2. Tamparan dari Anggun

Entah kenapa Berlin tiba-tiba merasakan firasat buruk.

"Tolong tinggalkan kami sebentar," ucap Anggun dengan suara yang tegas.

Para penata rias berpandangan satu sama lain lalu menatap Berlin untuk melihat reaksi perempuan itu.

"Keluarlah!" Perintah Berlin yang tentunya tidak ingin percakapan mereka didengar oleh para penata rias itu.

Para penata rias tidak berkomentar apapun, mereka dengan cepat meninggalkan Berlin dan Anggun.

"Kau terkejut?" Anggun berbicara setelah pintu tertutup, menatap Berlin dengan ekspresi penuh kemenangan.

Gertakan gigi dari Berlin langsung terdengar dan dengan kesal dia berkata, "bagaimana kau melakukannya? Di mana kau mencuri barang-barang itu?"

"Heh,,," Anggun tersenyum kecut lalu dia mengeluarkan sebuah catatan kecil dari tasnya dan meletakkannya di atas meja, "aku rasa kau dan ibumu sudah puas bersenang-senang selama ini, jadi mulai hari ini aku akan mengambil semua yang seharusnya menjadi milikku!" Tegas Anggun.

"Jangan harap! Memangnya apa yang bisa kau lakukan?! Tidak ada! Akulah yang memutuskan nasibmu!" Tegas Berlin sebelum akhirnya dia menampar pipinya sendiri.

Plak!

Tamparan itu langsung membuat jejak tangan terukir di wajah Berlin dan dengan cepat Berlin membuka pintu ruang rias dan menjatuhkan dirinya keluar.

Brak!

"Akhh,,, tolong!" Teriak Berlin dalam ketidakberdayaannya.

"Apa yang terjadi?"

"Siapa yang melakukan ini?"

Orang-orang dengan cepat menyelamatkan Berlin, sementara Berlin berpura-pura menjadi korban yang tidak berdaya.

Anggun terpukau dengan akting perempuan di hadapannya, hal seperti inilah yang tidak dimiliki oleh Anggun, jadi saudara tiri yang jahat ini bisa dengan mudah menyingkirkan Anggun.

Tapi untungnya sekarang Anggun yang lama telah menghilang dan sekarang Anggun yang baru telah muncul, dan tidak mungkin kalah begitu saja dari seorang rubah kecil.

Jadi Anggun tetap berdiri dengan tenang, melihat pemandangan di depannya yang dipenuhi sandiwara.

Berlin pun terkejut melihat perubahan Anggun yang begitu luar biasa, bahkan masih tetap tenang dalam situasi seperti itu?

Padahal sebelumnya Anggun adalah gadis yang begitu lemah dan polos, tidak mungkin ekspresinya seperti itu setelah mengetahui dirinya dalam bahaya.

"Dia,,, dia menerobos masuk dan menamparku, hiksss" kata Berlin sambil meneteskan air matanya, memegangi pipinya yang telah bengkak karena ditampar.

"Kau!" Salah seorang staf terkejut, bisa-bisanya ada seseorang yang berani melakukan hal jahat seperti itu pada Anggun yang merupakan putri dari pemilik hotel.

Tetapi ketika orang-orang di sana melihat Anggun, mereka terkejut mendapati bahwa perempuan yang dimaksud oleh Berlin adalah anak kandung pemilik hotel.

"Nona Anggun?" Ucap salah seorang pegawai hotel dalam rasa bingung.

Sekarang harus membela Putri tiri atau Putri kandung pemilik hotel?

Berlin benar-benar kesal melihat orang-orang di sana tampak dilema, tetapi sebelum dia mengatakan sesuatu, seseorang sudah terlebih dahulu datang.

"Apa yang terjadi?" Suara seorang laki-laki berlari menghampiri Berlin.

"Kak Bryan," ucap Berlin langsung merebahkan tubuhnya ke dalam pelukan Bryan dan menangis tersedu-sedu, "hiks,, hiks,,, Aku tidak tahu apa salahku, tiba-tiba kak Anggun datang menamparku dan menganiaya aku," isak Berlin.

"Apa?" Bryan terkejut, setahunya Anggun berada di luar negeri setelah perempuan itu mencampakkan ayahnya yang sakit karena tidak ingin merawat sang ayah, namun sekarang tiba-tiba kembali di hari ulang tahun Berlin dan langsung menganiaya Berlin?

Bryan mengangkat kepalanya, menatap Anggun yang masih berdiri dengan tenang di sana, pria itu cukup terkejut saat melihat penampilan Anggun yang saat ini terlihat luar biasa, sangat berbeda dari Anggun yang sebelum-sebelumnya ia kenal.

