LHO, KOK DIA?

Pertama kalinya menginjakkan kaki di SMA Prima Bangsa sebagai Felya ternyata sama saja seperti dirinya bersekolah dulu sebagai Felisha. Sekolah yang ada di novel ini sesuai dengan ekspektasinya ketika membaca novel tersebut. Sekolah itu megah, elit, dan tentunya mempunyai seragam yang keren seperti di drama Korea. Keluarga Prada memang terkenal paling kaya di kota ini. Ayah dari Felya itu bahkan menjadi donatur utama SMA Prima Bangsa tersebut.

Felya heran, mengapa sepanjang jalan menuju kelas dirinya ditatap aneh oleh banyak murid di sini. Padahalkan tak ada yang aneh. Dia memakai seragam yang sama, memakai sepatu, dasi, dan ... Felya membulatkan matanya ketika tak sengaja lewat sebuah studio musik yang pintunya terbuat dari kaca.

"Ya ampun gue lupa ... gue kan sebagai Felya yang gendut, jelek, jahat lagi. Pantesan aja gue ditatap aneh sepanjang jalan. Orang gue jalannya percaya diri banget," gerutu Felya.

"Felya!" seru seseorang dari arah belakang.

Tampak lima orang siswi menghampirinya. Dari nama tag mereka, Felya mengetahui siapa ini. Di hadapannya sekarang ada Desi, Indri, Yola, Cindy, dan Dhea.

"Eh, kalian. Sorry ya gue tadi malam nggak jawab chat. Abisnya malam tadi gue kacau banget. Ya biasalah bete sama si cupu Citra," ujar Felya berusaha bertingkah seperti Felya yang asli.

Dhea berdecih. "Eh, lo kok fine-fine aja hari ini? Gue pikir lo nggak bakal sekolah lho hari ini atau bahkan selamanya."

"Emangnya kenapa?" tanya Felya heran.

"Astaga, Felya ... lo tuh, ya. Mending sekarang lo liat mading deh. Moga aja belum dibersihin tuh mading. Kalau lo udah liat tuh isi mading, berarti hubungan lo sama Sweet Pink udah kelar. Okay?"

"Eh, kok gitu sih, Dhe? Gue salah apa?" Felya kebingungan.

Dhea merotasikan matanya malas ia memberikan kode pada Desi untuk menggantikannya memberikan penjelasan atas ketidakpahaman Felya. Sementara Dhea dan yang lainnya melenggang pergi.

"Felya, lo tuh bener-bener nggak tau malu, ya. Lo udah bikin gempar satu sekolah dengan berita lo yang di mading itu, terus lo bisa santai melenggang kek putri solo di koridor sekolah?" cibir Desi.

"Madingnya di mana? Buru kasih tau gue!" balas Felya kesal.

"Dih, siapa elo berani tanya sama gue?  Mana pakek bentak gue segala lagi."

"Ya gue kan bagian dari group kalian juga. Gue anggota Sweet Pink."

"Hellow! Bangun deh, Fel. Muka pas-pasan, gendut, terus hati busuk kayak lo mana pantas jadi anggota Sweet Pink. Ngaca dulu sana! Dhea nerima lo juga karena butuh jasa lo yang bisa berbuat jahat sama orang. Selebihnya sih ogah banget satu geng sama cewek kek lo. Bye!" Desi melenggang pergi meninggalkan Felya yang nyaris menjerit kesal.

"Iiiiih! Nyebelin banget sih tuh orang. Liat aja aja kalau gue udah cantik nanti. Geng mereka bakal bubar!"

Felya segera pergi dari sana mencari keberadaan mading dengan langkah tak santai. Saat dirinya hendak berbelok ke lorong sebelah kiri. Tubuhnya bertubrukan dengan tubuh seorang siswa perawakan tinggi, kurus, dan gaya rambut yang keren. Tapi tunggu! Ini sangat di luar dugaan Felya. Felya menunjuk wajah cowok itu dengan tampang terkejutnya.

