“Tenang saja,” ucap Kala menangkup tangan Nareya di pangkuannya.
Kala bisa merasakan ketegangan Nareya. Kala pikir akan lebih aman jika Nareya tinggal di rumah utama. Banyak yang akan menemaninya jika ada suatu hal yang harus diurus. Lagi pula mommy dan Kirana sudah pindah ke rumah utama juga, meski belum tahu apakah mereka sudah benar-benar diterima dengan baik oleh keluarga Adji.
Nareya tersenyum kecil menatap Kala. Namun wajahnya kembali menegang saat mobil yang mereka naiki sudah sampai di halaman rumah utama. Nareya mengingat saat pertama kalinya dia menginjakan kaki di rumah itu.
Setelah sampai Kala membantu Nareya duduk di kursi roda. Kandungannya Nareya masih lemah sehingga meski sudah diperbolehkan keluar masih belum boleh berdiri terlalu lama.
“Selamat datang mas Kala dan mbak Nareya” seru Rakha menyambut kedatangan mereka.
“Bagian rumah untuk mas dan mbak sudah aku siapin lho” lanjutnya.
Nareya hanya tersenyum, namun Kala tidak begitu peduli dengan bocah satu itu. Dia langsung tertuju ke eyang putri, Kala mendorong kursi roda Nareya untuk mendekat.
“Selamat ya sudah jadi calon orang tua. Eyang senang sekali, akan punya cicit.” eyang memeluk Nareya
“Terima kasih eyang,”ucap Nareya.
“Ini kok sampai harus pakai kursi roda kenapa?” tanya eyang.
“Kandungan Nareya masih lemah, eyang,” jawab Kala.
“Kamu mau jadi calon bapak, sudah harus bisa banyak perhatian ke istri dan anak. Perjuangan mengandung sembilan bulan itu berat, kurangi cuekmu itu.” nasihat eyang.
“Iya eyang.”
“Kita masuk dulu ga si eyang? Apa mau ngobrol terus di teras?” ceplos Rakha langsung mendapat pukulan dari tongkat eyang putri.
Eyang masuk menunjukan bagian rumah utama yang akan di tinggali Kala dan Nareya. Sudut yang paling dekat dengan taman. Paling asri dan banyak mendapat cahaya matahari bagus untuk ibu hamil.
Tidak jauh dari sana, adalah bagian rumah yang ditempati Adji, Ana, dan Kirana. Ana membantu Nareya untuk beristirahat di sana.
“Saya ada urusan, kalau butuh apapun minta tolong mo…
What We Were Never Given
39. Kritis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments