Hari-hari setelah kunjungan ke rumah orang tua Zayn justru terasa semakin lengket.
Zayn jadi lebih sering pulang cepat, dan Syifa mulai terbiasa menyiapkan makan malam sambil menunggu suara kunci pintu berputar.
Seperti sore itu.
Syifa sedang di dapur ketika Zayn masuk tanpa suara, langsung memeluknya dari belakang.
“Kamu ngagetin,” protes Syifa, tapi tubuhnya justru langsung bersandar ke dada Zayn.
“Kangen,” jawab Zayn singkat.
Syifa terkekeh. “Padahal pagi baru berangkat bareng.”
“Sehari itu lama kalau istrinya kamu.”
Syifa memutar mata, tapi senyumnya tak bisa disembunyikan.
Mereka makan malam sambil bercerita hal-hal kecil—tentang rekan kerja, tentang klien yang menyebalkan, tentang rencana akhir pekan yang belum tentu jadi.
Hal-hal biasa, tapi terasa istimewa karena dilakukan bersama.
Setelah makan, mereka duduk di sofa, menonton film yang sebenarnya tak terlalu mereka perhatikan.
Syifa bersandar di dada Zayn, memainkan jari suaminya.
Zayn menatap rambut Syifa, lalu mencium puncak kepalanya.
“Kita kayak pasangan pensiunan nggak sih?” katanya bercanda.
Syifa tertawa kecil. “Kalau pensiunan biasanya punya cucu.”
Zayn tersenyum miring. “Topik itu lagi.”
Syifa menoleh menatapnya. “Kamu kepikiran juga, ya?”
Zayn menghela napas pelan. “Kadang. Tapi lebih sering kepikiran kamu capek atau nggak, bahagia atau nggak.”
Syifa menatapnya lembut. “Aku bahagia.”
Zayn tersenyum, lalu menarik Syifa ke pangkuannya.
Ciumannya malam itu tidak terburu-buru, penuh sentuhan kecil yang membuat jantung Syifa hangat, bukan berdebar karena gugup, tapi karena nyaman.
Mereka akhirnya tertidur di sofa sebelum pindah ke kamar dengan setengah mengantuk dan tawa kecil.
Akhir pekan, Zayn tiba-tiba mengajak Syifa pergi tanpa memberi tahu ke mana.
“Kita mau ke mana sih?” tanya Syifa sejak mereka keluar rumah.
“Rahasia.”
Syifa mendengus. “Aku benci rahasia.”
Ternyata Zayn membawa Syifa ke pantai kecil yang tidak terlalu ramai.
Mereka duduk di pasir, sepatu dilepas, kaki menyentuh air laut.
“Aku ma…
Antagonist Yang Menghindari Takdir
Bab 104
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 121 Episodes
Comments