Malam itu, butik kecil di Jalan Pelangi berubah menjadi sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Markus dan dua agennya bekerja seperti hantu. Mereka tidak mengebor dengan berisik mereka menggunakan peralatan canggih untuk memasang sensor gerak di jendela, kamera mikro di sudut-sudut rak baju, dan palang pengaman baja yang bisa dilepas di balik pintu biru yang rapuh itu.
Lina duduk di meja kerjanya. Dia tidak menjahit. Dia memegang gunting kainnya, mengamati transformasi rumahnya.
Butiknya yang damai, yang berbau lavender dan katun, kini berbau ozon elektronik dan keringat laki-laki yang tegang. Kain-kain sutranya yang halus kini bersanding dengan monitor keamanan yang berkedip di sudut ruangan.
Di bangku kayu kecil di seberangnya bangku "hukuman"-nya—Ethan duduk.
Dia memiliki laptop baru yang dibawa Markus. Wajahnya diterangi cahaya layar biru. Dia tidak sedang melihat rekaman keamanan. Dia sedang melihat aliran uang.
"Konsorsium Omega," gumam Ethan, jarinya mengetik cepat. "Mereka pintar. Mereka memecah serangan keuangan mereka melalui lusinan perusahaan cangkang di Makau."
Lina menatapnya. "Bisakah kau menghentikannya?"
"Aku bisa melacaknya," kata Ethan tanpa mendongak. "Tapi untuk menghentikannya... aku butuh umpan balik. Aku harus membuat mereka berpikir mereka menang, sementara aku memotong kaki mereka dari bawah."
Dia akhirnya mendongak, menatap Lina. "Mereka membekukan rekeningmu karena mereka pikir itu akan membuatmu panik. Membuatmu lari padaku. Membuatku membuat kesalahan."
"Dan?"
"Dan kita akan memberi mereka apa yang mereka inginkan," kata Ethan, senyum tipis yang berbahaya muncul. "Besok pagi, kau tidak akan membuka toko."
Lina langsung protes. "Tapi kau bilang kita akan bertahan! Kau bilang"
"Kita bertahan di dalam," koreksi Ethan. "Tapi bagi dunia luar... bagi mata-mata yang mengawasi dari ujung jalan... Butik 'LINA' harus terlihat ketakutan. Terkalahkan."
Dia berdiri, berjalan ke arah Lina. "Biarkan mereka berpikir tanda silang merah itu berhas…
Cinta Sang CEO Dingin
CHAPTER 107
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 119 Episodes
Comments