Chapter 5 : Gadis-Gadis Manja

Di halaman samping aula istana, ketiga gadis itu duduk bersama sambil tertawa kecil. Lyanna masih menahan geli ketika ia berkata,

“Aku tidak menyangka reaksi Ayah akan seperti itu.”

Veyra mengangguk cepat, matanya berbinar penuh kepuasan.

“Dia bahkan sampai terjatuh karena kaget,” ujarnya sambil terkekeh.

Yvaine hanya tersenyum tipis, matanya lembut menatap kedua adiknya.

“Bagaimana rasanya… menuruti keinginan Ayah sekali saja?”

Lyanna sempat terdiam, lalu menoleh pada kakaknya dengan senyum nakal.

“Kalau hanya untuk melihat reaksinya… tentu menyenangkan.”

Namun tawa mereka mendadak terhenti saat suara asing terdengar dari dalam aula. Nada suara seorang wanita, sinis dan tajam, menembus dinding kayu.

“Apa kau sungguh yakin putrimu berubah dalam satu waktu? Jangan menipu dirimu sendiri. Mereka hanyalah gadis-gadis manja yang tak pernah memikirkan kewajiban sebagai seorang putri.”

Ketiga pasang alis itu serempak mengerut. Tanpa sadar, mereka melangkah mendekati pintu aula, lalu mengintip ke dalam.

Seorang wanita berusia sekitar empat puluhan berdiri angkuh dengan gaun merah muda yang berkilau. Senyumnya tipis, penuh sindiran, sementara di sampingnya seorang pria hanya terdiam, wajahnya tak memberi bantahan sedikit pun. Marius berdiri berhadapan dengannya, dan Celestine tampak menunduk, terdiam menerima kata-kata pedas itu.

Veyra mendesis rendah, “Sialan… wanita itu lagi.”

Yvaine tidak menanggapi, tetapi sorot matanya menajam, menyipit penuh perhitungan. Lyanna yang melihat wajah ibunya tertunduk muram tak kuasa menahan kegelisahannya. Dengan suara bergetar ia berbisik,

“Ibu…”

Amarah Veyra memuncak. Ia maju selangkah, hendak menerobos masuk. Namun sebelum sempat, Yvaine segera meraih tangannya, menahannya dengan cengkeraman kuat.

“Jika kita masuk dengan emosi,” katanya lirih namun tegas, “kita hanya akan membenarkan perkataannya.”

Veyra terhenti. Giginya terkatup rapat, kepalan tangannya bergetar.

Lyanna mengangguk pelan, meski wajahnya sama tegangnya. “Benar… tapi kita juga tidak bisa membiarkan wanita itu menghina Ayah dan Ibu begitu saja.”

Mata Veyra tetap menatap lurus ke dalam aula, penuh api yang hampir tak terbendung. Dengan suara rendah, nyaris berbisik, ia bertanya,

“Kalau begitu… apa yang harus kita lakukan? Tidak mungkin kita hanya berdiam diri.”

Hening sesaat. Yvaine menunduk, seakan menimbang. Lalu perlahan ia mengangkat kepalanya, sorot matanya kini mantap, dipenuhi tekad.

“Tidak. Kita jelas tidak akan membiarkannya…”

Marius berusaha menahan diri. Dengan nada tegas namun tetap terkendali, ia menjawab,

“Putri-putri kami mungkin baru memulai, tetapi bukankah setiap perubahan selalu dimulai dari langkah kecil? Bukankah itu awal yang baik bagi mereka?”

Wanita itu memutar matanya, senyumnya penuh meremehkan.

“Awal yang baik? Lalu apa yang sebenarnya kau harapkan dari mereka?”

Pertanyaan itu menusuk harga diri Marius. Rahangnya menegang, matanya berkilat marah. Ia hendak membalas, namun sebelum sempat mengucapkan sepatah kata pun…

Pintu aula terbuka.

Yvaine melangkah masuk dengan tenang, berdiri di tengah, sementara Lyanna berada di sisi kanan dan Veyra di sisi kirinya. Gaun indah mereka berayun lembut mengikuti langkah, penampilan anggun yang seakan menyilaukan pandangan. Kehadiran mereka membuat wanita itu tertegun sejenak, bahkan napasnya tertahan oleh kejutan yang tak terduga.

Lyanna maju setapak, menatap lurus padanya. Dengan suara lantang ia bertanya,

“Siapa sebenarnya yang tidak bisa diharapkan?”

Wanita itu tercekat, tak segera menemukan jawaban.

Celestine sendiri terbelalak melihat ketiga putrinya. Dengan raut bingung ia berbisik,

“Bukankah kalian… seharusnya sudah pergi?”

Namun Veyra langsung menjawab, nadanya tajam namun terkontrol.

“Kami memang berniat pergi… tapi langkah kami tertahan hanya karena mendengar perkataan seorang wanita yang tak pernah menatap hidupnya sendiri, dan justru sibuk mengurusi hidup orang lain.”

Marius membeku. Ia menoleh kaget ke arah putri bungsunya, sementara wajah wanita itu memerah oleh amarah. Dengan suara keras ia menegur,

“Veyra! Tidak sepantasnya kau bicara begitu. Ingat, aku lebih tua darimu.”

Ketegangan menebal di udara. Namun Yvaine segera membuka suara, tenang namun menusuk seperti pisau yang diasah halus.

“Jika sudah tahu lebih tua, maka bersikaplah layaknya orang dewasa. Seorang yang bijak sibuk memperbaiki dirinya sendiri… bukan sibuk mencemari nama orang lain.”

Episodes
1 Chapter 1 : Topik Yang Sama
2 Chapter 2 : Hukuman Tidak Membuat Kalian Jera
3 Chapter 3 : Menuruti Tuntutan Orang Lain
4 Chapter 4 : Bermimpi Di Pagi Hari
5 Chapter 5 : Gadis-Gadis Manja
6 Chapter 6 : Sesuatu Yang Tidak Mereka Mengerti
7 Chapter 7 : Putri Bangsawan Lebih Pantas, Bukan Dia
8 Chapter 8 : Kenapa Beberapa Malam Ini Sering Pingsan?
9 Chapter 9 : Penari Asing Membawa Simbol Penghinaan
10 Chapter 10 : Sangat Membenci Laki-laki
11 Chapter 11 : Luka Yang Disembunyikan
12 Chapter 12 : Tidak Berada di Tempat Ini
13 Chapter 13 : Pergilah Sejauh Mungkin
14 Chapter 14 : Apa Yang Sebenarnya Mereka Lakukan?
15 Chapter 15 : Nasib Yang Ditentukan Oleh Pria Itu
16 Chapter 16 : Fakta Atau Cerita Belaka
17 Chapter 17 : Hukuman Atau Penyerahan
18 Chapter 18 : Aku Menerimanya
19 Chapter 19 : Aku Tidak Pernah Berharap
20 Chapter 20 : Semua Menjadi Begitu Sulit
21 Chapter 21 : Bagaimana Nasib Tubuhmu
22 Chapter 22 : Orang Yang Mereka Harapkan
23 Chapter 23 ; Ancaman Untuk Tetap Hidup
24 Chapter 24 : Berdiri Tanpa Mahkota
25 Chapter 25 : Putri Hilang
26 Chapter 26 : Dimana Mereka Sekarang
27 Chapter 27 : Kecemasan di Balik Luka
28 Chapter 28 : Bagaimana Bisa?
29 Chapter 29 : Desa Emberglade
30 Chapter 30 : Perubahan Tanpa Kuasa
31 Chapter 31 : Meninggalkannya Sendirian...Lagi
32 Chapter 32 : Nasib Yang Sama
33 Chapter 33 : Keluhannya Adalah Kenyataan
34 Chapter 34 : Penyakit Death Wish
35 Chapter 35 : Tidak Suka Semua Itu
36 Chapter 36 : Pria Itu Masih Mengejarnya
37 Chapter 37 : Seberapa Mengerikannya Dia
38 Chapter 38 : Itu Bukan Mereka, kamu tahu?
39 Chapter 39 : Kita Melakukannya Bersama
40 Chapter 40 : Hanya Peduli dengan Uang
41 Chapter 41 : Dimana Gadis Itu
42 Chapter 42 : Nona Bangsawan Fiora
43 Chapter 43 : Kelana Asing Yang Mengelilingi Dunia
44 Chapter 44 : Apa Dia Orang Yang Baik?
45 Chapter 45 : Selalu Menjadi Tabib Untukmu
46 Chapter 46 : Memiliki Pikiran Buruk
47 Chapter 47 : Hal Yang Paling Menyebalkan
48 Chapter 48 : Putri Tertua Telah Ditemukan
49 Chapter 49 : Menanggung Semua Kesalahan
50 Chapter 50 : Menjauhkanku Darinya
51 Chapter 51 : Kepercayaan Yang Berpindah
52 Chapter 52 : Berusaha Menjadi Yang Lebih Baik
53 Chapter 53 : Dia Sangat Tampan
54 Chapter 54 : Termaksud Pria Tampan Itu
55 Chapter 55 : Kita Sudah Ketahuan
56 Chapter 56 : Berjalan Sesuai Keinginanmu
57 Chapter 57 : Monster Gila
58 Chapter 58 : Pria Itu Membawanya Kembali
59 Chapter 59 : Jangan Pernah Ketemu Lagi
60 Chapter 60 : Pria Itu Memberi Pesan
61 Chapter 61 : Otakmu Sudah Dicuci?
62 Chapter 62 : Harga Diri Ayah
63 Chapter 63 : Beberapa Informasi Kerajaan
64 Chapter 64 : Masih Keras Kepala
65 Chapter 65 : Penyelesaian Masalah
66 Chapter 66 : Memutarkan Balikkan Tuduhan
67 Chapter 67 : Masih Menyangkal?
68 Chapter 68 : Astaga...aku lelah
69 Chapter 69 : Ayah Tidak Pernah Bisa Memilih
70 Chapter 70 : Ciri Khas Mereka
71 Chapter 71 : Aliansi Kerajaan
72 Chapter 72 : Sesuatu Muncul Di Pikirannya
73 Chapter 73 : Aku Janji, Kau Tidak Akan MelihatKu Lagi
74 Chapter 74 : Anak Kecil Pembuat Onar
75 Chapter 75 : Melarikan Diri Dari Undangan
76 Chapter 76 : Tidak Memiliki Seorang Putri
77 Chapter 77 : Kami Datang Bukan Untuk Itu
78 Chapter 78 : Biarkan Dunia Yang Menilai
79 Chapter 79 : Surat Pertunangan?!
80 Chapter 80 : Tidak Menginginkan Orang Lain, Kecuali Dia
