Mora tertegun. Penjelasan Marco yang mendalam itu meruntuhkan pertahanannya. Air mata hampir saja jatuh jika tidak terganggu oleh sebuah teriakan yang sangat akrab.
"Laka nda mau keluaaaal! Bawa macuk lagi! Bawa macuuuk om gondloooong!"
Teriakan Rakael menggema saat pintu baja itu terbuka. Rakael tampak berontak di gendongan salah satu pria kepercayaan Marco, sementara Vier berjalan dengan tenang di belakangnya, meski wajahnya terlihat sedikit lelah. Marco terkekeh, ia segera menghampiri putranya dan mengambil alih Rakael ke dalam pelukannya. Vier memilih mendekati Mora dan langsung memeluk kaki ibunya.
"Laka nda mau keluaaal, kelen-kelen di dalam luangan ituuu! Banyak mainan yang bica nyala-nyala!" seru Rakael antusias, matanya berbinar menceritakan peralatan laboratorium yang ia kira mainan.
Marco mengecup kepala putranya. "Kamu bisa masuk lagi nanti kalau sudah cukup tinggi dan sudah bisa membaca instruksi dengan benar, oke?"
Aksa Alexander berdiri, membereskan dokumen-dokumennya. "Tuan Marco, tugas saya selesai. Warisan yang tersegel kini kembali terbuka secara hukum. Sampai pewaris kelima cukup usia, Anda yang memegang kendali penuh atas hal ini."
"Terima kasih, Paman," balas Marco tulus.
Aksa tersenyum tipis. "Sama-sama. Terima kasih juga sudah menjaga saya dan keluarga saya dengan ketat selama masa transisi ini. Perlindungan yang Anda berikan sangat berarti, tapi sekarang sepertinya saya sudah bisa sedikit bernapas lega."
"Tidak, Paman. Perlindungan itu tetap ada. Anda bukan sekadar pengacara kakek saya, tapi Anda juga paman saya. Terima kasih telah menjaga amanat kakek dengan nyawa Anda," terang Marco.
Hari itu, segel rahasia keluarga Ramirez resmi terbuka. Dan Marco tahu, ini barulah awal dari perjuangan yang sesungguhnya untuk mengamankan masa depan anak-anaknya.
.
.
.
.
Beberapa jam setelah proses melelahkan di gedung hitam itu, Marco membawa keluarga kecilnya ke sebuah restoran mewah yang telah dipesan secara pribadi. Ia ingin merayakan keberhasilan ini…
Benih Titipan Milik Tuan Marco
Wanita Hebat Tuan Marco
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
SasSya
Mora berada di tangan yg tepat mos!
kamu tidak bisa di andalkan!
mending jangan usik hidup Mora
sekali kau usik maka klan red crown akan mendeteksi keberadaan Mora
dan itu karena mu!
jangan egois klo cinta mu tulus!
2026-01-02
31
Deera__
benar sekali Marco. Kerana musuh sesungguhnya masih sembunyi mengintai kalian. apalagi musuh Mora calon istrimu juga masih gentayangan kemana mana.. aku berharap semuanya cepat selesai.. semua musuh hancur dan lebur biar hidup Mora, Marco dan semua kesayangan kalian tenang, damai dan bahagia. terutama semoga Mommy Lucia segera ditemukan jejaknya entah masih hidup atau meninggal setidaknya biar plong perasaan Marco jika sudh ketemu Mommynya, juga dimana kuburan Daddy-nya Marco dikuburkan itu saja. huuff melelahkan juga mikirnya /Sleep//Sleep//Scowl/
2026-01-03
2
Keysha Aurelie
bisa ada Moses di situ ,ngikutin pasti Moses ini cari penyakit emang ini orang , udahlah Mora sudah bertemu pria yang tepat ,yang mampu melindungi nya bukan sepertimu Moses membiarkan Mora dikejar dan dilukai serta orang orang yang ingin membunuh Mora
gak pantas Moses bersama Mora
2026-01-03
1