5. Luka Di Dahi

Beberapa orang nampak memperhatikan Fey yang berjalan terburu - buru keluar dari hotel. Namun, Fey tak memperdulikannya.

Ia sendiri tak menyadari jika ada darah yang mengalir dari dahinya. Dengan setengah berlari, ia menuju ke parkiran dan langsung tancap gas mengemudikan mobilnya menuju ke rumah.

"Mudah - mudahan Kak Gian belum pulang." Lirih Fey.

Namun, harapannya ternyata harus kandas begitu saja saat melihat mobil Giantara sudah berada di tempatnya.

"Mampus gue!" Ujar Fey.

Ia pun berlari masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobilnya. Saat masuk ke dalam rumah, situasi tampak aman. Fey tak melihat keberadaan suaminya. Ia pun segera menuju ke tangga untuk naik ke lantai dua.

"Kenapa pulang terlambat, Fey?" Suara Gian mengejutkannya hingga membuat Fey terjingkat.

Fey memutar tubuhnya dan melihat ke arah Gian yang berjalan mendekat ke arahnya.

"Ada pekerjaan yang harus aku tangani dulu, Kak." Jawab Fey sedikit terbata karna gugup.

"Dahimu, kenapa?" Tanya Gian.

Tangannya terulur hendak mengusap darah di dahi Fey. Namun, dengan refleks Fey justru memundurkan kepala untuk menghindari tangan Gian. Gian pun tampak sedikit terkejut dengan gerak cepat Fey yang menghindar.

"Ada darah di dahimu. Dahimu kenapa?" Tanya Gian yang tak jadi mengusap darah di dahi Fey.

"Ah, mungkin tergores sudut lemari tadi." Jawab Fey yang kemudian mengusap dahinya. Ia sedikit meringis saat jarinya menyentuh luka di dahinya.

"Sakit?" Tanya Gian.

"Enggak. Gak apa - apa." Jawab Fey.

"Yasudah, cepat mandi dan obati lukamu. Jangan terlalu lama, nanti kita terlambat." Perintah Gian yang di jawab anggukan oleh Fey.

Fey menyusuri anak tangga dengan setengah berlari. Ia segera masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri. Sementara itu, Gian pun kembali ke kamarnya untuk bersiap.

Fey menyingkirkan rambutnya dan melihat bekas luka yang ada di dahinya. Luka dengan bekas aliran darah yang sudah mengering.

"Ceroboh banget sih kamu, Fey. Untung gak ketauan, bisa mampus kamu kalau ketauan." Fey menggerutui kebodohannya. Ia pun segera mandi, setelahnya barulah mengobati luka di dahinya.

Fey mematut diri di cermin. Riasan wajahnya simpel namun membuatnya tampak begitu cantik. Gaun A-line setinggi betis berwarna navy dengan taburan swarovsky di bagian pinggang sudah membalut tubuh indahnya.

Ia kemudian meraih kotak perhiasan dan mengambil satu set perhiasan yang di berikan oleh Kak Gita, Kakak Iparnya.

Fey membiarkan rambut panjangnya yang sudah ia curly di bagian bawah itu terurai. Ia hanya mengikat sedikit rambut di bagian atas agar nampak rapi dan memakai jepit kecil untuk mempermanis tampilannya.

"Ah! lukaku jangan sampai terlihat." Ujar Fey yang segera merapikan poninya.

Merasa penampilannya sudah pas, ia segera meraih tas kecil dan juga memakai hellsnya. Fey segera turun dengan membawa serta hadiah untuk Oma Sinta.

Mendengar suara hells yang beradu dengan marmer, netra Gian yang semula fokus dengan ponsel di tangannya pun langsung beralih. Ia memandang Fey yang tampak cantik dan anggun. Gian hampir tak berkedip memandang istrinya yang menyusuri anak tangga dengan terburu - buru.

"Pelan - pelan aja, Fey." Ujar Gian yang membuat istrinya langsung melambatkan langkah.

"Ayo berangkat." Ajak Fey.

