Bab 38 - Kasus Pertama

Ia menepuk papan klip di tangan nya sekali berwarna berbeda.

“Masuk ke dalam. Tes medis.”

Beberapa peserta terdiam.

Sebagian menatap Rian dengan campuran kagum dan tidak percaya.

Rian berdiri tegak kembali dengan napas mulai teratur kemudian berjalan masuk.

Interior kantor terasa dingin dan rapi. Bau antiseptik tipis tercium.

“Silakan, Pak, duduk dulu,” ucap seorang wanita di bagian administrasi sambil menunjuk kursi. “Tunjukkan papan atau kartu yang diberikan penilai sebelumnya.”

“Nih, Mbak,” ucap Rian sambil menyerahkan papan kecil itu.

Papan berwarna kuning.

“Huh?”

Wanita itu sedikit terkejut. Alisnya terangkat sepersekian detik, tapi ia segera kembali ke sikap profesional.

“Baik, Mas,” katanya lalu berdiri sedikit. “Silakan maju ke sebelah kiri untuk pemeriksaan medis.”

Rian menoleh sebentar ke arah samping. “Gak nunggu lagi ya, Mbak?” tanyanya pelan sambil menunjuk lima orang yang masih mengantre. “Masih ada yang di depan.”

Wanita itu tersenyum tipis. “Haha, gak perlu, Mas.”

Ia menunjuk papan kuning di tangan nya.

“Papan kecil Mas ini berwarna kuning. Artinya Mas langsung masuk jalur prioritas.”

“Sejauh ini… belum ada yang berhasil mencapai tingkatan seperti Mas hari ini jadi ga perlu nunggu ikut mengantre”

Rian mengangguk pelan. Ia lalu menggaruk sedikit belakang kepala dengan tangan nya, raut wajahnya tetap tenang.

“Bedanya yang prioritas apa ya, Mbak?” tanya nya.

Wanita itu berpikir sejenak, lalu mengangkat bahu tipis.

“Hm… saya kurang tahu detailnya, Mas. Tapi kata atasan, pemeriksaannya lebih menyeluruh,” jawabnya jujur.

“Jadi, nanti mungkin agak lama. Sabar aja ya, Mas.”

“Baik, Mbak,” ucap Rian singkat.

Ia melangkah ke arah ruangan pemeriksaan arah kiri.

---

Dua hari kemudian.

Rian kini berdiri di dalam kantor polisi cabang Zuana 1, mengenakan seragam baru yang masih terasa kaku di badan.

Lencana di dadanya memantulkan cahaya lampu ruangan.

Junior ✪ 1.

“Selamat datang, Rian!” sapa seorang polisi pria dari balik meja.

“Iya, Pak. Selamat pagi,” jawab Rian s…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Knox Arcadia

Knox Arcadia

suka hati thor asalkan novelnya seru konsep nama indo negara barat udah banyak dalam novel lain dan ini novel gak terlalu ikut logik bergantung dari imaginasi thot jadi jangan pikir novel perlu selalu masuk akal asalkan gak terlalu melewati batas

2026-02-02

0

Ahmadi 241215

Ahmadi 241215

nama orang dari indonesia.tapi negaranya barat gak punya otak apa gimana tololllll

2025-12-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!