Fakta yang terungkap

"Baguslah jika wanita itu pergi." ucap Catherine yang langsung di senggol oleh suaminya.

"Jaga bicaramu." bisik Robert pada istrinya. Dia melirik sang anak yang terdiam sambil menatap surat milik Rose, istrinya itu meminta izin untuk pergi dan meminta maaf jika kehadirannya dan juga Sophia selama ini membuatnya muak.

"Ck, kenapa baru sekarang." ujar Jesper yang langsung di cubit oleh sang istri Emma.

Tidak ada yang bisa mengartikan ekspresi di wajah Marcus, pria itu hanya diam sambil membaca kalimat demi kalimat yang di tulis oleh Rose. Seharusnya dia senang kan, tapi kenapa seperti ada yang hilang di hidupnya.

"Halah, pasti wanita itu nanti kembali lagi." ucap Catherine yang merasa jika Rose hanya sedang cari perhatian anaknya saja.

....

Satu tahun sudah berlalu, Rose terlihat kelelahan karena setelah dia dan Sophia pergi dari rumah besar suaminya, dia bekerja disebuah rumah makan kecil yang ada di pinggiran kota.

"Ma, jika mama lelah istirahat dulu, nanti aku yang akan meneruskannya." ucap sang anak yang baru saja selesai cuci piring, pekerjaan yang tidak pernah Sophia kerjakan saat tinggal di rumah papa nya, tapi tidak masalah, yang penting tidak ada lagi tekanan dari orang-orang jahat itu.

Rose tersenyum manis. "Maafkan mama ya Sophia, mama belum bisa memberikan mu kehidupan yang layak seperti dulu." jauh didalam hatinya, dia merasa kecewa dengan dirinya sendiri, harus membuat putri satu-satunya menderita karena ikut mencari uang untuk kehidupan mereka.

"Jangan bilang seperti itu ma, seharusnya aku yang minta maaf karena hanya bisa menyusahkan mama." ucap anak itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

.....

Memasuki tahun ke dua setelah pergi dari rumah Marcus, Rose jatuh sakit yang membuat wanita itu mau tidak mau istirahat dan hanya Sophia yang bekerja mencari nafkah.

"Maafkan mama nak." tangis Rose seketika pecah saat melihat wajah kelelahan sang anak yang sedang tertidur disampingnya, mereka tinggal disebuah kontrakan kecil yang ada di pinggir kota, andai dia tidak menuruti permintaan sang anak untuk meninggalkan Marcus, mungkin dia tidak akan membuat putrinya menderita.

Sophia sangat sedih saat mendengar ratapan lirih mama nya. Dia tahu dari awal jika kehidupan mereka akan lebih sulit setelah mereka keluar dari rumah papa nya, tapi dia tidak menyangka akan sesulit ini.

.....

Satu bulan kemudian akhirnya Rose sembuh, berhubung dia sudah dipecat dari pekerjaan sebelumnya, hari ini dia akan mencari pekerjaan baru.

"Mama pergi cari kerja dulu ya, kamu baik-baik di sana." ucap Rose yang diangguki oleh Sophia.

Sudah berjam-jam Rose mencari lowongan pekerjaan, tapi tidak ada satupun yang mau menerimanya hingga dia memutuskan untuk istirahat disebuah halte. Tapi tatapannya fokus pada dua orang wanita yang memakai baju mini tengah menghitung uang yang jumlahnya cukup banyak.

"Maaf, kalau boleh tahu, kalian dapat uang dari mana?" tanyanya basa-basi. Dua orang wanita itu langsung menoleh ke arahnya. "Melayani pelanggan, kenapa?"

"Apa masih ada lowongan?" Rose sadar bahwa pekerjaan dua wanita itu tidak baik, tapi melihat uang yang ada ditangan mereka membuatnya hilang akal.

"Ada, ikut kami, kebetulan madam membutuhkan wanita yang cukup berumur untuk beberapa pelanggan kami."

....

