“Gue kenapa?” tanya Nareya. Kebingungan karena sudah terbaring di rumah sakit, lalu terpasang selang infus di tangan.
Kala tidak langsung menjawab, sejenak dia mempertimbangkan, antara memberi tahu kondisinya atau tidak. Karena Nareya pernah mengatakan tidak ingin hamil.
“Kamu hamil.” ucap Kala. Nareya terkesiap, langsung duduk. “Saya tahu kamu pasti kaget? Saya juga, tapi kamu harus tenang supaya kamu cepat pulih.” Kala menarik Nareya ke dalam pelukanya.
“Gue udah bilang gue gak mau hamil!” geram Nareya tertahan, karena Kala menenggelamkan kepalanya ke dalam dada. Supaya suara Nareya tidak begitu keras, mengingat masih ada mommy Ana di sana.
Ana yang melihat semua itu, akhirnya keluar dari ruang perawatan. Mengetahui Nareya belum siap dengan kehamilannya, jadi memahami mengapa menepis pelukanya saat pertama kali dokter Heru mengatakan Nareya hamil.
“Saya mengerti, saya tahu ini waktunya gak tepat untuk bilang saya senang. Tapi sungguh saya nggak bisa menahanya, saya bahagia sekali” Kala memeluk Nareya lebih erat, lalu mengusap punggungnya.
Nareya menangis sejadinya. Hamil disaat kepercayaan kepada Kala hancur. Nareya mulai memukul-mukul Kala.
“Gue gak siap jadi ibu. Gue gak mau punya anak kalau nantinya anak gue cuma hidup menderita kaya gue. Gue takut mengulang kesalahan orang tua gue.”
Kala memegang pergelangan tangan Nareya yang terus memukulnya dengan hati-hati. Karena dia sama sekali tidak memikirkan jarum infus di sana bisa berbahaya kalau terus bergerak asal.
“Saya disini, saya pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Yang paling penting sekarang adalah kondisi kamu. Saya juga ingin membahagiakan kamu yang sudah menghadirkan perasaan ini. Kamu dengar? Dari tadi saya deg-degan banget.”
Kala menguraikan pelukannya, agar bisa menatap Nareya.
Sambil mengusap jejak air mata di sana, Kala mengutarakan isi hatinya.
“Kamu harus tahu, saya belum pernah merasakan seperti ini. Saya pernah berpikiran kalau saya seorang yang aromantis. Tapi … tapi saya bisa katakan…
What We Were Never Given
36. Fase Hidup yang Baru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments