Melintasi Waktu Dengan Sistem Gosip

Melintasi Waktu Dengan Sistem Gosip

Jiao Lizhi

Pagi itu, matahari belum naik tinggi ketika alarm ponsel berbunyi nyaring. “Ulangi bersama aku : uang tidak akan datang kalau kamu terus tidur. Ayo bangun dasar manusia malas!”

Begitulah bunyi alarm ponsel nya yang tiap pagi berbunyi di kamar gelap nya. Sayangnya sang empunya selalu menghiraukan suara serak-serak bosok itu.

“Ugh… lima menit lagi… Oke?” gumam Jiao Lizhi, menggulung diri di balik selimut tebal. Rambut hitamnya berantakan, wajah cantiknya tertutup setengah bantal, tangan kanannya bergerak malas menekan tombol snooze. Tapi alarm tak menyerah. Lima kali snooze, lima kali juga suara itu kembali meraung.

Akhirnya Jiao Lizhi menyerah. “Oke, oke! Aku bangun! Kau menang, benda sialan!” serunya sambil menendang selimut. Dengan langkah gontai, Jiao Lizhi menuju kamar mandi. Lantai dingin membuatnya meringis. “Uh dingin sekali hari ini. Hey, bukankah hari ini sedang libur, kenapa aku terbangun. Huft!”

Di depan cermin, Jiao Lizhi menatap bayangannya. Wajah itu cantik dan tegas, tapi lingkar mata gelap menandakan malam-malam lembur. “Agen rahasia apa ini... lebih mirip zombie kelelahan,” ucapnya pelan, mengikat rambutnya ke atas.

Ia mengambil sikat gigi dan pasta gigi, mengambil cangkir dan di isi nya dengan air. Lalu berjalan ke luar kamar menuju ke dapur.

Sembari menggosok gigi, Jiao Lizhi menyalakan televisi kecil di dapur. Suara lembut penyiar berita gosip mengalun, menyiarkan skandal artis ternama.

“Aktor papan atas Jiang Yue terlihat keluar dari hotel mewah bersama seorang wanita misterius.”

Gagang sikat gigi hampir terpeleset dari tangan Jiao Lizhi. “Ah! Aku tahu, kan! Kemarin juga sudah kelihatan tanda-tandanya. Lihat saja ekspresi Jiang Yue waktu wawancara! Pasti ada sesuatu di balik itu! Sudah ku dugem.” gumamnya dengan penuh semangat.

Setiap pagi, gosip selebriti menjadi vitamin utama bagi Jiao Lizhi. Entah artis, politisi, bahkan gosip ringan tentang selebritas luar negeri, semua diserapnya dengan gairah. “Gosip itu bukan cuma cerita,” katanya sering kali membela diri. “Gosip itu refleksi karakter manusia. Siapa tahu berguna di lapangan nanti.”

Sambil mendengarkan suara televisi, Jiao Lizhi kembali ke kamar mandi untuk melakukan aktivitas kecilnya.

Selesai mandi dan berdandan sederhana, Jiao Lizhi mengenakan hoodie abu-abu dan celana pendek santai. Ia membuka kulkas, melihat isinya kosong kecuali telur, susu, dan saus tomat. “Ya ampun, hidup macam apa ini. Agen rahasia elit, uang banyak tapi sarapan cuma telur goreng.” desahnya.

Bagaimana tidak, meskipun uang nya banyak, ia bahkan belum sempat menikmati nya, karna kesibukannya. Bahkan hari libur pun kadang ia harus tetap bekerja karna mempunyai misi darurat, hingga berbelanja pun sangat sulit ia lakukan.

Tiga menit kemudian, aroma telur dan kopi hitam memenuhi ruangan. Jiao Lizhi duduk di kursi tinggi dekat meja bar sambil membuka tablet. Layar menampilkan portal berita online, bagian hiburan, tentu saja.

“Skandal baru di kementerian keuangan? Ia terciduk kamera berpelukan dengan seorang wanita? LC?”

“Ahaha! Bahkan pejabat juga manusia, toh. Hm, ini menarik…” gumam Jiao Lizhi sambil mengunyah telur.

“Tapi serius, siapa pun yang bocorin info ini pasti hebat. Pasti wartawan itu punya koneksi dalam.”

