“Fa? Syifa?! Kenapa melamun terus? Kamu ini amnesia atau Cuma pura-pura sih?,” tanya Sean pada Syifa yang masih menatap dengan pandangan kosong.
Mana ada orang yang langsung menerima takdir bahwa dirinya masuk ke sebuah novel? Wajar sekali jika Syifa bengong sebentar bukan?
“Eh.. jadi kalau dilihat dari alurnya, sekarang aku masih berada di semester 2 perkuliahan, kan?” Ucap Syifa yang menurut Sean agak terdengar lucu namun kakaknya itu hanya bisa menganggukkan kepalanya.
“Itu kamu ingat, yasudah.. kakak mau beli makan dulu, ada yang kamu mau?”
Syifa tidak menjawab dan itu membuat Sean langsung keluar tanpa mengatakan apapun lagi.
“Gila gila gila! Oh my God! Ini aku bakal mati gitu?,” Syifa meracau tak karuan sambil terus mengingat alur cerita.
“Gak! Gak bisa gini dong.. aku gak boleh mati hanya karna cowok-cowok gila itu!”
Yang di maksud oleh Syifa adalah Kayden dan Hansen, dia tidak ingin masuk dalam lingkaran setan itu.
“Huft.. oke Syifa, kamu pasti bisa!”
Malam itu, setidaknya Syifa bisa mulai mengatur strategi untuk menghindari tokoh utama pria atau pun si antagonis pria lain yang bernama Hansen itu.
***
Saat matahari bersinar, sang kakak sudah tidak ada di kamar, pria itu hanya menitip pesan di selembar kertas bertuliskan :
[Kakak harus pergi kerja, tenang saja.. ayah dan ibu akan datang untuk mengurus kepulanganmu, ingat habiskan sarapan!]
“Bagus.. setidaknya aku punya kakak yang bisa diandalkan,” Syifa tersenyum.
Tak lama kemudian seorang perawat masuk membawa makanan dan beberapa alat medis.
“Permisi Nona, saya akan mencabut selang infus”
Syifa menuruti semua instruksi sang perawat lalu menghabiskan makanannya hingga akhirnya kedua orangtuanya pun datang.
‘Mereka memang terlihat sangat berkelas’
“Kau sudah tidak merasa sakit, kan? Kalau masih sakit kamu bisa tinggal disini dulu,” ucap sang ibu yang terlihat sibuk mengamati dirinya.
“Aku sudah baikkan bu..”
Mendengar jawaban Syifa yang terdengar halus membuat ayahnya bingung.
“Kenapa kau jadi sopan sekali? Sayang, sepertinya dia harus di rawat lagi..” ucap sang ayah yang membuat Syifa sadar, mana ada antagonis yang baik ya?
“Ayah.. aku benar-benar baik, mungkin kematian membuat aku ingin berubah,” jawab Syifa.
Mendengar perkataan anaknya tentang kematian membuat kedua orangtuanya langsung memasang wajah sedih.
“Lain kali jangan berbuat hal ceroboh, ibu sangat takut melihat luka di kepalamu”
Untuk memperjelas, Syifa masuk ke rumah sakit karna tertabrak oleh sebuah mobil, namun itu juga adalah salahnya sendiri karna dia mengejar Kayden tanpa menyadari bahwa lampu lalu lintas telah berubah menjadi warna merah.
“Iya bu..”
“Yasudah, ayah akan pergi mengurus administrasi”
Pria itu meninggalkan Syifa bersama sang ibu yang telah sibuk membereskan barang-barang disana untuk di bawa pulang.
“Kenapa gak ganti baju? Ayo ganti baju..”
Ibunya memberi satu set pakaian untuk Syifa, bahkan tanda harganya masih belum di lepaskan.
“Wah.. sekarang aku kaya..”
“Memang kita kaya, kenapa kamu kaget? Cepat pakai..”
Dengan cepat Syifa mengganti stelan pasien dengan pakaian itu, tak lupa dia memandang wajahnya di cermin untuk mengatur riasan dan rambutnya.
“Sudah? Ayo keluar.. ayah sudah menunggu di bawah”
Dalam perjalanan pulang, Syifa sama sekali tak membayangkan bagaimana rumah mereka, namun dia yakin bahwa rumah itu pasti akan mewah, dan benar saja..
Pagar masuknya saja sudah setinggi 2 orang dewasa, belum lagi dengan air mancur yang ada di depan pos satpam.
‘Hebat.. mereka bahkan memiliki satpam.. pasti ada pembantu juga,’ batin Syifa.
“Selamat datang Nona Syifa”
Yap, entah harus berapa kali Syifa terkesan dengan semua yang di miliki oleh antagonis ini..
‘Kekayaan ini.. kenapa harus dimiliki oleh antagonis yang seluruh keluarga dan hidupnya berakhir tragis sih?!’
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya Syifa jika kamu mau hidup dengan tetap bergelimang harta. jauhin cikal bakal orng2 yg mencelakaimu.. ayoo cari kebahagiaanmu sendiri dengan cari cwo yg cinta mati sama kamu 😁😁
2026-05-14
0
Anna leticia
suka banget ceritanya, nanti kasi bunga ,dan kebahagiaan bonus iklan untuk author, setelah aku selesai mengikuti perjalanan hidup Syifa 🌹🌹😊
2026-05-19
0
Siti Solikah
ayo selamat kan semua keluargamu syifa
2026-04-25
0