Bab 3 - Mulai saat ini, aku adalah Feng Yaorao!

Meskipun Cang Rui tidak ingin menikahi Feng Yaorao, dia tidak berani membatalkan pertunangan itu secara terang-terangan karena takut menyinggung Adipati Qin.

Demi menyingkirkan gadis itu tanpa mengotori tangannya sendiri, Cang Rui menyusun rencana licik. Memanfaatkan perasaan Feng Yaorao kepadanya, dia menipunya agar pergi ke Hutan Hantu Berkabut dengan alasan dirinya terluka dan membutuhkan ramuan obat untuk menyembuhkan lukanya—Ganoderma Lucidum berusia seratus tahun.

Tang Yue tercengang. Dia benar-benar tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini.

Bagaimana mungkin ingatan Feng Yaorao bisa berputar di dalam kepalanya?

Dia masih ingat bahwa kesadarannya tiba-tiba lenyap ketika menyentuh tubuh Feng Yaorao. Namun setelah sadar, dia tidak hanya memiliki seluruh ingatan gadis itu, tetapi juga merasakan kebenciannya yang mendalam terhadap Pangeran Rui.

Kebencian itu berasal dari lubuk hati Feng Yaorao. Begitu kuat dan begitu dalam, seolah-olah telah terukir di dalam jiwanya sendiri.

Angin dingin kembali berembus kencang. Hawa dingin yang menggigit merayapi setiap jengkal kulitnya, menembus hingga ke tulang dan membuat tubuhnya menggigil hebat.

Namun, rasa dingin itu justru mengingatkan Tang Yue pada sesuatu.

Tunggu... Dingin?

Tang Yue tertegun. Mengapa dia bisa merasakan hawa sedingin ini?

Bukankah dia hanya sebuah roh? Bukankah roh di alam fana seharusnya hanya bisa melihat tanpa dapat menyentuh ataupun merasakan apa pun?

Dengan panik, Tang Yue buru-buru memeriksa tubuhnya.

Kulitnya padat dan tidak lagi transparan.

Ini jelas-jelas tubuh fisik!

Dia mengenakan gaun putih bergaya kuno yang telah robek dan compang-camping. Jika harus menggunakan satu kata untuk menggambarkan kondisinya saat ini, menyedihkan adalah kata yang paling tepat.

Namun ketika mengamati pakaiannya dengan lebih teliti, rasa familiar tiba-tiba menyergap benaknya. Detik berikutnya, rasa malu, kesal, dan ketidakberdayaan bergejolak di dalam dadanya.

Ini jelas bukan tubuhku.

Ini adalah tubuh Feng Yaorao.

Perbedaannya, seluruh luka parah yang sebelumnya memenuhi tubuh Feng Yaorao telah lenyap tanpa bekas. Bahkan, tidak ada rasa sakit yang tersisa.

Tang Yue akhirnya mengerti.

Jiwanya telah merasuki tubuh Feng Yaorao.

Dia telah kembali hidup dalam tubuh gadis itu, membawa serta ingatan dan dendam Feng Yaorao.

Tang Yue tidak meragukan fenomena gila ini. Bagaimanapun, di zaman modern abad ke-24, dia memang berbeda dari orang-orang lainnya.

Dia memiliki kemampuan supranatural yang unik, yaitu— Mengendalikan Ular Ilahi.

Ular Darah adalah hewan peliharaan sekaligus senjata yang telah mendampinginya sejak lahir. Takdirnya memang berbeda dari kebanyakan orang.

Sialnya, tindakan nekatnya menggunakan kekuatan Ular Darah untuk membunuh musuh telah menentang takdir dan berujung pada hukuman langit.

Memikirkan hal itu, Tang Yue merasa sangat sedih.

Bagaimana nasib Ular Darah kesayangannya sekarang?

Di mana makhluk itu berada?

Seolah merasakan kekhawatirannya, sebuah gerakan samar tiba-tiba terasa dari lengannya.

Gerakan yang begitu familiar itu seketika menyapu bersih kekhawatiran Tang Yue, menggantikannya dengan kegembiraan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Dia dan Ular Darah terikat oleh sumpah sehidup semati. Jika salah satu dari mereka mati, yang lainnya juga akan mati.

Tang Yue tidak menyangka bahwa setelah petir hukuman langit mengirim jiwanya ke zaman kuno, Ular Darah kesayangannya ternyata ikut terseret dan tetap mendampinginya.

Hanya saja, dia bisa merasakan energi Ular Darah telah berkurang drastis. Ia pasti membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan kekuatannya sepenuhnya.

Meskipun sangat gembira karena Ular Darah masih bersamanya, Tang Yue tidak melupakan ingatan yang memenuhi benaknya.

Dia memejamkan mata, mencoba memahami seluruh ingatan Feng Yaorao sekaligus merasakan kebencian yang tersimpan di dalam hati gadis itu.

Beberapa saat kemudian, dia kembali membuka mata.

Tatapan yang sebelumnya tenang kini telah diselimuti niat membunuh.

Entah karena kebetulan atau memang takdir, karena telah menempati tubuh Feng Yaorao, Tang Yue merasa memiliki kewajiban untuk melakukan sesuatu bagi gadis itu.

Sedangkan satu-satunya hal yang paling diinginkan Feng Yaorao adalah— Balas dendam!

Tang Yue menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan.

"Mulai saat ini, aku adalah Feng Yaorao. Jangan khawatir. Karena aku telah mengambil alih tubuhmu, aku yang akan membalaskan seluruh rasa sakit yang kau alami!"

Seolah merasakan ketulusan dari sumpahnya, gelombang kebencian yang sebelumnya bergejolak hebat di dalam dadanya perlahan mereda.

Setelah suasana hatinya kembali tenang, Feng Yaorao mengalihkan pandangannya kepada seekor anjing putih yang berdiri gagah di sisinya. Anjing itu sepertinya telah menjaga tubuh Feng Yaorao entah berapa lama.

Keduanya saling memandang dalam diam, seolah sedang mengamati sekaligus memahami satu sama lain.

Feng Yaorao tersenyum tipis.

"Mulai sekarang, kau ikut denganku."

Dia mengusap lembut kepala anjing putih itu. Ekspresi wajahnya menunjukkan kelembutan langka yang seketika membuat Ular Darah di dalam tubuhnya merasa cemburu.

Anjing putih itu tampaknya memahami perkataannya. Ia menyandarkan kepalanya ke bahu Feng Yaorao sebagai tanda persetujuan.

"Tuan, sikapmu ini seperti pepatah 'habis manis sepah dibuang'. Begitu punya peliharaan baru, kau langsung mencampakkan cinta lamamu ini?" Suara protes Ular Darah bergema di dalam benaknya, penuh nada merajuk.

Feng Yaorao memilih mengabaikan keluhannya itu.

Ini bukan pertama kalinya Ular Darah bertingkah kekanak-kanakan. Setiap kali dia berinteraksi dekat dengan manusia atau binatang lain, makhluk itu selalu melontarkan keluhan yang sama.

Jujur saja, dia sudah bosan mendengarnya.

Feng Yaorao berdiri dan membersihkan gumpalan lumpur yang menempel pada pakaiannya, kemudian kembali mengamati keadaan di sekitarnya.

Meskipun saat ini sedang memasuki musim panas, hawa di dalam hutan justru terasa seperti musim dingin yang membekukan. Feng Yaorao yang biasanya mampu bertahan menghadapi cuaca ekstrem sekalipun kini menggigil kedinginan.

Pakaiannya yang tipis telah tercabik-cabik oleh ranting-ranting tajam, memperlihatkan kulitnya yang sedikit pucat. Angin dingin menerpa tubuhnya tanpa ampun, membuat rasa dingin semakin menusuk.

"Mulai sekarang, namamu Xiao Bai. Ayo kita pulang dan mulai mengacaukan hidup mereka!"

Dia memberikan nama kepada anjing putih itu. Rasanya juga tidak lucu jika terus-menerus memanggilnya dengan sebutan anjing putih.

Feng Yaorao menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah pergi.

