Pindah Ke Jakarta

#05

“Mom, where's my shoes?!” 

Pagi-pagi sekali Alvaro sudah heboh mencari sepatu barunya, hari ini ia akan mulai masuk sekolah. Tentu saja ia sangat bersemangat, karena tak lama lagi akan memiliki teman dan lingkungan yang baru. 

“Which shoes, Baby?” tanya Agnes. 

“My new shoes of course, a gift from Uncle Rama.”

Agnes meletakkan sejenak piring yang sedang ia isi dengan roti panggang, “This is your shoes, Baby.” 

Agnes menunjuk sepatu baru Al, yang semalam ia letakkan di dekat tas sekolah. 

Al bernafas lega, setelah melihat sepatu tersebut. “Mom, Jangan memanggilku Baby, aku tak suka.” 

“Tapi Mommy masih menganggapmu baby, gimana, dong?” cebik Agnes, menggoda putra sulungnya. 

“No, I'm not a baby.” 

Penolakan tegas, terdengar dari bibir Al, bocah itu fasih sekali mengucapkan beberapa kata dalam bahasa inggris. Salah satu kelebihan Al selain kepintarannya adalah, bocah tersebut tidak cadel sejak mulai bisa bicara dengan lancar. 

Dulu pernikahannya retak karena keinginannya yang tak menghendaki hadirnya anak, tapi kini melihat Al tumbuh semakin besar serta pintar, membuat Agnes bahagia sekaligus merasa bersalah setiap harinya. Karena anaknya tumbuh tanpa kehadiran ayahnya, seharusnya Leon menjadi orang paling bahagia bila tahu keberadaan anaknya. 

Tuhan menampar keegoisan Agnes dengan kehadiran Al di rahimnya, menyadarkannya bahwa ada yang maha segalanya. Kamu boleh berkehendak, tapi tetap Tuhan yang mengatur jalannya alam semesta. 

Agnes menjalani kehamilannya dengan penuh kepayahan, karena hingga hari kelahiran, Agnes tetap mengalami morning sickness yang sungguh menyiksa itu. 

Karena itulah, ia tak bisa bekerja seperti keinginannya ketika membawa Mama Wina pulang ke rumah. Di samping karena mual parah selama masa kehamilan, tak banyak kafe, restoran, atau hotel, yang menerima pegawai dalam kondisi hamil. 

Bersyukur sekali karena Pak Rifky yang membantu, dan bersiaga menjaganya beserta sang mama yang hanya tinggal berdua tanpa ada laki-laki. Pak Rifky juga yang mengantar Agnes ke rumah sakit ketika hendak bersalin. 

Bayi lelaki rupawan yang ia lahirkan begitu sehat, suara tangisnya kencang memecah riuhnya suara hujan. Agnes tak kuasa menahan haru ketika untuk pertama kalinya merasakan memeluk tubuh mungil putranya.

Kedua mata beningnya mampu membuat dadanya berdebar, apa karena sepasang mata itu serupa dengan mata Leon? Entahlah. 

Seperti para ibu pada umumnya, Agnes tetap menyusui putranya, dan ketika Alvaro berusia 2 bulan, Agnes mendapatkan pekerjaan di sebuah restoran besar di kota kelahirannya tersebut.

Beruntung sekali, karena gaji Agnes sangat mencukupi mereka, jadi wanita itu bisa mulai mencicil uang pinjaman yang dulu dipergunakan untuk menutupi biaya rumah sakit. 

Sementara Alvaro, putra Agnes, diasuh Mama Wina, karena setelah Al lahir toko kue milik Mama Wina, hanya menerima pesanan saja, tidak ada penjualan offline. Mengingat Mama Wina dan Agnes mengerjakannya sendiri, karena lebih efisien, dan memang masih mampu mereka kerjakan berdua, sambil mengasuh Al. 

Agnes memutuskan pindah ke Jakarta, karena pekerjaan mengharuskannya pindah. Di samping itu ia juga ingin melanjutkan impian Mama Wina yang sempat kandas karena peristiwa kebakaran yang dulu membuat tempat usahanya hilang begitu saja. 

Agnes sudah menemukan tempat untuk membuka toko kuenya sendiri, berbekal basic pendidikan, serta pengalamannya 4 tahun bekerja di restoran, Agnes yakin ia akan bisa memulai impiannya walau tak mudah. 