Fey kemudian melangkah lebih dulu menuju ke luar. Gian segera beranjak dari sofa dengan senyuman tipis yang menghiasi wajahnya.

Gemerlap lampu Ibu Kota, menemani perjalanan mereka malam itu. Seperti biasa, sepanjang perjalanan mereka berdua akan saling diam dan sibuk dengan pikiran masing - masing. Seolah tak memiliki topik yang hangat untuk di obrolkan layaknya sepasang suami istri lain.

Entah apa alasan mereka masih bertahan pada hubungan pernikahan yang dingin dan hambar ini. Apa yang mereka harapkan pada hubungan yang jelas tak ada kebahagiaan di dalamnya. Namun, mereka tetap terlihat santai menjalaninya.

Setelah cukup lama berkendara, mereka akhirnya sampai di Hotel milik Oma Sinta, tempat berlangsungnya acara ulang tahun wanita berusia tujuh puluh tahun itu.

Seperti biasa, Gian akan turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk istrinya. Mereka berdua lalu bergandengan tangan menuju ke Ballroom Hotel.

Kedatangan Gian dan Fey, cukup menarik perhatian. Pria tampan yang menggandeng istri cantik, sebuah pemandangannya yang menyejukkan mata.

Keduanya dengan ramah menyapa satu persatu keluarga yang mereka temui. Andai mereka berdua adalah Aktris, tentu mereka akan mendapat Awards berkat akting memukau keduanya selama dua tahun ini.

Gian kemudian membawa Fey untuk menemui Oma Sinta yang menjadi bintang malam ini. Oma Sinta tersenyum hangat saat melihat ke arah Gian dan Fey yang nampak mesra berjalan bersama.

"Selamat ulang tahun, Oma. Semoga Oma panjang umur, selalu sehat, serta mulia." Ujar Feylin sambil memeluk dan cipika - cipiki dengan Oma Sinta.

"Selamat ulang tahun, Oma. Oma harus selalu sehat dan panjang umur." Kini Gian ganti memeluk hangat wanita tua di hadapannya.

"Terima kasih banyak, cucu Oma. Terima kasih sudah menyempatkan datang di hari bahagia Oma. Oma senang sekali melihat kalian berdua ada di sini." Ujar Oma Sinta dengan senyum kebahagiaan.

"Ini ada sedikit hadiah untuk Oma. Semoga Oma suka dengan hadiahnya." Fey memberikan hadiah di tangannya pada Oma Sinta.

"Terima kasih banyak, silahkan nikmati hidangan dan hiburannya. Sering - seringlah mengunjungi Omamu yang sudah tua ini, ya." Kata Oma Sinta.

Gian dan Fey pun berpamitan pada Oma untuk menikmati acara. Mereka bergantian dengan tamu Oma yang sudah mengantri untuk memberikan selamat pada Oma Sinta.

"Aunty Fey..." Seorang gadis kecil berlari menghampiri Fey dan Gian yang sedang berdiri menikmati acara.

"Hey! Kia..." Fey nampak sumringah menyambut keponakannya.

Kia langsung memeluk erat Fey yang berjongkok menyambut kedatangannya. Kia adalah putri dari Kak Gita, Kakak kandung Gian.

"Apa kabar, Sayang? Aunty rindu sekali, Kia sudah lama gak main ke rumah Aunty." Kata Fey.

"Kata Mommy, Aunty dan Uncle sedang sibuk. Makanya Kia gak bisa ketemu Aunty." Adu Kia dengan bibir cemberut.

"Aunty gak sibuk kok, Sayang." Jawab Fey.

"Cuma Aunty aja yang di peluk? Uncle enggak?" Celetuk Gian.

"Ah, iya. Uncle, Kia juga rindu Uncle. Tapi, Kia lebih rindu Aunty." Jawab Kia.

"Iya deh, yang punya Aunty. Uncle jadi terlupakan." Sahut Gian yang membuat Kia tertawa.

Fey kemudian menggendong gadis berusia tiga tahun yang gembul itu. Ia mengecupi pipi Kia yang sangat menggemaskan.