"Ma, kenapa kita pindah, disini sepertinya mahal." ucap Sophia saat mama nya membawa dia ke sebuah rumah yang cukup besar.

"Mama hanya ingin kamu hidup layak nak, dan mulai besok berhenti bekerja ya, mama akan mencarikan mu kampus yang bagus." ucap Rose santai.

"Memangnya mama ada uang?" tanya Sophia yang ragu dengan ucapan mamanya.

"Mama mendapatkan pekerjaan yang gajinya banyak nak, jadi jangan takut kita kekurangan uang lagi."

"Mama kerja apa?"

"IRT di rumah orang kaya, bos mama sangat royal, mama di beri gaji yang banyak." dan saat itu Sophia percaya saja dengan ucapan mamanya.

Hingga suatu hari saat Sophia baru pulang kuliah, dia melihat sosok mamanya yang sedang makan berdua dengan seorang pria tua yang terlihat kaya dan dia terkejut saat melihat pakaian yang dikenakan mama nya.

...

"JADI MAMA BEKERJA SEBAGAI WANITA SIMPANAN." teriak Sophia saat mamanya baru pulang.

Rose tidak menyangka jika anaknya tahu pekerjaannya.

"Hanya itu pekerjaan yang gajinya banyak nak, tolong jangan marah pada mama." ucap Rose lirih.

"Aku tidak mau mama bekerja disana, aku lebih baik bekerja sebagai pencuci piring daripada melihat mama yang harus menjadi wanita panggilan. Itu sangat MENJIJIKAN MA."

....

Sementara itu

Aurora terlihat kebingungan mencari keberadaan adik iparnya yang pergi entah kemana. Marcus hanya diam saja saat dia bertanya tentang keberadaan Rose dan juga Sophia.

"Cari keberadaan Rose dan juga Sophia, aku akan memberikan bayaran mahal." perintahnya pada beberapa bawahannya.

sial, dia harus segera menemukan mereka.

....

Tok... Tok...

klek...

"Tante." Sophia terkejut saat melihat kedatangan tantenya yang selama ini dia lupakan.

Grep....

"Sophia, untunglah kau baik-baik saja." ucap Aurora sambil memeluk anak itu. tidak lama Rose keluar dari kamarnya dan dia juga terkejut melihat kedatangan wanita yang merupakan kakak iparnya itu.

"Kak Aurora."

"Bisa kita bicara di luar." pintanya dengan lembut, dan Rose jelas langsung setuju.

....

Bruk......

Rose terkejut setengah mati saat tubuhnya tiba-tiba di dorong keras hingga dia terjerembab diatas tanah yang membuat siku nya berdarah.

"Kak." ucapnya lirih, tidak menyangka jika wanita itu akan mendorongnya.

"BISA-BISANYA KAU PERGI MEMBAWA SOPHIA." tiba-tiba wanita itu berteriak keras.

Rose kembali berdiri, lalu membersihkan tubuhnya dari tanah. "Sophia anakku, jadi kenapa aku harus meninggalkannya?" tanyanya tidak mengerti.

Aurora maju selangkah demi selangkah dan spontan Rose mundur mengimbangi langkah wanita didepannya, entah kenapa kakak iparnya itu terlihat menyeramkan hingga dia mendengar suara air mengalir dibelakang tubuhnya. Tubuhnya sudah berada dipinggir sungai besar dibelakang rumahnya.

"Anakmu?, Hahaha." tawa Aurora langsung pecah.

"Dengar ini baik-baik Rose, Sophia itu aslinya anakku."

Kening Rose mengerut. Kenapa wanita itu mengklaim Sophia sebagai anaknya.

"Aku sengaja menukar anak kita agar anakku mendapatkan hidup yang layak, dan aku cukup berterimakasih padamu karena sudah merawat Sophia dengan baik, tapi sekarang aku marah karena kau malah menyeret Sophia dan membuat hidup anakku susah." sambung wanita itu membuat lutut Rose melemah, Fakta apalagi yang baru saja dia dengar.

