Baik-Baik Saja

Jiao Fei memucat. Ia mencoba bicara juga. “Ayah, Ibu, aku tadi...”

Namun yang keluar hanya udara. Tak ada suara. Ia menatap mulut ayahnya yang juga mencoba berbicara, dan menyadari hal yang sama terjadi.

Mereka semua saling tatap, mata terbelalak.

“Eh? Kenapa mereka bertiga berbicara tanpa suara?” pikirnya bingung.

“Gu Gu, Jangan-jangan mereka bertiga sedang jadi orang bisu?”

[Em... mungkin saja, A-Zhi.]

Tuan Jiao hampir tersedak udara. Ia mendengar dengan jelas kalimat itu, tapi putrinya tidak menggerakkan bibir sedikit pun.

Wajahnya berubah merah campur hitam, antara bingung dan ingin memarahi. Anak macam apa yang baru sadar malah menghina orang tuanya sendiri?! Sungguh anak yang sangat berbakti luar biasa.

Tiba-tiba Zhao Rulan menatapnya sambil menahan air mata, suaranya parau, “A-Zhi... kau sudah... sudah normal kembali? Kau sudah bisa berbicara lagi?”

Tangis kecil pecah di ujung kalimatnya. Ia menutup mulut, menahan isak yang keluar begitu saja.

Lizhi terkejut. Ia menatap ibunya yang berjalan mendekat dengan langkah gemetar.

“Ibu?” ucapnya ragu.

Ya benar saja, suara itu benar saja milik Jiao Lizhi sama persis. Ternyata itu ucapan dalam hati nya.

Mereka bertiga juga mendengar seseorang menjawab ucapan sang anak, namanya Gu Gu, dilihat kesana kemari juga tidak ada. Apakah anaknya menjadi gila lebih parah? Tapi tidak mungkin, tadi anaknya berkata dengan normal. Hanya saja... Apakah mereka mendengar suara hati anaknya bersama percakapan seseorang yang bernama Gu Gu?

Zhao Rulan langsung menjerit kecil, lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan. “Oh Langit... A-Zhi! Anak perempuanku... kau benar-benar kembali!”

Air matanya jatuh deras, menetes di ujung dagu dan kain hijau yang dikenakannya.

Lizhi yang biasanya tangguh di dunia modern justru gugup menghadapi tangisan ibu yang begitu lembut.

Ia mencoba tersenyum, tapi tangannya gemetaran, tidak tahu harus berbuat apa.

Sementara itu, Jiao Wenqing hanya berdiri terpaku.

Wajah kerasnya melembut, dan untuk pertama kalinya dalam waktu lama, senyum tipis muncul di bibirnya.

“A Zhi” panggilnya pelan. “Ayah tidak menyangka akan melihatmu membuka mata lagi.”

Lizhi menelan ludah. “Ayah? Wah... suara baritonnya mirip aktor film silat yang sering aku tonton.”

Dan seketika, ketiganya kembali saling menatap.

Mereka mendengar jelas kalimat itu, meskipun Lizhi hanya menatap tanpa bicara.

Zhao Rulan menutup mulutnya dengan tangan, matanya membulat. Jiao Fei bahkan menegang, menatap adiknya seperti melihat makhluk langka.

Namun tak satu pun dari mereka berani mengatakan apa yang mereka dengar.

Begitu mereka mencoba membuka mulut untuk menyinggung suara ‘dalam hati’ itu, tenggorokan mereka terasa seolah dicekik, udara tertahan di dada, membuat napas mereka serasa sesak.

Rasa dingin menjalar ke tengkuk. Seolah ada kekuatan misterius yang melarang mereka berbicara.

Lizhi menatap mereka bertiga dengan bingung.

“Kenapa tiba-tiba mereka semua diam membatu begini? Mereka saling tatap, tapi tidak bicara. Mungkin benar dugaanku, keluarga ini memang sedang cosplay jadi orang bisu bersamaan. Oh apakah mereka juga akan mengajakku jadi orang bisu? Ah tidaaaak.”

Pikiran mereka juga dipenuhi dengan kebingungan, suara dalan hati Jiao Lizhi sangat aneh. Cosplay apa maksudnya? Apakah itu semacam makanan? Nama pakaian? Ah mereka juga tak paham. Dan apa kata Jiao Lizhi? Mengajaknya jadi orang bisu bersama? Sungguh konyol.

