Mahar lima miliar

Sesampainya di depan rumah, Selina turun dari motor tua Adipati dengan hati-hati.

“Terima kasih sudah ngantar aku pulang, Mas.”

Adipati tersenyum tipis. “Aku pulang dulu, ya. Sampai ketemu besok… calon istriku.”

Selina hanya mengangguk canggung. Motor Adipati melaju menjauh, meninggalkan suara knalpot tua yang memantul di sepanjang jalan.

Begitu ia menoleh, halaman rumahnya sudah ramai. Beberapa warga memasang tenda, sebagian lagi menyiapkan masakan untuk hajatan. Aroma bumbu tumisan memenuhi udara.

Selina menarik napas panjang dan melangkah masuk ke kamarnya.

Ia menjatuhkan diri di kasur. “Besok… aku akan menikah. Aku harus menerima Adipati sebagai suamiku.”

Lelah dan sedih, ia akhirnya tertidur tanpa sempat mandi.

Pagi hari

Ketukan keras membangunkannya.

Tok! Tok! Tok!

Selina terlonjak. “Astaga! Aku ketiduran dari kemarin!”

Ia buru-buru membuka pintu kamar. Sri langsung masuk dengan ekspresi tidak percaya.

“Kamu baru bangun? Dari semalam Ibu ketuk-ketuk pintu nggak kamu buka. Kamu nggak mandi dari kemarin?!”

Selina mengusap wajah. “Kecapekan, Bu… jadi bablas tidur.”

Sri menghela napas panjang. “Sudahlah. Ini, make up pengantin sudah datang. Mereka nunggu di luar.”

“Silakan masuk, Mbak. Aku mandi dulu ya.” Selina mempersilakan para MUA dan asistennya masuk ke kamar.

Beberapa menit kemudian

Setelah mandi kilat, Selina duduk di depan cermin besar. Para perias mulai bekerja: foundation, eyeshadow, bulu mata, hairdo—semuanya cepat dan rapi.

Salah satu MUA tersenyum sambil merapikan veil.

“Cantik banget, Mbak Selina… suami Mbak pasti bangga. Meski ya… calon suaminya itu si Adi pengangguran, hehe—”

“Mbak!” Selina memandang tajam. “Jangan bicara begitu. Jodoh nggak ada yang tahu.”

Asisten MUA ikut menimpali, “Iya tapi—”

“Dan satu lagi,” Selina memotong dengan nada dingin.

“Kalian semua aku bayar untuk merias, bukan untuk ngomongin calon suamiku di belakangku.”

Keduanya langsung ciut.

“Ma-maaf, Mbak Selina…”

“Sudah. Lanjut rias. Jangan gosip lagi.”

“M-baik, Mbak…”

Suasana hening. Hanya suara kuas makeup dan hairpin yang terdengar.

Beberapa jam kemudian, kebaya pengantin berwarna soft champagne dikenakan. Selina berdiri dan menatap cermin.

Ia tampak seperti pengantin modern yang anggun—mata teduh, rambut disanggul cantik, dan cahaya lembut menghiasi wajahnya.

Sri masuk dan terharu. “Ya Allah, cantik banget anak Ibu…”

Selina tersenyum kecil. “Ibu jangan nangis. Nanti aku ikutan.”

Sri memeluknya sebentar. “Ayo, Nak. Sudah waktunya. Penghulunya sudah datang. Adipati juga sudah siap.”

Selina menghela napas pelan.

Sri menggandeng tangan Selina keluar kamar. Gaun kebaya putih itu berkilau lembut di bawah cahaya pagi.

Mereka menuruni tangga, lalu melangkah keluar menuju halaman rumah yang sudah penuh tamu. Tenda besar berdiri, kamera berfokus pada mereka, dan alunan gamelan mengisi udara.

Selina menarik napas panjang. “Hari ini… aku benar-benar menikah.”

Di depan, Adipati sudah duduk rapi mengenakan beskap senada dengan kebayanya. Ia menunduk hormat pada para tamu, tapi begitu melihat Selina mendekat, mata lelaki itu tak berpaling sedikit pun.

“Cantik banget… MasyaAllah,” bisiknya dalam hati, hampir terdengar tapi masih ditahan.

Bejo menepuk bahu Adipati. “Adipati, kamu siap, Nak?”