Al bersedekap, dengan wajah serius, hingga bocah berusia 4 tahun itu terlihat semakin mirip dengan sang ayah. 

“Okay, Mommy minta maaf.” Agnes mencium pipi Al dengan gemas, walau sudah berusia 4 tahun, dan sangat pintar. Tapi bagi Agnes, Al tetap seorang bayi. 

“Tapi besok akan terulang lagi, kan?” tebak Al, karena sudah sangat hafal kebiasaan sang Mommy. 

Agnes tersenyum, ia pun ikut duduk di kursi yang mengitari meja makan. Tangannya tak tahan untuk memberi usapan lembut di kepala Al. 

“Mom! Please, aku tak suka, aku sudah besar, okay?” tolak Al, yang tiba-tiba menggeser kepalanya ke arah samping. Sementara tangannya tetap mengoles selai coklat hazelnut favoritnya. 

“Tapi ini hanya usapan, Al,” nego Agnes. 

“Mom, jika Mommy menginginkan seorang bayi, segeralah menikah dengan Uncle Rama. Aku tak keberatan.” Al mulai memakan rotinya. 

Sementara Agnes hanya bisa menghela nafas penuh rasa sabar, beginilah nasib memiliki anak laki-laki yang pola pikirnya sudah lebih dewasa dari usia sebenarnya. Entah mirip siapa dia? Karena ayah kandungnya tidak memiliki sifat seperti Alvaro. 

Klek! 

“Morning, Oma.” Al menyapa Mama Wina, sang Oma. 

“Selamat pagi, jagoan kecil,” balas Oma Wina. 

“Tuh, Mom. Oma saja memanggilku jagoan.” Al mulai membandingkan sikap kedua wanita berbeda generasi tersebut. 

Agnes mengangkat kedua tangannya, “Okay, hands up.”

Agnes harus mengalah, sudah paham bahwa putranya tumbuh menjadi anak yang sangat dewasa, hingga tak mau diperlakukan seperti layaknya anak-anak. 

Al seolah mengerti bahwa di rumah mereka dirinya adalah satu-satunya pria, dan sejak sekarang harus mulai bersikap dewasa, agar kelak bisa menjadi pria yang bisa diandalkan oleh Mommy dan Oma-nya. 

Tapi Agnes pun, tak bisa mendustai perasaannya, bahwa ia gelisah, dan cemas pada tumbuh kembang Al. Agnes masih ingin Al tumbuh seperti anak-anak normal yang ingin bermanja, merengek bila permintaannya tak di turuti, dan juga bermain sesuka hati alih-alih bersikap jauh lebih dewasa jika dibandingkan dengan anak seusianya. 

“Sudah siap sekolah?” Oma Wina ikut bergabung di meja makan. 

“Siap, Oma. Doakan aku punya banyak teman baru, ya?” pinta Al. 

“Apapun akan Oma Doakan, asal sesuatu yang positif.” Oma Wina menyesap teh hangat di cangkirnya. 

“Mama betah tinggal di sini?” tanya Agnes, memboyong sang Mama dari Cirebon ke ibu kota lagi, bukanlah hal yang mudah. 

“Mau bagaimana lagi, Mama harus betah di sini, karena Mama tak bisa membiarkan kalian sendiri di Jakarta, setidaknya Mama bisa disini menemani jagoan kecil Oma ini.” Mama Wina mengacak rambut Al, sementara bocah itu sibuk menghabiskan sarapannya. 

“Maafkan Agnes, ya, ma? Minggu depan Agnes janji akan beli banyak tanaman, buat Mama, biar Mama tidak bosan.” 

“Nah, itu ide bagus, Mama kangen sekali sama anggrek Mama yang cantik-cantik.” 

Selain membuat kue-kue tradisional, Mama Wina sangat suka dengan tanaman, benar-benar bakat wanita tulen. 

Ting! 

Tong! 

Bel rumah berbunyi, Al segera berlari ke arah pintu, seolah tahu siapa yang datang pagi-pagi. 

“Uncle!”

