Bab 711
Hanya berselang beberapa hari sejak Pertempuran Kota Zigi berakhir, luka-luka yang ditinggalkan perang itu masih jelas terlihat di mana-mana. Tembok pertahanan kota yang dahulu berdiri kokoh kini belum sempat diperbaiki, retakannya menganga seperti bekas sayatan di tubuh raksasa yang terluka.
Begitu pesawat mendarat dan pintunya terbuka, Rangga melangkah turun perlahan. Pandangannya langsung tertuju ke kota besar yang terbentang di hadapannya. Di udara, bau besi bercampur darah kering masih terasa pekat, seolah pertempuran itu baru saja terjadi kemarin. Aroma kematian belum sepenuhnya menghilang, menempel di setiap sudut kota, menusuk indera penciuman.
Setelah Blead Pallace melancarkan serangan brutal dan menjarah wilayah ini, sistem pemerintahan yang mereka terapkan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih kejam dari sebelumnya. Keamanan tidak lagi dijaga dengan hukum atau kesepakatan, melainkan direbut dengan kekerasan mutlak.
Langkah pertama mereka selalu sama:
menaklukkan pasukan yang mempertahankan kota.
Setelah itu, target berikutnya adalah para master yang masih bertahan hidup. Cara pengendalian mereka sangat sederhana, nyaris keji. Siapa pun yang bersedia menyerah akan diberi ramuan khusus. Namun ramuan itu bukan penyelamat—melainkan rantai tak kasatmata. Jika diminum secara teratur, mereka bisa hidup. Jika terlambat sedikit saja… kematian akan datang tanpa ampun.
Masalah ramuan ini sejatinya belum sepenuhnya terpecahkan di bumi. Memang telah ditemukan formula untuk meneliti penawarnya, tetapi sampai sekarang, ramuan itu tidak bisa diberantas sepenuhnya.
Bagi master yang menolak tunduk, nasib mereka jauh lebih singkat.
Mereka dieksekusi di tempat, tanpa kesempatan kedua.
Karena itulah, para master yang berada di bawah kendali Blead Pallace rela mengorbankan nyawa mereka sendiri demi kepentingan tuannya. Keinginan untuk bertahan hidup memaksa mereka menanggalkan harga diri. Tidak ada pilihan lain selain bekerja untuk Blead Pallace.
Di dunia ini, segalanya dikendalikan oleh mereka yang berada di puncak kelas sosial. Menguasai elit berarti menguasai dunia. Apa yang mereka sebut sebagai “seleksi” sejatinya hanyalah paksaan yang dibungkus dengan janji manis.
Seluruh gerbang kota kini berada di bawah pengawasan ketat. Tidak ada seorang pun yang berani keluar. Kota ini berubah menjadi kandang raksasa.
Azoer masih terus melakukan seleksi.
Saat dia pertama ka…
Demi Semua Yang Bernafas Season 2
Bab 711
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 1014 Episodes
Comments