Wanita serakah

Melihat tatapan kebencian dari seluruh keluarganya adalah hal yang paling bisa bagi Rose. Sampai-sampai dia sesudah tidak peduli lagi dengan itu semua.

Dia memang pantas disebut sebagai wanita berhati batu karena sama sekali tak terganggu dengan itu.

Rose duduk pada kursi paling ujung di meja makan berbentuk persegi panjang itu. Kursi yang selalu disisakan untuknya. Padahal dia adalah putri pertama dari Leo Martinez, kepala rumah tangga di rumah itu. Tapi dia bagaikan putri terbuang, tak dianggap dan tidak dibutuhkan sama sekali.

Melihat Ayahnya duduk di kursi kepala keluarga. Hinda, wanita yang sangat Rose benci duduk di samping Ayahnya, kemudian disusul Karin disebelah Hilda dan kedua anak Grace. Sementara di seberangnya terdapat Grace dan suaminya, kemudian Lidya dan suaminya, lalu disusul kedua anaknya pula.

Suasana di meja makan langsung hening begitu ia datang. Mereka semua yang ada di sana hanya saling menatap dan melirik Rose dengan sinis.

"Karin, bagaimana kabar proposal kamu ke perubahan Mr. Ramos? Apa kamu berhasil memenangkan tendernya?" Tanya Dean pada keponakannya itu.

"Belum ada kabar Paman, katanya hari ini mereka akan menghubungiku terkait keputusannya" Jawab Karin yang sangat berharap jika dia memenangkan tender kali ini.

"Semoga kamu berhasil kali ini Karin. Buktikan kalau kamu bisa memenangkan tendernya walau ada yang mencurangi mu!" Grace sesekali melirik Rose yang tampak begitu tenang tanpa tersinggung sama sekali dengan ucapannya.

"Iya, seperti yang sebelum-sebelumnya. Kamu selalu saja ditikung, dicurangi sama Rose. Sudah tau kalau kamu menginginkan proyek itu, tapi dia malah merebutnya darimu. Kalian dalam perusahaan yang sama, bukannya membantumu, dia malah ikut bersaing bersamamu!" Lidya mengungkit kesalahan Rose yang selalu saja mengambil klien milik Karina.

Rose heran dengan kedua Bibinya itu, mereka wanita yang sangat baik jika berhadapan dengan semua orang bahkan terkenal dermawan, tapi kalau di hadapan Rose, kedua wanita itu terlihat menjadi wanita yang penuh kebencian.

Rose tidak pernah mencari gara-gara dengan mereka. Rose juga tidak pernah ada masalah dengan mereka. Dulu mereka juga sangat menyayangi Rose sewaktu Ibunya masih ada, tapi hanya karena Rose membenci Hilda dan Karina, mereka justru berbalik membenci Rose.

"Bibi, kami memang dalam perushaan yang sama. Tapi Ayah mempunyai dua tim di perusahaannya. Kami bebas bersaing memberikan yang terbaik untuk memenangkan tender. Jadi tidak ada yang salah dalam hal ini meski aku pun menginginkan proyek yang sama!" Rose menanggapi kedua Bibinya dengan begitu tenang.

"Ya tetap saja salah. Harusnya kamu bantu adik mencari klien sebanyak-banyaknya. Bukan malah merebutnya!"

Rose meletakkan pisau dan gapunya. Tatapannya berubah tajam pada Grace, adik dari Ayahnya itu. Dia tak langsung bersuara, dia sempat mengusap bibrinya dengan tisu terlebih dahulu.

"Apa Bibi lupa? Tujuan hidupku adalah merebut semua yang dia punya!" Mata Rose bergerak menuju wanita yang berusia satu tahun lebih muda darinya. Wanita yang menjadi sumber kehancurannya.

Brak...

Leo memukul meja dengan keras hingga membuat mereka semua terkejut kecuali Rose. Dia bahkan tak bereaksi apapun melihat Leo seperti itu.

"Jangan melampaui batas Rose. Ayah tidak pernah mengajarkan mu menjadi wanita serakah seperti mu!" Geram Leo.

"Cih" Rose memalingkan wajahnya dengan senyum kecut.

"Apa Ayah tidak pernah bercermin?" Rose membalas tatapan mata Ayahnya.

"Justru aku memiliki sifat serakah seperti ini dari Ayah!" Balasnya dengan senyum mengejek. Sekilas terlihat tatapan mata seperti orang jijik melihat sebuah kotoran yang ada di hadapannya.

"Kenapa Ayah? Bukannya Ayah juga laki-laki yang serakah? Ayah sudah punya istri dan anak, tapi Ayah justru menjalin hubungan dengan gundik sampai punya anak. Apa itu bukan serakah namanya?!"