Sementara itu, Zhao Rulan menahan napas, berusaha menenangkan diri.

Tangannya gemetar saat menyentuh pipi Lizhi, memastikan putrinya benar-benar ada di sana.

“Anakku... kau tahu betapa ibu khawatir? Dua hari lalu tubuhmu tak bergerak, napas mu hampir tak terasa...”

Suaranya pecah di tengah kalimat. “Tabib berkata... mungkin... hanya tinggal menunggu waktu.”

Lizhi menatapnya dengan mata lembut.

“Ibu, aku... maaf membuat kalian khawatir.”

Suaranya lembut, tenang, tak seperti gadis ‘sakit mental’ yang mereka kenal selama ini.

Zhao Rulan menangis lagi, tapi kali ini bukan karena sedih, melainkan karena haru.

Di belakangnya, Jiao Fei melangkah maju, menunduk dalam-dalam.

“Saudara perempuanku... aku juga senang kau telah kembali.”

Suaranya dalam dan sopan, seperti layaknya pemuda terdidik, tapi matanya masih tak bisa lepas dari wajah Lizhi.

Adik yang selama bertahun-tahun dianggap gila, kini duduk tenang dan bicara dengan waras.

Lizhi menatapnya, matanya berkilau. “Wah... suaranya lembut sekali... Pasti banyak gadis-gadis bangsawan rebutan dengannya.”

Ketiga wajah anggota keluarga itu memerah.

Zhao Rulan buru-buru memeluk Lizhi erat-erat, menutupi kegugupannya. “Tidak apa-apa... tidak apa-apa, A-Zhi-ku... ibu hanya bersyukur kau sehat dan kembali lagi...”

“Pelayan! Panggil tabib segera!” perintah Jiao Wenqing, berusaha menyembunyikan kegugupan.

“Baik, Tuan!” sahut seorang pelayan dari luar.

Tak lama kemudian, tabib datang, seorang pria tua berjanggut putih dengan pakaian hijau lumut, membawa kotak obat dari kayu cendana. Ia membungkuk hormat.

“Hamba Tabib Yu, bertemu tuan perdana mentri, nyonya, tuan muda, dan nona muda.”

“Periksa anakku,” ujar Tuan Jiao singkat sambil melambaikan tangannya.

Tabib Yu duduk bersimpuh di depan ranjang, menempelkan tiga jarinya di pergelangan tangan Lizhi.

Beberapa saat kemudian, ia mengelus janggutnya dan berkata dengan nada tenang, “Nadi Nona Muda stabil. Tidak ada luka dalam. Hanya tubuhnya masih lemah karena lama tidak sadarkan diri dan terkena dingin air kolam. Butuh waktu untuk pulih sepenuhnya. Saya akan tuliskan resep tonik penguat tubuh.”

Seluruh keluarga menghela napas lega.

“Terima kasih, Tabib Yu,” ucap Zhao Rulan haru.

Tabib menunduk hormat. “Hamba pamit.”

Setelah tabib pergi, pelayan segera menyeduh ramuan sesuai resep.

Tak lama Cui juga datang dengan nampan berupa mangkuk bubur. “Nona, makanan nya sudah siap.”

Zhao Rulan mengambil mangkuk itu, dan membantu Lizhi makan.

Beberapa saat kemudian, datanglah seorang pelayan membawa semangkuk cairan hitam pekat di nampan perak.

Aroma pahit menyengat segera memenuhi ruangan.

Zhao Rulan memegang mangkuk itu, meniupnya perlahan. “A-Zhi, sayang, minumlah ini perlahan. Masih agak panas.”

Lizhi menatap cairan itu lagi, wajahnya muram.

“Ibu... obat ini, apakah pahit?”

Zhao Rulan tersenyum lembut, menatapnya penuh kasih. “Sedikit, sayang. Tapi demi kesehatanmu, kau harus minum semuanya.”

[Minumlah, A Zhi. Nanti kamu akan dapat hadiah.]

“Baiklah.”

Setelah selesai berbincang beberapa kata, ketiga nya pamit untuk membuat Lizhi istirahat lebih lama.

Jiao Lizhi menatap punggung ketiga nya dengan seksama, pikirannya melayang melihat kakak laki-lakinya yang sangat tampan.