Suara tawa kecil keluar dari bibirnya, tapi hanya berlangsung sebentar sebelum ponselnya bergetar dengan nada dering berbeda, suara khusus dari atasannya. Wajah Jiao Lizhi langsung berubah. Alis nya kini seperti pedang, dna mengkerut hingga kedua alis nya menyatu. Tangan yang tadinya santai kini terangkat cepat, menekan tombol jawab.

“Hallo, Komandan,” ucap Jiao Lizhi datar.

Suara di ujung telepon terdengar rendah dan tegas. “Agen 27, ada misi darurat.”

Agen 27 merupakan nama untuk Jiao Lizhi bekerja sebagai agen profesional.

“Artefak kuno dari museum nasional dicuri semalam. Kami menduga pelakunya adalah sindikat internasional yang beroperasi di Asia Timur. Kau tahu apa artinya.”

“Sektor bayangan?”

“Benar. Kami butuhmu segera. Lokasi dan data dikirim ke sistemmu. Waktu persiapan: dua jam.”

Jiao Lizhi berdiri dari kursi, ekspresinya benar-benar berubah. Wajah yang tadi malas dan ceria kini dingin dan penuh fokus. Suaranya tenang, tapi tajam seperti bilah pisau.

“Perintah diterima. Aku berangkat dalam waktu satu jam.”

Begitu panggilan berakhir, suasana ruangan seolah berubah total. Televisi masih menayangkan gosip, tapi Jiao Lizhi sudah tak memperhatikan lagi. Ia berjalan ke kamar, membuka lemari tersembunyi di balik rak buku. Sebuah sistem keamanan retina memindai matanya, lalu rak itu terbuka perlahan.

Di dalamnya terdapat perlengkapan misi: pakaian serba hitam, sarung tangan, pistol kecil, dan beberapa alat elektronik berteknologi tinggi. Di dinding terdapat deretan foto, peta dunia, beberapa kulit manusia, rambut untuk penyamaran dan catatan tentang sindikat yang pernah ia hadapi.

Jiao Lizhi menghela napas pelan, mengenakan sarung tangan. “Artefak kuno, ya… benda semacam itu selalu membawa masalah.”

Tapi sebelum sepenuhnya bersiap, ponselnya berbunyi lagi. Nama di layar, Lin You, teman dekat sekaligus rekan satu tim, sayangnya ia mendapatkan misi lain.

“Lizhi! Aku dengar kau dapat misi baru. Tolong hati-hati, ya. Katanya yang terlibat bukan cuma pencuri biasa.”

“Aku selalu hati-hati,” jawab Jiao Lizhi, memasukkan pistol kecil ke sarung paha.

“Kau tahu maksudku.”

“Lin You, ini tugasku. Aku bisa tangani.”

“Aku tahu. Tapi... hanya ingin bilang, jangan mati, oke?”

Hening sejenak. Mata Jiao Lizhi memantulkan cahaya dingin dari lampu kamar. “Tenang saja. Aku belum sempat menikmati hidup.” katanya, tersenyum samar.

Lin You tertawa kecil. “Baiklah.”

Panggilan terputus.

Dalam diam, Jiao Lizhi memeriksa perlengkapan, menaruh pisau kecil di sepatu bot, dan menatap dirinya di cermin. Rambut panjang yang tadi berantakan kini diikat ketat ke belakang. Make-up sederhana dihapus, digantikan oleh garis tegas dan dingin di wajah dengan mata tajam dan aura mematikan.

Namun sebelum keluar, pandangan Jiao Lizhi terhenti pada layar televisi yang masih menyala. Penyiar berita tengah membaca laporan tentang kebakaran misterius di distrik utara, lokasi yang kebetulan sama dengan tempat artefak itu terakhir terdeteksi.

“Kebetulan sekali!”

Ia mematikan televisi, memasukkan earcom ke telinga, lalu melangkah keluar apartemen. Begitu pintu tertutup, suasana di luar berubah. Dunia modern terasa begitu bising, tapi Jiao Lizhi menapakinya dengan langkah pasti.

Jiao Lizhi berjalan melangkah hingga berhenti di depan lift. Jemarinya menekan tombol turun, dan denting lembut terdengar tak lama kemudian. Pintu logam terbuka, memperlihatkan ruang kecil dengan pencahayaan lembut warna biru dingin.

Setelah Jiao Lizhi masuk, ia menekan tombol tutup. Tapi ia tidak menekan tombol lantai berapa ia akan turun. Sebaliknya, ia menoleh ke sisi berlawanan, ke arah dinding polos. Di sana, ada celah samar yang nyaris tak terlihat oleh mata biasa.

