Keheningan setelah menekan tombol 'Kirim' terasa seribu kali lebih berat daripada keheningan di lantai 50.
Adrian menatap Lina seolah dia baru saja melihat sahabatnya menelan kunci granat. "Sudah," katanya pelan. "Kau benar-benar melakukannya."
Lina mengangguk. Dia menutup laptopnya dengan bunyi klik pelan yang final. Tangannya tidak gemetar lagi. Dia merasa... kosong. Bukan lega, bukan takut, hanya hampa. Dia telah melewati batas.
"Lin, apa yang kau harapkan?" tanya Adrian, suaranya kini serius, mencoba memahami. "Bahwa mereka akan membelikanmu tiket pesawat dan menjadikanmu CEO tandingan?"
"Aku mengharapkan mereka melihat nilaiku," kata Lina datar. "Aku tahu file apa yang sedang Ethan kerjakan. Aku tahu dia sedang mempersiapkan serangan besar-besaran pada divisi farmasi Devina. Aku tahu strateginya."
"Kau akan menjual rahasia perusahaan?" Adrian tampak sedikit ngeri.
"Dia menjual rahasiaku lebih dulu!" balas Lina, suaranya sedikit pecah. "Dia menggunakan nama ayahku untuk melawanku. Dia menghancurkan reputasiku. Dia memburuku sampai ke sini dan mencoba menguburku hidup-hidup dalam birokrasi. Kau pikir ini masih soal etika perusahaan, Dri? Ini soal bertahan hidup."
Adrian menghela napas panjang, menyisir rambutnya yang acak-acakan dengan jari-jarinya. Dia benci ini. Dia benci melihat sahabatnya yang dulu polos kini berbicara seperti... yah, seperti Ethan Arsenio.
"Baik," katanya akhirnya. "Bertahan hidup. Aku mengerti. Tapi, Lin... Clara Devina? Dia bukan hanya musuh Ethan. Dia..."
"Dia apa?"
"Aku memotretnya sekali untuk cover majalah," kata Adrian muram. "Dia membuat editor Vogue menangis. Dia wanita yang kejam. Dia akan mengunyahmu dan meludahkanmu begitu dia mendapatkan apa yang dia mau."
"Kalau begitu," kata Lina, menatap lurus ke mata Adrian. "Aku harus memastikan dia terus menginginkan apa yang aku miliki."
Sebelum Adrian bisa menjawab, ponsel Lina—yang tergeletak di meja lipat bergetar hebat di atas kayu, mengeluarkan suara BRRRZZT yang sangat keras di ruan…
Cinta Sang CEO Dingin
CHAPTER 46
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 119 Episodes
Comments