“Hmm… kalau saja dia bukan kakakku… aku pasti sudah melamarnya. Astaga, tampan sekali! Tatapannya lembut dan penuh perhatian. Ck, dunia sungguh tidak adil. Mengapa ketampanan semacam itu jatuh ke kategori ‘hubungan terlarang’?”

Begitu suara hati itu meluncur, Jiao Fei yang baru melewati ambang pintu nyaris saja ia tersandung.

Ia cepat-cepat berdeham keras, “Ehem!”

Nada suaranya sedikit meninggi, entah untuk menutupi rasa malu dari para pelayan yang masih di ambang pintu.

Ia lalu melangkah cepat meninggalkan kamar adiknya, berusaha mengabaikan suara hati sang adik.

Terpopuler

Comments

✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥

✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥

ditunggu up nya kak dan slalu semangat

2025-11-01

2

 SENJA

SENJA

wakaaka lah gimana dong ini mereka bisa denger suara hati sama gugu sekalian 🤣

2026-05-05

0

Irmha febyollah

Irmha febyollah

aq pernah nonton di fizo tpi dia drama bukan novel.

2026-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 Jiao Lizhi
2 Misi Phantom
3 Sistem Makan Melon
4 Keluarga Jiao Lizhi
5 Baik-Baik Saja
6 Melon Manis
7 Perjodohan
8 Makan Di Luar
9 Keributan di Restoran
10 Kekhawatiran
11 Putra Mahkota Jin Xuyan
12 Kedatangan Kasim Istana
13 Seorang Pejabat
14 Kekuatan Jiao Lizhi
15 Hari Pertama Bekerja
16 Suasana Di Aula
17 Korban Pertama
18 Keinginan Merampok
19 Apa Yang Terjadi
20 Dinding Punya Telinga
21 Pendosa
22 Penyitaan Besar-besaran
23 Pak Tua Itu Tuan Jiao
24 Hadiah
25 Kaligrafi Profesional
26 Pembunuh Bayaran
27 Kaisar Bergosip
28 Pengintip
29 Penyiksaan
30 Menggali Rahasia Kaisar
31 Selir Cun
32 Hukuman Selir
33 Gali Melon Terus
34 Kesalahpahaman
35 Hampir Saja
36 Jiao Lizhi Akan Miskin
37 Melemparkan Topi Jabatan
38 Mulai Memasak
39 Masakan Kedua
40 Kontrak Kerja Sama
41 Musuh Jiao Lizhi
42 Pelanggan Pertama
43 Tuan Liu
44 Strategi Pemasaran
45 Tatapan Ayah
46 Tersindir
47 Kasihan Mentri Xu Shiming
48 Namanya Xu An
49 Pergi Bertemu Ibu dan Anak
50 Menunggu Kesenangan
51 Kaisar Melihat Kesenangan
52 Kesenangan Orang-orang
53 Kepala Babi
54 Mengusir Pasangan Menjijikan
55 Undangan Istana
56 Sepupu Jiao Fay
57 Bertarung Dengan Sepupu
58 Kesombongan Jiao Lizhi
59 Jamuan Bunga
60 Bergosip Harem
61 Fakta Menarik Chu Ling
62 Chu Ling Pingsan
63 Penjamuan Di Mulai
64 Merangkai Bunga
65 Nona Jiao Seorang Pejabat
66 Racun Gu Kaisar
67 Cara Mengeluarkan Racun Gu
68 Melon Jiang Besar
69 Ada Yang Lebih Kejam
70 Kekuatan Raja Yi
71 Pil Palsu
72 Mengeluarkan Ulat Gu
73 Selesai Mengeluarkan Racun Gu
74 Jiao Fay Mencoba Menu Baru
75 Mata Dewa
76 Hutan Terlarang
77 Bertemu Jiao Gu
78 Zhao Hao
79 Perbincangan Serius
80 Bertemu Paman Dan Kakek
81 Hal Memalukan Kakek
82 Nasib Keluarga Jiang dan Chu
83 Offline
84 Tiga Pangeran
