik miliknya ke dalam tas kain.

"Aku minta maaf. Gara-gara aku, kamu jadi diusir dari rumah. Aku juga nggak nyangka Kak Zhaki bakal kelewatan batas ke kamu, Felya. Maafin aku, ya? Dada kamu baik-baik aja?"

Felya tertawa pelan sambil menatap heran Citra di hadapannya. "Lo nggak capek baik terus? Heh, asal lo tau. Gue ini punya potensi bikin hidup lo lebih menderita. Namanya juga antagonis, ya pasti jadi lawan protagonis mululah. Hati-hati lo sama gue."

"Tapi sekarang kamu baik tuh. Buktinya kamu ngizinin aku masuk ke kamar kamu. Sebelumnya kan kamu nggak pernah ngizinin. Ngobrol kayak gini sama kamu aja, kamunya yang nggak mau."

Barulah Felya sadar akan hal itu. Ia ingat isi novel yang ia baca sebelum berada di sini. Felya memang sebenci itu dengan Citra sampai apapun yang dilakukan oleh Citra selalu salah di matanya.

"Alah! Udah deh lo nggak usah ganggu gue. Sana pergi! Satu lagi, ingetin sama abang lo yang sialan itu. Gue nggak bakal tinggal diam setelah apa yang dia lakuin ke gue. Dia kurung gue di ruangan bawah tanah nyaris mau mati! Dan dia? Nggak ada minta maaf sedikitpun sama gue. So, liat aja nanti." Setelah mengatakan hal ifu Felya menarik koper dan menjinjing tasnya keluar dari kamarnya.

Di teras rumah ayahnya sudah menunggu. Ada Zakhi juga yang duduk di salah satu kursi depan teras. Felya sempat melemparkan tatapan tajam pada pria itu sebelum mengikuti ayahnya menuju mobil.

Di perjalanan menuju kosan, Felya merogoh ponselnya. Ia jadi penasaran dengan isi ponsel si gadis antagonis yang ia perankan ini. Ternyata banyak juga riwayat pesan yang ada di aplikasi chat itu. Dua satu group yang menjadi pusat perhatiannya.

"Sweet Pink?" Felya mencoba mengingat nama group itu. Hingga kedua matanya melebar ketika mendapatkan jawabannya. 'Ini kan geng terkenal di sekolah gue yang isinya cewek-cewek cantik dan pemberani. Tapi gue diterima dalam group itu cuma karena punya keberanian tinggi buat ngelakuin apa yang disuruh. Termasuk ngerjain si Citra yang jadi primadona di sekolah.' batin Felya.

"Menarik," gumam Felya tersenyum miring. 'Kalau gue berhasil jadi cantik, pasti gelar ketua geng bakal jatuh ke tangan gue dan Felya ini nggak bakal jadi anak bawang lagi.'

Akhirnya sampailah mereka di depan sebuah kosan cukup elit milik Prada. Felya turun dari mobil ayahnya sambil melihat-lihat sekitar. Ada tiga buah motor dan satu mobil di sana. Sepertinya kosan ini memang dihuni oleh beberapa anak muda juga.

"Nah, Felya. Kamu mulai sekarang akan tinggal di kosan ini. Tenang aja, fasilitas di kosan ini lengkap. Kamu bisa pilih kamar yang kosong. Kata yang mengurus kosan ini, ada satu kamar kosong di atas dan satu di lantai bawah terserah kamu mau pilih kamar yang mana," tutur Prada.

Felya mengangguk paham. "Makasih, Pah. Kalau gitu, aku masuk dulu."

"Ingat satu hal ini, Felya," ucap Prada menggantung. Membuat langkah Felya yang menjinjing tas dan menarik kopernya pun terhenti. "Papa nggak mau lagu dengar kenakalan kamu yang selalu membuat masalah dengan saudara-saudaramu terutama dengan Citra. Papa nggak segan-segan coret kamu dari kartu keluarga, biar kamu hidup jadi gelandangan sekalian. Papa nggak bakal toleransi lagi lain kali. Inget itu!" cetus Prada sebelum memasuki mobilnya. Perlahan mobil sang ayah meninggalkan lingkungan kosan tersebut, membuat Felya berdecih dengan sinis melihatnya.

"Gue juga nggak sudi kok satu keluarga sama orang-orang yang nggak mau menerima gue. Gue akan buktikan kalau gue bisa mandiri dan menjadi idaman. Sebentar lagi, tunggu aja," ucap Felya pelan penuh dengan keyakinan.

