Meskipun Cang Rui tidak ingin menikahi Feng Yaorao, dia tidak berani membatalkan pertunangan itu secara terang-terangan karena takut menyinggung Adipati Qin.
Demi menyingkirkan gadis itu tanpa mengotori tangannya sendiri, Cang Rui menyusun rencana licik. Memanfaatkan perasaan Feng Yaorao kepadanya, dia menipunya agar pergi ke Hutan Hantu Berkabut dengan alasan dirinya terluka dan membutuhkan ramuan obat untuk menyembuhkan lukanya—Ganoderma Lucidum berusia seratus tahun.
Tang Yue tercengang. Dia benar-benar tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini.
Bagaimana mungkin ingatan Feng Yaorao bisa berputar di dalam kepalanya?
Dia masih ingat bahwa kesadarannya tiba-tiba lenyap ketika menyentuh tubuh Feng Yaorao. Namun setelah sadar, dia tidak hanya memiliki seluruh ingatan gadis itu, tetapi juga merasakan kebenciannya yang mendalam terhadap Pangeran Rui.
Kebencian itu berasal dari lubuk hati Feng Yaorao. Begitu kuat dan begitu dalam, seolah-olah telah terukir di dalam jiwanya sendiri.
Angin dingin kembali berembus kencang. Hawa dingin yang menggigit merayapi setiap jengkal kulitnya, menembus hingga ke tulang dan membuat tubuhnya menggigil hebat.
Namun, rasa dingin itu justru mengingatkan Tang Yue pada sesuatu.
Tunggu... Dingin?
Tang Yue tertegun. Mengapa dia bisa merasakan hawa sedingin ini?
Bukankah dia hanya sebuah roh? Bukankah roh di alam fana seharusnya hanya bisa melihat tanpa dapat menyentuh ataupun merasakan apa pun?
Dengan panik, Tang Yue buru-buru memeriksa tubuhnya.
Kulitnya padat dan tidak lagi transparan.
Ini jelas-jelas tubuh fisik!
Dia mengenakan gaun putih bergaya kuno yang telah robek dan compang-camping. Jika harus menggunakan satu kata untuk menggambarkan kondisinya saat ini, menyedihkan adalah kata yang paling tepat.
Namun ketika mengamati pakaiannya dengan lebih teliti, rasa familiar tiba-tiba menyergap benaknya. Detik berikutnya, rasa malu, kesal, dan ketidakberdayaan bergejolak di dalam dadanya.
Ini jelas bukan tubuhku.
Ini adalah tubuh Feng Yaorao.
Perbedaannya, seluruh luka parah yang sebelumnya memenuhi tubuh Feng Yaorao telah lenyap tanpa bekas. Bahkan, tidak ada rasa sakit yang tersisa.
Tang Yue akhirnya mengerti.
Jiwanya telah merasuki tubuh Feng Yaorao.
Dia telah kembali hidup dalam tubuh gadis itu, membawa serta ingatan dan dendam Feng Yaorao.
Tang Yue tidak meragukan fenomena gila ini. Bagaimanapun, di zaman modern abad ke-24, dia memang berbeda dari orang-orang lainnya.
Dia memiliki kemampuan supranatural yang unik, yaitu— Mengendalikan Ular Ilahi.
Ular Darah adalah hewan peliharaan sekaligus senjata yang telah mendampinginya sejak lahir. Takdirnya memang berbeda dari kebanyakan orang.
Sialnya, tindakan nekatnya menggunakan kekuatan Ular Darah untuk membunuh musuh telah menentang takdir dan berujung pada hukuman langit.
Memikirkan hal itu, Tang Yue merasa sangat sedih.
Bagaimana nasib Ular Darah kesayangannya sekarang?
Di mana makhluk itu berada?
Seolah merasakan kekhawatirannya, sebuah gerakan samar tiba-tiba terasa dari lengannya.
Gerakan yang begitu familiar itu seketika menyapu bersih kekhawatiran Tang Yue, menggantikannya dengan kegembiraan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Dia dan Ular Darah terikat oleh sumpah sehidup semati. Jika salah satu dari mereka mati, yang lainnya juga akan mati.
Tang Yue tidak menyangka bahwa setelah petir hukuman langit mengirim jiwanya ke zaman kuno, Ular Darah kesayangannya ternyata ikut terseret dan tetap mendampinginya.
Hanya saja, dia bisa merasakan energi Ular Darah telah berkurang drastis. Ia pasti membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memulihkan kekuatannya sepenuhnya.
Meskipun sangat gembira karena Ular Darah masih bersamanya, Tang Yue tidak melupakan ingatan yang memenuhi benaknya.
Dia memejamkan mata, mencoba memahami seluruh ingatan Feng Yaorao sekaligus merasakan kebencian yang tersimpan di dalam hati gadis itu.
Beberapa saat kemudian, dia kembali membuka mata.
Tatapan yang sebelumnya tenang kini telah diselimuti niat membunuh.
Entah karena kebetulan atau memang takdir, karena telah menempati tubuh Feng Yaorao, Tang Yue merasa memiliki kewajiban untuk melakukan sesuatu bagi gadis itu.
Sedangkan satu-satunya hal yang paling diinginkan Feng Yaorao adalah— Balas dendam!
Tang Yue menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan.
"Mulai saat ini, aku adalah Feng Yaorao. Jangan khawatir. Karena aku telah mengambil alih tubuhmu, aku yang akan membalaskan seluruh rasa sakit yang kau alami!"
Seolah merasakan ketulusan dari sumpahnya, gelombang kebencian yang sebelumnya bergejolak hebat di dalam dadanya perlahan mereda.
Setelah suasana hatinya kembali tenang, Feng Yaorao mengalihkan pandangannya kepada seekor anjing putih yang berdiri gagah di sisinya. Anjing itu sepertinya telah menjaga tubuh Feng Yaorao entah berapa lama.
Keduanya saling memandang dalam diam, seolah sedang mengamati sekaligus memahami satu sama lain.
Feng Yaorao tersenyum tipis.
"Mulai sekarang, kau ikut denganku."
Dia mengusap lembut kepala anjing putih itu. Ekspresi wajahnya menunjukkan kelembutan langka yang seketika membuat Ular Darah di dalam tubuhnya merasa cemburu.
Anjing putih itu tampaknya memahami perkataannya. Ia menyandarkan kepalanya ke bahu Feng Yaorao sebagai tanda persetujuan.
"Tuan, sikapmu ini seperti pepatah 'habis manis sepah dibuang'. Begitu punya peliharaan baru, kau langsung mencampakkan cinta lamamu ini?" Suara protes Ular Darah bergema di dalam benaknya, penuh nada merajuk.
Feng Yaorao memilih mengabaikan keluhannya itu.
Ini bukan pertama kalinya Ular Darah bertingkah kekanak-kanakan. Setiap kali dia berinteraksi dekat dengan manusia atau binatang lain, makhluk itu selalu melontarkan keluhan yang sama.
Jujur saja, dia sudah bosan mendengarnya.
Feng Yaorao berdiri dan membersihkan gumpalan lumpur yang menempel pada pakaiannya, kemudian kembali mengamati keadaan di sekitarnya.
Meskipun saat ini sedang memasuki musim panas, hawa di dalam hutan justru terasa seperti musim dingin yang membekukan. Feng Yaorao yang biasanya mampu bertahan menghadapi cuaca ekstrem sekalipun kini menggigil kedinginan.
Pakaiannya yang tipis telah tercabik-cabik oleh ranting-ranting tajam, memperlihatkan kulitnya yang sedikit pucat. Angin dingin menerpa tubuhnya tanpa ampun, membuat rasa dingin semakin menusuk.
"Mulai sekarang, namamu Xiao Bai. Ayo kita pulang dan mulai mengacaukan hidup mereka!"
Dia memberikan nama kepada anjing putih itu. Rasanya juga tidak lucu jika terus-menerus memanggilnya dengan sebutan anjing putih.
Feng Yaorao menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah pergi.
Namun, Hutan Hantu Berkabut ternyata jauh lebih luas daripada yang dibayangkannya. Kabut tebal membatasi jarak pandang, membuatnya kesulitan menentukan arah.
Tanpa kompas ataupun peta, Feng Yaorao hanya bisa mengandalkan ketajaman instingnya untuk mencari jalan keluar.
Semakin jauh ia berjalan, semakin dia menyadari betapa luasnya hutan belantara di zaman kuno ini.
Satu jam telah berlalu, tetapi dia dan Xiao Bai masih berputar-putar di area yang sama. Dengan napas terengah-engah dan tubuh yang kelelahan, Feng Yaorao akhirnya ambruk ke tanah.
Xiao Bai yang juga sudah kelelahan langsung merebahkan diri di sisinya dan ikut beristirahat.
"Sialan!" Feng Yaorao mengumpat, marah melihat keadaannya yang begitu menyedihkan.
Dia berada dalam situasi seperti ini karena Pangeran Rui itu!
Begitu berhasil keluar dari hutan sialan ini, dia bersumpah akan mengembalikan seluruh penderitaan ini seribu kali lipat—bukan hanya demi pemilik tubuh ini, tetapi juga demi dirinya sendiri, Tang Yue.
Pertama-tama, dia akan menyiksa Pangeran Rui perlahan-lahan. Setelah itu, dia akan membunuhnya dengan cara paling mengerikan, hingga kematiannya menjadi sesuatu yang tidak akan pernah bisa dilupakan, bahkan setelah berada di akhirat.
"Guk... guk..."
Seolah merasakan kebencian Feng Yaorao, Xiao Bai menggesekkan tubuhnya ke kakinya dan menggonggong dua kali.
Tersadar dari lamunannya, Feng Yaorao menunduk menatap Xiao Bai. Dari tatapannya yang berkaca-kaca, dia tahu Xiao Bai sedang mengkhawatirkannya.
Untuk pertama kalinya sejak tiba di dunia asing ini, kehangatan perlahan memenuhi hatinya.
Pangeran Rui dan seluruh keluarga Feng bahkan lebih buruk daripada seekor anjing!
Jika bukan karena janjinya kepada Feng Yaorao untuk membantunya membalas dendam, dia tidak sudi membuang-buang waktunya berurusan dengan orang-orang munafik seperti mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Rubiyata Gimba
bertahan lah kau disana
2026-07-29
1
Wahyuningsih
💪💪💪💪💪💪💪 thor dlm upnya
2026-07-03
1
Etty Rohaeti
ditunggu updatenya
terima kasih Thor
2026-01-05
1