85 Diluar Nalar
86 Leluhur Kecil
87 Pangeran Siput
88 Alasan Minta Makan
89 Tidak Berhenti Makan
90 Gelar Raja Yi
91 Pergi Ke Hutan Terlarang
92 Bertemu Dua Serigala
93 Sistem Mall Terbuka
94 Suasana Pagi Hari
95 Jiao Wenqing Pingsan
96 Marquis Hou Fu
97 Memalukan
98 Kemarahan Kaisar
99 Siapa Yang Salah
100 Perselingkuhan Antar Mentri
101 Hanya Basa Basi
102 Rencana Kudeta
103 Berlebihan Sekali
104 Beradu Kekuatan
105 Kemasukan Roh Uang
106 Wajah Penuh Uang
107 Koki Tan dan Asisten Wei
108 Koki Liu dan Asisten Hui
109 Koki Yuan dan Asisten Xuan
110 Pagi Yang Heboh
111 Pagi Hari Yang Sibuk
112 Kedatangan keluarga Kerajaan
113 Makan Bersama Keluarga Kerajaan
114 Makan Malam Usai
115 Kedatangan Sepupu Yue
116 Kecelakaan Di Tengah Jalan
117 Menjual Istri dan Anak
118 Ternyata Suami nya Yang Bermasalah
119 Ginjal Pria Ini Kekurangan Energi Yang
120 Solusi Membeli Anaknya
121 Paviliun Lingxiao
122 Jiao Lizhi Membangunkan Ayah
123 Sutra Merah Muda
124 Jiao Lizhi Mengajukan Diri
125 Ulang Tahun Ibu Suri
126 Siapa Mereka
127 Jiao Lizhi Hendak Di Jodohkan
128 Ada Pembunuh
129 Jiao Lizhi Tergores Oleh Pembunuh
130 Salah Orang
131 Pria Itu Tuan Muda Zhao
132 Membatalkan Pertunangan
133 Selingkuhan Tuan Muda Zhao
134 Tragedi Aula Istana
135 Permintaan Pernikahan
136 Titah Pernikahan
137 Menuju Kota Jiangnan
138 Gunakan Tubuh mu
139 Kesedihan dan Kegembiraan
140 Kesalahpahaman Pemikiran
141 Tiba Di Luar Kota
142 Hanya Ada Satu Kamar Tersisa
143 Otot Dada Yang Kokoh
144 Kesepakatan?
145 Sungguh Sial Mengikuti Mu
146 Aku Menyukai Istri Ku Yang Unik
147 Pangeran Ku Sudah Gila
148 Jiao Lizhi Trauma
149 Ide Untuk Dalang Pembunuh
150 Hidup Nyaman Penguasa Kota
151 Penguasa Kota Yang Licik
152 Menyamar Sebagai Pedagang
153 Jadi Suami dan Istri
154 Memalukan Sekali
155 Jangan Takut, Istriku
156 Terjebak Oleh Sandiwara
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Jiao Lizhi
2
Misi Phantom
3
Sistem Makan Melon
4
Keluarga Jiao Lizhi
5
Baik-Baik Saja
6
Melon Manis
7
Perjodohan
8
Makan Di Luar
9
Keributan di Restoran
10
Kekhawatiran
11
Putra Mahkota Jin Xuyan
12
Kedatangan Kasim Istana
13
Seorang Pejabat
14
Kekuatan Jiao Lizhi
15
Hari Pertama Bekerja
16
Suasana Di Aula
17
Korban Pertama
18
Keinginan Merampok
19
Apa Yang Terjadi
20
Dinding Punya Telinga
21
Pendosa
22
Penyitaan Besar-besaran
23
Pak Tua Itu Tuan Jiao
24
Hadiah
25
Kaligrafi Profesional
26
Pembunuh Bayaran
27
Kaisar Bergosip
28
Pengintip
29
Penyiksaan
30
Menggali Rahasia Kaisar
31
Selir Cun
32
Hukuman Selir
33
Gali Melon Terus
34
Kesalahpahaman
35
Hampir Saja
36
Jiao Lizhi Akan Miskin
37
Melemparkan Topi Jabatan
38
Mulai Memasak
39
Masakan Kedua
40
Kontrak Kerja Sama
41
Musuh Jiao Lizhi
42
Pelanggan Pertama
43
Tuan Liu
44
Strategi Pemasaran
45
Tatapan Ayah