Berlin pun terkejut melihat reaksi sesaat Bryan, jelas itu sebuah reaksi kagum.

"Kak Bryan, sakit sekali," kata Berlin kembali menarik perhatian Bryan hingga Bryan kembali menatap Berlin.

"Panggil dokter!" Perintah Bryan pada para staff hotel di sana sebelum akhirnya membawa Berlin ke gendongannya dan hendak pergi dari sana.

Tetapi saat itu Anggun dengan cepat berkata, "tunggu!"

Bryan menghentikan langkahnya dan kembali menatap Anggun dengan ekspresi marah, "apalagi yang kau inginkan? Setelah menelantarkan ayahmu dan juga tunanganmu, sekarang kau ingin menyakiti Berlin?"

Tatapan dingin dari sang mantan tunangan membuat Anggun tersenyum kecut, "kau percaya aku menamparnya?" Tanya Anggun membuat semua orang di sana terkejut.

Kenapa Anggun berkata seperti itu?

"Kak,, kenapa kau..." Berlin kembali terisak digendongan Bryan membuat Bryan semakin marah pada Anggun.

Bryan menatap Anggun dengan tatapan tajam, "hentikan omong kosong mu, memangnya ada orang lain yang akan menampar Berlin? Hanya kau yang akan melakukan hal rendah seperti itu!" Geram Bryan penuh amarah pada Anggun.

Sebuah senyuman muncul di wajah Anggun, dia tahu bahwa selama ini Berlin telah banyak menjebak Anggun dan membuat Anggun terlihat selalu salah dan menjadi wanita jahat di hadapan Bryan, jadi tentu saja pria itu tidak akan mempercayainya.

Meski begitu, Anggun dengan percaya diri berkata, "Jadi kau percaya aku menamparnya? Semua orang bisa melihat bekas tamparan yang ada di wajah Berlin, di pipi kanannya tercetak bekas tangan kanan, tidak mungkin aku menampar pipi kanannya menggunakan tangan kananku 'kan? Hanya ada satu jawaban untuk itu, dia menampar pipinya sendiri!"

Berlin yang mendengar itu langsung menutupi pipi kanannya yang telah lebam.

Bryan pun dengan cepat memperhatikan pipi kanan Berlin, tetapi karena ditutupi oleh tangan kanan Berlin, maka Bryan tidak bisa melihatnya.

Berlin yang cemas pun pun dengan cepat meneteskan air matanya sambil terisak, "Kak Bryan, jangan percaya padanya, tidak mungkin aku melukai diriku sendiri, apalagi hari ini adalah hari ulang tahunku, pestanya akan segera dimulai. Tolong bawa aku pergi dari sini, Aku sangat takut melihat Kak Anggun, Dia mungkin akan menyerangku lagi."

Melihat keadaan Berlin yang tampak sangat menyedihkan, maka mau tak mau hati Bryan tersentuh, pria itu dengan cepat berkata, "jangan khawatir, aku pasti akan melindungi mu."

Bryan hendak pergi dari sana, tetapi kemudian suara Anggun kembali terdengar, "tidakkah aku mendapat kesempatan untuk membersihkan nama baikku dari sebuah fitnahan? Kalian sedih melihat Berlin yang kesakitan, tapi kalian tidak pernah berpikir bagaimana perasaanku setelah difitnah olehnya!"

Diam-diam Berlin menggertakkan giginya mendengar ucapan Anggun, Kenapa Anggun tiba-tiba jadi sangat berubah seperti ini?

Bukankah sebelum-sebelumnya Anggun yang bodoh itu hanya akan meratapi nasibnya dan tidak memiliki pilihan selain terjebak dalam sandiwara yang dimainkan?

Tepat ketika Bryan merasa bahwa apa yang dikatakan Anggun itu benar, seorang perempuan paruh baya muncul, "Apa yang terjadi?" Tanya Agatha yang merupakan ibu kandung Berlin.

"Ibu,,," isakan Berlin semakin menjadi-jadi saat melihat kedatangan ibunya hingga membuat Agatha menjadi semakin kesal.

Perempuan paruh baya itu menatap Bryan, "bawa dia pergi," ucap Agatha lalu memindahkan tatapannya ke arah Anggun.

Agatha sangat terkejut setelah memastikan sendiri apa yang telah diceritakan oleh salah seorang pegawai hotel yang melaporkan kejadian di tempat itu padanya.

Ternyata benar, Anggun berada di sana dalam penampilan yang tak bisa dipercayai oleh akal sehatnya.

Berhari-hari yang lalu dia telah mengurung perempuan itu demi memastikan seluruh persiapan untuk ulang tahun Berlin berjalan dengan lancar, bahkan Bryan juga telah berbicara padanya tentang niat pria itu untuk melamar putrinya di hari ulang tahun Berlin, jadi dia dengan tegas menyuruh pelayan untuk mengurung Anggun di kamarnya.

Dia juga memastikan sendiri bahwa Anggun benar-benar dikurung di sana, namun sekarang sepertinya ada seseorang yang telah berkhianat di kediaman tersebut.

Tetapi lebih dari itu, dari mana Anggun bisa mendapatkan semua barang-barang mewah yang dipakainya?

Maka tanpa aba-aba, Agatha yang kesal melihat Anggun dengan cepat mengangkat tangan kanannya dan mendaratkan sebuah tamparan di pipi Anggun.

Plak!

Anggun menutup matanya, merasakan rasa sakit di pipinya yang terasa membakar dan perih.

Dengan penuh amarah, Agatha berkata, "Berani-beraninya kau menyentuh putriku! Setelah mencampakkan keluargamu, kau datang untuk mengacaukan--"

Plak!

Agatha sangat terkejut ketika Anggun tanpa aba-aba menampar pipinya, bahkan para staf hotel di sana langsung menutup mulut mereka dengan kedua tangan setelah menyaksikan Anggun benar-benar berani menampar perempuan yang sudah resmi menjadi Ibu sambung Anggun.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

bagussss 👍👍😡

2025-12-16

1

partini

partini

matapppp 👍👍

2025-11-10

0

Soraya

Soraya

bagus jgn mau ngalah

2025-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 1. Perubahan Anggun memberi firasat buruk
2 2. Tamparan dari Anggun
3 3. Bukti kejahatan Agatha di tangan Anggun
4 4. Terancam oleh Anggun
5 5. Keadaan berbalik
6 6. Ditolong oleh Alvin
7 7. Baik sekaligus Buruk
8 8. Anggun harus hadir dalam pertemuan
9 9. Merusak citra Anggun di depan Alvin
10 10. Perang dingin keluarga
11 11. Mengambil alih jeputusan
12 12. Menggoda pria lain
13 13. Rencana menjebak Anggun
14 14. KONTRAK PERNIKAHAN
15 15. Telah memilih yang terbaik
16 16. Hanya nomor 17
17 17. Uang yang digelapkan Agatha dan putrinya
18 18. Ditolak pangeran Arab
19 19. Dihalangi oleh pengawal
20 20. Siapa yang dekat dengan pangeran arab
21 21. Berlin kehilangan koneksi
22 22. Penyerangan di Villa
23 23. Keputusan yang menentukan hidup dan mati
24 24. Menandatangani surat penikahan
25 25. Bersama di apartemen
26 26. Tamu VVIP
27 27. Sinyal
28 28. Gaun yang dikenakan Anggun
29 29. Menguasai 7 bahasa
30 30. Kehancuran keluarga Boston
31 31. Hadiah ulang tahun untuk Agatha
32 32. Bukti kejahatan
33 33. Kembali mengelolah hotel
34 34. Akan bertemu dengan Bryan
35 35. Membuat Bryan menunggu
36 36. Lamaran dari Bryan
37 37. Parasit
38 38. Milikku
39 39. Orang orang Agatha
40 40. Semua orang dipecat
41 41. Kartika, Pelayan dari Kediaman Johar
42 42. Istri
43 43. Kalian berdua pasti lelah
44 44. Pesona suami Kontrak
45 45. Sikap dingin Nyonya Johar
46 46. Tersiram
47 47. Nyonya Rumah Johar
48 48. Aku akan menghiburmu
49 49. Perempuan yang berfoto dengan Alvin
50 50. Posisi yang tidak memuaskan
51 51. Tuan Johar
52 52. Akan merebut Anggun
53 53. Rencana Luis
54 54. Rencana untuk menjebak Anggun
55 55. Obat dalam makanan
56 56. Kakak ipar
57 57. Noda darah
58 58. Foto-foto yang sampai ke tangan Alvin
59 59. Seharusnya begitu
60 60. Meminta bantuan Tuan Tua
61 61. Bukti
62 62. Pisau beracun
63 63. Masuk jebakan Alvin
64 64. Teguran untuk Alvin
65 65. Adik
66 66. Keadaan Tuan tua tidak baik
67 67. Kepergian Tuan Tua
68 68. Sibuk memikirkan warisan
69 69. Daftar penerima warisan
70 70. Direndahkan oleh tua bangka
71 71. Bungkusan Aneh
72 72. Kutukan
73 73. Hasil penyelidikan
74 74. Tuan Johar tiba-tiba jatuh sakit
75 75. Tujuh bulan lagi
76 75. Akan mengembalikan semua harta warisan
77 77. Menunggu kabar
78 78. Kesempatan lain
79 79. Hari pertama menggantikan Tuan Johar
80 80. Pekerjaan Luis tidak beres
81 81. Kesulitan menghadapi Luis
82 82. Memata-matai Nyonya Johar
83 83. Posisi yang sama
84 84. Janji Tuan Johar
85 85. Makan malam keluarga
86 86. Pengumuman dari Tuan Johar
87 87. Berhasil membujuk Alvin
88 88. Pernikahan telah berakhir
89 89. Masalah gaun
90 90. Bubuk alergi
91 91. Bintik-bintik di wajah Nyonya Johar
92 92. Terlalu kacau
93 93. Acara dimulai
94 94. Pengumuman penting
95 95. TAMAT
Episodes

