4. Kode Bahaya

Pagi - pagi sekali, Fey sudah sibuk di dapur untuk membuat sarapan. Tentu saja ia selalu memasak untuk dua orang, walaupun tak tau apakah Gian memakan masakannya atau tidak. Yang penting, ia sudah menyiapkannya. Fey sendiri memang suka memasak, rasa masakannya pun cukup enak.

Selesai sarapan, ia segera bersiap menuju ke Markas, karena hari ini adalah jadwal stand by nya. Ia turun dari kamarnya yang ada di lantai dua setelah bersiap. Ia melihat Gian yang baru keluar dari kamarnya yang berada di lantai satu.

Selama ini, mereka memang tak tidur satu kamar, kecuali saat menginap di rumah orang tua Gian atau ada kegiatan lain yang mengharuskan mereka untuk berakting.

"Mau kemana?" Tanya Gian saat melihat Fey sudah rapi pagi - pagi sekali.

"Ke kantor." Jawab Fey.

"Kamu gak lupa kan, kalau nanti malam kita di undang ke acara ulang tahun Oma Sinta?" Tanya Gian.

"Ingat kok. Jangan khawatir, aku udah siapin hadiah untuk Oma." Jawab Fey sedikit gugup.

Untung saja Gian mengingatkan. Kalau tidak, ia tentu saja lupa kalau malam ini mereka harus pergi ke acara ulang tahun Oma Sinta, adik dari mendiang nenek Gian dari pihak Papa Abraham. Dan hadiah? Eeiiss, tentu saja Fey belum menyiapkannya.

"Jangan pulang terlambat, atau aku tinggal!" Ujar Gian memperingatkan.

"Iya." Jawab Fey dengan datar, lalu meninggalkan Gian yang masih menatap punggung Fey sampai hilang di balik pintu.

Fey mengemudikan mobilnya dengan santai membelah jalanan Ibu Kota yang tentu sudah ramai pagi itu. Sesampainya di Markas, ia segera menuju ke ruangannya untuk menyimpan barang tasnya.

Setiap Agen Rahasia memiliki ruangannya masing - masing. Ruangan yang tak begitu besar, namun cukup nyaman untuk beristirahat, terutama setelah mereka menjalankan misi.

Selain Fey, Elno, Axcel, dan Andre, masih ada tiga anggota Agen Rahasia lain. Di antara ke tujuh Agen itu, hanya Fey satu - satunya perempuan di sana. Tentu saja kemampuan Fey tak bisa di ragukan. Sebagai Agen Rahasia, ia sudah melewati berbagai macam latihan keras yang cukup menguras fisik dan mental.

Setelah meletakkan barang - barangnya, ia kemudian menuju ke gudang penyimpanan senjata. Hari ini, ia di minta Kapten Yudha untuk memeriksa dan menguji beberapa senapan laras pendek yang sudah lama tidak di pakai.

Fey tampak serius memeriksa satu persatu senapan yang sudah ia kumpulkan. Setelah itu, ia membawanya menuju ke lapangan tembak untuk menguji coba senapan - senapan itu.

"Mau di bantu, Kak?" Tanya Daniel, salah satu Juniornya yang hari ini juga bertugas stand by dengannya.

"Boleh, kita bawa ke lapangan tembak dan coba satu persatu." Ujar Fey.

Mereka menuju ke lapangan tembak yang ada di belakang gedung utama. Tak hanya lapangan tembak, di sana juga terdapat fasilitas lain seperti gym, lapangan bulu tangkis, dan tempat berlatih bela diri. Tentu saja itu di butuhkan untuk tetap mempertahankan ketangkasan dan kemampuan mereka.

Setelah jam stand by nya usai, siang itu Fey pergi ke Mall untuk mencari hadiah yang akan ia berikan pada Oma Sinta. Tentu saja ia tidak pergi ke Mall milik suaminya, ia takut jika nanti ketauan suaminya kalau ia berbohong tentang hadiah untuk Oma Sinta.

Setelah menemukan hadiah yang menurutnya cocok, ia segera membayar dan beranjak pulang. Fey tampak mengemudikan mobilnya dengan santai. Ia sudah membayangkan akan me time di kamarnya karna masih ada waktu yang luang.

Drrttt....

Drrrttt..

Ponsel Fey bergetar. Ia pun segera mengangkat panggilan yang masuk.

"Ya, Kapten."

".........."

"Hah? Harus aku, Kapt?" Tanya Fey dengan resah.

".........."

Fey mengetuk - ngetukkan jari pada kemudi. Ia berfikir sejenak sebelum memutuskan jawaban.

"Baik, Kapt." Jawab Fey yang akhirnya menyetujui permintaan Kapten Yudha.

Fey segera memutar arah mobilnya menuju ke sebuah hotel. Sesampainya di hotel yang di maksud, ia segera memarkirkan mobil dan berjalan cepat ke kamar yang sudah di beritaukan.

"Kok lo yang dateng, Kak? Bukannya stand by lo udah kelar dan gue harusnya sama Kak El?" Tanya Haris yang ternyata sudah bersiaga di kamar itu.