"Elo! L-lo Randy, kan? Kok lo ada di sini sih?"

Cowok itu berdecih remeh sambil menatap Felya main-main. "Lo pura-pura amnesia apa gimana? Oh, lo pasti pura-pura gila supaya orang-orang nggak menghakimi lo, kan? Kalau aja ketua osis nggak gerak cepat, sudah pasti lo dibully satu sekolah!" ketus cowok itu menunjuk geram wajah Felya.

Felya mengangga tak percaya. Jadi cowok di hadapannya bukan Randy? Matanya bergulir melihat nama tag cowok itu. Sendrio Alaska.

'What?! Jadi muka Sendrio itu mirip banget sama muka Randy pacar gue? Dan Felya tergila-gila banget sama nih cowok? Dih, nggak. Nggak bakal gue suka sama nih orang. Gue udah muak banget sama muka Randy. Nggak, gue nggak akan pernah suka!

Tiba-tiba Felya mendengar dengung panjang yang sangat halus, sebelum suara sistem terdengar.

DING!

[Dia adalah pria yang harus kamu luluhkan hatinya. Imbalan ketika misi ini selesai adalah kamu bisa mendapatkan uang sebanyak 50 juta]

Felya terkejut mendengarnya. Hanya dengan meluluhkan hati Sendri ia dapat uang sebesar 50 juta. Ini kesempatan besar untuknya mendapatkan uang simpanan buat jaga-jaga apabila ayahnya tak membiayai hidupnya lagi.

"Eh, kenapa lo diem? Kek orang gila beneran sok langsung gitu. Gue peringati ya sama lo. Jangan lo sentuh Citra lagi. Percuma lo mau celakain Citra demi bisa dekat sama gue. Karena gue nggak pernah suka sama lo. Ngerti?" ketus Sendrio sebelum pergi dari hadapan Felya.

Geram sekali hatinya mendengar penuturan dan tampang sok kecakepan Sendrio tadi. Felya bahkan nyaris melempar sepatunya ke arah cowok itu. "Gila bener tuh orang kayaknya. Mau nama dia Sendrio kek, seledri kek. Gue tetap liat dia sebagai Randy. Cowok bangs*t yang udah khianatin gue!"

"Ih, tapi kok tantangannya malah luluhin hati dia sih. Kalau gitu gue harus pedekate sama tuh orang dong?"

Felya mendesah frustrasi. Ia seret kakinya kembali mencari mading sekolah entah di mana letaknya. Hingga ketika ia sampai di lantai dasar, ia melihat sebuah papan cukup besar yang bertulisan 'Mading' di atasnya. Buru-buru Felya menuju tempat itu.

Felya melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana dirinya sedang menyiksa Citra di toilet sekolah. Tak hanya itu, ada narasi yang menjelaskan bahwa baru-baru ini Felya membayar preman untuk melakukan pelecehan pada Citra di gedung tak terpakai. Narasi itu lengkap dengan foto-foto Felya sedang  bernegoisasi dengan para preman tentang bayaran. Pada foto paling atas, tampak Felya sedang berada di club malam dalam keadaan mabuk.

"Sialan. Siapa yang naroh ini semua sih!" Felya langsung menarik sebuah foto-foto dan narasi itu, lalu merobeknya kecil-kecil. Felya buang potongan kecil kertas dan foto itu di tempat sampah.

Felya menoleh ke sekitar. Kebetulan ada seorang siswi berkaca mata bulat bersama dengan temannya yang bertubuh pendek. Felya tak kenal siapa mereka, tetapi menurut pandangan Felya mereka bisa ditanyai.

"Eh, lo berdua! Sini dong, gue mau tanya," panggil Felya sambil melambaikan tangannya.

Meski dengan raut wajah yang takut dan saling dorong. Mereka berdua akhirnya menghampiri Felya juga. Tak ada yang berani menatap Felya langsung, mereka berdua sedikit menunduk.