Jiao Lizhi merogoh saku, mengeluarkan kartu hitam berlapis chip perak, dan menempelkannya ke bagian dinding itu.

Bip.

Nada singkat terdengar.

Sekejap kemudian, dinding itu perlahan bergeser, menampakkan pintu logam lain yang lebih tebal dengan simbol “Λ-09” terpampang samar di atasnya.

Tanpa ragu, Jiao Lizhi melangkah masuk. Begitu tubuhnya sepenuhnya masuk ke ruang lift rahasia itu, pintu menutup rapat di belakangnya. Suara mekanik halus terdengar, disusul getaran lembut ketika lift bergerak turun.

Ia menyandarkan punggung pada dinding logam dingin, memejamkan mata sebentar.

“Harusnya hari ini aku tidur seharian, huft bekerja lagi.. Bekerja lagi!” keluhnya dalam hati.

Terpopuler

Comments

Author Risa Jey

Author Risa Jey

Biasanya aku doyan banget baca novel Cina raw tentang sistem gosip apa lagi kalau bisa didengar banyak orang. 🤣🤣😭. Akhirnya penulis indo ada yang bikin juga, wehh ... penasaran dah 😭. Semangat nulisnya 💪

2026-02-25

0

Itoh

Itoh

Darii si sinopsis nya Kyanya seruuu nihhh😍

2026-08-14

0

yetiku86

yetiku86

aku kasih kopi biar Othor semangat up💪💪💪

2026-08-05

0

lihat semua
Episodes
1 Jiao Lizhi
2 Misi Phantom
3 Sistem Makan Melon
4 Keluarga Jiao Lizhi
5 Baik-Baik Saja
6 Melon Manis
7 Perjodohan
8 Makan Di Luar
9 Keributan di Restoran
10 Kekhawatiran
11 Putra Mahkota Jin Xuyan
12 Kedatangan Kasim Istana
13 Seorang Pejabat
14 Kekuatan Jiao Lizhi
15 Hari Pertama Bekerja
16 Suasana Di Aula
17 Korban Pertama
18 Keinginan Merampok
19 Apa Yang Terjadi
20 Dinding Punya Telinga
21 Pendosa
22 Penyitaan Besar-besaran
23 Pak Tua Itu Tuan Jiao
24 Hadiah
25 Kaligrafi Profesional
26 Pembunuh Bayaran
27 Kaisar Bergosip
28 Pengintip
29 Penyiksaan
30 Menggali Rahasia Kaisar
31 Selir Cun
32 Hukuman Selir
33 Gali Melon Terus
34 Kesalahpahaman
35 Hampir Saja
36 Jiao Lizhi Akan Miskin
37 Melemparkan Topi Jabatan
38 Mulai Memasak
39 Masakan Kedua
40 Kontrak Kerja Sama
41 Musuh Jiao Lizhi
42 Pelanggan Pertama
43 Tuan Liu
44 Strategi Pemasaran
45 Tatapan Ayah
46 Tersindir
47 Kasihan Mentri Xu Shiming
48 Namanya Xu An
49 Pergi Bertemu Ibu dan Anak
50 Menunggu Kesenangan
51 Kaisar Melihat Kesenangan
52 Kesenangan Orang-orang
53 Kepala Babi
54 Mengusir Pasangan Menjijikan
55 Undangan Istana
56 Sepupu Jiao Fay
57 Bertarung Dengan Sepupu
58 Kesombongan Jiao Lizhi
59 Jamuan Bunga
60 Bergosip Harem
61 Fakta Menarik Chu Ling
62 Chu Ling Pingsan
63 Penjamuan Di Mulai
64 Merangkai Bunga
65 Nona Jiao Seorang Pejabat
66 Racun Gu Kaisar
67 Cara Mengeluarkan Racun Gu
68 Melon Jiang Besar
69 Ada Yang Lebih Kejam
70 Kekuatan Raja Yi
71 Pil Palsu
72 Mengeluarkan Ulat Gu
73 Selesai Mengeluarkan Racun Gu
74 Jiao Fay Mencoba Menu Baru
75 Mata Dewa
76 Hutan Terlarang
77 Bertemu Jiao Gu
78 Zhao Hao
79 Perbincangan Serius
80 Bertemu Paman Dan Kakek