Deg...

Hilda langsung memegang dadanya yang terasa nyeri. Rasanya sakit sekali saat Rose menyebutnya sebagai gundik. Dia memang salah, tapi Hilda tak menyangka jika sampai bertahun-tahun lamanya, Rose tidak bisa memaafkannya meski dia sudah berkali-kali minta maaf.

"Kau!!!!" Leo berdiri menunjuk putrinya yang duduk begitu jauh darinya.

"Tidak perlu bangun Yah, aku sudah selesai. Aku yang akan pergi!" Rose menyela lebih dulu sebelum Leo menceramahinya dengan begitu panjang.

Hal seperti itu sudah sering terjadi, makanya Rose seudah begitu hafal dengan apa yang akan Ayahnya lakukan setelah ini. Dia pasti akan didalah-salahkan oleh Ayahnya dan juga seluruh keluarganya.

Ahhh, keluarga. Bahkan Rose tidak pernah merasa punya keluarga lagi setelah Neneknya meninggal tiga tahun yang lalu.

Rose berjalan keluar dari istana megah yang bagaikan neraka baginya. Sampai saat ini dia masih bertahan di sana hanya karena dia tak ingin kluarga gundik menguasai semuanya. Dia bertahan karena tak ingin Hidan dan putrinya bahagia. Dia ingin menjadi membuat Hilda dan Karina seperti tinggal di neraka sama seperti dirinya.

Rumah itu adalah satu-satunya tempat tang menyimpan banyak kenangan antara Rose bersama Ibu dan Neneknya. Jadi meski hidup Rose tak tenang berasa di rumah itu, dia akan mencoba untuk bertahan di sana sampai Rose benar-benae sudah tidak tahan lagi.

Tepat saat kaki Rose sampai pada ambang pintu, dia berpapasan dengan Arsen. Pria yang menjadi kekasih adik tirinya itu.

Rose sama sekali tak peduli. Dia melewatinya begitu saja tanpa menyapa ataupun menoleh hingga membuat Arsen keterangan.

"Apa dia sudah gila?" Gumam Arsen karena Rose seolah tidka melihat dirinya meski mereka berpapasan di depan pintu.

Tak...

Bunyi heels Rose terdengar nyaring saat dia tiba-tiba menghentikan langkahnya. Dia berbalik menatap Arsen dari atas sampai ke bawah.

Arsen gang ditatap seperti itu mendadak menjadi gugup.

"Justru aku yang harus bertanya. Apa kau tidak punya pekerjaan sampai-sampai setiap hari harus mengantar-jemput kekasihmu itu?"

"Bukan urusan mu!" Balas Arsen dengan sinis.

"Kalau begitu, kenapa kau mengomentari sikap ku? Aku rasa kau yang gila, atau sebenrnya kau tertarik padaku?!" Rose tersenyum meledek pada Arsen.

"Kau!" Arsen tampak tak Terima namun Rose sudah lebih dulu menjauh darinya tanpa rasa bersalah sama sekali karena sudah menghina Arsen.

Terpopuler

Comments

Agnezz

Agnezz

sebentar, agak keder ada banyak tokoh dalam keluarga besar itu.
tokoh Utama Rose, ayahnya Leo, ibu dan neneknya meninggal
Hinda istri kedua ayah Rose, dan Karin anaknya ( adik tiri Rose) punya pacar namanya Arsen
Bibi Grace , suaminya ( Dean?) dan 2 anak
Bibi Lidya , suaminta dan 2 anak.

2025-11-02

4

Jumi🍉

Jumi🍉

Wajar ajar Rose menyimpan dendam ternyata satu keluarga gak ada yang beresnya, baik bibi maupun ayahnya selalu menyudutkan Rose, ayah kandung berasa ayah tiri... 😤Sekalipun ayahnya ada alasan nantinya kenapa nikah lagi tetap aja salah udah punya istri tetap aja punya gundik.🙄

2025-11-02

2

Rina Damayanti

Rina Damayanti

masih aga misteri kenapa si tante²nya si rose ini gak suka ama rose alasannya apa dan kenapa mereka tinggal disitu gak pada punya rumah sendiri gitu?

2025-11-02

2

lihat semua
Episodes
1 Wanita keras hati
2 Wanita serakah
3 Semua ini salahku
4 Gundik dan anak haramnya
5 Berhentilah!
6 Langkah Rose selanjutnya
7 Rencana perjodohan
8 Rekaman masa lalu
9 Meminta restu
10 Ancaman
11 Tolong jaga dia untukku
12 Niat terselubung
13 Tidak kenal cinta
14 Bahagia di atas penderitaan orang lain
15 Mawar berduri
16 Permintaan Karin
17 Aku suami mu!
18 Hampir gila
19 Kembalikan semuanya!
20 Jadilah buta dan tuli
21 Rencana Arsen
22 Rose menghilang
23 Pesta terancam batal
24 Menemukan Rose
25 Pergi dan jangan kembali!
26 Kenapa harus kau yang dia ambil?
27 Skenario Rose
28 Dokter Frans
29 Bukan hanya sekedar balas dendam
30 Tipu daya
31 Semakin dekat
32 Pelukan yang menenangkan
33 Memory masa lalu
34 Sudah kalah
35 Mengalahkan macan betina
36 Tuduhan tidak benar
37 Adil bukan berarti harus sama
38 Ungkapan hati Rose
39 Percayalah padaku!
40 Menenangkan diri
41 Kesalahan Leo
42 Marah-marah tidak jelas
43 Arsen lepas kendali
44 Kejujuran Arsen
45 Kenyataan yang menyakitkan
46 Aku akan menjaganya dengan baik!
47 Tidak sudi lagi
48 Percayalah padaku!
49 Yang sebenarnya
50 Pilihan Arsen
51 Perasaan Arsen
52 Wanita mnipulatif
53 Aku cemburu!
54 Kecupan kecil
55 Boomerang
56 Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya
57 Aku rindu
58 Coklat
59 Peringatan kematian Melisa
60 Berada di posisi yang sama
61 Pertama kali
62 Kemarahan Arsen
63 Tidak merasa bersalah
64 Ungkapan perasaan Arsen
65 Keputusan Rose
66 Membahagiakan Rose
67 Cemburu lagi
68 Antara dua orang putri
69 Cookies
70 Pembohong
71 Salah paham
72 Serakah
73 Keadaan Rose
74 Pelukan yang masih sama
75 Kedatangan Tuan & Nyonya Orlando
76 Mawar berduri
77 Hilang
78 Membuat kenangan baru
79 Aku akan membahagiakanmu
80 Malam romantis
81 Sesuatu yang disembunyikan
82 Ingat semuanya
83 Akhir balas dendam
84 Penyesalan tiada guna
85 Karma
86 Mulai melupakan
87 Kehilangan semuanya
88 Semakin manja
89 Masih peduli
90 Aku memaafkanmu
91 Melepaskan semuanya
92 Kebahagiaan Rose
93 Season 2 ( Ethan & Luna )
94 Season 2 ( Pernikahan Ethan & Luna )
95 Season 2 ( Permintaan Grace )
96 Season 2 ( Ethan & Luna, mencoba dekat)
97 Season 2 ( Makan siang )
98 Seasin 2 ( Kesepakatan )
99 Seasin 2 ( Meigui )
100 Season 2 ( Merendahkan diri )
101 Season 2 ( Mantan kekasih )
102 Season 2 ( Apa yang terjadi sebenarnya? )
103 Season 2 ( Kebahagiaan Rose )
104 Season 2 ( Pesan tanpa nama )
105 Season 2 ( Perubahan Ethan )
106 Season 2 ( Kau cemburu? )
107 Season 2 ( Memulai dari awal )
108 Season 2 ( Menyerahkan diri )
109 Season 2 ( Kebahagiaan Luna )
110 Season 2 ( Akun misterius )
111 Season 2 ( Terungkap )
112 Seasin 2 ( Menjijikkan )
113 Season 2 ( Keputusan Luna )
114 Season 2 { Terbongkar semuanya )
115 Season 2 ( Menyingkirkan Rex )
116 Promo karya baru ( Terjerat benang merah )
117 Seasin 2 ( Ngidam )
118 Season 2 ( Tidak diinginkan lagi )
119 Seasin 2 ( Masih ada yang peduli )
120 Season 2 ( Kedatangan Rose )
121 Season 2 ( Menemui dokter Frans )
122 Seasin 2 ( Bertemu dengan Rex )
123 Season 2 ( Kesempatan ke dua )
124 Season 2 ( Deep talk )
125 Season 2 ( Penolakan Sintia )
126 Season 2 ( Ibu mertua )
127 Season 2 ( Maaf dari Mertua )
128 Season 2 ( Saling memaafkan )
129 Season 2 ( Sikap dingin Luna )
130 Season 2 ( Kesalahpahaman )
131 Season 2 ( Akhirnya )
132 Season 2 ( Kebahagiaan Luna dan Ethan )
133 Season 2 ( Cinta pertama )
134 Season 2 ( Sudah selesai )
