TAHTA YANG DICURI

TAHTA YANG DICURI

Tamu di Tempat Kejadian Perkara

Gerbang besi kediaman Mahardika yang menjulang setinggi tiga meter terbuka dengan derit halus yang terdengar seperti rintihan di telinga Baskara. Bagi dunia luar, bangunan megah bergaya modern-classic di hadapannya adalah simbol kejayaan Mahardika Group. Namun bagi Baskara, setiap pilar marmer yang berdiri kokoh di sana hanyalah tanda nisan bagi kebahagiaan ibunya yang dirampas sepuluh tahun lalu.

Baskara turun dari taksi, membawa satu koper perak yang berisi lebih banyak rencana balas dendam daripada pakaian. Ia menatap teras rumah itu dengan mata sedingin es. Ia tidak pulang untuk berekonsiliasi. Ia kembali untuk melakukan infiltrasi.

"Baskara, putraku. Kau akhirnya pulang."

Suara itu melengking lembut, penuh kepalsuan yang sangat dikenal Baskara. Di anak tangga teratas, Sarah berdiri dengan gaun sutra berwarna emerald. Ia merentangkan tangan, seolah hendak memeluk anak tiri yang dulu ia usir secara halus. Sarah, sang parasit yang telah mencuri takhta ibunya, kini tersenyum seolah dia adalah ratu yang murah hati.

Baskara berhenti di anak tangga terakhir, membiarkan tangan Sarah menggantung di udara. Ia menatap wanita itu tanpa emosi, sebuah topeng yang telah ia latih selama bertahun-tahun di London.

"Aku pulang karena permintaan Ayah, Sarah. Bukan untuk sandiwara pelukan keluarga," ucap Baskara datar.

Senyum Sarah sedikit membeku, namun ia segera menguasai diri. Di belakangnya, muncul Baskoro—ayah Baskara—yang berjalan perlahan dengan bantuan tongkat. Wajah pria tua itu tampak berseri melihat putra tunggalnya kembali, tidak menyadari bahwa ia baru saja membuka pintu bagi predator yang akan membedah semua rahasia busuknya.

"Selamat datang di rumah, Nak," ujar Baskoro dengan suara parau. "Rumah ini sangat sepi tanpamu."

"Rumah ini memang selalu sepi, Ayah. Bahkan saat ada orang di dalamnya," sahut Baskara. Kalimat itu adalah serangan pertama yang dilepaskannya, sebuah identitas sebagai "anak yang sudah berubah"—lebih pendiam, lebih penurut, namun mematikan.

Makan Malam yang Beracun

Malam itu, meja makan kayu jati yang panjang dipenuhi dengan hidangan mewah. Suasana terasa sangat kaku hingga suara denting sendok dan garpu terdengar seperti detak bom waktu.

"Baskara sudah banyak berubah, ya, Mas," puji Sarah sambil melirik suaminya. "London sepertinya sudah mendewasakanmu. Kau tidak lagi meledak-ledak seperti sepuluh tahun lalu."

"Aku hanya belajar mana yang berharga untuk diperjuangkan, dan mana yang harus dibuang," jawab Baskara diplomatis. Ia bersikap tenang, membangun fondasi agar mereka percaya bahwa dendamnya telah padam.

Di sudut meja, Baskara menyadari kehadiran seorang gadis yang sedari tadi hanya menunduk. Ia tampak sangat hati-hati, jemarinya meremas serbet di pangkuannya. Gadis itu mengenakan kemeja putih sederhana, tampak sangat kontras dengan kemewahan yang mengelilinginya.

"Baskara, kenalkan. Ini Alea," Sarah memecah keheningan, menunjuk ke arah gadis itu. "Dia asisten pribadiku dan sudah seperti bagian dari keluarga di sini."

Baskara menyipitkan mata. Ia mencatat dalam benaknya: Bidak Pertama. Alea, gadis yang selalu berada di sisi Sarah. Di mata Baskara, Alea adalah target tambahan yang sempurna. Ia berencana memanipulasi gadis ini, berpura-pura menjadi kakak tiri yang perhatian demi mendapatkan akses ke dokumen pribadi yang disembunyikan Sarah di rumah ini.

"Senang bertemu denganmu, Alea," ucap Baskara dengan nada yang sengaja dilembutkan.

Alea sedikit terkejut, ia memberanikan diri mendongak dan menatap mata tajam Baskara untuk pertama kalinya. Ada ketakutan sekaligus rasa ingin tahu yang besar di balik mata gadis itu.

