Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Awal mula.

“Winny, serius nih mau ikut balapan hari ini?” tanya Chen-li, nada suaranya penuh selidik.

“Jelas lah! Aku kan pengen mengalahkan Yan, si pria brengsek itu,” jawab Winny sambil membuka sebotol air mineral, matanya menyala penuh tekad.

Jimmy mengernyit, lalu menyahut, “Kamu yakin bisa mengalahkan Yan? aku denger dia itu pembalap yang serem banget, beberapa kali udah menang terus, lho.”

Winny menatap Jimmy, wajahnya mengeras. “Mulutmu itu mau aku sobek? Gak tahu apa? Semalem aku nggak bisa tidur, soalnya mimpiin lembaran-lembaran uang yang beterbangan. Kebayang, gitu, rejeki datang kepadaku. Terus ada setan juga di mimpiku, wajahnya serem banget.”

Chen-li penasaran, mendekat dengan ekspresi lucu di wajahnya. “Setannya kayak gimana sih? Ceritain dong!”

Winny terdiam sesaat, lalu menatap Chen-li yang dikenal sebagai playboy suka godain cewek-cewek cantik itu. “Ya... gitu deh, kayak mukamu kalau lagi ngeselin,” goda Winny sambil cemberut.

Chen-li ngakak, “Hah! Gitu doang takut? Jangan-jangan kamu yang serem, makanya mimpi setan.”

Winny menjewer bahu Chen-li, “Ah, kamu aja yang sok jago! Besok siap-siap kalah sama aku, ya!”

Jimmy baru saja hendak memanggil Chen-li, tapi matanya tiba-tiba terpaku pada motor asing yang terparkir di bengkel. "Eh, motor ini milik siapa, Chen?" tanya Jimmy, suaranya penuh rasa penasaran.

Chen-li menoleh, sambil menyipitkan mata ke arah motor tersebut. "Kalau mau tahu, tanya saja sama Winny," jawab Chen-li santai sambil mengambil perkakas di meja.

Jimmy merasa curiga. Langkahnya segera menghampiri Winny yang sedang sibuk di sudut bengkel. "Winny, motor ini siapa, sih?" tanya Jimmy, menahan rasa heran.

Winny hanya tersenyum misterius dan menengadah, seolah sedang mengingat sesuatu. "Mmm... motor siapa, ya?" gumamnya pelan.

Jimmy mengerutkan dahi dan menegaskan, "Aku tanya, ini motor siapa, Winny?" 

Chen-li yang berdiri di belakang tidak bisa menahan tawanya, melihat kebingungan Jimmy. Akhirnya, Winny menjawab singkat, "Sebenarnya sih, aku yang pinjam motor ini."

Jimmy memicingkan mata, mencoba mencerna jawaban Winny yang santai itu. "Pinjam? Dari siapa?" tanya Jimmy lagi, tapi Winny cuma mengangkat bahu tanpa berkata banyak.

"Pinjam dari mana motor ini, Winny?" Jimmy langsung menyerbu dengan pertanyaan yang sudah berputar-putar di kepala sejak tadi.

Winny cuma nyengir, santai, "Dari seseorang."

Jawaban singkat itu malah bikin Jimmy makin curiga. "Seseorang? Maksud lo siapa, Winny? Jangan bohong. Ini motor beneran punya orang lain, kan?"

Winny mengangkat bahu, cengengesan, "Ya gak nyuri juga, cuma pinjam doang. Tadi aku dikejar-kejar preman kelompok itu, jadi aku ambil salah satu motor anak buah mereka buat kabur."

Jimmy garuk-garuk kepala, frustrasi, "Kamu... ngaku aja dong, kamu nyuri motor! Kenapa harus ribet gitu sih? Kok bisa sampai berurusan sama anggota Blue Black? Apa sih yang kamu lakuin sampai segitunya?"

Winny nyengir sambil melirik ke arah Chen-li, "Ya tanya aja sama dia. Dia yang bikin ribet, aku cuma ikutan diseret ke tempat itu."

Jimmy menatap Chen-li dengan tajam, nada suaranya ikut meninggi, "Chen-li, jelasin! Kamu bawa Winny ke masalah apa sih sampai dia harus berbuat gila kayak gini?"

