Udara pukul empat pagi di pinggiran kota terasa mencekam. Kabut tipis menyelimuti pelataran gereja tua yang dinding-dindingnya sudah ditumbuhi lumut dan retakan usia. Suara burung gagak yang sesekali berkoak di kejauhan menambah kesan angker tempat itu. Namun, bagi Alea, hantu masa lalu jauh lebih menakutkan daripada kegelapan di depannya.
Ia menghentikan mobilnya beberapa meter dari gerbang besi yang berkarat. Napasnya terlihat menguap di udara dingin. Sesuai instruksi, ia datang sendiri. Dengan langkah yang dipaksakan tegap, ia berjalan menuju taman belakang gereja, tempat nisan-nisan tua berdiri diam seperti saksi bisu sejarah yang terkubur.
Di sana, di bawah pohon beringin besar, seorang pria berdiri memunggungi arah kedatangannya. Meskipun pria itu mengenakan jaket hitam tebal dengan tudung yang menutupi kepala, Alea mengenali siluet itu dari jarak satu kilometer sekalipun. Bahu yang lebar namun kini tampak sedikit bungkuk oleh beban tak terlihat.
"Kau datang," suara itu berat, parau, dan membawa getaran yang membuat jantung Alea mencelos.
Baskara berbalik. Wajahnya yang biasa rapi kini ditumbuhi cambang tipis. Matanya cekung, menunjukkan bahwa tidur adalah kemewahan yang tidak ia miliki selama beberapa hari terakhir. Di tangannya, ia memegang sebuah kotak logam tua yang sudah terbuka.
"Kau memintaku datang untuk ini?" Alea menunjuk kotak itu, suaranya bergetar meski ia mencoba terdengar dingin. "Untuk menunjukkan hasil karyamu menggali makam ibumu sendiri? Kau sudah gila, Baskara."
"Mungkin aku memang gila, Alea. Aku gila sejak pertama kali aku memutuskan untuk kembali ke negara ini dan masuk ke dalam hidupmu," Baskara melangkah maju, namun Alea refleks mundur satu langkah.
Baskara berhenti. Rasa sakit di matanya sangat nyata. "Jangan takut padaku. Aku tidak akan memaksamu untuk menerima hubungan yang kau anggap menjijikkan. Tapi sebelum kau benar-benar menghapusku dari ingatanmu, kau harus membaca ini."
Baskara mengulurkan buku harian milik ibunya, Shinta.
"I…
TAHTA YANG DICURI
Janji di Bawah Langit Kelabu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments