Malam di kediaman Valerius selalu terasa seperti keabadian yang dibungkus dalam kemewahan yang mencekam. Di luar, badai belum benar-benar reda; suara petir yang menggelegar di kejauhan terdengar seperti suara meriam dalam peperangan yang tak terlihat. Aruna berdiri di balik pintu kamar bayi, telinganya menempel pada kayu jati yang dingin. Di koridor, ia bisa mendengar langkah kaki teratur dari para penjaga yang berpatroli, suara gesekan kain jas mereka dan denting pelan dari senjata yang tersampir di pinggang.
Dante baru saja pergi. Sebuah urusan darurat di pelabuhan—sesuatu tentang pengiriman yang dicegat otoritas atau dikhianati musuh—memaksanya meninggalkan mansion dalam kemarahan yang meluap. Aruna melihatnya dari jendela; iring-iringan mobil hitam yang membelah kegelapan seperti barisan predator yang haus darah.
Ini adalah kesempatannya. Satu-satunya kesempatan.
Ponsel Don Salieri. Aruna ingat persis di mana benda itu berada. Saat kericuhan kecil terjadi ketika Dante menancapkan pisau ke meja, Salieri yang panik sempat menggeser beberapa barang, dan ponsel itu terselip di bawah lipatan serbet satin yang tebal di sudut meja makan. Dante mungkin terlalu murka untuk menyadarinya, dan para pelayan terlalu takut untuk menyentuh apa pun sebelum diperintahkan.
"Aku harus melakukannya," bisik Aruna pada dirinya sendiri. Suaranya gemetar, hampir tenggelam oleh suara hujan.
Ia menoleh ke arah Leonardo yang tertidur lelap di boksnya. Bayi itu tampak begitu damai, kontras dengan badai yang berkecamuk di dalam dada Aruna. Aruna tahu, jika ia tertangkap, tidak akan ada ampun. Dante bukan pria yang memberikan kesempatan kedua pada sebuah pengkhianatan. Namun, jika ia tetap diam, ia akan perlahan-lahan membusuk di dalam sangkar emas ini, menjadi boneka pemuas obsesi Dante tanpa pernah melihat ibunya lagi secara bebas.
Aruna membuka pintu kamarnya sedikit demi sedikit. Koridor remang-remang, hanya diterangi oleh lampu dinding bergaya gotik yang memberikan bayangan panj…
Menyusui Bayi Mafia
BAB 6: Permainan di Tepi Jurang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments
Widia Aldiev
semua ada konsekuensinya Aruna jika kamu patuh kamu akan selamat dan bisa melihat ibumu,kini setelah semua kebodohan yg kamu lakukan akhirnya kamu jadi tawanan sesungguhnya oleh Dante bahkan dirimu tak lagi leluasa menemui Leonardo yg menjadi pelita dalam hidupmu 😌😌😌
2026-02-25
1
Ana Akhwat
Aruna Aruna... kamu yang memilih untuk berada diposisi itu tapi sikap kamu sikap kamu tidak propesional akhirnya jadi bumerang buat diri sendiri, udah terkurung tambah terkurung lagi🤪🤪🤪
2026-02-24
2