81 Hal Memalukan Kakek
82 Nasib Keluarga Jiang dan Chu
83 Offline
84 Tiga Pangeran
85 Diluar Nalar
86 Leluhur Kecil
87 Pangeran Siput
88 Alasan Minta Makan
89 Tidak Berhenti Makan
90 Gelar Raja Yi
91 Pergi Ke Hutan Terlarang
92 Bertemu Dua Serigala
93 Sistem Mall Terbuka
94 Suasana Pagi Hari
95 Jiao Wenqing Pingsan
96 Marquis Hou Fu
97 Memalukan
98 Kemarahan Kaisar
99 Siapa Yang Salah
100 Perselingkuhan Antar Mentri
101 Hanya Basa Basi
102 Rencana Kudeta
103 Berlebihan Sekali
104 Beradu Kekuatan
105 Kemasukan Roh Uang
106 Wajah Penuh Uang
107 Koki Tan dan Asisten Wei
108 Koki Liu dan Asisten Hui
109 Koki Yuan dan Asisten Xuan
110 Pagi Yang Heboh
111 Pagi Hari Yang Sibuk
112 Kedatangan keluarga Kerajaan
113 Makan Bersama Keluarga Kerajaan
114 Makan Malam Usai
115 Kedatangan Sepupu Yue
116 Kecelakaan Di Tengah Jalan
117 Menjual Istri dan Anak
118 Ternyata Suami nya Yang Bermasalah
119 Ginjal Pria Ini Kekurangan Energi Yang
120 Solusi Membeli Anaknya
121 Paviliun Lingxiao
122 Jiao Lizhi Membangunkan Ayah
123 Sutra Merah Muda
124 Jiao Lizhi Mengajukan Diri
125 Ulang Tahun Ibu Suri
126 Siapa Mereka
127 Jiao Lizhi Hendak Di Jodohkan
128 Ada Pembunuh
129 Jiao Lizhi Tergores Oleh Pembunuh
130 Salah Orang
131 Pria Itu Tuan Muda Zhao
132 Membatalkan Pertunangan
133 Selingkuhan Tuan Muda Zhao
134 Tragedi Aula Istana
135 Permintaan Pernikahan
136 Titah Pernikahan
137 Menuju Kota Jiangnan
138 Gunakan Tubuh mu
139 Kesedihan dan Kegembiraan
140 Kesalahpahaman Pemikiran
141 Tiba Di Luar Kota
142 Hanya Ada Satu Kamar Tersisa
143 Otot Dada Yang Kokoh
144 Kesepakatan?
145 Sungguh Sial Mengikuti Mu
146 Aku Menyukai Istri Ku Yang Unik
147 Pangeran Ku Sudah Gila
148 Jiao Lizhi Trauma
149 Ide Untuk Dalang Pembunuh
150 Hidup Nyaman Penguasa Kota
151 Penguasa Kota Yang Licik
152 Menyamar Sebagai Pedagang
153 Jadi Suami dan Istri
154 Memalukan Sekali
155 Jangan Takut, Istriku
156 Terjebak Oleh Sandiwara
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Jiao Lizhi
2
Misi Phantom
3
Sistem Makan Melon
4
Keluarga Jiao Lizhi
5
Baik-Baik Saja
6
Melon Manis
7
Perjodohan
8
Makan Di Luar
9
Keributan di Restoran
10
Kekhawatiran
11
Putra Mahkota Jin Xuyan
12
Kedatangan Kasim Istana
13
Seorang Pejabat
14
Kekuatan Jiao Lizhi
15
Hari Pertama Bekerja
16
Suasana Di Aula
17
Korban Pertama
18
Keinginan Merampok
19
Apa Yang Terjadi
20
Dinding Punya Telinga
21
Pendosa
22
Penyitaan Besar-besaran
23
Pak Tua Itu Tuan Jiao
24
Hadiah
25
Kaligrafi Profesional
26
Pembunuh Bayaran
27
Kaisar Bergosip
28
Pengintip
29
Penyiksaan
30
Menggali Rahasia Kaisar
31
Selir Cun
32
Hukuman Selir
33
Gali Melon Terus
34
Kesalahpahaman
35
Hampir Saja
36
Jiao Lizhi Akan Miskin
37
Melemparkan Topi Jabatan
38
Mulai Memasak
39
Masakan Kedua
40
Kontrak Kerja Sama
41
Musuh Jiao Lizhi
42
Pelanggan Pertama
43
Tuan Liu
44
Strategi Pemasaran
45
Tatapan Ayah
46
Tersindir
47
Kasihan Mentri Xu Shiming
48
Namanya Xu An
49
Pergi Bertemu Ibu dan Anak
50
Menunggu Kesenangan
51
Kaisar Melihat Kesenangan
52
Kesenangan Orang-orang
53
Kepala Babi
54
Mengusir Pasangan Menjijikan
55
Undangan Istana
56
Sepupu Jiao Fay
57
Bertarung Dengan Sepupu
58
Kesombongan Jiao Lizhi
59
Jamuan Bunga
60
Bergosip Harem
61
Fakta Menarik Chu Ling
62
Chu Ling Pingsan
63
Penjamuan Di Mulai
64
Merangkai Bunga
65
Nona Jiao Seorang Pejabat
66
Racun Gu Kaisar
67
Cara Mengeluarkan Racun Gu
68
Melon Jiang Besar
69
Ada Yang Lebih Kejam
70
Kekuatan Raja Yi
71
Pil Palsu
72
Mengeluarkan Ulat Gu
73
Selesai Mengeluarkan Racun Gu
74
Jiao Fay Mencoba Menu Baru
75
Mata Dewa
76
Hutan Terlarang
77
Bertemu Jiao Gu
78
Zhao Hao
79
Perbincangan Serius
80
Bertemu Paman Dan Kakek
81
Hal Memalukan Kakek
82
Nasib Keluarga Jiang dan Chu
83
Offline
84
Tiga Pangeran
85
Diluar Nalar
86
Leluhur Kecil
87
Pangeran Siput
88
Alasan Minta Makan
89
Tidak Berhenti Makan
90
Gelar Raja Yi
91
Pergi Ke Hutan Terlarang
92
Bertemu Dua Serigala
93
Sistem Mall Terbuka
94
Suasana Pagi Hari
95
Jiao Wenqing Pingsan
96
Marquis Hou Fu
97
Memalukan
98
Kemarahan Kaisar
99
Siapa Yang Salah
100
Perselingkuhan Antar Mentri
101
Hanya Basa Basi
102
Rencana Kudeta
103
Berlebihan Sekali
104
Beradu Kekuatan
105
Kemasukan Roh Uang
106
Wajah Penuh Uang
107
Koki Tan dan Asisten Wei
108
Koki Liu dan Asisten Hui
109
Koki Yuan dan Asisten Xuan
110
Pagi Yang Heboh
111
Pagi Hari Yang Sibuk
112
Kedatangan keluarga Kerajaan
113
Makan Bersama Keluarga Kerajaan
114
Makan Malam Usai
115
Kedatangan Sepupu Yue
116
Kecelakaan Di Tengah Jalan
117
Menjual Istri dan Anak
118
Ternyata Suami nya Yang Bermasalah
119
Ginjal Pria Ini Kekurangan Energi Yang
120
Solusi Membeli Anaknya
121
Paviliun Lingxiao
122
Jiao Lizhi Membangunkan Ayah
123
Sutra Merah Muda
124
Jiao Lizhi Mengajukan Diri
125
Ulang Tahun Ibu Suri
126
Siapa Mereka
127
Jiao Lizhi Hendak Di Jodohkan
128
Ada Pembunuh
129
Jiao Lizhi Tergores Oleh Pembunuh
130
Salah Orang
131
Pria Itu Tuan Muda Zhao
132
Membatalkan Pertunangan
133
Selingkuhan Tuan Muda Zhao
134
Tragedi Aula Istana
135
Permintaan Pernikahan
136
Titah Pernikahan
137
Menuju Kota Jiangnan
138
Gunakan Tubuh mu
139
Kesedihan dan Kegembiraan
140
Kesalahpahaman Pemikiran
141
Tiba Di Luar Kota
142
Hanya Ada Satu Kamar Tersisa
143
Otot Dada Yang Kokoh
144
Kesepakatan?
145
Sungguh Sial Mengikuti Mu
146
Aku Menyukai Istri Ku Yang Unik
147
Pangeran Ku Sudah Gila
148
Jiao Lizhi Trauma
149
Ide Untuk Dalang Pembunuh
150
Hidup Nyaman Penguasa Kota
151
Penguasa Kota Yang Licik
152
Menyamar Sebagai Pedagang
153
Jadi Suami dan Istri
154
Memalukan Sekali
155
Jangan Takut, Istriku
156
Terjebak Oleh Sandiwara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!