"A-ada apa ya, Kak?"

"Lo berdua kenapa sih? Kayak berhadapan sama preman aja. Gue baik kok aslinya. Orang-orang aja yang nggak tau," ujar Felya membela diri. "Lupain deh. Gue tanya sama kalian berdua, sejak kapan foto-foto ini ada di mading?"

"Se-sejak delapan hari yang lalu, Kak," sahut siswi berkacamata.

"Delapan hari yang lalu? Terus ... gimana setelah itu? Gimana reaksi gue, orang tua gue datang ke sekolah? Kok fotonya masih ada sampe sekarang?"

Kedua siswi itu saling tatap bingung. Pasalnya Felya bertanya seolah-olah dia melupakan semuanya.

"Mamanya Kak Felya yang datang. Terus Kak Felya di-skors selama seminggu. Gitu, Kak. Soal foto itu ... sebenernya sudah dilepas sama guru sih. Tapi tiap pagi fotonya ada terus. Lengkap sama kata-katanya, Kak," jelas siswi berkacamata itu sebelum menarik tangan temannya pergi dari hadapan Felya.

Felya berpikir lagi, ini jelas tak beres. Berarti ada yang sengaja menyebarkan soal kelakuan buruknya di mading sekolah.

DING!

[Misimu berikutnya adalah cari tahu siapa yang menempel foto itu di mading, lalu beri dia pelajaran agar tak menempelkan foto itu lagi di sana. Imbalan dari misi berhasil adalah ramuan pelangsing.]

Felya terkejut mendengar imbalan itu. Ia tatap tubuhnya yang penuh dengan lipatan lemak. Berarti ia bisa langsing kembali jika dapat menyelesaikan misi itu.

"Oke. Gue bakal secepatnya tangkap tuh orang yang beri dia pelajaran," ucap Felya tersenyum miring.

Terpopuler

Comments

Narenda

Narenda

sorry Thor ceritamu kebanyakan typo mulu Thor sorry gk bisa lanjut baca

2025-12-21

1

lihat semua
Episodes
1 KEMATIAN TRAGIS
2 MENJADI ANTAGONIS
3 DIUSIR DARI RUMAH
4 LHO, KOK DIA?
5 HARUSKAH MELULUHKAN HATINYA?
6 PARTNER BARU
7 MEMERGOKI PELAKU
8 KERJA SAMA PERTAMA DIMULAI
9 KERIBUTAN DI FESTIVAL BUKU
10 PERSENTASI KEBERHASILAN
11 SEDIKIT PERUBAHAN
12 ANTAGONIS VERSI TERBAIK
13 PUISI BY FELYA
14 MENGUBAH SUDUT PANDANG
15 PEDAS MERCON
16 CEMBURU
17 BATTLE MASAK
18 PANGLING
19 FELYA MENCURI PERHATIAN
20 CANTIK
21 RATU ANTAGONIS
22 SETAN MAH GITU
23 CAMPING BERSAMA
24 PEMBELAAN DARI YOKAN
25 PERKELAHIAN
26 RAMUAN AJAIB
27 NOVEL YANG DICARI
28 TERNYATA MANJUR
29 JANGAN SAMPAI DIA JATUH CINTA
30 30. TEMAN BARU
31 KEANEHAN MACAM APA INI?
32 AJAKAN KE GUDANG
33 KEADAAN TERBALIK
34 PERHATIAN DAN CEMBURU
35 TERTAMPAR KATA-KATA
36 SARAN DARI MAMAH
37 PESTA
38 MALAH SERI
39 MENGAPA HARUS DIA
40 KEINGINAN YANG TAK BISA TERPENUHI
41 AJAKAN KEMBALI KE RUMAH
42 BENAR BENAR TERJADI
43 KERIBUTAN PAGI-PAGI
44 44. YOKAN MULAI CURIGA
45 TERNYATA HARAPAN SAJA
46 MISI MINTA SUAPI
47 SAMA SAMA NGAJAK JALAN
48 UNGKAPAN PERASAAN
49 MERASA NYAMAN
50 HAL MENGEJUTKAN DI ATM
51 MENEMBAK ATAU DITEMBAK?
52 BERTEMU ORANG TUA YOKAN
53 SAKIT HATI
54 TAK TERIMA JADI ADIK KAKAK
55 TINGKAH PATAH HATI YOKAN
56 AYAH SENDRIO TAK MENGAKU
57 PENGAKUAN FELYA
58 SISTEM?
59 PERTEMUAN TAK TERDUGA
60 YOKAN AKHIRNYA TAHU
61 HASUTAN DHEA
62 SEPUPU PURA-PURA
63 KEMARAHAN YOKAN
64 MEMUJI YOKAN TANPA SADAR
65 KEMURKAAN FELYA PADA JEFRI
66 PENGADUAN CITRA
67 KEMBALI KE RUMAH LAMA
Episodes