Episodes
1 KEMATIAN TRAGIS
2 MENJADI ANTAGONIS
3 DIUSIR DARI RUMAH
4 LHO, KOK DIA?
5 HARUSKAH MELULUHKAN HATINYA?
6 PARTNER BARU
7 MEMERGOKI PELAKU
8 KERJA SAMA PERTAMA DIMULAI
9 KERIBUTAN DI FESTIVAL BUKU
10 PERSENTASI KEBERHASILAN
11 SEDIKIT PERUBAHAN
12 ANTAGONIS VERSI TERBAIK
13 PUISI BY FELYA
14 MENGUBAH SUDUT PANDANG
15 PEDAS MERCON
16 CEMBURU
17 BATTLE MASAK
18 PANGLING
19 FELYA MENCURI PERHATIAN
20 CANTIK
21 RATU ANTAGONIS
22 SETAN MAH GITU
23 CAMPING BERSAMA
24 PEMBELAAN DARI YOKAN
25 PERKELAHIAN
26 RAMUAN AJAIB
27 NOVEL YANG DICARI
28 TERNYATA MANJUR
29 JANGAN SAMPAI DIA JATUH CINTA
30 30. TEMAN BARU
31 KEANEHAN MACAM APA INI?
32 AJAKAN KE GUDANG
33 KEADAAN TERBALIK
34 PERHATIAN DAN CEMBURU
35 TERTAMPAR KATA-KATA
36 SARAN DARI MAMAH
37 PESTA
38 MALAH SERI
39 MENGAPA HARUS DIA
40 KEINGINAN YANG TAK BISA TERPENUHI
41 AJAKAN KEMBALI KE RUMAH
42 BENAR BENAR TERJADI
43 KERIBUTAN PAGI-PAGI
44 44. YOKAN MULAI CURIGA
45 TERNYATA HARAPAN SAJA
46 MISI MINTA SUAPI
47 SAMA SAMA NGAJAK JALAN
48 UNGKAPAN PERASAAN
49 MERASA NYAMAN
50 HAL MENGEJUTKAN DI ATM
51 MENEMBAK ATAU DITEMBAK?
52 BERTEMU ORANG TUA YOKAN
53 SAKIT HATI
54 TAK TERIMA JADI ADIK KAKAK
55 TINGKAH PATAH HATI YOKAN
56 AYAH SENDRIO TAK MENGAKU
57 PENGAKUAN FELYA
58 SISTEM?
59 PERTEMUAN TAK TERDUGA
60 YOKAN AKHIRNYA TAHU
61 HASUTAN DHEA
62 SEPUPU PURA-PURA
63 KEMARAHAN YOKAN
64 MEMUJI YOKAN TANPA SADAR
65 KEMURKAAN FELYA PADA JEFRI
66 PENGADUAN CITRA
67 KEMBALI KE RUMAH LAMA
Episodes

Updated 67 Episodes

1
KEMATIAN TRAGIS
2
MENJADI ANTAGONIS
3
DIUSIR DARI RUMAH
4
LHO, KOK DIA?
5
HARUSKAH MELULUHKAN HATINYA?
6
PARTNER BARU
7
MEMERGOKI PELAKU
8
KERJA SAMA PERTAMA DIMULAI
9
KERIBUTAN DI FESTIVAL BUKU
10
PERSENTASI KEBERHASILAN
11
SEDIKIT PERUBAHAN
12
ANTAGONIS VERSI TERBAIK
13
PUISI BY FELYA
14
MENGUBAH SUDUT PANDANG
15
PEDAS MERCON
16
CEMBURU
17
BATTLE MASAK
18
PANGLING
19
FELYA MENCURI PERHATIAN
20
CANTIK
21
RATU ANTAGONIS
22
SETAN MAH GITU
23
CAMPING BERSAMA
24
PEMBELAAN DARI YOKAN
25
PERKELAHIAN
26
RAMUAN AJAIB
27
NOVEL YANG DICARI
28
TERNYATA MANJUR
29
JANGAN SAMPAI DIA JATUH CINTA
30
30. TEMAN BARU
31
KEANEHAN MACAM APA INI?
32
AJAKAN KE GUDANG
33
KEADAAN TERBALIK
34
PERHATIAN DAN CEMBURU
35
TERTAMPAR KATA-KATA
36
SARAN DARI MAMAH
37
PESTA
38
MALAH SERI
39
MENGAPA HARUS DIA
40
KEINGINAN YANG TAK BISA TERPENUHI
41
AJAKAN KEMBALI KE RUMAH
42
BENAR BENAR TERJADI
43
KERIBUTAN PAGI-PAGI
44
44. YOKAN MULAI CURIGA
45
TERNYATA HARAPAN SAJA
46
MISI MINTA SUAPI
47
SAMA SAMA NGAJAK JALAN
48
UNGKAPAN PERASAAN
49
MERASA NYAMAN
50
HAL MENGEJUTKAN DI ATM
51
MENEMBAK ATAU DITEMBAK?
52
BERTEMU ORANG TUA YOKAN
53
SAKIT HATI
54
TAK TERIMA JADI ADIK KAKAK
55
TINGKAH PATAH HATI YOKAN
56
AYAH SENDRIO TAK MENGAKU
57
PENGAKUAN FELYA
58
SISTEM?
59
PERTEMUAN TAK TERDUGA
60
YOKAN AKHIRNYA TAHU
61
HASUTAN DHEA
62
SEPUPU PURA-PURA
63
KEMARAHAN YOKAN
64
MEMUJI YOKAN TANPA SADAR
65
KEMURKAAN FELYA PADA JEFRI
66
PENGADUAN CITRA
67
KEMBALI KE RUMAH LAMA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!