81 Chapter 81 : Mengungkit Masa Lalu
82 Chapter 82 : Akan Menjadi Pendosa
83 Chapter 83 : Sikapnya Berbeda
84 Chapter 84 : Rasanya Asing, Tapi Dia Suka
85 Chapter 85 : Bertukar Hidup Dengan Ikan
86 Chapter 86 : Memiliki Niat Lain
87 Chapter 87 : Semua Ini Hanya Mimpi
88 Chapter 88 : Aku Ingin Dia Memeriksa Ayah
89 Chapter 89 : Pergerakan Aneh Dalam Satu Waktu
90 Chapter 91 : Penyakit Yang Tak Bernama
91 Chapter 92 : Perintah Yang Tidak Bisa Di Tolak
92 Chapter 93 : Bunga Yang Tidak Pernah Layu
93 Chapter 94 : Menjadi Suara Penengah
94 Chapter 95 : Aku Pasti Akan Menganggapnya Konyol
95 Chapter 96 : Menuntut Pertanggungjawaban
96 Chapter 97 : Pertemuan Yang Dingin
97 Chapter 98 : Apa Yang Terjadi?
98 Chapter 99 : Kembali Ke Tempat Yang Mengakui Kalian
99 Chapter 100 : Seharusnya Kamu tidak Berada Disini
100 Chapter 90 : Bunga Hitam Di Kamar
101 Chapter 91 : Penyakit tak bernama
102 Chapter 92 : Perintah yang tidak bisa dilanggar
103 Chapter 93 : Bunga yang tidak pernah layu
104 Chapter 94 : Suara penengah
105 Chapter 95 : Aku pasti akan menyebutnya konyol
106 Chapter 96 : Menurut pertanggungjawaban
107 Chapter 97 : Pertemuan yang dingin
108 Chapter 98 : Apa yang terjadi?
109 Chapter 99 : kembali ketempat yang mengakui kalian
110 Chapter 100 : Kau seharusnya tidak berada ke sini
111 Chapter 101 : Korbankan Diri Kalian
112 Chapter 102 : Bunuh Dia
113 Chapter 103 : Kau Bilang Itu Solusi?!
114 Chapter 104 : Gadis Itu Berlari Melindungi Seseorang
115 Chapter 105 : Kamu Tidak Memberiku Waktu
116 Chapter 106 : Api Miliknya Tidak Membakar Hidupku Lagi
117 Side Story : Jika Dunia Memilih Lain
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Chapter 1 : Topik Yang Sama
2
Chapter 2 : Hukuman Tidak Membuat Kalian Jera
3
Chapter 3 : Menuruti Tuntutan Orang Lain
4
Chapter 4 : Bermimpi Di Pagi Hari
5
Chapter 5 : Gadis-Gadis Manja
6
Chapter 6 : Sesuatu Yang Tidak Mereka Mengerti
7
Chapter 7 : Putri Bangsawan Lebih Pantas, Bukan Dia
8
Chapter 8 : Kenapa Beberapa Malam Ini Sering Pingsan?
9
Chapter 9 : Penari Asing Membawa Simbol Penghinaan
10
Chapter 10 : Sangat Membenci Laki-laki
11
Chapter 11 : Luka Yang Disembunyikan
12
Chapter 12 : Tidak Berada di Tempat Ini
13
Chapter 13 : Pergilah Sejauh Mungkin
14
Chapter 14 : Apa Yang Sebenarnya Mereka Lakukan?
15
Chapter 15 : Nasib Yang Ditentukan Oleh Pria Itu
16
Chapter 16 : Fakta Atau Cerita Belaka
17
Chapter 17 : Hukuman Atau Penyerahan
18
Chapter 18 : Aku Menerimanya
19
Chapter 19 : Aku Tidak Pernah Berharap
20
Chapter 20 : Semua Menjadi Begitu Sulit
21
Chapter 21 : Bagaimana Nasib Tubuhmu
22
Chapter 22 : Orang Yang Mereka Harapkan
23
Chapter 23 ; Ancaman Untuk Tetap Hidup
24
Chapter 24 : Berdiri Tanpa Mahkota
25
Chapter 25 : Putri Hilang
26
Chapter 26 : Dimana Mereka Sekarang
27
Chapter 27 : Kecemasan di Balik Luka
28
Chapter 28 : Bagaimana Bisa?
29
Chapter 29 : Desa Emberglade
30
Chapter 30 : Perubahan Tanpa Kuasa
31
Chapter 31 : Meninggalkannya Sendirian...Lagi
32
Chapter 32 : Nasib Yang Sama
33
Chapter 33 : Keluhannya Adalah Kenyataan
34
Chapter 34 : Penyakit Death Wish
35
Chapter 35 : Tidak Suka Semua Itu
36
Chapter 36 : Pria Itu Masih Mengejarnya
37
Chapter 37 : Seberapa Mengerikannya Dia
38
Chapter 38 : Itu Bukan Mereka, kamu tahu?
39
Chapter 39 : Kita Melakukannya Bersama
40
Chapter 40 : Hanya Peduli dengan Uang