Namun, Hutan Hantu Berkabut ternyata jauh lebih luas daripada yang dibayangkannya. Kabut tebal membatasi jarak pandang, membuatnya kesulitan menentukan arah.

Tanpa kompas ataupun peta, Feng Yaorao hanya bisa mengandalkan ketajaman instingnya untuk mencari jalan keluar.

Semakin jauh ia berjalan, semakin dia menyadari betapa luasnya hutan belantara di zaman kuno ini.

Satu jam telah berlalu, tetapi dia dan Xiao Bai masih berputar-putar di area yang sama. Dengan napas terengah-engah dan tubuh yang kelelahan, Feng Yaorao akhirnya ambruk ke tanah.

Xiao Bai yang juga sudah kelelahan langsung merebahkan diri di sisinya dan ikut beristirahat.

"Sialan!" Feng Yaorao mengumpat, marah melihat keadaannya yang begitu menyedihkan.

Dia berada dalam situasi seperti ini karena Pangeran Rui itu!

Begitu berhasil keluar dari hutan sialan ini, dia bersumpah akan mengembalikan seluruh penderitaan ini seribu kali lipat—bukan hanya demi pemilik tubuh ini, tetapi juga demi dirinya sendiri, Tang Yue.

Pertama-tama, dia akan menyiksa Pangeran Rui perlahan-lahan. Setelah itu, dia akan membunuhnya dengan cara paling mengerikan, hingga kematiannya menjadi sesuatu yang tidak akan pernah bisa dilupakan, bahkan setelah berada di akhirat.

"Guk... guk..."

Seolah merasakan kebencian Feng Yaorao, Xiao Bai menggesekkan tubuhnya ke kakinya dan menggonggong dua kali.

Tersadar dari lamunannya, Feng Yaorao menunduk menatap Xiao Bai. Dari tatapannya yang berkaca-kaca, dia tahu Xiao Bai sedang mengkhawatirkannya.

Untuk pertama kalinya sejak tiba di dunia asing ini, kehangatan perlahan memenuhi hatinya.

Pangeran Rui dan seluruh keluarga Feng bahkan lebih buruk daripada seekor anjing!

Jika bukan karena janjinya kepada Feng Yaorao untuk membantunya membalas dendam, dia tidak sudi membuang-buang waktunya berurusan dengan orang-orang munafik seperti mereka.

Terpopuler

Comments

Rubiyata Gimba

Rubiyata Gimba

bertahan lah kau disana

2026-07-29

1

Wahyuningsih

Wahyuningsih

💪💪💪💪💪💪💪 thor dlm upnya

2026-07-03

1

Etty Rohaeti

Etty Rohaeti

ditunggu updatenya
terima kasih Thor

2026-01-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Mati bersama musuh
2 Bab 2 - Apa yang terjadi?
3 Bab 3 - Mulai saat ini, aku adalah Feng Yaorao!
4 Bab 4 - Menemukan harta karun
5 Bab 5 - Rahasia yang terbongkar
6 Bab 6 - Membuka jalan menuju kekuatan
7 Bab 7 - Kaisar Kerajaan Xia, Xia Wushang
8 BAB 8 - Kesepakatan Tiga Syarat
9 BAB 9 - Kota Yang Aneh
10 BAB 10 - Terpesona
11 BAB 11 - Kesan Yang Berubah
12 BAB 12 - Kebenaran Terungkap
13 BAB 13 - Sekelompok Pembunuh dari Istana Hantu
14 BAB 14 - Bantuan Asing
15 BAB 15 - Sekelompok Bandit Amatir
16 BAB 16 - Membalikkan Keadaan
17 BAB 17 - Pemuda Berjubah Abu-abu
18 BAB 18 - Pangeran Cang Yao
19 BAB 19 - Pergi ke Benteng Bandit
20 BAB 20 - Kasihan Chi Feng
21 BAB 21 - Drama Perangkap Madu di Tengah Jalan
22 BAB 22 - Xiao Bai yang ganas
23 BAB 23 - Pertarungan Yang Tidak Mudah
24 BAB 24 - Teringat Kakak Laki-laki
25 BAB 25 - Dukungan Keluarga
26 BAB 26 - Aku Akan Membalas Dendam Sendiri
27 BAB 27 - Dia Pangeran Cang Yao?
28 BAB 28 - Menjadi Hantu di Tengah Malam
29 BAB 29 - Mengajukan Pembatalan Pertunangan
30 BAB 30 - Resmi Membatalkan Pertunangan
31 BAB 31 - Bertemu Musuh Pertama Kali
32 BAB 32 - Permainan Baru Dimulai
33 BAB 33 - Mempermalukan Pangeran Rui
34 BAB 34 - Sang 'Hantu' Kembali ke Rumah
35 BAB 35 - Memberikan Kejutan Bertubi-tubi
36 BAB 36 - Mencarikan Suami Untuknya?
37 BAB 37 - Dia Bukan Gadis Yang Bisa Diremehkan Lagi
38 BAB 38 - Memberi Pelajaran Pada Pelayan Jahat
39 BAB 39 - Memberi Pelajaran Pada Pelayan Jahat
40 BAB 40 - Pria Narsis, Ye Ziming
41 BAB 41 - Rencana Ibu dan Anak
42 BAB 42 - Pencurian di Tengah Malam
43 BAB 43 - Pertunjukan di Tengah Malam
44 BAB 44 - Kedatangan Qin Yuyan
45 BAB 45 - Memojokkan Feng Xiang
46 BAB 46 - Memberikan Waktu Tiga Hari
47 BAB 47 - Berdebat di Tepi Kolam
48 BAB 48 - Pilih Kasih Seorang Ayah
49 BAB 49 - Rahasia Feng Qingwu
50 BAB 50 - Memiliki Aib Yang Sama
51 BAB 51 - Bertemu Pangeran Cang Yao Lagi
52 BAB 52 - Menebus Wanita Dari Rumah Bordil
53 BAB 53 - Taktik Feng Yaorao
54 BAB 54 - Mengantar Pangeran Cang Yao Pulang
55 BAB 55 - Identitas Bai Li
56 BAB 56 - Ye Ziming Datang Lagi
57 BAB 57 - Memutarbalikkan Kebenaran
58 BAB 58 - Menguji Pangeran Cang Rui
59 BAB 59 - Menyindir Secara Terang-terangan
60 BAB 60 - Mengambil Kembali Barang-Barangku
61 BAB 61 - Pelecehan di Tengah Jalan
62 BAB 62 - Lagi-lagi Menendang Kejantanan Pria
63 BAB 63 - Kekhawatiran Qin Yuyan
64 BAB 64 - Rencana Membuka Rumah Bordil
65 BAB 65 - Mempermainkan Kanselir Kiri, Su Ting
66 BAB 66 - Menyandera Su Ting
67 BAB 67 - Pikiran Semua Orang
68 BAB 68 - Kemarahan Keluarga Su
69 BAB 69 - Di Panggil Kaisar ke Istana
70 BAB 70 - Pengakuan Pangeran Cang Yao
71 BAB 71 - Memasuki Istana
72 BAB 72 - Pertemuan di Taman Kekaisaran
73 BAB 73 - Ketertarikan Pangeran Xuan
74 Bab 74 - Perlindungan Feng Yaorao
75 Bab 75 - Memasuki Istana Embun Bunga
76 Bab 76 - Konfrontasi dengan Permaisuri
77 Bab 77 - Konfrontasi dengan Permaisuri
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1 - Mati bersama musuh
2
Bab 2 - Apa yang terjadi?
3
Bab 3 - Mulai saat ini, aku adalah Feng Yaorao!
4
Bab 4 - Menemukan harta karun
5
Bab 5 - Rahasia yang terbongkar
6
Bab 6 - Membuka jalan menuju kekuatan
7
Bab 7 - Kaisar Kerajaan Xia, Xia Wushang
8
BAB 8 - Kesepakatan Tiga Syarat
9
BAB 9 - Kota Yang Aneh
10
BAB 10 - Terpesona
11
BAB 11 - Kesan Yang Berubah
12
BAB 12 - Kebenaran Terungkap
13
BAB 13 - Sekelompok Pembunuh dari Istana Hantu
14
BAB 14 - Bantuan Asing
15
BAB 15 - Sekelompok Bandit Amatir
16
BAB 16 - Membalikkan Keadaan
17
BAB 17 - Pemuda Berjubah Abu-abu
18
BAB 18 - Pangeran Cang Yao
19
BAB 19 - Pergi ke Benteng Bandit
20
BAB 20 - Kasihan Chi Feng
21
BAB 21 - Drama Perangkap Madu di Tengah Jalan
22
BAB 22 - Xiao Bai yang ganas
23
BAB 23 - Pertarungan Yang Tidak Mudah
24
BAB 24 - Teringat Kakak Laki-laki
25
BAB 25 - Dukungan Keluarga
26
BAB 26 - Aku Akan Membalas Dendam Sendiri
27
BAB 27 - Dia Pangeran Cang Yao?
28
BAB 28 - Menjadi Hantu di Tengah Malam
29
BAB 29 - Mengajukan Pembatalan Pertunangan
30
BAB 30 - Resmi Membatalkan Pertunangan
31
BAB 31 - Bertemu Musuh Pertama Kali
32
BAB 32 - Permainan Baru Dimulai
33
BAB 33 - Mempermalukan Pangeran Rui
34
BAB 34 - Sang 'Hantu' Kembali ke Rumah
35
BAB 35 - Memberikan Kejutan Bertubi-tubi
36
BAB 36 - Mencarikan Suami Untuknya?
37
BAB 37 - Dia Bukan Gadis Yang Bisa Diremehkan Lagi
38
BAB 38 - Memberi Pelajaran Pada Pelayan Jahat
39
BAB 39 - Memberi Pelajaran Pada Pelayan Jahat
40
BAB 40 - Pria Narsis, Ye Ziming
41
BAB 41 - Rencana Ibu dan Anak
42
BAB 42 - Pencurian di Tengah Malam
43
BAB 43 - Pertunjukan di Tengah Malam
44
BAB 44 - Kedatangan Qin Yuyan
45
BAB 45 - Memojokkan Feng Xiang
46
BAB 46 - Memberikan Waktu Tiga Hari
47
BAB 47 - Berdebat di Tepi Kolam
48
BAB 48 - Pilih Kasih Seorang Ayah
49
BAB 49 - Rahasia Feng Qingwu
50
BAB 50 - Memiliki Aib Yang Sama
51
BAB 51 - Bertemu Pangeran Cang Yao Lagi
52
BAB 52 - Menebus Wanita Dari Rumah Bordil
53
BAB 53 - Taktik Feng Yaorao
54
BAB 54 - Mengantar Pangeran Cang Yao Pulang
55
BAB 55 - Identitas Bai Li
56
BAB 56 - Ye Ziming Datang Lagi
57
BAB 57 - Memutarbalikkan Kebenaran
58
BAB 58 - Menguji Pangeran Cang Rui
59
BAB 59 - Menyindir Secara Terang-terangan
60
BAB 60 - Mengambil Kembali Barang-Barangku
61
BAB 61 - Pelecehan di Tengah Jalan
62
BAB 62 - Lagi-lagi Menendang Kejantanan Pria
63
BAB 63 - Kekhawatiran Qin Yuyan
64
BAB 64 - Rencana Membuka Rumah Bordil
65
BAB 65 - Mempermainkan Kanselir Kiri, Su Ting
66
BAB 66 - Menyandera Su Ting
67
BAB 67 - Pikiran Semua Orang
68
BAB 68 - Kemarahan Keluarga Su
69
BAB 69 - Di Panggil Kaisar ke Istana
70
BAB 70 - Pengakuan Pangeran Cang Yao
71
BAB 71 - Memasuki Istana
72
BAB 72 - Pertemuan di Taman Kekaisaran
73
BAB 73 - Ketertarikan Pangeran Xuan
74
Bab 74 - Perlindungan Feng Yaorao
75
Bab 75 - Memasuki Istana Embun Bunga
76
Bab 76 - Konfrontasi dengan Permaisuri
77
Bab 77 - Konfrontasi dengan Permaisuri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!