46
Tersindir
47
Kasihan Mentri Xu Shiming
48
Namanya Xu An
49
Pergi Bertemu Ibu dan Anak
50
Menunggu Kesenangan
51
Kaisar Melihat Kesenangan
52
Kesenangan Orang-orang
53
Kepala Babi
54
Mengusir Pasangan Menjijikan
55
Undangan Istana
56
Sepupu Jiao Fay
57
Bertarung Dengan Sepupu
58
Kesombongan Jiao Lizhi
59
Jamuan Bunga
60
Bergosip Harem
61
Fakta Menarik Chu Ling
62
Chu Ling Pingsan
63
Penjamuan Di Mulai
64
Merangkai Bunga
65
Nona Jiao Seorang Pejabat
66
Racun Gu Kaisar
67
Cara Mengeluarkan Racun Gu
68
Melon Jiang Besar
69
Ada Yang Lebih Kejam
70
Kekuatan Raja Yi
71
Pil Palsu
72
Mengeluarkan Ulat Gu
73
Selesai Mengeluarkan Racun Gu
74
Jiao Fay Mencoba Menu Baru
75
Mata Dewa
76
Hutan Terlarang
77
Bertemu Jiao Gu
78
Zhao Hao
79
Perbincangan Serius
80
Bertemu Paman Dan Kakek
81
Hal Memalukan Kakek
82
Nasib Keluarga Jiang dan Chu
83
Offline
84
Tiga Pangeran
85
Diluar Nalar
86
Leluhur Kecil
87
Pangeran Siput
88
Alasan Minta Makan
89
Tidak Berhenti Makan
90
Gelar Raja Yi
91
Pergi Ke Hutan Terlarang
92
Bertemu Dua Serigala
93
Sistem Mall Terbuka
94
Suasana Pagi Hari
95
Jiao Wenqing Pingsan
96
Marquis Hou Fu
97
Memalukan
98
Kemarahan Kaisar
99
Siapa Yang Salah
100
Perselingkuhan Antar Mentri
101
Hanya Basa Basi
102
Rencana Kudeta
103
Berlebihan Sekali
104
Beradu Kekuatan
105
Kemasukan Roh Uang
106
Wajah Penuh Uang
107
Koki Tan dan Asisten Wei
108
Koki Liu dan Asisten Hui
109
Koki Yuan dan Asisten Xuan
110
Pagi Yang Heboh
111
Pagi Hari Yang Sibuk
112
Kedatangan keluarga Kerajaan
113
Makan Bersama Keluarga Kerajaan
114
Makan Malam Usai
115
Kedatangan Sepupu Yue
116
Kecelakaan Di Tengah Jalan
117
Menjual Istri dan Anak
118
Ternyata Suami nya Yang Bermasalah
119
Ginjal Pria Ini Kekurangan Energi Yang
120
Solusi Membeli Anaknya
121
Paviliun Lingxiao
122
Jiao Lizhi Membangunkan Ayah
123
Sutra Merah Muda
124
Jiao Lizhi Mengajukan Diri
125
Ulang Tahun Ibu Suri
126
Siapa Mereka
127
Jiao Lizhi Hendak Di Jodohkan
128
Ada Pembunuh
129
Jiao Lizhi Tergores Oleh Pembunuh
130
Salah Orang
131
Pria Itu Tuan Muda Zhao
132
Membatalkan Pertunangan
133
Selingkuhan Tuan Muda Zhao
134
Tragedi Aula Istana
135
Permintaan Pernikahan
136
Titah Pernikahan
137
Menuju Kota Jiangnan
138
Gunakan Tubuh mu
139
Kesedihan dan Kegembiraan
140
Kesalahpahaman Pemikiran
141
Tiba Di Luar Kota
142
Hanya Ada Satu Kamar Tersisa
143
Otot Dada Yang Kokoh
144
Kesepakatan?
145
Sungguh Sial Mengikuti Mu
146
Aku Menyukai Istri Ku Yang Unik
147
Pangeran Ku Sudah Gila
148
Jiao Lizhi Trauma
149
Ide Untuk Dalang Pembunuh
150
Hidup Nyaman Penguasa Kota
151
Penguasa Kota Yang Licik
152
Menyamar Sebagai Pedagang
153
Jadi Suami dan Istri
154
Memalukan Sekali
155
Jangan Takut, Istriku
156
Terjebak Oleh Sandiwara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!