Mobil putih baru saja menepi di depan pagar kosan dua lantai. Pintu mobil terbuka, dan Sarah berlari kecil menuju sisi pintu penumpang. Ardian memperhatikan langkahnya yang cepat saat ia membukakan pintu.
"Ayo turun," Sarah melongok ke dalam kabin.
Ardian turun, tak banyak bicara. Sarah segera memapahnya, menuntunnya menuju kamar kosannya dengan hati-hati. Sesampainya di lantai dua, di depan pintu kamar Ardian, Sarah berhenti sejenak.
klik
Dengan hati-hati, Sarah memutar kunci dan mendorong pintu perlahan. Ardian dipapah masuk ke dalam kamar, lalu duduk di tepi ranjang.
"Sekarang kamu pulang," ucap Ardian.
"Aku mau siapin perban dulu buat kamu," balas Sarah.
"Aku bisa sendiri," jawabnya singkat.
Sarah menoleh, alisnya sedikit terangkat, "Apa kamu selalu keras kepala seperti ini?"
Ardian menatapnya dingin. Ia bangkit dari tepi ranjang dan mendorong Sarah perlahan ke arah pintu.
" Eh… Rangga… tunggu.."
BRUKK!
Pintu kamar ditutup Ardian dengan keras. Sarah masih berdiri di luar, menatap pintu yang tertutup itu sambil menarik napas panjang. Pria aneh, pikirnya. Bukannya bilang terima kasih, malah mengusirnya.
Sementara di dalam kamar, Ardian berdiri menghadap cermin lemari, memantulkan setengah badannya. Perlahan ia membuka bajunya, memperlihatkan perban putih yang membalut luka di sisi perutnya.
"Sial, aku seperti orang lemah," gumamnya sambil mengepalkan tangan.
Ia menatap dirinya sendiri sejenak, memikirkan untuk tidak bertindak seperti ini lagi. Luka ini menghambatnya, menghalangi langkahnya untuk mencari apa yang ia butuhkan.
...----------------...
Malam itu, Ardian sedang merokok di luar kamar kosnya. Lorong sepi, deretan pintu kamar di sebelahnya ternyata memang kosong. Baginya, itu jauh lebih baik daripada harus berada di tengah keramaian.
Ponselnya berdering, chat dari satpam apotek:
Mas, mobilnya kapan mau diambil? Apoteknya tutup jam sembilan.
Ia menaruh rokok di sudut mulutnya, satu tangan mengetik balasan:
Saya ambil sekarang.
Ardian menghembuskan asap roko…
Fotografer: Rahasia Kecil Seorang Fotografer
Bab 41 : Sosok Rangga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 70 Episodes
Comments