Updated 95 Episodes

1
1. Perubahan Anggun memberi firasat buruk
2
2. Tamparan dari Anggun
3
3. Bukti kejahatan Agatha di tangan Anggun
4
4. Terancam oleh Anggun
5
5. Keadaan berbalik
6
6. Ditolong oleh Alvin
7
7. Baik sekaligus Buruk
8
8. Anggun harus hadir dalam pertemuan
9
9. Merusak citra Anggun di depan Alvin
10
10. Perang dingin keluarga
11
11. Mengambil alih jeputusan
12
12. Menggoda pria lain
13
13. Rencana menjebak Anggun
14
14. KONTRAK PERNIKAHAN
15
15. Telah memilih yang terbaik
16
16. Hanya nomor 17
17
17. Uang yang digelapkan Agatha dan putrinya
18
18. Ditolak pangeran Arab
19
19. Dihalangi oleh pengawal
20
20. Siapa yang dekat dengan pangeran arab
21
21. Berlin kehilangan koneksi
22
22. Penyerangan di Villa
23
23. Keputusan yang menentukan hidup dan mati
24
24. Menandatangani surat penikahan
25
25. Bersama di apartemen
26
26. Tamu VVIP
27
27. Sinyal
28
28. Gaun yang dikenakan Anggun
29
29. Menguasai 7 bahasa
30
30. Kehancuran keluarga Boston
31
31. Hadiah ulang tahun untuk Agatha
32
32. Bukti kejahatan
33
33. Kembali mengelolah hotel
34
34. Akan bertemu dengan Bryan
35
35. Membuat Bryan menunggu
36
36. Lamaran dari Bryan
37
37. Parasit
38
38. Milikku
39
39. Orang orang Agatha
40
40. Semua orang dipecat
41
41. Kartika, Pelayan dari Kediaman Johar
42
42. Istri
43
43. Kalian berdua pasti lelah
44
44. Pesona suami Kontrak
45
45. Sikap dingin Nyonya Johar
46
46. Tersiram
47
47. Nyonya Rumah Johar
48
48. Aku akan menghiburmu
49
49. Perempuan yang berfoto dengan Alvin
50
50. Posisi yang tidak memuaskan
51
51. Tuan Johar
52
52. Akan merebut Anggun
53
53. Rencana Luis
54
54. Rencana untuk menjebak Anggun
55
55. Obat dalam makanan
56
56. Kakak ipar
57
57. Noda darah
58
58. Foto-foto yang sampai ke tangan Alvin
59
59. Seharusnya begitu
60
60. Meminta bantuan Tuan Tua
61
61. Bukti
62
62. Pisau beracun
63
63. Masuk jebakan Alvin
64
64. Teguran untuk Alvin
65
65. Adik
66
66. Keadaan Tuan tua tidak baik
67
67. Kepergian Tuan Tua
68
68. Sibuk memikirkan warisan
69
69. Daftar penerima warisan
70
70. Direndahkan oleh tua bangka
71
71. Bungkusan Aneh
72
72. Kutukan
73
73. Hasil penyelidikan
74
74. Tuan Johar tiba-tiba jatuh sakit
75
75. Tujuh bulan lagi
76
75. Akan mengembalikan semua harta warisan
77
77. Menunggu kabar
78
78. Kesempatan lain
79
79. Hari pertama menggantikan Tuan Johar
80
80. Pekerjaan Luis tidak beres
81
81. Kesulitan menghadapi Luis
82
82. Memata-matai Nyonya Johar
83
83. Posisi yang sama
84
84. Janji Tuan Johar
85
85. Makan malam keluarga
86
86. Pengumuman dari Tuan Johar
87
87. Berhasil membujuk Alvin
88
88. Pernikahan telah berakhir
89
89. Masalah gaun
90
90. Bubuk alergi
91
91. Bintik-bintik di wajah Nyonya Johar
92
92. Terlalu kacau
93
93. Acara dimulai
94
94. Pengumuman penting
95
95. TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!