"Lalu dimana putriku?" tanya Rose yang sangat syok mendengar fakta bahwa anak yang selama ini dia rawat adalah anak iparnya.

"Putramu Rose, sejak awal kau hamil anak laki-laki tapi aku membayar dokter untuk memalsukan jenis kelamin anakmu karena yang ku kandung anak perempuan."

Jadi anaknya selama ini laki-laki?.

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

Harusnya pas keluar rumah sudah ada persiapan yang matang... keluarga Sultan... setidaknya bwa uang dan perhiasan yang banyak bir bisa hidup nyaman...

2026-08-12

0

lihat semua
Episodes
1 Obsesi Rose
2 Tidak Di Anggap
3 Kedatangan Mia
4 Perubahan Sophia
5 Fakta yang terungkap
6 Kehidupan Kedua
7 Tingkah Aneh Rose
8 Akhirnya Menemukan Noah
9 Mendapatkan Pekerjaan
10 Mencari Keberadaan Rose
11 Mia Menemukan Rose
12 Hilangnya Mia
13 Kepulangan Sophia
14 Pelajaran Untuk Marcus
15 Sophia Masuk Rumah Sakit
16 Bertemu Marcus
17 Apapun Untuk Anakku
18 Anak Yang Berharga
19 Nenek Baru
20 Masa Kecil Yang Kelam
21 Pergi Ke Restoran
22 Hampir Saja
23 Mengingat Hal Yang Menyakitkan
24 Salah Paham Tentang Tante Mia
25 Tes DNA
26 Siapa Noah?
27 Hmmm (18+)
28 Penolakan Noah
29 Telat Bekerja
30 Pengakuan Dosa
31 Bukti Yang Terungkap
32 Klarifikasi
33 Kembali Pulang
34 Syarat Suami Istri
35 Malas Sekolah
36 Membungkam Dengan Fakta
37 Undangan Pernikahan
38 Keracunan
39 Merasa Bersalah
40 Salah Paham
41 Siap-Siap
42 Berangkat
43 Sampai
44 Hari Yang Melelahkan
45 Hampir
46 H-1 Pernikahan
47 Menikah
48 Di Usir
49 Kesal
50 Ketahuan?
51 Kelakuan Serena
52 Hampir Ketahuan
53 Mengajari Noah
54 Rencana Jalan-jalan Besok
55 Nasib Serena
56 Wanita Pirang
57 Map Berisi Foto
58 Lelahnya
59 Rencana Gila Robert
60 Ibu Macam Apa?
61 Lupa Ulang Tahun Sophia
62 Ulang Tahun
63 Tersisihkan
64 Menemui Vira
65 Haruskah Pergi?
66 Apakah Noah Menyerah?
67 Pertemuan Yang Tidak Terduga
68 Menolak Untuk Pulang
69 Menyakiti?
70 Semakin Buruk
71 Mama Yang Gagal
72 Pikiran Yang Mulai Terbuka
73 Bertemu Mantan
74 Di Kembalikan
75 Kedatangan Ayah Mertua
76 Wanita Genit
77 Memperbaiki Hubungan Keluarga
78 Rasa Pizza
79 Bolos
80 Pengganggu
81 Sakit
82 Mencari Kesempatan
83 Lancang
84 Di Asingkan
85 Ngidam?
86 Hamil Juga
87 Sama-sama Lelah
88 Pernikahan Yang Hampir Gagal
89 Menyadari Kesalahan Masing-masing
90 Tingkah Marcus Yang Terlihat Aneh
91 Periksa Kehamilan
92 Racun Di Dalam Cookies
93 Menyesali Yang Sudah Terjadi
94 Informasi Yang Bocor
95 Berita Yang Menyebar
96 Kebohongan Robert Terbongkar
97 Noah Berkelahi?
98 Masalah Anak-anak
99 Hamil Juga 2
100 Emma Jatuh Dari Tangga
101 Rose Melahirkan
102 Menginginkan Sophia
103 Memilih Ikut Aurora
104 Rencana Jahat Aurora
105 Kabur
106 Vira Yang Mendapatkan Siksaan
107 Keluarga Baru Vira
108 Menyusui anak dan papanya
109 Baby Liam
110 Drama Baby Liam
111 Liam Masuk Sekolah
112 The End
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Obsesi Rose
2
Tidak Di Anggap
3
Kedatangan Mia
4
Perubahan Sophia
5
Fakta yang terungkap
6
Kehidupan Kedua
7
Tingkah Aneh Rose
8
Akhirnya Menemukan Noah
9
Mendapatkan Pekerjaan
10
Mencari Keberadaan Rose
11
Mia Menemukan Rose
12
Hilangnya Mia
13
Kepulangan Sophia
14
Pelajaran Untuk Marcus
15
Sophia Masuk Rumah Sakit
16
Bertemu Marcus
17
Apapun Untuk Anakku
18
Anak Yang Berharga
19
Nenek Baru
20
Masa Kecil Yang Kelam
21
Pergi Ke Restoran
22
Hampir Saja
23
Mengingat Hal Yang Menyakitkan
24
Salah Paham Tentang Tante Mia
25
Tes DNA
26
Siapa Noah?
27
Hmmm (18+)
28
Penolakan Noah
29
Telat Bekerja
30
Pengakuan Dosa
31
Bukti Yang Terungkap
32
Klarifikasi
33
Kembali Pulang
34
Syarat Suami Istri
35
Malas Sekolah
36
Membungkam Dengan Fakta
37
Undangan Pernikahan
38
Keracunan
39
Merasa Bersalah
40
Salah Paham
41
Siap-Siap
42
Berangkat
43
Sampai
44
Hari Yang Melelahkan
45
Hampir
46
H-1 Pernikahan
47
Menikah
48
Di Usir
49
Kesal
50
Ketahuan?
51
Kelakuan Serena
52
Hampir Ketahuan
53
Mengajari Noah
54
Rencana Jalan-jalan Besok
55
Nasib Serena
56
Wanita Pirang
57
Map Berisi Foto
58
Lelahnya
59
Rencana Gila Robert
60
Ibu Macam Apa?
61
Lupa Ulang Tahun Sophia
62
Ulang Tahun
63
Tersisihkan
64
Menemui Vira
65
Haruskah Pergi?
66
Apakah Noah Menyerah?
67
Pertemuan Yang Tidak Terduga
68
Menolak Untuk Pulang
69
Menyakiti?
70
Semakin Buruk
71
Mama Yang Gagal
72
Pikiran Yang Mulai Terbuka
73
Bertemu Mantan
74
Di Kembalikan
75
Kedatangan Ayah Mertua
76
Wanita Genit
77
Memperbaiki Hubungan Keluarga
78
Rasa Pizza
79
Bolos
80
Pengganggu
81
Sakit
82
Mencari Kesempatan
83
Lancang
84
Di Asingkan
85
Ngidam?
86
Hamil Juga
87
Sama-sama Lelah
88
Pernikahan Yang Hampir Gagal
89
Menyadari Kesalahan Masing-masing
90
Tingkah Marcus Yang Terlihat Aneh
91
Periksa Kehamilan
92
Racun Di Dalam Cookies
93
Menyesali Yang Sudah Terjadi
94
Informasi Yang Bocor
95
Berita Yang Menyebar
96
Kebohongan Robert Terbongkar
97
Noah Berkelahi?
98
Masalah Anak-anak
99
Hamil Juga 2
100
Emma Jatuh Dari Tangga
101
Rose Melahirkan
102
Menginginkan Sophia
103
Memilih Ikut Aurora
104
Rencana Jahat Aurora
105
Kabur
106
Vira Yang Mendapatkan Siksaan
107
Keluarga Baru Vira
108
Menyusui anak dan papanya
109
Baby Liam
110
Drama Baby Liam
111
Liam Masuk Sekolah
112
The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!