"Oma dan Opa dimana? Mommy juga dimana?" Tanya Fey.

"Itu disana." Kia menunjuk ke arah Papa Abraham, Mama Mila, Kak Gita dan Kak Rio, Daddy Kia.

"Sini, Kia ikut Uncle. Kasihan Aunty kayaknya keberatan gendong kamu." Ujar Gian sambil mengambil alih tubuh gembul keponakannya.

Kia pun menurut dan tampak nyaman di pelukan Gian. Ketiganya bermain bersama, Fey menggelitik perut Kia yang tertawa sambil menggeliat di gendongan Unclenya.

"Itu dahi Aunty kenapa?" Tanya Kia sambil menyibak poni Fey.

"Gak apa - apa. Cuma kegores sedikit." Jawab Fey.

"Tapi itu terluka." Kata Kia.

"Uncle, cepet tiup luka Aunty! Kia aja kalau terluka, Mommy selalu tiup luka Kia biar cepet sembuh." Kata Kia.

"Eh, gak apa - apa, Sayang. Udah Aunty obati kok." Jawab Fey.

"Gak sakit, Aunty! Iya kan Uncle?" Ujar Kia.

"Iya." Jawab Gian.

"Ayo cepat, Uncle! Tiup dahi Aunty biar cepat sembuh. Kasihan Aunty nanti kesakitan." Pinta Kia yang merengek pada Gian.

Fey pun hanya bisa pasrah melihat Kia yang terus merengek. Ia sudah membujuk Kia agar menghentikan aksinya. Gian sendiri terdiam melihat tingkah keponakannya yang sedang merengek di gendongannya.

Terpopuler

Comments

Faqisa Sakila

Faqisa Sakila

smkin mnarik
lnjutkn thor
arsha n aksa jg jgn lp update y thor
setia mnunggu thor

2025-10-25

4

ddrhart

ddrhart

penasaran latar belakang pernikahan aneh ini

2026-03-20

1

Maya Ratnasari

Maya Ratnasari

heels (sepatu hak tinggi) Thor, bukan hells (neraka neraka?)

2026-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 1. Istri CEO
2 2. Akting
3 3. Nyinyiran balasan
4 4. Kode Bahaya
5 5. Luka Di Dahi
6 6. Pembelaan
7 7. Kedekatan Berkat Kia
8 8. Misi Khusus
9 9. Bukan Rekan Biasa
10 10. Misi Selesai
11 11. Pengacara Ghoib
12 12. Janji Gian
13 13. Tersedak
14 14. Terus Menggoda
15 15. Karna Gita
16 16. Kabar Duka
17 17. Duka Mendalam
18 18. Ungkapan Perasaan
19 19. TTB
20 20. Demam
21 21. Salah Sasaran
22 22. Si Tukang Ngeles
23 23. Tiba - Tiba Posesif
24 24. Tiba - Tiba Bucin
25 25. Perampokan
26 26. Dicurigai
27 27. Rahasia?
28 28. Kisah Masa Lalu
29 29. Pertemuan Tak Terduga
30 30. Cuti
31 31. Curian Maut
32 32. Teror
33 33. Alasan Lain
34 34. Berubah Pikiran
35 35. Datang ke Pesta
36 36. Bertemu dengan 'Neraka'
37 37. Keguguran?
38 38. Orang Berharga
39 39. Berhasil!
40 40. Narsis
41 41. Sampai Di Rumah
42 42. Keponakanku, Sainganku
43 43. Pria Avatar
44 44. Bukan Kardus
45 45. Akhirnya Mengaku
46 46. Gurau jee
47 47. Zona Merah
48 48. Perpisahan Sementara?
49 49. Kecurigaan
50 50. Ledakan
51 51. Harapan
52 52. Kembali Pulang
53 53. Keputusan
54 54. Pertemuan Yang Tak Disangka
55 55. Dilema
56 56. Kamu dan Profesiku
57 57. Persetujuan Gian
58 58. Mengerjai Yuan
59 59. Bukan Sekedar Pekerjaan
60 60. Kejutan.
61 61. Tempe Goreng
62 62. Kisah di Sore Hari
63 63. Kembali Beraktifitas
64 64. Selamat Datang!
65 65. Misi Khusus
66 66. Dua Misi
67 67. Tongkat Kematian
68 68. Pria Psikopat
69 69. Gian di Culik?
70 70. Di Lumpuhkan
71 71. Amnesia
72 72. Rindu Kia
73 73. Bom
74 74. Penjinak Bom
75 75. Latihan Militer
76 76. Menyusul Fey
77 77. Terkejut
78 78. Melepas Rindu
79 79. Malam di Jerman
80 80. Sungai
81 81. Si Pelupa
82 82. Kesya
83 83. Resah
84 84. Duka
85 85. Menghibur
86 86. Kelinci Percobaan
87 87. Kandidat Perempuan
88 88. Berita Bahagia
89 89. Ngidam
90 90. Trauma
91 91. Uncle Siaga
92 92. Bayi Laki - Laki
93 93. Bahagia yang Sempurna
Episodes