Terpopuler

Comments

Patrick Khan

Patrick Khan

udah4thn aja alvaro😁

2025-10-23

0

Nar Sih

Nar Sih

persaan baru hamil udah lahiran udah 4th lgi alvaro ,trus gimana cerita dedy leon nya kak moon😂

2025-10-23

0

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

Laahh tau² sudah jadi bocil aja Thor ga tau kapan brojolnya.🤭🤭
tapi aku suka.👍

2026-03-11

0

lihat semua
Episodes
1 Child Free
2 Mari Kita Akhiri Saja
3 Pelukan Terakhir
4 Hamil
5 Pindah Ke Jakarta
6 Sekolah Baru
7 Kawan Baru
8 Dampak Perceraian
9 Al Pingsan
10 Coklat Dari Uncle-nya Mayra
11 Rindu Dan Kenangan
12 Macaroon
13 Omelan Rika
14 Tak Perlu Ditunda
15 Jika Nanti Daddy Datang
16 Bertemu Kembali Setelah 5 Tahun
17 Modus Mantan
18 Siapa Rama?
19 Boleh Aku Menginap?
20 Dua Bulan
21 Tentang Kita, Dan Tentang Al
22 Sarapan Bersama Mantan
23 Untuk Calon Istriku
24 Mantan, Masih Bikin Geregetan
25 Leon Dan Al
26 Memori Kereta Gantung
27 Uncle, Are You My Dad?
28 Terbiasa Menghadapi Rasa Sakit
29 Mencari Kebenaran Di Masa Lalu
30 Eyang-nya Al
31 Bercengkrama Dengan Cucu
32 Bukan Daddy-nya Al
33 Ngambeknya Al
34 Gleg!
35 Lebih Baik Terlambat Daripada Tidak
36 Berbaikan
37 Fathers Day Part 1
38 Fathers Day Part 2
39 Tak Sabar Ke Rumah Opa Buyut
40 Debby Yang Lancang
41 Sejak Kapan Kamu Tahu?
42 Aku Muak Melihatmu
43 Tak Mungkin Kembali Padamu
44 Memajukan Hari Pernikahan
45 Bringing Back The Ex Wife
46 Seni Mendekati Janda
47 Hati Yang Hancur
48 Majunya Tanggal Pernikahan
49 Debby Belum Menyerah
50 Dimana-mana Nenek Cihil
51 Menyerah Kalah
52 Pasien Baru
53 Deep Talk
54 Kebakaran Lagi
55 Daddy Superhero
56 Al Jagain Daddy
57 Sebatas Mantan Suami Dan Ayahnya Al
58 Galau
59 Perawatan Jelang Hari H
60 Hari H
61 Mendatangi Sang Mempelai
62 SAH!
63 Dua Milyar
64 Semriwing
65 Reuni Lagi
66 Mari Hadapi Bersama
67 Sengketa Tanah
68 Calon Suami Mama Mertua
69 Sang Pria Idaman•
70 Menghangatkan Malam
71 Kebusukan Damayanti•
72 Sudah Terlalu Sakit
73 Sandiwara Putri•
74 Code Blue•
75 Proud Of You And I Love You So Much, Agnesku•
76 Wanita Ini Adalah Istri Saya•
77 Aku Datang, Papa•
78 Bertemu Orang Dari Masa Lalu
79 Tamparan Untuk Putri•
80 Ide Gila•
81 Pertengkaran Mama Wina Dan Damayanti•
82 Kesengajaan Putri•
83 Menagih Janji•
84 Bukti Cinta Kita
85 Kembali Sadar
86 Surat Wasiat
87 Makam
88 Demam
89 Gelap
90 Investasi Abal-abal
91 Cemburu
92 Bikin Adik Bayi
93 Aku Mau Ke Singapura
94 Hari-Hari Penuh Cinta, Bulan Madu Bertemu Masalah
95 Ban Kempes
96 Hanya Sekedarnya
97 Baru Permulaan
98 Boleh Dilihat Tak Boleh Disentuh
99 Satu Minggu
100 Berbaikan
101 Perasaan Ini Tak Akan Pernah Berubah (The End)
102 Expart 1
103 Expart 2
104 Expart 3
105 Expart 4
106 promo karya bestie
107 Expart 5
108 Expart 6
109 Expart 7
110 Expart 8
111 Expart 9
112 Expart 10
113 Expart 11
