Malam harinya, persiapan keberangkatan telah selesai. Marco telah membeli tiket penerbangan kelas bisnis untuk perjalanan mereka ke Spanyol malam ini. Ia sengaja memilih penerbangan tengah malam agar waktu perjalanan yang panjang bisa digunakan anak-anak untuk tidur. Ia ingin si kembar tiba di Spanyol dalam keadaan segar, bukan rewel karena jetlag.
Setelah memastikan semua dokumen dan persiapan diurus oleh Jack, Marco keluar dari kamar hotel mewahnya. Di lobi, Xyro sudah menunggunya dengan senyum tipis.
Keduanya berjabat tangan erat, lalu berpelukan ala pria dewasa, saling menepuk punggung seolah menyalurkan kekuatan.
"Sampai bertemu lagi, Kawan. Walaupun kamu sudah mencuri wanita incaranku secara teknis ... tapi, yah ... kuberikan saja dengan sukarela ke kamu. Aku tidak mau jadi pebinor," gurau Xyro, mencoba menutupi rasa sedihnya kehilangan sahabat dan wanita yang sempat ia kagumi.
Marco mendelik kesal, melepas pelukan mereka. "Wanita itu sepaket dengan anak-anakku, Xyro. Jelas saja dia milikku. Jangan coba-coba menggoda ibu dari anak-anakku lagi," ancam Marco setengah bercanda. "Ayo Jack, nanti kita ketinggalan pesawat."
Marco melangkah pergi diikuti oleh Jack yang membawa tas kerjanya. Xyro menatap punggung tegap sahabatnya itu sambil melambaikan tangan.
"Setelah sekian purnama hidup dalam kesengsaraan cinta, akhirnya kamu mendapatkan kebahagiaanmu, Marco. Semoga kamu bisa belajar jatuh cinta lagi," gumam Xyro tulus.
Mobil mewah yang dikemudikan supir sewaan melaju membelah malam menuju kediaman Mora. Sesampainya di sana, Mora sudah menunggu di teras dengan dua koper besar dan si kembar yang tampak terkantuk-kantuk duduk di kursi panjang.
Marco tersenyum melihat pemandangan itu. Ia lalu turun dari mobil dan menghampiri mereka.
"Sudah siap?" tanya Marco lembut. Ia memberi isyarat pada Jack untuk segera mengangkut koper-koper Mora ke bagasi mobil.
"Heum," gumam Mora pelan. Ia mengelus kepala Rakael yang sedang menguap lebar hingga matanya berair.
"Mereka sudah tid…
Benih Titipan Milik Tuan Marco
Perpisahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Rani R.i
Marco sengaja memberi secara diam diam tanpa sepengetahuan ibu kirana,,,mungkin pikir Marco,,jika di kasih secara langsung,,ibu kirana pasti menolak,,makanya marco memberi nya secara diam diam
2025-12-13
4
Syifa Azhar
nah bener kata mama Kirana Mora,Marco laki-laki yang tulus dan baik,ada baiknya kamu coba selidiki dan cari informasi gimana sebenarnya keluarga Marco dan siapa sebenarnya ibu Lucia itu😏
2025-12-13
2
Ilfa Yarni
aaaa kok aku terharu ya ga nyangka Marco baik jg aku kira dia laki2 yg egois dan sombong dan aku tambah penasaran dgn nyonya Lucia itu siapa dia sebenarnya
2025-12-13
2