Updated 67 Episodes

1
KEMATIAN TRAGIS
2
MENJADI ANTAGONIS
3
DIUSIR DARI RUMAH
4
LHO, KOK DIA?
5
HARUSKAH MELULUHKAN HATINYA?
6
PARTNER BARU
7
MEMERGOKI PELAKU
8
KERJA SAMA PERTAMA DIMULAI
9
KERIBUTAN DI FESTIVAL BUKU
10
PERSENTASI KEBERHASILAN
11
SEDIKIT PERUBAHAN
12
ANTAGONIS VERSI TERBAIK
13
PUISI BY FELYA
14
MENGUBAH SUDUT PANDANG
15
PEDAS MERCON
16
CEMBURU
17
BATTLE MASAK
18
PANGLING
19
FELYA MENCURI PERHATIAN
20
CANTIK
21
RATU ANTAGONIS
22
SETAN MAH GITU
23
CAMPING BERSAMA
24
PEMBELAAN DARI YOKAN
25
PERKELAHIAN
26
RAMUAN AJAIB
27
NOVEL YANG DICARI
28
TERNYATA MANJUR
29
JANGAN SAMPAI DIA JATUH CINTA
30
30. TEMAN BARU
31
KEANEHAN MACAM APA INI?
32
AJAKAN KE GUDANG
33
KEADAAN TERBALIK
34
PERHATIAN DAN CEMBURU
35
TERTAMPAR KATA-KATA
36
SARAN DARI MAMAH
37
PESTA
38
MALAH SERI
39
MENGAPA HARUS DIA
40
KEINGINAN YANG TAK BISA TERPENUHI
41
AJAKAN KEMBALI KE RUMAH
42
BENAR BENAR TERJADI
43
KERIBUTAN PAGI-PAGI
44
44. YOKAN MULAI CURIGA
45
TERNYATA HARAPAN SAJA
46
MISI MINTA SUAPI
47
SAMA SAMA NGAJAK JALAN
48
UNGKAPAN PERASAAN
49
MERASA NYAMAN
50
HAL MENGEJUTKAN DI ATM
51
MENEMBAK ATAU DITEMBAK?
52
BERTEMU ORANG TUA YOKAN
53
SAKIT HATI
54
TAK TERIMA JADI ADIK KAKAK
55
TINGKAH PATAH HATI YOKAN
56
AYAH SENDRIO TAK MENGAKU
57
PENGAKUAN FELYA
58
SISTEM?
59
PERTEMUAN TAK TERDUGA
60
YOKAN AKHIRNYA TAHU
61
HASUTAN DHEA
62
SEPUPU PURA-PURA
63
KEMARAHAN YOKAN
64
MEMUJI YOKAN TANPA SADAR
65
KEMURKAAN FELYA PADA JEFRI
66
PENGADUAN CITRA
67
KEMBALI KE RUMAH LAMA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!