41
Chapter 41 : Dimana Gadis Itu
42
Chapter 42 : Nona Bangsawan Fiora
43
Chapter 43 : Kelana Asing Yang Mengelilingi Dunia
44
Chapter 44 : Apa Dia Orang Yang Baik?
45
Chapter 45 : Selalu Menjadi Tabib Untukmu
46
Chapter 46 : Memiliki Pikiran Buruk
47
Chapter 47 : Hal Yang Paling Menyebalkan
48
Chapter 48 : Putri Tertua Telah Ditemukan
49
Chapter 49 : Menanggung Semua Kesalahan
50
Chapter 50 : Menjauhkanku Darinya
51
Chapter 51 : Kepercayaan Yang Berpindah
52
Chapter 52 : Berusaha Menjadi Yang Lebih Baik
53
Chapter 53 : Dia Sangat Tampan
54
Chapter 54 : Termaksud Pria Tampan Itu
55
Chapter 55 : Kita Sudah Ketahuan
56
Chapter 56 : Berjalan Sesuai Keinginanmu
57
Chapter 57 : Monster Gila
58
Chapter 58 : Pria Itu Membawanya Kembali
59
Chapter 59 : Jangan Pernah Ketemu Lagi
60
Chapter 60 : Pria Itu Memberi Pesan
61
Chapter 61 : Otakmu Sudah Dicuci?
62
Chapter 62 : Harga Diri Ayah
63
Chapter 63 : Beberapa Informasi Kerajaan
64
Chapter 64 : Masih Keras Kepala
65
Chapter 65 : Penyelesaian Masalah
66
Chapter 66 : Memutarkan Balikkan Tuduhan
67
Chapter 67 : Masih Menyangkal?
68
Chapter 68 : Astaga...aku lelah
69
Chapter 69 : Ayah Tidak Pernah Bisa Memilih
70
Chapter 70 : Ciri Khas Mereka
71
Chapter 71 : Aliansi Kerajaan
72
Chapter 72 : Sesuatu Muncul Di Pikirannya
73
Chapter 73 : Aku Janji, Kau Tidak Akan MelihatKu Lagi
74
Chapter 74 : Anak Kecil Pembuat Onar
75
Chapter 75 : Melarikan Diri Dari Undangan
76
Chapter 76 : Tidak Memiliki Seorang Putri
77
Chapter 77 : Kami Datang Bukan Untuk Itu
78
Chapter 78 : Biarkan Dunia Yang Menilai
79
Chapter 79 : Surat Pertunangan?!
80
Chapter 80 : Tidak Menginginkan Orang Lain, Kecuali Dia
81
Chapter 81 : Mengungkit Masa Lalu
82
Chapter 82 : Akan Menjadi Pendosa
83
Chapter 83 : Sikapnya Berbeda
84
Chapter 84 : Rasanya Asing, Tapi Dia Suka
85
Chapter 85 : Bertukar Hidup Dengan Ikan
86
Chapter 86 : Memiliki Niat Lain
87
Chapter 87 : Semua Ini Hanya Mimpi
88
Chapter 88 : Aku Ingin Dia Memeriksa Ayah
89
Chapter 89 : Pergerakan Aneh Dalam Satu Waktu
90
Chapter 91 : Penyakit Yang Tak Bernama
91
Chapter 92 : Perintah Yang Tidak Bisa Di Tolak
92
Chapter 93 : Bunga Yang Tidak Pernah Layu
93
Chapter 94 : Menjadi Suara Penengah
94
Chapter 95 : Aku Pasti Akan Menganggapnya Konyol
95
Chapter 96 : Menuntut Pertanggungjawaban
96
Chapter 97 : Pertemuan Yang Dingin
97
Chapter 98 : Apa Yang Terjadi?
98
Chapter 99 : Kembali Ke Tempat Yang Mengakui Kalian
99
Chapter 100 : Seharusnya Kamu tidak Berada Disini
100
Chapter 90 : Bunga Hitam Di Kamar
101
Chapter 91 : Penyakit tak bernama
102
Chapter 92 : Perintah yang tidak bisa dilanggar
103
Chapter 93 : Bunga yang tidak pernah layu
104
Chapter 94 : Suara penengah
105
Chapter 95 : Aku pasti akan menyebutnya konyol
106
Chapter 96 : Menurut pertanggungjawaban
107
Chapter 97 : Pertemuan yang dingin
108
Chapter 98 : Apa yang terjadi?
109
Chapter 99 : kembali ketempat yang mengakui kalian
110
Chapter 100 : Kau seharusnya tidak berada ke sini
111
Chapter 101 : Korbankan Diri Kalian
112
Chapter 102 : Bunuh Dia
113
Chapter 103 : Kau Bilang Itu Solusi?!
114
Chapter 104 : Gadis Itu Berlari Melindungi Seseorang
115
Chapter 105 : Kamu Tidak Memberiku Waktu
116
Chapter 106 : Api Miliknya Tidak Membakar Hidupku Lagi
117
Side Story : Jika Dunia Memilih Lain

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!