ISTRIKU TIDAK KUNAFKAHI LAGI

ISTRIKU TIDAK KUNAFKAHI LAGI

BAB. 1 Mas Bagi Uang

Sania pagi pagi sudah membuatku pusing, istri yang baru ku nikahi tujuh bulan lalu selalu meminta uang padahal kami LDR.

"Hallo, kak Beni, saya butuh uang bisa kamu mengirimkannya." Ucapnya di sebrang telepon.

Aku menghela napas dengan kasar, tiap bulan selalu menyusahkan ku, selama kami menikah dia tidak bekerja, padahal dulu dia orang yang pekerja keras.

"Uang dan uang saja, maksudnya apa kamu pagi pagi minta uang." Bentak ku.

Hening, tidak ada jawaban dari Sania. Apakah dia menangis berdrama seperti sebelumnya, kalau tidak ku beri uang selalu membuat drama.

"Maaf kak." Setelah sekian lama diam akhirnya dia bersuara juga.

Setelah ku matikan telepon, tidak ada lagi chatnya yang panjang lebar, tidak ada lagi rengekan dia kalau butuh uang.

Ku kirim pesan padanya, kwatir dia butuh uang mendadak untuk bayar kontrakan dan makanannya. (" Sania kamu punya uang.").

Tapi tidak ada balasan lagi, mungkin dia marah padaku karena tidak memberinya uang. Biarlah supaya dia tau diri cari uang itu susah. Bukan hanya dia yang butuh uang tapi juga anak ku dan orang tuaku.

Kami LDR saat ini saya berada di negeri sakura, saya mengurus visa untuknya tapi belum tembus, akhirnya saya tidak akan memberinya nafkah bulan ini.

Sudah seminggu istriku tidak lagi menelpon, bahkan dia sudah sangat jarang menelponku. Biasanya dalam sehari menelpon sampai sepuluh kali.

Biarlah palingan dia main tarik ulur, dia ingin saya membujuknya tapi tidak akan ku lakukan saat ini. Uang dua juta sebulan itu sudah cukup untuk bertahan beberapa bulan ke depan dia saja yang boros.

Ketika ku buka media sosial ibuku, Sania lagi pungut botol botol bekas. Bikin malu saja mana penampilannya makin hari makin kucel.

Caption media sosial ibuku : "Punya mantu kok jadi pemulung." Di sertai foto Sania.

Ku telpon Sania berkali-kali, tapi tidak ada jawaban, apakah dia lagi sibuk pungut sampah?

Akhirnya ku kirim pesan untuknya.( "Sania kenapa kamu bikin malu orang tuaku.")

Dan jawabnya bikin aku sakit hati. ( " Maksud kamu apa suamiku? " Aku melakukan supaya punya uang.")

("Bagus ya kamu sudah berani melawanku.") hardik ku.

(" 🤣🤣🤣 ").

Membuat ku semakin jengkel, dia mengirimkan emot ngakak sebanyak tiga biji. ini kelakuan istriku lama kelamaan membuatku semakin muak.

Ibuku juga mengirim kan pesan untuk ku katanya istriku bikin malu, jadi pemulung, entah siapa yang dia bikin malu.

Komentar tetangga pun semakin pedas, aku di sangkanya tidak bisa menafkahi istriku. Padahal uang dua juta itu cukup untuk dua bulan, hanya dia saja yang boros.

Akhirnya ku telpon lagi istriku berkali-kali, tapi tidak ada jawaban sama sekali.

"Abang Beni kenapa? Istri abang bikin ulah ya." Ucap Soraya.

Soraya temanku kerja di pabrik dan kami sama sama orang Indonesia satu kabupaten hanya beda kecamatan saja. Akhirnya aku menceritakan keburukan istriku di Indonesia.

"Istriku, jadi pemulung di Indonesia." Ucapku.

Soraya membeku saking terkejutnya, "yang benar bang. Emang kamu kasih berapa uang istrimu tiap bulan? " Tanya nya.

"Gajiku masuk semua ke dia Soraya." Ucapku berbohong.

Tidak mungkin saya jujur jika istriku saya jatah dua juta sebulan, nanti Soraya berfikir aku pria pelit. Kan gak enak kedengarannya, saya berbohong demi harga diriku.

"Ha, berarti dia boros dong. Aku saja gajiku banyak yang di tabung." Ucap Soraya.

Ya saya hanya mengangguk, karena tidak mungkin saya membantah, karena Soraya wanita cantik seandainya saya belum menikah, saya ingin menikah dengannya.

Soraya wanita cantik, pintar, hemat. Bahkan saat ini kami makan berdua di restoran jepang, dia memilih menu yang paling murah, definisi wanita idaman.

Andaikan Sania secantik Soraya dan sepintar Soraya. Tapi ya sudahlah saya pun nek lihat mukanya yang dekil dan kucel itu.

"Abang kalau cuti kita pulang bersama ya." Ajak Soraya.

Kebetulan tiga bulan lagi akan cuti, dan saya menyanggupinya. "Boleh. Tapi gak ada yang marah ni." Ucapku.

"Gak ada kok bang," Ucapnya malu malu, "Abang tu yang marah istrinya."

Ucapnya sambil manyun, dan dia sangat menggemaskan kalau lagi ngambek. "Cemburu ni." Pancingku.

"Enggak, siapa juga yang cemburu dengan suami orang." Ucapnya sambil menggigit bibirnya yang merah merona seperti namanya.

Terpopuler

Comments

Soleh Sudarna

Soleh Sudarna

mampir ach.. soalnya liat bab nya pendek.. 😊🙏

2026-08-14

1

Felycia Fernandez

Felycia Fernandez

tarik ular keong racun

2026-06-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!