Adipati menegakkan tubuh. “Siap, Pak.”

Selina duduk di sisi Adipati, namun pikirannya kabur. Matanya melirik meja hantaran—perhiasan berlian, seperangkat alat salat, dan satu map tebal berisi uang tunai. Semua pasti dari Bapak… mana mungkin Adipati punya uang sebanyak itu, pikirnya sinis.

Penghulu membuka acara dengan suara lantang.

Bejo lalu menjabat tangan Adipati kuat-kuat. “Bismillahirrahmanirrahim… saya nikahkan dan kawinkan engkau, Raden Adipati Wijaya bin Raden Surya Wijaya, dengan putri kandung saya, Selina Putri Saraswati binti Bejo Hardianto… dengan maskawin seperangkat alat salat, satu set berlian, dan uang lima miliar rupiah, dibayar tunai.”

Seluruh tamu serentak terkejut.

“Lima miliar?” bisik-bisik bermunculan.

Selina membeku. Lima… miliar? Itu dari mana?!

Adipati menatap Bejo mantap. “Saya terima nikah dan kawinnya Selina Putri Saraswati binti Bejo Hardianto… dengan maskawin tersebut, tunai.”

“Sah?” tanya penghulu.

“SAH!” jawab para saksi dan warga dengan lantang.

Sri menutup mulut, terharu. Bejo mengangguk berkali-kali. Adipati menoleh pada Selina yang masih melongo.

“Sel, jangan bengong. Cium tangan suamimu,” ujar Bejo pelan namun tegas.

Tangan Selina sedikit gemetar saat menyentuh tangan Adipati menciumnya. Lelaki itu memasangkan cincin kawin mereka bertukar cincin lalu, Adipati menunduk dan mengecup lembut keningnya. Jantung Selina hampir melompat keluar.

“Alhamdulillah,” ucap penghulu, tersenyum. “Pernikahan kalian resmi. Silakan tanda tangan dokumen.”

Bejo menarik napas lega. “Selamat, Nak. Bapak bahagia banget hari ini.”

Sri mengusap mata yang mulai berkaca-kaca. “Ibu juga bahagia. Semoga rumah tangga kalian sakinah, ya.”

Selina masih belum sanggup berkata apa pun. Ia hanya menatap Adipati pelan, satu hal terlintas di benaknya:

Siapa sebenarnya lelaki yang baru saja resmi jadi suamiku ini?

Terpopuler

Comments

Amelia Putri

Amelia Putri

𝒔𝒆𝒓𝒖 𝒃𝒏𝒈𝒆𝒕 𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒉𝒐𝒓 𝒔𝒆𝒎𝒂𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒚𝒂 𝒕𝒉𝒐𝒓😍

2026-01-10

2

safaana

safaana

kejutan nya benar2 semua orang terkejut bahkan Selina,kemaren2 di katain pengangguran sekarang pada penasaran kan siapa sebenarnya adipati

2026-01-30

1

Felycia Fernandez

Felycia Fernandez

naaah lho...
makanya jangan sekali kali cepat men judge orang lain...😆😆😆
gosip viral blom tentu yang sebenarnya

2026-01-17

2

lihat semua
Episodes
1 Living together
2 Lamaran di tolak
3 Motor Antik
4 Mahar lima miliar
5 Pindah kerumah suami
6 Tidur satu ranjang
7 Guling pembatas
8 Pijat
9 Mall
10 Nasi goreng
11 Black card
12 Nginep
13 Bapak minta cucu
14 undrwer
15 Mimpi basah
16 Direbutin ibu-ibu komplek
17 Kencan
18 Mengambil hati suami
19 Handuk jatuh
20 Dinner Romantis
21 Obat Perangsang
22 Salah Sasaran
23 Hotel
24 Olahraga Malam
25 Noda Merah
26 Bersayap
27 Salting
28 Palang Merah
29 Morning kiss
30 Honeymoon
31 Perkebunan
32 Pekerjaan Adipati
33 Duduk di pangkuan
34 Hawa nafsu
35 Ngidam
36 Suap-suapan
37 Main Solo
38 Koas
39 Kegigit
40 Nafkah
41 Married By Accident
42 Pacaran Versi Halal
43 Linggrie
44 Kondom
45 Hotel
46 Malam Pertama
47 Kissmark
48 Cek Out Hotel
49 Gendong cucu
50 Perjanjian pra-nikah
51 Perjanjian Pasca-Nikah
52 Pemisahan Harta
53 Quality Time
54 Pengobatan Jantung
55 mandi bersama
56 pijat plus plus
57 Cemburu
58 Penggemar Adipati
59 Parfume Wanita
60 Jatah suami
61 Tidur diluar
62 Notaris
63 Hubungan pernikahan
64 Suprise
65 Malam panas
66 Masa Subur
67 Kondom
68 Pasang CCTV
69 CCTV
70 Tabrak lari
71 Oprasi
72 Bukti
73 Kabar Duka
74 Pemakaman
75 Penangkapan
76 Bertemu pengacara
77 Kafe
78 godaan pelakor
79 Warisan
80 Rebutan warisan
81 Wasiat
82 Diusir
83 kerja sama
84 Jatah
85 Mulai Koas
86 Merampok
87 Ditangkap polisi
88 Pengagum
89 Jatuh cinta pada pandangan pertama
90 Firasat
91 Obses
92 Posesif
93 Nantangin
94 Dipecat
95 Istri orang lebih menantang
96 Playing victim
97 obat perangsang
98 Janda kaya raya
99 Batu Berlian
100 Balas dendam
101 Kantor polisi
102 Talak
103 morning sickness
104 Hamil
105 Tespek
106 Garis 2
107 USG kandungan
108 Simpenan
109 Blacklist
110 Ngidam
111 Ketoprak Indomie
112 Kejutan
113 Hotel
114 Tanam Saham
115 Suap -suapan
116 END
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Living together
2
Lamaran di tolak
3
Motor Antik
4
Mahar lima miliar
5
Pindah kerumah suami
6
Tidur satu ranjang
7
Guling pembatas
8
Pijat
9
Mall
10
Nasi goreng
11
Black card
12
Nginep
13
Bapak minta cucu
14
undrwer
15
Mimpi basah
16
Direbutin ibu-ibu komplek
17
Kencan
18
Mengambil hati suami
19
Handuk jatuh
20
Dinner Romantis
21
Obat Perangsang
22
Salah Sasaran
23
Hotel
24
Olahraga Malam
25
Noda Merah
26
Bersayap
27
Salting
28
Palang Merah
29
Morning kiss
30
Honeymoon
31
Perkebunan
32
Pekerjaan Adipati
33
Duduk di pangkuan
34
Hawa nafsu
35
Ngidam
36
Suap-suapan
37
Main Solo
38
Koas
39
Kegigit
40
Nafkah
41
Married By Accident
42
Pacaran Versi Halal
43
Linggrie
44
Kondom
45
Hotel
46
Malam Pertama
47
Kissmark
48
Cek Out Hotel
49
Gendong cucu
50
Perjanjian pra-nikah
51
Perjanjian Pasca-Nikah
52
Pemisahan Harta
53
Quality Time
54
Pengobatan Jantung
55
mandi bersama
56
pijat plus plus
57
Cemburu
58
Penggemar Adipati
59
Parfume Wanita
60
Jatah suami
61
Tidur diluar
62
Notaris
63
Hubungan pernikahan
64
Suprise
65
Malam panas
66
Masa Subur
67
Kondom
68
Pasang CCTV
69
CCTV
70
Tabrak lari
71
Oprasi
72
Bukti
73
Kabar Duka
74
Pemakaman
75
Penangkapan
76
Bertemu pengacara
77
Kafe
78
godaan pelakor
79
Warisan
80
Rebutan warisan
81
Wasiat
82
Diusir
83
kerja sama
84
Jatah
85
Mulai Koas
86
Merampok
87
Ditangkap polisi
88
Pengagum
89
Jatuh cinta pada pandangan pertama
90
Firasat
91
Obses
92
Posesif
93
Nantangin
94
Dipecat
95
Istri orang lebih menantang
96
Playing victim
97
obat perangsang
98
Janda kaya raya
99
Batu Berlian
100
Balas dendam
101
Kantor polisi
102
Talak
103
morning sickness
104
Hamil
105
Tespek
106
Garis 2
107
USG kandungan
108
Simpenan
109
Blacklist
110
Ngidam
111
Ketoprak Indomie
112
Kejutan
113
Hotel
114
Tanam Saham
115
Suap -suapan
116
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!