114 Expart 12
115 Expart 13
116 Expart 14 — Spesial Mayra
117 Expart 15
118 Expart 16
119 Expart 17
120 Expart 18
121 Last Episode (The End)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Child Free
2
Mari Kita Akhiri Saja
3
Pelukan Terakhir
4
Hamil
5
Pindah Ke Jakarta
6
Sekolah Baru
7
Kawan Baru
8
Dampak Perceraian
9
Al Pingsan
10
Coklat Dari Uncle-nya Mayra
11
Rindu Dan Kenangan
12
Macaroon
13
Omelan Rika
14
Tak Perlu Ditunda
15
Jika Nanti Daddy Datang
16
Bertemu Kembali Setelah 5 Tahun
17
Modus Mantan
18
Siapa Rama?
19
Boleh Aku Menginap?
20
Dua Bulan
21
Tentang Kita, Dan Tentang Al
22
Sarapan Bersama Mantan
23
Untuk Calon Istriku
24
Mantan, Masih Bikin Geregetan
25
Leon Dan Al
26
Memori Kereta Gantung
27
Uncle, Are You My Dad?
28
Terbiasa Menghadapi Rasa Sakit
29
Mencari Kebenaran Di Masa Lalu
30
Eyang-nya Al
31
Bercengkrama Dengan Cucu
32
Bukan Daddy-nya Al
33
Ngambeknya Al
34
Gleg!
35
Lebih Baik Terlambat Daripada Tidak
36
Berbaikan
37
Fathers Day Part 1
38
Fathers Day Part 2
39
Tak Sabar Ke Rumah Opa Buyut
40
Debby Yang Lancang
41
Sejak Kapan Kamu Tahu?
42
Aku Muak Melihatmu
43
Tak Mungkin Kembali Padamu
44
Memajukan Hari Pernikahan
45
Bringing Back The Ex Wife
46
Seni Mendekati Janda
47
Hati Yang Hancur
48
Majunya Tanggal Pernikahan
49
Debby Belum Menyerah
50
Dimana-mana Nenek Cihil
51
Menyerah Kalah
52
Pasien Baru
53
Deep Talk
54
Kebakaran Lagi
55
Daddy Superhero
56
Al Jagain Daddy
57
Sebatas Mantan Suami Dan Ayahnya Al
58
Galau
59
Perawatan Jelang Hari H
60
Hari H
61
Mendatangi Sang Mempelai
62
SAH!
63
Dua Milyar
64
Semriwing
65
Reuni Lagi
66
Mari Hadapi Bersama
67
Sengketa Tanah
68
Calon Suami Mama Mertua
69
Sang Pria Idaman•
70
Menghangatkan Malam
71
Kebusukan Damayanti•
72
Sudah Terlalu Sakit
73
Sandiwara Putri•
74
Code Blue•
75
Proud Of You And I Love You So Much, Agnesku•
76
Wanita Ini Adalah Istri Saya•
77
Aku Datang, Papa•
78
Bertemu Orang Dari Masa Lalu
79
Tamparan Untuk Putri•
80
Ide Gila•
81
Pertengkaran Mama Wina Dan Damayanti•
82
Kesengajaan Putri•
83
Menagih Janji•
84
Bukti Cinta Kita
85
Kembali Sadar
86
Surat Wasiat
87
Makam
88
Demam
89
Gelap
90
Investasi Abal-abal
91
Cemburu
92
Bikin Adik Bayi
93
Aku Mau Ke Singapura
94
Hari-Hari Penuh Cinta, Bulan Madu Bertemu Masalah
95
Ban Kempes
96
Hanya Sekedarnya
97
Baru Permulaan
98
Boleh Dilihat Tak Boleh Disentuh
99
Satu Minggu
100
Berbaikan
101
Perasaan Ini Tak Akan Pernah Berubah (The End)
102
Expart 1
103
Expart 2
104
Expart 3
105
Expart 4
106
promo karya bestie
107
Expart 5
108
Expart 6
109
Expart 7
110
Expart 8
111
Expart 9
112
Expart 10
113
Expart 11
114
Expart 12
115
Expart 13
116
Expart 14 — Spesial Mayra
117
Expart 15
118
Expart 16
119
Expart 17
120
Expart 18
121
Last Episode (The End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!