Chen-li menarik napas panjang, wajahnya yang biasanya tenang kini penuh ketegangan. Matanya yang tajam menatap Jimmy yang terus mengajukan pertanyaan tanpa henti, membuat dadanya sesak. “Aku punya masalah serius, Jimmy. Aku butuh bantuan Winny,” ucap Chen-li akhirnya, suaranya bergetar namun tegas.

Mendengar itu, Winny langsung berdiri, ekspresinya berubah dari santai menjadi waspada.Tak lama kemudian, suara langkah kaki berat dan teriakan kasar terdengar dari kejauhan. Sekelompok preman Blue Black muncul, wajah mereka penuh amarah dan niat jahat. Chen-li dan Winny saling berpandangan, keduanya tahu bahaya mengintai di depan mata.

“Kalian ini sukanya mencari masalah ya?” Jimmy muncul di tengah kerumunan, matanya menyipit penuh kesal.

Winny menatap Jimmy dengan dingin, suaranya keras membela diri, “Jangan salahkan aku, salahkan saja para preman itu.” Ia mengangkat dagu, menantang siapapun yang berani mendekat.

"Aku heran banget deh, kenapa sebagai seorang gadis kamu itu selalu suka mencari masalah?" tanya Jimmy.

para preman dari kelompok blue black sudah berada di bengkel milik Jimmy tentu saja mereka bergegas untuk mengambil sesuatu untuk mempertahankan diri.

"Winny, cepat kembalikan barang yang kamu ambil!" seru ketua geng blue black.

"Ini preman kepalanya botak mulutnya lancip, pakaian acak-acakan, namanya saja preman tapi kenapa nama gengnya blue black? kayak selai buat makan roti aja." kata Winny yang membuat para anggota geng blue black benar-benar kesal.

"Cepat kembalikan barang yang kamu ambil!" seru ketua geng blue black.

"Barang apaan? Aku cuma ambil motor aja, tuh motornya ambil, bawa pulang ngapain juga sih pakai ngejar sampai di sini!" seru Winny sembari mengangkat besi seukuran kepalan tangan.

"Winny, apa yang kamu curi dari mereka?" tanya Jimmy.

"Tidak ada, cuma ambil motor mereka untuk menyelamatkan diri aja." jawab Winny yang kemudian menoleh kepada Chen Li. mereka berdua menatap Chen-li dengan tetapan mata yang penuh pertanyaan.

"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Chen-li bertanya ketika dia mendapatkan tatapan mata yang begitu tajam dari Jimmy dan Winny.

"Jangan bilang Kamu mencuri sesuatu dari mereka?" tanya Jimmy.

Chen-li diam tanpa mengatakan sesuatu, hal itu membuat Winny benar-benar sangat kesal. "Dasar preman kurang ajar! kamu mau mengumpankan aku sama pria botak itu?! cepat berikan apa yang kamu ambil, jika tidak akan ku rubah dirimu yang tidak tampan itu menjadi ikan arwana!" teriak Winny dengan suara yang begitu menggelegar dan kekesalan yang begitu besar.

"Serang mereka!" teriak ketua geng blue black.

Melihat itu tentu saja Winny langsung menarik tangan Jimmy dan Chen-li, mereka bertiga kabur tunggang langgang meninggalkan bengkel untuk menyelamatkan diri. "Dasar kamu brengsek Chen-li, beraninya Kamu mencuri dari mereka! apa yang kamu curi dari si botak itu?!" tanya Winny.

"Maaf Winny, aku tidak sengaja waktu itu." jawab Chen-li.

"Tidak sengaja kepalamu, aku ini belum menikah, belum punya pacar, aku baru diputusin gara-gara si muka datar seperti lapangan terbang itu! sekarang kamu mau membunuhku? dasar pria tidak berotak!" teriak Winny yang kemudian kabur dengan langkah yang lebih cepat. hal itu membuat Jimmy berlari dengan cepat pula namun Chen-li yang tidak terlalu pandai berlari itu dia nampak kehabisan nafas.

Langkah kaki Chen-li terhenti, dia sudah tidak sanggup berlari untuk mengejar Winny dan Jimmy, di belakangnya sudah ada beberapa preman yang siap menangkapnya.

"Oh Tuhan..., aku benar-benar akan mati." ucap Chen-li yang sudah pasrah.

"Winny, Chen-li ketinggalan." Jimmy yang menghentikan langkahnya. dia menatap Chen Li yang berhenti dengan wajah pasrah.