Langkah Awal Sang Hantu

Setelah makan malam berakhir, Baskara berdiri di balkon kamarnya yang lama. Ia mengeluarkan sebuah ponsel kecil dengan jaringan terenkripsi dan menekan satu tombol.

"Reno," ucapnya saat telepon diangkat.

"Kau sudah di dalam?" suara Reno terdengar di seberang sana. "Bagaimana situasinya?"

"Semua berjalan sesuai rencana. Ayah percaya aku sudah berubah, dan Sarah merasa dia masih memegang kendali," Baskara menatap taman bawah, di mana ia melihat bayangan Alea sedang berjalan sendirian menuju paviliun belakang. "Besok, aku akan meminta posisi di divisi audit internal. Aku butuh akses ke data sensitif tanpa memicu kecurigaan."

"Dan gadis itu? Alea?" tanya Reno.

Baskara memperhatikan punggung Alea yang tampak kaku dari kejauhan. "Dia adalah kunci. Aku akan mendekatinya, membuatnya percaya padaku, dan menggunakannya untuk menghancurkan Sarah dari dalam. Baginya, aku akan menjadi kakak tiri yang paling perhatian yang pernah dia miliki."

Baskara menutup telepon. Ia tidak menyadari bahwa di balik pintu kamarnya yang sedikit terbuka, Alea berdiri di sana, hendak mengantarkan teh hangat sebagai perintah dari Sarah. Alea tidak mendengar percakapan itu, namun ia merasakan aura dingin yang memancar dari pria yang baru saja kembali itu.

Infiltrasi telah dimulai. Baskara kembali bukan untuk pulang, tapi untuk membakar rumah ini hingga ke fondasinya.

