Yasa syok, tubuhnya gemetar melihat di sebelahnya, Ivy masih tidur dengan tubuh terbalut selimut. Ia hanya bisa melihat bahu yang terbuka, entah lainnya, mungkinkah kondisinya sama dengannya? Dengan jantung berdebar kencang, mengedarkan panjang, menelisik, tempat apakah ini? Ruang bercat putih yang lumayan luas, interiornya bagus, dan nyaman, sekilas seperti kamar hotel.
Ditengah kepala yang terasa nyut-nyutan, Yasa berusaha untuk mengingat-ingat kejadian semalam. Ingatan terakhirnya, ia berada di club, ngobrol berdua dengan Ivy, tapi setelah itu, ia tak ingat. Muncul beberapa potongan yang tak runut, seperti berada di dalam mobil, di papah dua orang, hingga... adegan ciuman dengan Ivy.
"Bangun, bangun," Yasa menepuk pelan lengan Ivy. "Vy, bangun!" semakin mengeraskan suara karena susah sekali membangunkan Ivy.
"Paan sih," Ivy malah menepis tangan Yasa yang dirasa mengganggu tidurnya.
"Bangun!" Yasa sampai teriak.
Ivy berdecak kesal, membuka mata perlahan, sambil menguap. Melihat Yasa, kesadarannya langsung pulih. Gawat! Padahal rencanya ia mau bangun lebih dulu, lalu kabur, kenapa jadi Yasa duluan yang bangun.
"A, apa yang sudah kita lakukan semalam?" Yasa masih saja panik.
"Hah!" Ivy pura-pura bego, pura-pura syok. "Gak, gak tahu," ia menggeleng pelan.
"Jangan bohong!" bentak Yasa. "Lo pasti tahu sesuatu. Seingat gue, semalam kita di club, terus kepala gue pusing, setelah minum minuman dari lo, gue langsung gak ingat apa-apa."
"Ja, jadi lo nuduh gue?" Ivy bangun, pura-pura marah.
"Astaghfirullah!" Yasa langsung membuang pandangan ke arah lain saat selimut yang tadinya menutupi badan Ivy, jatuh saat cewek itu bangun.
"So, sory," Ivy buru-buru menarik kembali selimut, memegangi sebatas dada. Bisa-bisanya tadi lupa kalau gak pakai baju.
"Udah lo tutup?"
"Udah," Ivy memutar kedua bola mata malas. "Gak usah sok gak mau lihat deh, tadi malem aja nyosor."
Mata Yasa membulat lebar, kembali menatap Ivy. "Gak usah fitnah."
"Fitnah apanya, emang kayak gitu kok. Mau lihat buktinya, sampai lecet gara-gara kamu."
"Astaghfirullah," Yasa kembali membuang pandangan melihat Ivy mau membuka selimut. "Pakai! Buruan pakai pakaian lo!" ucapnya tanpa menoleh.
Ivy mengedarkan pandangan, mencari baju yang lupa semalam ia lempar kemana. "Kok baju gue gak ada ya, pasti lo sembunyiin."
"Gak usah nuduh!" Yasa mendengus sebal.
"Ya tapi gak ada," Ivy berlutut, biar pandangannya lebih bisa menjangkau semua arah. Tapi sejauh mata memandang, bajunya tak juga kelihatan.
Yasa ikut mengedarkan pandangan, namun yang terlihat, hanya pakaiannya, itu pun posisinya jauh, di atas sofa, sulit untuk ia jangkau. Sial, ia mengumpat dalam hati, malu setengah mati, melihat celana da lam nya tersampir di atas LED TV yang nyantol di dinding. Sebenarnya semalam segila apa sih, sampai pakaiannya berhamburan tak karuan. Sedikit-sedikit, ia mulai bisa mengingat kejadian panas semalam.
"Ish, bengong lagi," ujar Ivy kesal. "Baju gue gak ada."
"Di kamar mandi kali."
"Gak mungkin. Gue inget semalam ngelepasnya disini."
"Tunggu-tunggu!" Yasa menatap Ivy penuh selidik, keningnya mengernyit melihat Ivy gelisah. "Lo inget semua kejadian semalam?"
"A, aku," Ivy merapat selimut, makin panik. Gimana mau pura-pura gak ngerti apa-apa, kalau keceplosan kayak tadi.
"Ngaku, lo inget? Kalau lo inget semua, artinya lo sadar pas kita ngelakuin," menatap Ivy tajam.
Ivy yang panik, mengalihkan pandangan ke arah lain. Bertatapan mata, sama aja mengaku kalau dia bohong.
"Tatap gue!" bentak Yasa, menarik kedua bahu Ivy menghadapnya. "Apa yang sebenarnya terjadi semalam? Lo naruh sesuatu di minuman gue kan, sampai gue mabuk. Terus, lo bawa gue ke hotel."
Ivy tertawa ngakak, menyembunyikan ke gelisahannya. "Jadi maksud lo, gue bawa lo ke hotel, terus perkosa lo. Ya kali ada cewek perkosa cowok, yang ada kebalikannya. Disini gue korban," rengeknya sambil menunjuk diri sendiri.
"STOP! gak usah drama," bentak Yasa. Ia menarik rambutnya ke belakang, frustasi, membuang nafas kasar. "Ini kamar hotelkan? Terus menurut lo, apa iya kita tiba-tiba pindah kesini pakai teleportasi, enggakkan? Diantara kita yang sadar lo, itu artinya, lo yang bawa gue kesini, dan lo juga yang ngurusin check-in. Gak mungkin bisa nginep di hotel tanpa melakukan check in."
Ivy tertunduk lesu sambil membuang nafas kasar. Sepertinya, ia memang tak bisa lagi berkelit. "Iya, gue yang bawa lo kesini. Gue juga, yang udah masukin obat ke minuman lo."
"Shitt, Bangsattt!"
Ivy syok, kaget ternyata cowok kalem, dari tadi ngucap istighfar, dan gak mau liat cewek telan jang, ternyata bisa ngumpat juga, bisa ngamuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 94 Episodes
Comments
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Nggk kebayang hancur nya yasa, pasti dia akan merasa bersalah dan berdosahh sama mama nya. karena sebagai anak laki2 yang biasanya kalem dan selalu jujur sama mamanya. kini yasa harus menghadapi masalah yang mencoreng nama baik keluarga besarnya. meski ivy tak mau menuntut tanggung jawab, tapi sebagai laki2 yang sejak kecil di didik secara baik sama orang tuanya. pasti yasa akan bertanggung jawab, dengan apa yang dia lakukan.
2025-12-09
9
Kar Genjreng
Berdoa Vi tidak di rajam nanti karena loe menjebak Yasa benar saja loe ingat semua yang memang niat loe si ya'
bagaimana sekolah nya Yasa jadi terganggu kan kalau begini jadinya. Yasa
lebih baik ceritakan kepada mommy Sani
biar nanti di sampaikan ke Daddy Usup
daripada jadi pikiran sekolah jadi tidak consen,,, ngomong ngomong Ivi Sudah
bukan gadis lagi ya soalnya tidak ada
noda darah. sedang Yasa masih Orisinil
kembalikan keperjakaan nya Yasa main rampas saja,,,ga kebayang nanti tanggapan papa usup dan Mak Sani
semoga tidak semasfuuud. ya ya ya,,,😮
2025-12-09
1
Kar Genjreng
Mau berkelit seperti apa lagi Ivi,,,termasuk lo yang memperkosa Yasa loe binal sekali
lo ga tau siapa orang tua Yasa ,,,mudah
mudahan Mommy nya Luth. mau menerima atau Daddy nya Luth 🤣
kenapa hanya Luth yang panggil Daddy Mommy yang lain Mama papa,,,Vi menurut gw si tidak bakalan loe di lepas begitu saja oleh keluarga Daddy Usup kanapa Karena
melanggar aturan keluarga Papa Usup
di keluarga Papa Usup tidak ada Anak-anak nya yang menjadi laki laki
memfaat wanita,, duhhh mabok jiwa
OK lanjut Kakak Yuuuuuu 👍🌹
2025-12-09
0