"Itu pria wajah menyebalkan Kenapa sih menjadi teman kita? aku yakin barang yang dia curi itu barang berharga." jawab Winny yang kemudian berbalik untuk menarik Chen-li pergi.

Para preman anggota blue black sudah mengejar mereka. "Kenapa kamu diam saja? kamu mau mati ya? kalau mati jangan ngajak kami!" bentak Winny yang kemudian menarik Chen-li.

*bersambung*

Terpopuler

Comments

Miraa

Miraa

Haloo authorr, maaf ya aku mau ngasih masukan aja kalau bisa bahasanya jangan di campur kayak dari lo ke kamu, karna maaf kurang enak bacanya. Maaf ya kalau author ngerasa tersinggung, semangat thorr!!

2026-03-25

0

kaylla salsabella

kaylla salsabella

aku mampir thor semangat berkarya😍😍

2025-12-29

2

Priskha

Priskha

dr awal baca sdh ngakak thor 🤣🤣🤣

2026-05-13

0

lihat semua
Episodes
1 Awal mula.
2 2.Di kejar preman
3 3 Reinkarnasi
4 4 Di mana ini?
5 5 Aku reinkarnasi.
6 Mengintip selir Jia.
7 Dia kaisar? dia suamiku?
8 Kaisar Han dan selir Jia ke tempat ibu suri.
9 Permaisuri yang baru.
10 Aku tak butuh gelar itu
11 Inilah keindahan dunia.
12 Tidak mungkin
13 13 Jaga mulutmu
14 Siapa kamu?
15 Lidahmu tajam juga
16 Ciuman penghinaan
17 ke rumah judi
18 Pergi ke desa terlupakan
19 Berjalan tanpa sadar
20 Mulai membalas
21 Tamu kerajaan
22 Aku seorang janda
23 Oh ya aku lupa
24 Dasar kumpulan ular berbisa
25 Di akui paksa
26 Aku akan ikut ke kerajaan Qinzu.
27 Kaisar Qin dan 3 Anaknya.
28 Pernikahan Ling Xu-mei dan kaisar Qin.
29 Tamparan peringatan.
30 Guru Man mengadu kepada kaisar Qin.
31 Permaisuri yang tidak suka berpura pura.
32 Pangeran Yun Gao yang pemarah.
33 Malam ini
34 Si wanita jentik
35 Permaisuri bermulut tajam
36 Mencari dayang Bong.
37 Ikutlah denganku ke istana
38 Desa hilang
39 Dayang Bong kembali ke istana
40 Xia mei-mei menghasut pangeran Yan Gao.
41 Sebuah rahasia kelam
42 Ketakutan Xia mei-mei.
43 Rencana di atas rencana
44 Pangeran Yan
45 Keluar istana
46 Kemiskinan di desa dekat istana
47 Kalian Menteri tidak berguna.
48 Tak semua seindah bayangan kalian.
49 Ramuan sejagat raya
50 Si cantik yang buruk rupa.
51 Hasil karyaku
52 Tertangkap basah.
53 Xia mei-mei malu sendiri
54 Biarkan mereka tidak makan
55 Petisi untuk kaisar
56 Para menteri sayap kiri mulai Goyah
57 Ayo kita cari tahu.
58 Bawa dia kabur
59 Kamu habis dari mana permaisuri?
60 Utusan kerajaan Mon.
61 Pangeran dan putri kerajaan Mon.
62 Putri Silan marah.
63 Beri pelajaran dia
64 Acara kerajaan
65 Beberapa putri kerajaan tamu
66 Emmm.., aku suka mulut tajam
67 pangeran Shin kebingungan
68 Aku buat kamu babak belur
69 Dia permaisuri kerajaan Qinzu
70 Siapa yang berani menghukum putraku
71 Membuat putri Silan Jera
72 Apakah aku tidak pantas menjadi ibu kalian.
73 Surat ancaman kerajaan Mon.
74 Goresan balasan kaisar Qin.
75 Kaisar Mon Gayo marah.
76 Kehancuran menteri Ryu-bin.
77 Inilah yang namanya taktik dan licik.
78 Menteri Ryu-bin di hukum.
79 Rencana untuk Pan Xi-qi.
80 Hukuman untuk Pan Xi-qi dan isterinya.
81 Ling Xu-mei.
82 Kehamilan yang membuat gaduh.
83 Kerajaan Mon akan menyerang.
84 Trik jebakan untuk menteri Ju-tak.
85 Legenda perang
86 Bukti kejahatan menteri Ju-tak.
87 Akhir menteri Ju-tak
88 Ya ampun permaisuri.
89 Ini permaisuri Ter menakutkan.
90 Kamu berani melawanku?
91 Kaisar Qin menghukum pangeran Yan.
92 Seseorang yang menjebak pangeran Yan.
93 Peperangan pecah.
94 kekalahan kerajaan Xion
95 Permaisuri memang istimewa.
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Awal mula.
2
2.Di kejar preman
3
3 Reinkarnasi
4
4 Di mana ini?
5
5 Aku reinkarnasi.
6
Mengintip selir Jia.
7
Dia kaisar? dia suamiku?
8
Kaisar Han dan selir Jia ke tempat ibu suri.
9
Permaisuri yang baru.
10
Aku tak butuh gelar itu
11
Inilah keindahan dunia.
12
Tidak mungkin
13
13 Jaga mulutmu
14
Siapa kamu?
15
Lidahmu tajam juga
16
Ciuman penghinaan
17
ke rumah judi
18
Pergi ke desa terlupakan
19
Berjalan tanpa sadar
20
Mulai membalas
21
Tamu kerajaan
22
Aku seorang janda
23
Oh ya aku lupa
24
Dasar kumpulan ular berbisa
25
Di akui paksa
26
Aku akan ikut ke kerajaan Qinzu.
27
Kaisar Qin dan 3 Anaknya.
28
Pernikahan Ling Xu-mei dan kaisar Qin.
29
Tamparan peringatan.
30
Guru Man mengadu kepada kaisar Qin.
31
Permaisuri yang tidak suka berpura pura.
32
Pangeran Yun Gao yang pemarah.
33
Malam ini
34
Si wanita jentik
35
Permaisuri bermulut tajam
36
Mencari dayang Bong.
37
Ikutlah denganku ke istana
38
Desa hilang
39
Dayang Bong kembali ke istana
40
Xia mei-mei menghasut pangeran Yan Gao.
41
Sebuah rahasia kelam
42
Ketakutan Xia mei-mei.
43
Rencana di atas rencana
44
Pangeran Yan
45
Keluar istana
46
Kemiskinan di desa dekat istana
47
Kalian Menteri tidak berguna.
48
Tak semua seindah bayangan kalian.
49
Ramuan sejagat raya
50
Si cantik yang buruk rupa.
51
Hasil karyaku
52
Tertangkap basah.
53
Xia mei-mei malu sendiri
54
Biarkan mereka tidak makan
55
Petisi untuk kaisar
56
Para menteri sayap kiri mulai Goyah
57
Ayo kita cari tahu.
58
Bawa dia kabur
59
Kamu habis dari mana permaisuri?
60
Utusan kerajaan Mon.
61
Pangeran dan putri kerajaan Mon.
62
Putri Silan marah.
63
Beri pelajaran dia
64
Acara kerajaan
65
Beberapa putri kerajaan tamu
66
Emmm.., aku suka mulut tajam
67
pangeran Shin kebingungan
68
Aku buat kamu babak belur
69
Dia permaisuri kerajaan Qinzu
70
Siapa yang berani menghukum putraku
71
Membuat putri Silan Jera
72
Apakah aku tidak pantas menjadi ibu kalian.
73
Surat ancaman kerajaan Mon.
74
Goresan balasan kaisar Qin.
75
Kaisar Mon Gayo marah.
76
Kehancuran menteri Ryu-bin.
77
Inilah yang namanya taktik dan licik.
78
Menteri Ryu-bin di hukum.
79
Rencana untuk Pan Xi-qi.
80
Hukuman untuk Pan Xi-qi dan isterinya.
81
Ling Xu-mei.
82
Kehamilan yang membuat gaduh.
83
Kerajaan Mon akan menyerang.
84
Trik jebakan untuk menteri Ju-tak.
85
Legenda perang
86
Bukti kejahatan menteri Ju-tak.
87
Akhir menteri Ju-tak
88
Ya ampun permaisuri.
89
Ini permaisuri Ter menakutkan.
90
Kamu berani melawanku?
91
Kaisar Qin menghukum pangeran Yan.
92
Seseorang yang menjebak pangeran Yan.
93
Peperangan pecah.
94
kekalahan kerajaan Xion
95
Permaisuri memang istimewa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!