"Elno ada misi lain, jadi gue yang di suruh ke sini." Jawab Fey.

"Gimana?" Tanya Fey sambil memakai perlengkapan safety dan earpice. Tentu saja ia tak mengenakan seragamnya karna perintah yang mendadak. Tapi tak apa, ia sudah mengenakan masker untuk menutupi wajahnya.

"Udah sesuai koordinatnya. Udah gue siapin juga senapannya, tinggal eksekusi." Jawab Haris.

"Good job!" Puji Fey sambil memeriksa situasi dengan teropongnya.

Cukup lama mereka berdua menunggu, hari pun mulai sore. Fey semakin resah karna masih belum juga nampak kemunculan mafia yang menjadi target utama mereka.

"Kenapa, Kak? Resah banget kelihatannya?" Tanya Haris yang sedari tadi melihat Fey yang gelisah menatap jam dinding.

"Gue ada janji sama suami gue." Jawab Fey.

"Target Ready!" Ujar Haris yang membuat Fey sumeringah.

Ia langsung bersiap dengan senapan laras panjang di tangannya. Tak lupa ia juga berkomunikasi dengan regu pasukan yang berada di sekitar lokasi penyergapan.

"Target lock!" Ujar Fey.

"Three..." Ia mulai menghitung mundur.

"Two..." Haris pun bersiap menarik pelatuk senapannya

"One..."

"Shoot!"

Peluru yang di muntahkan senjata mulai beterbangan menuju ke arah target. Jari jemari Fey dengan lincah menari.

Taaarr!!!

Suara kaca kamar hotel tempatnya berada, pecah. Sebuah peluru menembus kaca itu.

"A one... A one..." Haris mengucapkan kode bahaya.

Keberadaan mereka berdua ternyata terdeteksi oleh Sniper lawan. Regu pasukan yang ada di sekitar lokasi pun masih dalam baku tembak.

Taarrrr!

Kaca kembali pecah hingga Haris membungkuk untuk berlindung dari serpihan kaca. Namun, Fey nampak tak gentar, ia segera menembak Sniper yang mengetahui keberadaan mereka ketika ia di beri tau letak sniper itu melalu earpice.

Dengan cekatan jarinya menarik pelatuk senjata dan memberondong peluru ke arah si Sniper lawan.

Setelah menumbangkan Sniper lawan, ia kembali fokus membantu regu pasukan yang sedang baku tembak.

Begitu juga dengan Haris yang langsung kembali membantu Seniornya. Setelah dua puluh menit berada dalam ketegangan, akhirnya Fey dan Haris berhasil menyelesaikan misi mereka sore itu.

"Mission complete!" Ujar Fey mengakhiri misi.

Haris dan Fey terduduk di lantai dengan nafas yang terengah dan jantung berdegub kencang. Keduanya tos untuk merayakan kesuksesan misi mereka.

Setelah cukup tenang, Fey segera beranjak dan mulai melepas perlengkapan yang ia kenakan.

"Harus banget sungkem sama senior satu ini." Ujar Haris sambil terkekeh.

"Lo harusnya lebih hati - hati lagi." Ujar Fey sambil menendang kaki juniornya itu.

"Ris, gue titip senapan ya. Gue mau langsung pulang soalnya." Pinta Fey.

"Aman. Lo duluan aja, Kak, biar gue beresin semuanya." Jawab Haris yang mengerti kalau Fey terburu - buru.

"O.K. Thank's Ris." Ujar Fey sambil keluar dari kamar hotel.

"Eh, Kak! Itu jidat lo berdarah, woyy!" Seru Haris yang tak terdengar oleh Fey.

Terpopuler

Comments

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙛𝙚𝙮 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙢𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙖𝙥𝙖2 , 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙨 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙚𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙨𝙖𝙝 𝙙𝙞𝙩𝙚𝙡𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙢𝙚𝙨𝙠𝙞𝙥𝙪𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞.