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Wanita keras hati
2
Wanita serakah
3
Semua ini salahku
4
Gundik dan anak haramnya
5
Berhentilah!
6
Langkah Rose selanjutnya
7
Rencana perjodohan
8
Rekaman masa lalu
9
Meminta restu
10
Ancaman
11
Tolong jaga dia untukku
12
Niat terselubung
13
Tidak kenal cinta
14
Bahagia di atas penderitaan orang lain
15
Mawar berduri
16
Permintaan Karin
17
Aku suami mu!
18
Hampir gila
19
Kembalikan semuanya!
20
Jadilah buta dan tuli
21
Rencana Arsen
22
Rose menghilang
23
Pesta terancam batal
24
Menemukan Rose
25
Pergi dan jangan kembali!
26
Kenapa harus kau yang dia ambil?
27
Skenario Rose
28
Dokter Frans
29
Bukan hanya sekedar balas dendam
30
Tipu daya
31
Semakin dekat
32
Pelukan yang menenangkan
33
Memory masa lalu
34
Sudah kalah
35
Mengalahkan macan betina
36
Tuduhan tidak benar
37
Adil bukan berarti harus sama
38
Ungkapan hati Rose
39
Percayalah padaku!
40
Menenangkan diri
41
Kesalahan Leo
42
Marah-marah tidak jelas
43
Arsen lepas kendali
44
Kejujuran Arsen
45
Kenyataan yang menyakitkan
46
Aku akan menjaganya dengan baik!
47
Tidak sudi lagi
48
Percayalah padaku!
49
Yang sebenarnya
50
Pilihan Arsen
51
Perasaan Arsen
52
Wanita mnipulatif
53
Aku cemburu!
54
Kecupan kecil
55
Boomerang
56
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya
57
Aku rindu
58
Coklat
59
Peringatan kematian Melisa
60
Berada di posisi yang sama
61
Pertama kali
62
Kemarahan Arsen
63
Tidak merasa bersalah
64
Ungkapan perasaan Arsen
65
Keputusan Rose
66
Membahagiakan Rose
67
Cemburu lagi
68
Antara dua orang putri
69
Cookies
70
Pembohong
71
Salah paham
72
Serakah
73
Keadaan Rose
74
Pelukan yang masih sama
75
Kedatangan Tuan & Nyonya Orlando
76
Mawar berduri
77
Hilang
78
Membuat kenangan baru
79
Aku akan membahagiakanmu
80
Malam romantis
81
Sesuatu yang disembunyikan
82
Ingat semuanya
83
Akhir balas dendam
84
Penyesalan tiada guna
85
Karma
86
Mulai melupakan
87
Kehilangan semuanya
88
Semakin manja
89
Masih peduli
90
Aku memaafkanmu
91
Melepaskan semuanya
92
Kebahagiaan Rose
93
Season 2 ( Ethan & Luna )
94
Season 2 ( Pernikahan Ethan & Luna )
95
Season 2 ( Permintaan Grace )
96
Season 2 ( Ethan & Luna, mencoba dekat)
97
Season 2 ( Makan siang )
98
Seasin 2 ( Kesepakatan )
99
Seasin 2 ( Meigui )
100
Season 2 ( Merendahkan diri )
101
Season 2 ( Mantan kekasih )
102
Season 2 ( Apa yang terjadi sebenarnya? )
103
Season 2 ( Kebahagiaan Rose )
104
Season 2 ( Pesan tanpa nama )
105
Season 2 ( Perubahan Ethan )
106
Season 2 ( Kau cemburu? )
107
Season 2 ( Memulai dari awal )
108
Season 2 ( Menyerahkan diri )
109
Season 2 ( Kebahagiaan Luna )
110
Season 2 ( Akun misterius )
111
Season 2 ( Terungkap )
112
Seasin 2 ( Menjijikkan )
113
Season 2 ( Keputusan Luna )
114
Season 2 { Terbongkar semuanya )
115
Season 2 ( Menyingkirkan Rex )
116
Promo karya baru ( Terjerat benang merah )
117
Seasin 2 ( Ngidam )
118
Season 2 ( Tidak diinginkan lagi )
119
Seasin 2 ( Masih ada yang peduli )
120
Season 2 ( Kedatangan Rose )
121
Season 2 ( Menemui dokter Frans )
122
Seasin 2 ( Bertemu dengan Rex )
123
Season 2 ( Kesempatan ke dua )
124
Season 2 ( Deep talk )
125
Season 2 ( Penolakan Sintia )
126
Season 2 ( Ibu mertua )
127
Season 2 ( Maaf dari Mertua )
128
Season 2 ( Saling memaafkan )
129
Season 2 ( Sikap dingin Luna )
130
Season 2 ( Kesalahpahaman )
131
Season 2 ( Akhirnya )
132
Season 2 ( Kebahagiaan Luna dan Ethan )
133
Season 2 ( Cinta pertama )
134
Season 2 ( Sudah selesai )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!