Episodes
1 Tamu di Tempat Kejadian Perkara
2 Sang Auditor Bayangan
3 Retakan di Dinding Kaca
4 Topeng yang Retak
5 Proyek Erase
6 Sang Auditor Bayangan
7 Umpan dan Jaring
8 Sisi Lain Sang Parasit
9 Jaring-Jaring di Balik Meja
10 Langkah Pertama yang Fatal
11 RESIDU KETAKUTAN
12 JEJAK YANG TERHAPUS
13 TOPENG SANG KAKAK
14 RETAKAN DI DINDING KACA
15 PERMAINAN DUA SISI
16 PELARIAN DARI SARANG SERIGALA
17 DI BALIK KABUT CAKRAWALA
18 DINGINNYA DASAR LAUT
19 DI ANTARA SAMPAH DAN AMBISI
20 RIUH DALAM SUNYI
21 Retakan Pertama
22 Sangkar di Atas Awan
23 Di Bawah Langit yang Sama
24 Sisa- Sisa yang Tertinggal
25 Jalur Tikus dan Bayangan Masa Lalu
26 Di Balik Gelas yang Retak
27 Pelabuhan Sunyi
28 Bayang-Bayang di Balik Seluloid
29 Subjek yang Terlupa
30 Negosiasi di Atas Air
31 Menembus Lambung Besi
32 Labirin Memori
33 Sabotase yang Cantik
34 Perangkap Lantai Tiga
35 Sang Pengkhianat atau Penyelamat?
36 Penyelamatan di Tengah Badai
37 Rumah Aman di Marunda
38 Retakan di Hati yang Hancur
39 Infiltrasi Mahardika Tower
40 Detik Terakhir Phoenix
41 Debu Di Atas Mahkota
42 Mahkota Berdarah
43 Sisa-Sisa Badai
44 Antara Takhta dan Nyawa
45 Mahkamah Para Pengkhianat
46 Sang Pembawa Badai
47 Rahasia di Balik Amplop Biru
48 Jebakan di Pelabuhan Utara
49 Pengakuan dari Alam Bawah Sadar
50 Lembaran Putih yang Menyakitkan
51 Sang Penjaga Rahasia
52 Racun dalam Ingatan
53 Di Balik Tatapan Sang Harimau
54 Takhta yang Berdarah
55 Gema Proyek Erase
56 Sang Iblis yang Berlutut
57 Sang Penjagal di Balik Bayangan
58 Detonator di Ujung Dermaga
59 Runtuhnya Langit Mahardika
60 Takhta yang Berdebu
61 Di Balik Bayang-Bayang Kemenangan
62 Badai di Ruang Sidang
63 Luka yang Tak Kasat Mata
64 Topeng yang Terkelupas
65 Pelarian Berdarah
66 Sisa-Sisa Kehancuran di Balik Putihnya Dinding
67 Singgasana Berdarah
68 Sisa Badai dan Detak yang Tersisa
69 Nafas di Ujung Belati
70 Kartu As Terakhir
71 Labirin Kebohongan
72 Mahkota Berduri
73 Janji di Bawah Langit Kelabu
74 Singgasana di Balik Jeruji
75 Bara dalam Abu
76 Luka di Atas Takhta
77 Musuh dalam Selimut
78 Detik yang Tercuri
79 Tembok yang Tak Terlihat
80 Batas Akhir Sang Pelindung
81 Rapat Besar di Ambang Kehancuran
82 Sang Ratu Mengambil Langkah
83 Labirin Karang Hitam
84 Ikatan Nyawa
85 Fajar yang Terbelah
86 Bayangan di Negeri Singa
87 Pengejaran di Tengah Hujan
88 Desa Para Bayangan
89 Menghitung Mundur Kehancuran
90 Takhta di Atas Awan
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Tamu di Tempat Kejadian Perkara
2
Sang Auditor Bayangan
3
Retakan di Dinding Kaca
4
Topeng yang Retak
5
Proyek Erase
6
Sang Auditor Bayangan
7
Umpan dan Jaring
8
Sisi Lain Sang Parasit
9
Jaring-Jaring di Balik Meja
10
Langkah Pertama yang Fatal
11
RESIDU KETAKUTAN
12
JEJAK YANG TERHAPUS
13
TOPENG SANG KAKAK
14
RETAKAN DI DINDING KACA
15
PERMAINAN DUA SISI
16
PELARIAN DARI SARANG SERIGALA
17
DI BALIK KABUT CAKRAWALA
18
DINGINNYA DASAR LAUT
19
DI ANTARA SAMPAH DAN AMBISI
20
RIUH DALAM SUNYI
21
Retakan Pertama
22
Sangkar di Atas Awan
23
Di Bawah Langit yang Sama
24
Sisa- Sisa yang Tertinggal
25
Jalur Tikus dan Bayangan Masa Lalu
26
Di Balik Gelas yang Retak
27
Pelabuhan Sunyi
28
Bayang-Bayang di Balik Seluloid
29
Subjek yang Terlupa
30
Negosiasi di Atas Air
31
Menembus Lambung Besi
32
Labirin Memori
33
Sabotase yang Cantik
34
Perangkap Lantai Tiga
35
Sang Pengkhianat atau Penyelamat?
36
Penyelamatan di Tengah Badai
37
Rumah Aman di Marunda
38
Retakan di Hati yang Hancur
39
Infiltrasi Mahardika Tower
40
Detik Terakhir Phoenix
41
Debu Di Atas Mahkota
42
Mahkota Berdarah
43
Sisa-Sisa Badai
44
Antara Takhta dan Nyawa
45
Mahkamah Para Pengkhianat
46
Sang Pembawa Badai
47
Rahasia di Balik Amplop Biru
48
Jebakan di Pelabuhan Utara
49
Pengakuan dari Alam Bawah Sadar
50
Lembaran Putih yang Menyakitkan
51
Sang Penjaga Rahasia
52
Racun dalam Ingatan
53
Di Balik Tatapan Sang Harimau
54
Takhta yang Berdarah
55
Gema Proyek Erase
56
Sang Iblis yang Berlutut
57
Sang Penjagal di Balik Bayangan
58
Detonator di Ujung Dermaga
59
Runtuhnya Langit Mahardika
60
Takhta yang Berdebu
61
Di Balik Bayang-Bayang Kemenangan
62
Badai di Ruang Sidang
63
Luka yang Tak Kasat Mata
64
Topeng yang Terkelupas
65
Pelarian Berdarah
66
Sisa-Sisa Kehancuran di Balik Putihnya Dinding
67
Singgasana Berdarah
68
Sisa Badai dan Detak yang Tersisa
69
Nafas di Ujung Belati
70
Kartu As Terakhir
71
Labirin Kebohongan
72
Mahkota Berduri
73
Janji di Bawah Langit Kelabu
74
Singgasana di Balik Jeruji
75
Bara dalam Abu
76
Luka di Atas Takhta
77
Musuh dalam Selimut
78
Detik yang Tercuri
79
Tembok yang Tak Terlihat
80
Batas Akhir Sang Pelindung
81
Rapat Besar di Ambang Kehancuran
82
Sang Ratu Mengambil Langkah
83
Labirin Karang Hitam
84
Ikatan Nyawa
85
Fajar yang Terbelah
86
Bayangan di Negeri Singa
87
Pengejaran di Tengah Hujan
88
Desa Para Bayangan
89
Menghitung Mundur Kehancuran
90
Takhta di Atas Awan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!