2026-01-06

0

fsf

fsf

kerjaan Fey serem ya , bikin senam jantung

2026-06-26

1

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

kayak jidat Fey kena serpihan kaca deh 🤔😏

2025-12-25

1

lihat semua
Episodes
1 1. Istri CEO
2 2. Akting
3 3. Nyinyiran balasan
4 4. Kode Bahaya
5 5. Luka Di Dahi
6 6. Pembelaan
7 7. Kedekatan Berkat Kia
8 8. Misi Khusus
9 9. Bukan Rekan Biasa
10 10. Misi Selesai
11 11. Pengacara Ghoib
12 12. Janji Gian
13 13. Tersedak
14 14. Terus Menggoda
15 15. Karna Gita
16 16. Kabar Duka
17 17. Duka Mendalam
18 18. Ungkapan Perasaan
19 19. TTB
20 20. Demam
21 21. Salah Sasaran
22 22. Si Tukang Ngeles
23 23. Tiba - Tiba Posesif
24 24. Tiba - Tiba Bucin
25 25. Perampokan
26 26. Dicurigai
27 27. Rahasia?
28 28. Kisah Masa Lalu
29 29. Pertemuan Tak Terduga
30 30. Cuti
31 31. Curian Maut
32 32. Teror
33 33. Alasan Lain
34 34. Berubah Pikiran
35 35. Datang ke Pesta
36 36. Bertemu dengan 'Neraka'
37 37. Keguguran?
38 38. Orang Berharga
39 39. Berhasil!
40 40. Narsis
41 41. Sampai Di Rumah
42 42. Keponakanku, Sainganku
43 43. Pria Avatar
44 44. Bukan Kardus
45 45. Akhirnya Mengaku
46 46. Gurau jee
47 47. Zona Merah
48 48. Perpisahan Sementara?
49 49. Kecurigaan
50 50. Ledakan
51 51. Harapan
52 52. Kembali Pulang
53 53. Keputusan
54 54. Pertemuan Yang Tak Disangka
55 55. Dilema
56 56. Kamu dan Profesiku
57 57. Persetujuan Gian
58 58. Mengerjai Yuan
59 59. Bukan Sekedar Pekerjaan
60 60. Kejutan.
61 61. Tempe Goreng
62 62. Kisah di Sore Hari
63 63. Kembali Beraktifitas
64 64. Selamat Datang!
65 65. Misi Khusus
66 66. Dua Misi
67 67. Tongkat Kematian
68 68. Pria Psikopat
69 69. Gian di Culik?
70 70. Di Lumpuhkan
71 71. Amnesia
72 72. Rindu Kia
73 73. Bom
74 74. Penjinak Bom
75 75. Latihan Militer
76 76. Menyusul Fey
77 77. Terkejut
78 78. Melepas Rindu
79 79. Malam di Jerman
80 80. Sungai
81 81. Si Pelupa
82 82. Kesya
83 83. Resah
84 84. Duka
85 85. Menghibur
86 86. Kelinci Percobaan
87 87. Kandidat Perempuan
88 88. Berita Bahagia
89 89. Ngidam
90 90. Trauma
91 91. Uncle Siaga
92 92. Bayi Laki - Laki
93 93. Bahagia yang Sempurna
Episodes

Updated 93 Episodes

1
1. Istri CEO
2
2. Akting
3
3. Nyinyiran balasan
4
4. Kode Bahaya
5
5. Luka Di Dahi
6
6. Pembelaan
7
7. Kedekatan Berkat Kia
8
8. Misi Khusus
9
9. Bukan Rekan Biasa
10
10. Misi Selesai
11
11. Pengacara Ghoib
12
12. Janji Gian
13
13. Tersedak
14
14. Terus Menggoda
15
15. Karna Gita
16
16. Kabar Duka
17
17. Duka Mendalam
18
18. Ungkapan Perasaan
19
19. TTB
20
20. Demam
21
21. Salah Sasaran
22
22. Si Tukang Ngeles
23
23. Tiba - Tiba Posesif
24
24. Tiba - Tiba Bucin
25
25. Perampokan
26
26. Dicurigai
27
27. Rahasia?
28
28. Kisah Masa Lalu
29
29. Pertemuan Tak Terduga
30
30. Cuti
31
31. Curian Maut
32
32. Teror
33
33. Alasan Lain
34
34. Berubah Pikiran
35
35. Datang ke Pesta
36
36. Bertemu dengan 'Neraka'
37
37. Keguguran?
38
38. Orang Berharga
39
39. Berhasil!
40
40. Narsis
41
41. Sampai Di Rumah
42
42. Keponakanku, Sainganku
43
43. Pria Avatar
44
44. Bukan Kardus
45
45. Akhirnya Mengaku
46
46. Gurau jee
47
47. Zona Merah
48
48. Perpisahan Sementara?
49
49. Kecurigaan
50
50. Ledakan
51
51. Harapan
52
52. Kembali Pulang
53
53. Keputusan
54
54. Pertemuan Yang Tak Disangka
55
55. Dilema
56
56. Kamu dan Profesiku
57
57. Persetujuan Gian
58
58. Mengerjai Yuan
59
59. Bukan Sekedar Pekerjaan
60
60. Kejutan.
61
61. Tempe Goreng
62
62. Kisah di Sore Hari
63
63. Kembali Beraktifitas
64
64. Selamat Datang!
65
65. Misi Khusus
66
66. Dua Misi
67
67. Tongkat Kematian
68
68. Pria Psikopat
69
69. Gian di Culik?
70
70. Di Lumpuhkan
71
71. Amnesia
72
72. Rindu Kia
73
73. Bom
74
74. Penjinak Bom
75
75. Latihan Militer
76
76. Menyusul Fey
77
77. Terkejut
78
78. Melepas Rindu
79
79. Malam di Jerman
80
80. Sungai
81
81. Si Pelupa
82
82. Kesya
83
83. Resah
84
84. Duka
85
85. Menghibur
86
86. Kelinci Percobaan
87
87. Kandidat Perempuan
88
88. Berita Bahagia
89
89. Ngidam
90
90. Trauma
91
91. Uncle Siaga
92
92. Bayi Laki - Laki
93
93. Bahagia yang Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!