Updated 93 Episodes

1
1. Istri CEO
2
2. Akting
3
3. Nyinyiran balasan
4
4. Kode Bahaya
5
5. Luka Di Dahi
6
6. Pembelaan
7
7. Kedekatan Berkat Kia
8
8. Misi Khusus
9
9. Bukan Rekan Biasa
10
10. Misi Selesai
11
11. Pengacara Ghoib
12
12. Janji Gian
13
13. Tersedak
14
14. Terus Menggoda
15
15. Karna Gita
16
16. Kabar Duka
17
17. Duka Mendalam
18
18. Ungkapan Perasaan
19
19. TTB
20
20. Demam
21
21. Salah Sasaran
22
22. Si Tukang Ngeles
23
23. Tiba - Tiba Posesif
24
24. Tiba - Tiba Bucin
25
25. Perampokan
26
26. Dicurigai
27
27. Rahasia?
28
28. Kisah Masa Lalu
29
29. Pertemuan Tak Terduga
30
30. Cuti
31
31. Curian Maut
32
32. Teror
33
33. Alasan Lain
34
34. Berubah Pikiran
35
35. Datang ke Pesta
36
36. Bertemu dengan 'Neraka'
37
37. Keguguran?
38
38. Orang Berharga
39
39. Berhasil!
40
40. Narsis
41
41. Sampai Di Rumah
42
42. Keponakanku, Sainganku
43
43. Pria Avatar
44
44. Bukan Kardus
45
45. Akhirnya Mengaku
46
46. Gurau jee
47
47. Zona Merah
48
48. Perpisahan Sementara?
49
49. Kecurigaan
50
50. Ledakan
51
51. Harapan
52
52. Kembali Pulang
53
53. Keputusan
54
54. Pertemuan Yang Tak Disangka
55
55. Dilema
56
56. Kamu dan Profesiku
57
57. Persetujuan Gian
58
58. Mengerjai Yuan
59
59. Bukan Sekedar Pekerjaan
60
60. Kejutan.
61
61. Tempe Goreng
62
62. Kisah di Sore Hari
63
63. Kembali Beraktifitas
64
64. Selamat Datang!
65
65. Misi Khusus
66
66. Dua Misi
67
67. Tongkat Kematian
68
68. Pria Psikopat
69
69. Gian di Culik?
70
70. Di Lumpuhkan
71
71. Amnesia
72
72. Rindu Kia
73
73. Bom
74
74. Penjinak Bom
75
75. Latihan Militer
76
76. Menyusul Fey
77
77. Terkejut
78
78. Melepas Rindu
79
79. Malam di Jerman
80
80. Sungai
81
81. Si Pelupa
82
82. Kesya
83
83. Resah
84
84. Duka
85
85. Menghibur
86
86. Kelinci Percobaan
87
87. Kandidat Perempuan
88
88. Berita Bahagia
89
89. Ngidam
90
90. Trauma
91
91. Uncle Siaga
92
92. Bayi Laki - Laki
93
93. Bahagia yang Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!